Apa Itu Osteoartritis?

Pengertian

Osteoartritis (OA) adalah bentuk artritis yang paling umum, menyerang jutaan orang di seluruh dunia. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan pelindung di ujung tulang rusak seiring waktu. Kadang-kadang, osteoartritis disebut penyakit sendi degeneratif atau artritis degeneratif.

Meskipun osteoartritis dapat merusak sendi di tubuh, kelainan ini paling sering menyerang sendi di tangan, lutut, pinggul, dan tulang belakang.

Continue reading “Apa Itu Osteoartritis?”

Asam Urat: Kenali Penyebab dan Gejalanya

Pernahkah Anda mendengar orang mengeluh karena asam urat? Sebenarnya apakah asam urat itu? Apa bedanya dengan rematik? Berikut ulasannya.

asam urat adalah asam yang berbentuk Kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin yang merupakan salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel dalam tubuh. Jadi, asam urat sebenarnya adalah hasil metabolisme yang normal dimiliki oleh manusia. Akan tetapi, jika produksi asam urat tersebut berlebihan, maka akan timbullah gangguan kesehatan yang juga memiliki nama yang sama, yakni asam urat.

Asam urat atau yang dalam dunia medis disebut dengan istilah gout adalah kondisi di mana tubuh memproduksi asam urat berlebihan atau kondisi ginjal yang tidak memadai untuk mengeluarkan asam urat tersebut. Produksi dan penumpukan asam urat berlebih tersebut akan menimbulkan rasa nyeri, pembengkakan, dan kemerahan pada area sendi. Asam urat ini juga merupakan bentuk umum dari rematik. Asam urat bisa menyerang siapa saja, baik laki-laki ataupun perempuan, dari kalangan usia berapaun. Bagian tubuh yang sering mengalami sakitnya asam urat adalah jempol tangan dan jempol kaki. Asam urat yang menyebabkan nyeri di bagian sendi disebut dengan arthritis gout yang membuat sendi tiba-tiba sakit, panas, bengkak, dan merah. Asam urat tidak boleh diabaikan begitu saja karena bisa menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius. Asam urat yang dibiarkan terlalu banyak menumpuk selain bisa menyebabkan nyeri sendi juga bisa menimbulkan penyakit lainnya, misalnya endapan asam urat lokal (tophi), batu ginjal, dan lain-lain. Untuk itu, asam urat sebaiknya segera ditangani dan diobati dengan tepat sedini mungkin.

Sebelum memilih jenis pengobatan, sebaiknya ketahui dulu penyebab asam urat. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa memilih pengobatan yang tepat dan bisa melakukan pencegah supaya tubuh terhindari dari asam urat.

Penyebab

Berdasarkan penyebabnya, asma urat dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni asam urat primer dan asam urat sekunder. Penyebab pasti dari asam urat primer tersebut belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, asam urat primer tersebut disebabkan oleh faktor dari dalam tubuh sendiri, misalnya faktor genetik, hormonal, atau faktor lainnya yang muncul dari dalam tubuh. Faktor genetik dan hormonal tersebut kemungkinan bisa menyebabkan produksi asam urat berlebihan atau pengeluaran asam urat dari tubuh yang berkurang sehingga terjadi penumpukan asam urat di sekitar sendi.

Sementara itu, asam urat sekunder disebabkan oleh kesalahan memilih makanan yang dikonsumsi yang berpengaruh pada metabolisme tubuh. Mengonsumsi makanan dengan kadar purin yang tinggi dinilai bisa menjadi penyebab utama terjadinya asam urat sekunder. Makanan yang mengandung purin tinggi, di antaranya jeroan, alkohol, telur, dan ikan hearing yang mengandung senyawa yang berpotensi menaikkan kadar asam urat dalam tubuh. Selain dari makanan, asam urat sekunder juga bisa terjadi karena tubuh mengalami penyakit darah, misalnya polisitema dan penyakit sumsun tulang belakang. Produksi asam urat berlebih juga bisa dipicu oleh obesitas, diabetes, penyakit kulit, seperti psoriasis, dan konsumsi obat-obatan tertentu. Oleh karena itu, orang yang menderita penyakit tersebut sebaiknya memilih makanan yang rendah kadar purinnya supaya tubuh tidak memproduksi asam urat berlebihan.

Gejala

Asam urat memiliki gejala yang membedakannya dengan penyakit lain. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai sebagai tanda munculnya penyakit asam urat, di antaranya sebagai berikut.

  • Sendi yang tiba-tiba sakit, terutama bagian ujung anggota badan, seperti jempol kaki. Jempol tangan, telapak tangan, pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari-jari tangan. Sakit yang dirasakan pada bagian tersebut membuat bagian-bagian tersebut sulit digerakkan.
  • Rasa sakit atau nyeri disertai dengan pembengkakan, rasa panas, dan muncul warna kemerahan pada bagi kulit yang melapisi sendi pada bagian tubuh yang sudah disebutkan.
  • Rasa sakit atau nyeri akan berkembang cepat ke bagian tubuh yang lain dalam waktu yang relative cepat.

Jika Anda mengalami beberapa gejala tersebut, ada kemungkinan tubuh terserang penyakit asam urat. Namun, untuk mendapatkan diagnosis yang tepat sebaiknya diperiksakan ke dokter. Asam urat dinilai bisa reda dalam kurun waktu 3-10 hari dan jika dalam kurun waktu tersebut asam urat tidak kunjung sembuh, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter lagi supaya mendapatkan pengobatan yang tepat.

Pegal Linu: Penyakit Apa Itu?

Pegal linu ditandai dengan gejala rasa nyeri atau kaku pada persendian atau jaringan pendukung, seperti tendon, ligamen, tulang, atau otot. Pegal linu muncul akibat aktivitas yang terlalu padat atau kesalahan gerakan saat olahraga yang menyebabkan sendi menjadi tegang, kaku, atau terkilir. Beberapa orang awam biasanya sulit membedakan antara pegal linu dan nyeri. Pegal linu bisa terjadi karena aktivitas fisik yang berlebihan sehingga sendi mengalami kelelahan dan timbullah rasa nyeri. Sedangkan nyeri sendi diakibatkan oleh peradangan pada area sendi yang biasanya disertai dengan pembengkakan, warna merah pada persendian, ketidarnormalan pada tulang, dan rasa nyeri yang teramat sakit. Jadi, rasa nyeri pada pegal linu tidak separah pada nyeri sendi, tetapi tetap saja pegal linu tidak boleh dibiarkan bergitu saja. Untuk kenali lebih dalam mengenai penyebab pegal linu supaya bisa memilih pengobatan yang sesuai.

Penyebab

Selain karena aktivitas fisik yang berlebihan, pegal linu juga bisa muncul karena beberapa sebab berikut.

  • Kurang Tidur

Tidur yang tidak berkualitas dan tidak cukup waktu bisa menyebabkan pegal linu. Tidur yang cukup biasanya dilakukan selama 6-8 jam setiap malam. Tidur yang kurang cukup waktu dapat menyebabkan tubuh kelelahan karena tubuh kekurangan waktu untuk mengisi ulang energi setelah digunakan beraktivitas seharian. Oleh karena itu, pegal linu biasanya muncul karena kelelahan beraktivitas tersebut tidak dapat diredakan oleh tidur.

  • Stres

Penyebab lain munculnya pegal linu adalah stres. Kondisi stres bisa membuat daya tahan tubuh menurun sehingga tubuh rawan terserang virus atau bakteri penyebab sakit. Saat tubuh mengalami sakit, maka biasanya tubuh akan disertai dengan pegal linu karena tubuh mengalami peradangan atau infeksi. Untuk itu, kelola dengan baik aktivitas dan kondisi kesehatan fisik serta psikis untuk menghindari tubuh mengalami pegal linu.

  • Flu

Saat tubuh mengalami flu, hampir seluruh badan bekerja keras melawan infeksi sehingga bisa menyebabkan pegal linu. Pegal linu yang diakibatkan oleh flu bisa diatasi dengan sembuhnya flu tersebut. Oleh karena itu, minumlah obat pereda flu dan istirahat cukup supaya tubuh kembali sehat dan pegal linu menghilang.

  • Dehidarasi

Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh dapat menyebabkan terjadinya pegal linu karena sistem metabolisme dan pencernaan tidak bisa bekerja dengan baik. Jika tubuh melakukan aktivitas dan aktif bergerak hingg mengeluarkan keringat, maka bisa jadi tubuh menjadi mudah pegal. Oleh karena itu, konsumsilah air dengan cukup minimal 8 gelas per hari atau sesuaikan dengan tingkat kepadatan aktivitas Anda.

  • Kurang Vitamin D

Kekurangan vitamin D bisa menyebabkan tubuh defisiensi kalsium karena vitamin D befungsi membantu untuk menyerap kalsium ke dalam tulang. Tubuh yang mengalami defisiensi kemungkinan akan rawan mengalami pegal linu karena kondisi tulang yang tidak cukup kalsium.

  • Anemia

Pegal linu juga bisa muncul saat tubuh mengalami anemia atau saat kondisi tubuh kekurangan darah merah yang mengandung hemoglobin. Anemia bisa membuat tubuh kekurangan oksigen sehingga jika digunakan beraktivitas tubuh mudah mengalami pegal linu.

Kondisi dan kebiasaan tersebut bisa menyebabkan terjadinya pegal linu pada tubuh. Jika tubuh mengalami pegal linu, sebaiknya segera digunakan untuk beristirahat dan bila perlu minum suplemen untuk meredakan pegal linu. Jika pegal linu terjadi berturur-turut dalam beberapa hari dan tidak kunjung mereda sebaiknya segera diperiksakan ke dokter supaya mendapatkan pengobatan yang tepat dan mencegah terjadinya penyakit sendi yang lebih serius.