Tips Memasak Daun Singkong yang Tepat

Daun singkong merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang kaya dengan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Daun singkong bisa membantu menguatkan tulang serta bisa merangsang produksi sel darah merah untuk mencegah anemia karena mengandung seng, zat besi, mangan, dan magnesium. Daun singkong juga mengandung serat yang bisa melancarkan pencernaan dan merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam organ pencernaan. Selain itu, daun singkong juga mengandung vitamin C, protein, serta rendah kalori dan bebas lemak. Daun singkon tidak boleh dikonsumsi dalam bentuk mentah karena mengandung racun hydrogen sianida yang bisa membahayakan tubuh. Daun singkon memiliki tekstur yang keras dan rasa yang cukup pahit. Oleh karena itu, daun singkong perlu dimasak terlebih dahulu untuk menghilangkan kandungan racun, melunakkan tekstur, dan mengurangi rasa pahit.

Daun singkong sebaiknya dimasak dengan hati-hati karena jika dimasak tidak tepat kandungan racun di dalamnya bisa tidak hilang sempurna. Pemasakan yang tidak sempurna tersebut juga membuat daun singkon masih merasa pahit sehingga kurang nikmat dinikmati. Berikut ini beberapa tips memasak daun singkon yang tepat yang bisa dipraktikkan di rumah.

Pilih Daun Singkong Muda

Pilihlah daun singkong yang masih muda untuk dikonsumsi. Daun singkong yang masih muda memiliki tekstur yang lebih lunak daripada daun singkong yang tua sehingga lebih mudah dimasak. Daun singkong muda juga memiliki kandungan rasa pahit yang tidak terlalu tinggi sehingga rasanya lebih gurih dan lezat. Pisahkan daun singkong dengan tangkainya sebelum dimasak dan olah daunnya saja.

Cuci Bersih Daun Singkong

Sebelum dimasak, daun singkong sebaiknya dicuci bersih dengan air mengalir terlebih dahulu. Setelah dicuci, daun singkong sebaiknya dipotong menjadi beberapa bagian yang lebih kecil supaya lebih mudah dimasak.

Rebus di Air Mendidih

Siapkan panci lalu isi dengan air bersih dan masak sampai mendidih. Setelah air mendidih, masukkan daun singkong yang sudah dipotong ke dalam panci. Rebus daun singkong dengan api sedang kurang lebih selama 10 menit. Selama direbus, biarkan panci terbuka supaya asam hasil perebusan bisa menguap keluar sehingga warna daun singkon bisa tetap berwarna hijau segar setelah matang. Setelah matang, tiriskan daun singkong dan buanglah air rebusan yang telah digunakan. Jika Anda ingin memasak daun singkong dengan kuah, gunakan air yang baru karena air rebusan daun singkong dikhawatirkan mengandung racun yang berbahaya bagi tubuh.

Tambahkan Garam

Pada saat direbus, Anda bisa menambah sedikit garam untuk mengurangi rasa pahit dari daun singkong. Garam juga bisa membuat daun singkong lebih cepat empuk dan matang sempurna. Selain itu, garam juga bisa membantu menetralisir aroma tidak sedap dari daun singkong sehingga rasa dan aroma daun singkong menjadi lebih gurih.

Peras Daun Singkong

Daun singkong memang dikenal memiliki rasa yang pahit dan tekstur yang keras. Oleh karena itu, daun singkong harus dimasak terlebih dahulu supaya teksturnya sedikit melunak. Setelah direbus, daun singkong dapat peras terlebih dahulu supaya rasa pahitnya bisa berkurang. Tekstur daun singkong yang berserat menjadikannya tidak hancur meskipun diperas setelah direbus.

Setelah melalui beberapa proses tersebut, Anda bisa langsung menjadikan daun singkon sebagai bagian dari lalapan. Selain itu, Anda juga bisa mengolah daun singkong menjadi menu lainnya, misalnya ditumis atau dibuat sayur lodeh. Tambahkan juga beberapa bumbu dan rempah tambahan supaya rasa masakan menjadi lebih gurih dan lezat.

Tips Ringan Menjaga Kesehatan Jantung

Jantung merupakan salah satu organ penting dalam tubuh karena memiliki fungsi yang vital. Jantung berfungsi untuk memompa darah dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Jika jantung mengalami gangguan kesehatan, maka bisa berdampak pada penurunan fungsi yang bisa menyebabkan gangguan aliran darah ke seluruh tubuh. Penyakit jantung juga merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang berbahaya dan bisa menyebabkan kematian. Jantung yang mengalami gangguan dan jika berhenti berdetak, maka darah pun tidak bisa dialirkan sehingga kemungkinan seseorang yang mengalami serangan jantung tersebut akan meninggal. Oleh karena itu, sangat penting menjaga kesehatan jantung supaya jantung berfungsi maksimal dan terhindar dari berbagai penyakit.

Menjaga kesehatan jantung sebenarnya tidak terlalu sudah. Pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, rutin olahraga, dan istirahat cukup menjadi syarat untuk mendapatkan jantung yang senantiasa sehat. Akan tetapi, kesibukan pekerjaan dan rasa malas kadang menjadi hambatan seseorang untuk melakukan pola hidup sehat tersebut. Berikut ini diuraikan beberapa tips ringan yang bisa dipraktikkan untuk membantu menjaga kesehatan jantung.

  • Kurangi Konsumsi Junkfood

Penyebab umum terjadinya gangguan kesehatan jantung biasanya disebabkan oleh penumpukan lemak jenuh dalam tubuh. Lemak yang menumpuk tersebut akan berubah menjadi kolesterol jahat dan bisa menyumbat pembuluh darah sehingga mengganggu kerja dan fungsi jantung. Lemak jenuh tersebut biasanya didapat dari junkfood yang sering dikonsumsi. Oleh karena itu, kurangi konsumsi junkfood untuk mencegah tertumpuknya lemak yang bisa menyebabkan gangguan pada jantung.

  • Hindari Terlalu Lama Duduk

Duduk yang terlalu, entah karena faktor pekerjaan atau apapun itu, ternyata bisa mengganggu kesehatan jantung. Duduk terlalu lama membuat otot kaku dan orang menjadi pasif bergerak sehingga bisa membuat kekuatan jantung semakin menurun. Jika Anda mempunyai pekerjaan yang dilakukan dengan duduk, sebaiknya lakukanlah aktivitas fisik di sela-sela kesibukan, misalnya dengan melakukan peregangan.

  • Jaga Kebersihan Gigi

Menjaga kebersihan gigi dapat dilakukan dengan menggosok gigi dengan teratur, membersihkan gigi dengan flossing, atau bila perlu berkumur dengan mouthwash setelah gosok gigi. Gigi yang bersih juga bisa menghindarkan jantung dari berbagai penyakit. Bagaimana bisa? Gigi yang kotor bisa menyebabkan penumpukan plak dan bisa membuat bakteri tumbuh dengan subur. Penumpukan plak pada gigi bisa membuat gusi iritasi sehingga memungkinan bakteri dalam mulut masuk ke gusi kemudian terbawa oleh aliran darah hingga sampai ke jantung. Bakteri yang masuk ke aliran darah tersebut juga bisa menyebabkan kadar protein C-reaktif meningkat dalam pembulut darah. Oleh karena itu, jaga kebersihan gigi, gusi, dan mulut untuk menghindari pertumbuhan bakteri.

  • Berhenti Merokok

Rokok sudah dikenal memiliki kandungan zat yang berbahaya bagi tubuh, termasuk bagi jantung. Asap rokok yang terhirup oleh orang yang bukan perokok juga bisa membuat orang tersebut rentan terkena gangguan jantung. Kebiasaan merokok memang selain bisa merugikan kesehatan perokok itu sendiri, juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan bagi orang lain yang bukan perokok. Oleh karena itu, berhentilah merokok secepat mungkin supaya paparan zat berbahaya dari rokok semakin bisa dinetralisir sehingga kesehatan tubuh bisa menjadi cepat pulih dan juga.

  • Pertahankan Berat Badan Ideal

Kelebihan berat badan atau obesitas bisa memicu terjadinya gangguan kesehatan pada jantung. Penderita obesitas biasa memiliki kandungan lemak yang terlalu banyak sehingga rentan mengalami kenaikan kadar kolesterol jahat, tekanan darah tinggi, dan trigliserida tinggi yang bisa memicu datangnya penyakit jantung. Untuk itu, Anda perlu menjaga berat tubuh agar tetap ideal.

  • Rutin Cek Kesehatan

Tips penting untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah tubuh terkena gangguan jantung adalah dengan rutin melakukan cek kesehatan. Rutinlah melakukan cek tekanan darah dan kolesterol supaya Anda mengetahui berapa tekanan darah dan kadar kolesterol dalam tubuh. Pengetahuan tersebut dapat membuat Anda bisa mengontrol pola makan dan pola hidup mana yang bisa membuat tekanan darah dan kolesterol naik sehingga bisa dihindari sedini mungkin.

Bibir Kering dan Pecah-Pecah: Ini Tips Mengatasinya

Bibir merupakan bagian tubuh yang mempunyai fungsi vital untuk makan dan bicara. Bibir yang mengalami gangguan tentunya bisa mengganggu kesehatan dan aktivitas. Masalah bibir yang umum dialami adalah bibir kering dan pecah-pecah. Bibir pecah-pecah bisa menyebabkan seseorang kesulitan bicara dan juga bisa mengganggu penampilan karena visualnya yang kurang menarik. Bibir pecah-pecah bisa terjadi karena berbagai faktor, misalnya suhu dan cuaca atau kurangnya nutrisi ke dalam tubuh.

Bibir merupakan bagian tubuh yang memang tidak memiliki kelenjar minyak sehingga tidak bisa memproduksi minyak sendiri untuk menjaga kelembapannya. Oleh karena itu, bibir mudah kering dan pecah-pecah daripada bagian tubuh lain akibat adanya paparan sinar matahari atau rendahnya kelembapan udara. Bibir pecah-pecah tidak boleh dibiarkan begitu saja karena bisa membuat kulit di bibir mengelupas dan berpotensi untuk terluka serta berdarah. Oleh karena itu, bibir yang kering dan pecah-pecah harus segara diatasi sebelum menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Saat bibir kering dan pecah-pecah sebaiknya jangan dijilati karena bisa mempuruk pecah-pecah pada bibir akibat air liur yang mengenainya. Air liur tersebut akan mudah menguap sehingga menyebabkan bibir mengalami kondisi yang lebih kering dari biasanya. Hindari juga mengelupaskan kulit bibir dengan tangan karena bisa memicu pendarahan bahkan infeksi. Berikut ini diuraikan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengobati bibir yang kering dan pecah-pecah.

Gunakan Pelembab Bibir

Tips pertama untuk mencegah dan mengobati bibir yang kering dan pecah-pecah adalah dengan menggunakan pelembab bibir. Pelembab bibir berfungsi untuk melindungi bibir dari paparan sinar matahari dan menyetabilkan kelembapan bibir meskipun terjadi perubahan suhu dan cuaca. Anda bisa menggunakan lip balm atau membuat sendiri pelembab bibir yang terbuat dari bahan alami, misalnya madu, aloevera, timun, atau minyak zaitun. Bahan alami tersebut dapat membantu menghidrasi dan melembabkan bibir sehingga bibir tidak mudah kering dan pecah-pecah. Pilihlah lip balm yang tidak mengandung parfum, mentol, dan papermint karena bisa memicu iritasi.

Cukupi Cairan Tubuh

Kekurangan cairan tubuh juga bisa memicu terjadinya bibir kering dan pecah-pecah. Kurangnya mineral dan cairan dalam tubuh bisa membuat tubuh kurang terhidrasi dengan baik yang berimbas pada bibir yang menjadi kering dan pecah-pecah. Oleh karena itu, cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih minimal 8 gelas per hari atau sesuaikan dengan kepadatan aktivitas Anda. Tubuh yang terhidrasi dengan baik bisa mencegah dan mengembalikan kondisi bibir tetap lembab.

Konsumsi Makanan Bergizi

Bibir yang kering dan pecah-pecah juga bisa dipengaruhi makanan yang dikonsumsi setiap hari. Untuk mencegah dan mengobati bibir yang kering dan pecah-pecah usahakan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B, asam lemak esensial, zat besi, dan air. Makanan yang bisa dikonsumsi, di antaranya sayur dan buah, ikan, hati, dan sebagainya. selain itu, saat bibir kering dan pecah-pecah sebaiknya hindari mengonsumsi makanan yang asam dan pedas karena bisa memicu terjadinya iritasi sehingga pecah-pecah bisa semakin parah.

Hindari Kebiasaan Menggigit Bibir

Orang yang terbiasa menggigit bibir akan cenderung lebih sering mengalami bibir kering dan pecah-pecah. Menggigit bibir bisa membuat lapisan pelindung bibir menjadi rusak sehingga bibir mudah kering, pecah-pecah, bahkan iritasi jika terkena paparan sinar matahari atau perubahan suhu.

Jangan Bernapas Menggunakan Mulut

Selain menggigit bibir, kebiasaan yang bisa memicu bibir kering dan pecah-pecah adalah bernapas melalui mulut. Bernapas melalui mulut akan mempercepat pengeringan bibir sehingga lama-kelamaan bibir bisa menjadi pecah-pecah. Untuk itu usahakan untuk bernapas melalui mulut supaya bibir tidak mudah kering dan pecah-pecah.

Bibir kering dan pecah-pecah sebenarnya bisa sembuh secara alami, tetapi akan lebih baik jika Anda melakukan tindakan tepat supaya proses penyembuhan semakin cepat. Akan tetapi, bibir kering dan pecah-pecah yang terjadi terlalu lama juga bisa menyebabkan infeksi yang memicu terjadinya peradangan bibir atau cheilitis. Cheilitis ditandai dengan pecah-pecah di sudut bibir yang disertai infeksi. Jika Anda terindikasi mengalami cheilitis sebaiknya segera periksa ke dokter supaya mendapatkan pengobatan yang tepat.

Tips Memasak Telur Menjadi Menu Sehat

Telur merupakan bahan makanan yang murah, mudah ditemukan, dan mengandung nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Telur mengandung protein, vitamin B kompleks, dan nurisi lain yang bermanfaat bagi tubuh. Telur juga bisa diolah dengan cara yang sederhana sehingga cocok bagi orang yang ingin memulai memasak, misalnya telur dapat didadar atau diceplok. Dua olahan telur tersebut sudah tidak asing lagi karena sering dimasak di rumah atau warung makan.

Bagaimanakah cara memasak telur menjadi menu sehat?

Walaupun dinilai dapat dimasak dengan cara sederhana, tetapi ada baiknya Anda memperhatikan cara memasak telur yang benar dan sehat. Cara memasak yang benar akan membuat kandungan gizi dalam telur dapat diserap dengan maksimal oleh tubuh. Pemasakan telur tersebut juga bertujuan membuat protein yang terkandung di dalamnya mudah dicerna oleh tubuh. Protein dalam telur yang masih mentah memiliki struktur yang rumit. Oleh karena itu, pemasakan dapat memecah struktur protein tersebut menjadi lebih sederhana sehingga mudah dicerna oleh tubuh. Cara masak yang tepat itulah yang bisa membuat nutrisi dalam telur tidak rusak dan bisa diserap dengan baik oleh tubuh. Anda dapat mengkreasikan telur menjadi menu sehat dengan tips berikut.

  • Pilih Cara Memasak yang Tepat

Cara memasak telur yang tepat adalah cara memasak yang rendah kalori. Telur dapat dimasak dengan beberapa cara yang tepat, yakni direbus atau dibuat scramble. Merebus telur dapat dilakukan dengan dua cara, yakni direbus bersama dengan cangkangnya atau direbus tanpa cangkang. Dua rasa merebus telur tersebut dinilai tidak menambah kandungan lemak dan kalori dalam telur. Kandungan nutrisi dalam telur rebus tetap terjaga, yakni 1 butit telur rebus mengandung 5,3 gr lemak, 6 gr protein, 78 kalori, dan 186 mg kolesterol. Selain direbus, ada varian memasak telur yang cukup tren, yakni scramble egg atau telur orak arik. Telur orak arik biasanya dimasak dengan dicampuri susu, tetapi supaya tidak menambah kandungan lemak, susu tersebut dapat diganti dengan air. Anda bisa menambahkan bumbu pada scramble egg agar rasanya lebih lezat, misalnya lada, bawang putih, atau rempah-rempah alami lainnya.

  • Masak pada Suhu yang Stabil

Saat memasak telur jangan lupa selalu mengontrol suhu. Telur sebaiknya dimasak pada suhu tinggi yang stabil untuk mencegah oksidasi sehingga bisa menangkal terbentuknya radikal bebas yang berbahaya pada makanan. Pastikan air yang digunakan untuk merebus telur sudah mendidih sempurna kemudian baru masukkan telur tersebut. Perhatikan pula kondisi telur saat dimasak. Jangan masak telur terlalu matang karena bisa membuat kandungan vitamin dalam telur larut dengan air. Oleh karena itu, jika telur sudah matang segera angkat dan tiriskan.

  • Kombinasikan dengan Sayuran

Supaya telur menjadi lebih sehat, Anda bisa mengombinasikan telur dengan sayuran. Pilihlah sayuran yang mengandung vitamin, mineral, dan kaya serat, seperti sawi, wortel, daun bawang, atau tomat. Cuci bersih dan potong sayuran tersebut menjadi ukuran yang lebih kecil lalu bisa dimasak bersama dengan scramble egg agar nutrisi menu tersebut bertambah dan rasanya semakin enak. Anda juga bisa memasak sayuran tersebut menjadi menu tersendiri lalu dijadikan pelengkap lauk bersama telur. Kombinasi telur dan sayuran tersebut dapat menjadi asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Daily Tips untuk Berhenti Merokok

Rokok memang sudah diketahui khalayak umum jika mengandung zat berbahaya yang bisa merusak kesehatan tubuh. Akan tetapi, ternyata masih ada sebagian besar orang yang masih mengonsumsi rokok. Sebagian dari orang yang mengonsumsi rokok mengaku jika mereka ingin berhenti tetapi terkendala karena kecanduan. Zat nikotin yang terkandung dalam rokok memang bisa menjadikan ketergantungan. Ketergantungan tersebutlah yang membuat tidak sedikit orang gagal untuk berhenti merokok. Lalu bagaimanakah cara menekan ketergantungan tersebut supaya kebiasaan merokok bisa dihentikan?

Berikut disajikan daily tips yang bisa membantu pecandu rokok untuk berhenti.

  • Jauhi Pemicu Rokok

Tips pertama yang harus dilakukan saat ingin berhenti merokok adalah dengan menjauhi segala pemicu rokok. Hindari aktivitas-aktivitas atau tempat yang biasanya Anda gunakan untuk merokok. Buang segera pelengkap rokok, seperti asbak, korek, bahkan jika ada batang rokok yang tersisa segera singkirkan pula. Dengan menghindari segala pemicu rokok keinginan merokok bisa perlahan-lahan menghilang.

  • Kurangi Konsumsi Kafein

Minuman mengandung kafein, seperti kopi, umumnya dikonsumsi berdampingan dengan rokok. Selain itu, kafein dan nikotin dalam rokok ternyata memiliki hubungan yang erat. Nikotin dapat menekan efek dari minuman yang mengandung kafein. Oleh karena itu, ketika Anda memutuskan berhenti merokok dan tetap mengonsumsi kafein, efek kafein akan terasa lebih dari biasanya ketika diminum bersamaan dengan rokok, seperti jantung berdebar, sulit tidur, bahkan memicu stres. Oleh karena itu, sebelum dan saat Anda berhenti mengonsumsi rokok imbangi juga dengan mengurangi konsumsi kafein karena efek kafein tersebut bisa menimbulkan keinginan untuk kembali menghisap rokok untuk kembali menekan efek kurang menyenangkan tersebut.

  • Cari Pengganti Rokok

Untuk mengalihkan perhatian dari rokok, ada baiknya Anda mencari pengganti rokok. Anda bisa mengonsumsi makanan yang bisa mengalihkan keinginan untuk merokok seperti permen. Selain itu, Anda juga bisa mencoba mengganti rokok dengan cemilan sehat, seperti buah atau makanan yang mengandung protein nonlemak. Saat tubuh berhenti menerima asupan nikotin, umumnya akan mengalami gejala efek balikan, seperti perasaan gelisah, mudah marah, dan emosi tidak terkontrol. Konsumsi camilan sehat tersebut ternyata bisa membantu mengontrol mood sehingga bisa meredakan efek balikan dari berhenti merokok tersebut. Selain itu, Anda juga bisa melakukan olahraga sebagai kesibukan pengalih rokok.

  • Hindari Stres

Salah satu pemicu seseorang ingin merokok adalah karena adanya beban pikiran atau stres. Kandungan zat kimia dalam rokok ternyata bisa membantu merelaksasi tubuh dan pikiran sehingga bisa menjadi pengalihan stres bagi sebagian orang. Oleh karena itu, hindari stres dengan cara mengatur jadwal harian dan mengistirahatkan tubuh dengan cukup. Dengan managemen waktu dan pekerjaan serta kualitas istirahat yang cukup, stres bisa dicegah. Dengan begitu, keinginan untuk merokok juga bisa ditekan.

  • Langsung Berhenti Secara Keselurahan

Saat memutuskan akan berhenti merokok lakukan dengan cara langsung berhenti dan jangan pernah coba-coba untuk menyulut rokok walaupun hanya satu batang. Metode yang tepat digunakan untuk tips ini adalah metode cold turkey yakni dilakukan dengan memutus semua asupan nikotin ke dalam tubuh dalam seketika. Efek balikan, seperti mudah marah, gelisah, pusing mual, dan emosi tidak terkontrol, memang akan terasa dengan menerapkan metode ini, akan tetapi efek balikan tersebut akan berlangsung dalam waktu singkat sehingga tidak membuat tubuh tersiksa perlahan-lahan dalam waktu lama. Berhenti merokok dengan sekaligus dinilai lebih efektif daripada berhenti dengan bertahap karena bisa menekan keinginan merokok yang timbul oleh adanya efek balikan tersebut.

Cara Ampuh Atasi Rambut Rontok

Rambut rontok menjadi momok bagi semua orang, baik laki-laki maupun perempuan. Rambut rontok yang dibiarkan terus-menerus juga dapat menimbulkan kebotakan sehingga mengurangi rasa percaya diri dengan penampilan. Bagi Anda yang memiliki rambut rontok, jumlah kerontokan rambut paling besar terjadi saat Anda keramas dan hal tersebut lama-kelamaan akan menyumbat saluran pembuangan air di kamar mandi Anda. Bagi sebagian orang, rambut rontok juga dapat menjadi gejala penyakit tertentu, maka dari itu jangan diabaikan.

Rambut rontok disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya kurangnya asupan gizi, efek samping mengonsumsi obat-obatan, pengaruh psikologis, dan perubahan hormon. Saat ini sudah terdapat berbagai tips mudah untuk mengatasi rambut rontok dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemui. Berikut diuraikan berbagai cara mengatasi rambut rontok yang dikutip dari berbagai sumber.

  1. Cuci Rambut dengan Tepat

Cuci rambut setidaknya tiga hari sekali dalam seminggu dengan sampo untuk menghilangkan semua akumulasi debu, kotoran, minyak, dan bakteri yang ada. Jaga kebersihan rambut setiap saat untuk menghindari kerontokan rambut akibat folikel yang tersumbat. Perlu diingat agar tidak terlalu sering keramas karena keramas yang berlebihan akan menghilangkan minyak alami dari kulit kepala yang penting untuk pertumbuhan rambut yang sehat.

  1. Keringkan Rambut dengan Lembut

Cara cepat untuk mengeringkan rambut setelah keramas salah satunya dengan mengusap rambut dengan handuk. Akan tetapi, perilaku tersebut tidak selalu benar dan berakibat baik jika tidak dilakukan dengan tepat. Mengeringkan rambut dengan cara menggosoknya keras-keras dengan handuk akan menyebabkan kerusakan pada rambut, membuatnya jadi kusut, dan mencabutnya dari kepala. Sebaiknya, biarkan rambut kering secara alami setelah keramas, cukup bersihkan kelembaban dari rambut dengan lembut menggunakan handuk untuk mengurangi kerontokan.

  1. Pilih Sampo dan Produk Perawatan Rambut Alami

Jika Anda memiliki rambut mudah rontok sebaiknya gunakan sampo yang bebas dari kandungan sulfat, silikon, dan paraben untuk menghindari penimbunan bahan kimia yang keras pada kulit kepala dan rambut. Penimbunan bahan kimia tersebut bisa membuat rambut rapuh dan lebih rentan terhadap kerusakan. Usahakan untuk memilih produk perawatan rambut berbahan alami, misalnya dengan memanfaatkan lidah buaya, kemiri, alpukat, minyak esensial, dan bahan alami yang lain supaya rambut rontok dapat berkurang. Jika perlu, Anda bisa menambahkan hair tonic berbahan ginseng agar rambut Anda semakin kuat.

  1. Perbaiki pola hidup

Pola hidup kurang sehat merupakan salah satu penyebab rambut mudah rontok. Maka dari itu, ubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat agar terhindari dari rambut rontok. Hindari mengikat rambut terlalu kencang dan hentikan kebiasaan menarik dan memelintir rambut. Selain itu, biasakan mengonsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari supaya rambut Anda juga dapat ternutrisi dari dalam. Selain pola makan, Anda juga perlu mengatur pola istirahat agar tubuh tidak terlalu lelah, baik lelah fisik maupun lelah psikis.