Sayuran Ini Bisa Bantu Naikkan Berat Badan

Bukan hanya orang gemuk saja yang merasa kurang percaya diri dengan penampilannya, orang yang terlalu kurus juga bisa merasa kurang percaya diri. Berat badan yang berada di bawah indeks massa tubuh yang normal tergolong berat badan yang kurang ideal atau terlalu kurus. Badan yang terlalu kurus juga tidak baik untuk kesehatan tubuh. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan perubahan pola hidup yang lebih sehat supaya berat badan bisa naik ke titik ideal.

Berat badan yang berada di bawah normal bisa dinaikkan dengan beberapa cara, misalnya olahraga teratur, istirahat cukup, tidak merokok, pola makan yang lebih sering dengan porsi kecil, dan pilihan makanan yang tepat. Makanan yang bisa membantu menaikkan berat badan adalah makanan yang mengandung tepung atau pati. Kandungan tersebut bisa ditemukan pada beberapa jenis sayuran. Sayuran juga mengandung nutrisi lain yang bermanfaat bagi tubuh dan aman dikonsumsi dalam jangka panjang. Berikut ini beberapa jenis sayuran yang bisa dikonsumsi untuk membantu menaikkan berat badan menjadi ideal.

Kentang

Kentang merupakan salah satu sayuran jenis umbi-umbian yang bisa membantu menaikkan berat badan. Kentang mengandung pati dan karbohidrat tinggi yang bisa sumber energi bagi tubuh, layaknya nasi. Kandungan pati yang tinggi dan air yang rendah pada kentang juga bisa membantu tubuh menaikkan berat badan secara bertahap. Kentang sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah cukup karena jika dikonsumsi berlebihan justru bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Ubi Jalar

Selain kentang, umbi-umbian yang juga bisa membantu menaikkan berat tubuh menjadi ideal adalah ubi jalar. Ubi diperkaya dengan glikogen dan serat yang tinggi yang bisa membantu pertumbuhan otot sehingga berat tubuh bisa naik. Ubi jalar juga dapat dikonsumsi dengan kombinasi makanan atau minuman lain yang bervariatif, misalnya keju dan susu.

Kacang

Kacang juga bisa menjadi pilihan makanan yang bisa membantu menaikkan berat badan. Kacang mengandung protein dan lemak baik yang bisa menaikkan berat tubuh jika dikonsumsi dengan teratur dan cukup. Beberapa jenis kacang yang bisa membantu menaikkan berat badan adalah kacang almon, kacang polong, atau kacang kapri. Kacang almon dapat dijadikan pelengkap makanan, minuman, atau dikonsumsi dalam bentuk selai. Semantara itu, kacang polong juga mengandung natrium dan zat aditif yang bisa menghambat penurunan berat badan yang menyebabkan kurus.

Bayam

Bayam memang sudah dikenal masyarakat luas bisa membuat tubuh kuat dan berenergi layaknya tokoh Popeye. Bayam yang masih mentah memang rendah kandungan kalorinya, tetapi setelah melalui proses pemasakan yang tepat kandungan kalori tersebut dapat bertambah sehingga bisa membantu menambah berat tubuh dengan bertahap.

Bunga Kol

Bunga atau kembang kol juga bisa dikonsumsi untuk membantu menaikkan berat tubuh secara bertahap. Bunga kol mengandung senyawa yang bisa membuat tubuh mengalami penurunan berat badan sehingga berat tubuh bisa ideal. Selain itu, bunga kol juga bermanfaat untuk mencegah tubuh terkena penyakit diabetes dan stroke.

Bantu Atasi Anemia dengan Sayuran Ini

Anemia merupakan kondisi tubuh yang kekurangan sel darah merah yang mengandung hemoglobin. Hemoglobin dalam sel darah merah tersebut berfungsi untuk menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan hemoglobin bisa membuat kerja dan fungsi organ dan jaringan dalam tubuh menjadi terganggu karena mendapatkan asupan oksigen yang tidak cukup. Anemia biasanya ditandai dengan gejala lemah, letih, lesu, pusing, penglihatan kabur, pucat, nyeri dada, sulit konsentrasi, dan beberapa gejala lainnya. Anemia bisa terjadi dalam jangka waktu pendek maupun panjang bergantung dari kondisi kesehatan setiap orang dan pengobatan yang tepat.

Anemia tidak boleh dianggap remeh dan harus segera diobati. Penderita anemia disarankan untuk mengurangi aktivitas dan memperbanyak istirahat. Selain itu, penderita anemia juga dianjurkan untuk mengonsumsi pil atau kapsul penambah darah untuk membantu produksi darah merah dalam tubuh. Anemia juga bisa dicegah dan diobati dengan makanan tertentu, salah satunya adalah sayuran. Sayuran merupakan salah satu bahan makanan yang bersumber dari tumbuhan dan mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Sayuran yang bisa membantu mengatasi anemia adalah sayuran yang mengandung zat besi, vitamin, asam folat, dan mineral. Berikut ini beberapa jenis sayuran yang bisa dikonsumsi untuk mencegah dan mengobati anemia.

Bayam

Sayuran hijau memang dikenal mengandung zat besi yang tinggi sehigga bisa membantu merangsang produksi sel darah merah. Sayuran hijau yang bisa dikonsumsi untuk mengatasi anemia adalah bayam. Bayam mengandung zat besi, kalsium, kalium, serat, vitamin E dan A, serta protein. Kandungan zat besi dalam bayam tergolong tinggi yakni 0,91 mg pada bayam 225 gram. Bayam tidak boleh dikonsumsi mentah, melainkan harus dimasak terlebih dahulu.

Brokoli

Brokoli juga merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang bisa membantu mengobati anemia. Brokoli mengandung zat besi dan protein nabati yang bisa merangsang produksi sel darah merah dengan cepat. Selain itu, brokoli juga mengandung vitamin C yang bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menetralisir radikal bebas penyebab penyakit.

Sawi

Sawi terdiri atas dua jenis, yakni sawi hijau dan sawi putih. Sawi mengandung zat besi serta vitamin A, B, dan C yang bisa menaikkan kadar hemoglobin dengan cepat sehingga cocok dikonsumsi untuk mengatasi anemia. Sawi juga mengandung mineral, di antaranya potassium, kalium, dan magnesium yang baik dikonsumsi, khususnya oleh wanita hamil.

Kubis

Anemia juga bisa diatasi dengan rutin mengonsumsi kubis. Kubis mengandung zat besi yang tinggi dan rendah kalori sehingga tetap aman dikonsumsi saat diet. Kandungan zat besi yang terkandung dalam kubis bisa membantu meningkatkan produksi sel darah merah sehingga anemia bisa segera diatasi. Kubis dapat diolah dengan mengkombinasikan dengan berbagai sayuran lain yang lebih variatif.

Kacang-Kacangan

Kacang-kacangan juga merupakan jenis sayuran yang bisa dikonsumsi untuk mengatasi anemia. Kandungan zat besi dalam kacang-kacangan bisa membantu merangsang produksi sel darah merah sehingga anemia bisa dicegah atau diobati. Selain mengandung zat besi, kacang-kacangan juga mengandung asam folat, mineral, dan vitamin yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel darah merah. Kacang-kacangan yang bisa dikonsumsi untuk mengobati anemia, di antaranya kacang kedelai, kacang polong, kacang hijau, merah, hitam, asparagus, kacang lima, dan kacang lentil.

Selain beberapa sayuran tersebut, masih ada beberapa sayuran lain yang bisa membantu mengatasi anemia, di antaranya kentang, kangkung, kembang kol, arugula, dan bit. Selain sayuran, ada bahan makanan lain yang bisa membantu menambah sel darah merah, di antaranya ikan, hati, daging rendah lemak, dan sebagainya. Jika anemia tidak kunjung sembuh dan menunjukkan gejala yang semakin parah, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter supaya mendapatkan pengobatan yang lebih profesional.

Kacang-Kacangan: Jenis dan Manfaatnya

Kacang-kacangan merupakan jenis tumbuhan yang berasal dari famili Leguminosa. Kacang-kacangan merupakan sumber protein nabati tinggi yang berguna dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Selain protein, kacang-kacangan juga mengandung fistosterol yang bisa membantu mengurangi penyerapan lemak dan kolesterol jahat dalam tubuh. Kacang-kacangan juga merupakan bahan makanan yang mudah didiperoleh dan memiliki harga yang terjangkau. Kacang-kacangan terdiri atas berbagai jenis yang dibedakan berdasarkan warna, bentuk, dan karakter fisik yang lain. Berikut ini beberapa jenis kacang-kacangan yang bisa dikonsumsi untuk membantu menjaga kesehatan tubuh.

Kacang Tanah

Kacang tanah merupakan jenis kacang-kacangan yang paling mudah dijumpai. Kacang tanah mengandung beta keroten phytochemical yang tinggi. Phytochemical dalam kacang tanag tersebut bisa menjadi antioksidan tangguh untuk memerangi sumber penyakit. Kacang tanah dapat diolah dengan berbagai cara, misalnya direbus, dipanggang, disangrai, dan sebagainya.

Kacang Merah

Kacang merupakan sumber protein bebas lemak yang cocok untuk dikonsumsi. Kacang merah juga mengandung serat yang bisa membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL). Selain itu, kacang merah juga bisa membantu menyetabilkan gula darah sehingga bisa membantu tubuh terhindar dari diabetes.

Kacang Hitam

Kacang mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh. Kacang hitam mengandung asam lemak omega 3 yang bagus untuk pertumbuhan sel otak sehingga bisa meningkatkan kerja otak. Kandungan flavonoid dalam kacang hitam juga bisa menjadi antioksidan yang membantu menetralisir radikal bebas dalam tubuh. Selain itu, kacang hitam juga mengandung serat dan protein yang bisa membantu menjaga kesehatan organ pencernaan.

Kacang Hijau

Kacang hijau bisa dikonsumsi untuk menutrisi kulit dan menjaga kepadatan tulang. Kacang hijau mengandung vitamin E yang bisa membantu menghaluskan dan mengencangkan kulit. Selain itu, kandungan vitamin E tersebut juga bisa membantu menjaga kesehatan dan kepadatan tulang. Kacang hijau bisa dikonsumsi dalam berbagai olahan, misalnya sari kacang hijau, bubur kacang hijau, kacang hijau rebus, dan sebagainya.

Kacang Polong

Kacang polong terdiri atas dua jenis, yakni snow peas dan green peas. Snow peas atau biasa disebut kacang kapri bisa dikonsumsi dalam bentuk utuh yang dapat diolah menjadi bahan pelengkap sup atau tumis. Sementara green peas atau kacang polong hijau harus dikupas kulitnya dan dikonsumsi polongnya saja. Dua jenis kacang polong tersebut mengandung karbohidrat, protein, lemak, asam folat, serat, vitamin, kalium, dan lain-lain. Kandungan vitamin D dalam kacang polong bisa membantu menjaga massa tulang. Kacang polong juga mengandung antioksidan yang bisa membantu menjaga tubuh dari serangan penyakit.

Almon

Almon merupakan jenis kacang-kacangan yang memiliki warna coklat dan permukaan yang mengeriput. Kacang almon mengandung protein, magnesium, kalsium, potassium, zat besi, vitamin E, selenium, zink, dan serat. Kandungan kalsium dan zat besi dalam almon bisa membantu pertumbuhan tulang pada anak-anak. Serat yang terkandung dalam almon juga bisa membantu melancarkan pencernaan. Almon juga mengandung lemak tak jenuh yang bisa membantu menurunkan kadar LDL dalam tubuh. Kacang almon biasa dijadikan pelengkap pada makanan tertentu, misalnya kue, es krim, puding, dan lain-lain.

Selain beberapa jenis tersebut, masih ada lagi jenis kacang-kacangan yang lain, misalnya edamame, walnut, hazelnut, kacang mede, kedelai, kacang koro, macadamia, dan masih banyak lagi. Manfaat kacang-kacangan tersebut bisa dirasakan jika dikonsumsi teratur dan dikombinasikan dengan bahan makanan yang lebih variatif.

Sayuran yang Bisa Mendukung Pertumbuhan Anak

Memiliki badan yang tinggi dan ideal merupakan impian banyak orang. Akan tetapi, pertumbuhan tinggi badan tidak bisa berlangsung di sepanjang usia. Badan akan terus bertambah tinggi sampai anak berumur sekitar 18 tahun. Masa di mana pertumbuhan terjadi dengan signifikan adalah masa pubertas. Badan yang tumbuh tinggi dipengaruhi 2 faktor, yakni faktor genetik dan faktor eksternal dari tubuh. Faktor genetik merupakan faktor terbesar yang mempengaruhi tinggi tubuh. Namun, faktor eksternal juga bisa mendukung pertumbuhan tinggi badan, misalnya olahraga teratur, istirahat cukup, dan nutrisi yang diperoleh dari makanan.

Nutrisi dari makanan yang mendukung pertumbuhan anak, di antaranya protein, mineral, vitamin, zat besi, kalsium, dan sebagainya. Nutrisi tersebut jika diserap baik oleh tubuh bisa membantu pertumbuhan tulang sehingga anak bisa tumbuh tinggi dan ideal selama masa pertumbuhan. Salah satu jenis makanan yang mengandung nutrisi tersebut adalah sayuran. Sayuran dapat diolah menjadi beberapa menu, misalnya jus, smoothie, sayur bening, lalapan, tumis, dan menu makan lainnya. Beberapa sayuran yang kandungan nutrisinya bisa dimanfaatkan untuk pertumbuhan anak sebagai berikut.

Kacang Polong

Sayuran yang cocok dikonsumsi untuk menambah tinggi badan anak adalah kacang polong. Kacang polong mengandung vitamin, protein, mineral, serat, dan lutein yang bisa membantu merangsang hormon pertumbuhan. Pilihlah kacang polong yang masih segar dan hindari mengonsumsi kacang polong yang sudah kering.

Wortel

Wortel juga bisa dikonsumsi untuk mendukung pertumbuhan anak. Kandungan vitamin A yang tinggi dalam wortel bisa membantu tubuh menyerap sintesis protein sehingga dapat mendukung pertumbuhan tulang anak. Konsumsilah wortel dalam jumlah cukup karena jika tubuh terlalu banyak mendapatkan asupan vitamin A juga bisa berdampak negatif.

Bayam

Selain mengandung serat dan vitamin, bayam juga mengandung kalsium dan zat besi yang baik untuk pertumbuhan tulang. Kandungan kalsium yang tinggi dan zat besi dalam bayam bisa membantu tulang tumbuh tinggi sehingga bisa dikonsumsi setiap hari sebagai pelengkap menu makan anak.

Brokoli

Selain bayam, brokoli juga merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang bisa dikonsumsi untuk menambah tinggi badan pada anak. Brokoli mengandung zat besi, serat, dan vitamin yang bisa membantu merangsang hormon pertumbuhan sehingga anak bisa tumbuh tinggi secara alami.

Buncis

Buncis merupakan sayuran yang bisa membantu anak tumbuh tinggi secara alami tanpa efek samping. Buncis mengandung asam folat, karbohidrat, serat, dan protein yang bisa membantu pertumbuhan tulang. Oleh karena itu, biasakanlah anak mengonsumsi buncis secara teratur supaya bisa tumbuh tinggi dan ideal.

Kale

Sayuran kale memang belum tertalu populer di kalangan masyarakat Indonesia. Kale termasuk sayuran yang masih satu golongan dengan kubis dan brokoli yang bisa dikonsumsi untuk mendukung anak tumbuh tinggi. Kale mengandung kalsium, vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin K, omega 3, serta antioksidan yang bisa membantu anak tumbuh tinggi dan juga bisa menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Labu Madu

Labu madu atau yang populer disebut winter squah mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk tubuh. Labu madu cocok dikonsumsi anak-anak karena bisa merangsang pertumbuhan sel-sel baru yang sekaligus bisa mendukung pertumbuhan tinggi badan.

Ubi Jalar

Ubi jalar juga bisa dikonsumsi untuk mendukung pertumbuhan anak. Ubi jalar mengandung asam folat yang bisa merangsang pertumbuhan sel-sel baru pada tubuh. Kandungan asam folat tersebut dapat membantu anak tumbuh tinggi dengan efektif dan alami.

Selain beberapa sayuran tersebut, masih ada beberapa sayuran lain yang bisa dikonsumsi untuk mendukung pertumbuhan, di antaranya kentang, kacang merah, bit, kacang pinto, lobak, dan jenis sayuran yang lain. Selain mengonsumsi sayuran, pertumbuhan juga dapat dirangsang dengan mengonsumsi bahan makanan lain, misalnya susu, daging merah, telur, ikan, dan lain-lain. Kombinasikan beberapa jenis makanan supaya variasi nutrisinya dapat diserap tubuh dengan baik.

Sayuran yang Direkomendasikan untuk Wanita Hamil

Wanita yang sedang memasuki masa kehamilan memang membutuhkan asupan makanan yang cukup nutrisi. Nutrisi tersebut akan digunakan untuk menjaga kesehatan ibu, pertumbuhan dan perkembangan janin, serta bisa membantu melancarkan proses persalinan. Makanan yang dikonsumsi saat hamil juga bisa mempengaruhi produksi ASI yang akan dikonsumsi bayi setelah lahir kelak. Oleh karena itu, asupan makanan untuk wanita hamil sebaiknya benar-benar dijaga asupan gizinya karena kebutuhan gizi wanita hamil juga akan meningkat. Ada beberapa makanan bernutrisi yang direkomendasikan untuk wanita hamil, salah satunya adalah sayuran.

Sayuran mengandung vitamin, mineral, asam folat, dan serat yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan. Wanita hamil biasanya sering mengalami sembelit karena pengaruh berat badan yang terus meningkat dan perubahan kondisi tubuh yang lain. Konsumsi sayuran yang mengandung serat bisa membantu melancarkan pencernaan dan buang air besar sehingga bisa mengurangi sembelit yang diderita. Sayuran yang mengandung vitamin, asam folat, dan mineral juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh ibu dan juga janin. Sayuran tersebut dapat diolah menjadi beberapa menu masakan, misalnya tumis, sayur bening, sayur sop, jus, smoothie, dan sebagainya. Berikut ini beberapa jenis sayuran yang direkomendasikan untuk dikonsumsi wanita hamil.

Labu Siam

Labu siam cocok untuk dikonsumsi wanita yang hamil muda. Labu siam mengandung asam folat yang bisa membantu proses pertumbuhan janin dan menyempurnakan pembentukan sel pada janin. Asam folat pada labu siam tersebut juga bisa membantu mencegah bayi lahir cacat.

Daun Singkong

Daun singkong juga merupakan sayuran yang direkomendasikan untuk dikonsumsi wanita hamil. Akan tetapi, daun singkong harus dimasak terlebih dahulu untuk menghilangkan kandungan hydrogen sianida yang bisa menjadi racun bagi tubuh. Daun singkong yang sudah matang mengandung antioksidan yang bisa membantu menetralisir radikal bebas dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Oleh karena itu, daun singkong cocok dikonsumsi wanita saat hamil untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan janin untuk mencegah datangnya berbagai penyakit.

Brokoli

Brokoli merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang cocok dikonsumsi wanita hamil. Brokoli mengandung asam folat dan kalsium yang tinggi yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan janin dalam kandungan. Kandungan vitamin C dan serat dalam brokoli juga bisa dimanfaatkan sebagai antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas sehingga bisa menjaga tubuh dari serangan penyakit.

Bayam

Selain brokoli, bayam juga merupakan sayuran hijau yang direkomendasikan untuk dikonsumsi wanita hamil. Bayam mengandung vitamin A, B, C, dan K, kalsium, magnesium, serat serat yang bisa membantu menjaga kesehatan ibu dan janin. Kandungan zat besi dalam bayam juga bisa mencegah wanita hamil mengalami anemia setelah melalui proses persalinan yang mengeluarkan banyak darah. Bayam juga mengandung antioksidan yang bisa menjaga tubuh dari serangan radikal bebas penyebab penyakit.

Kacang Polong

Kacang polong merupakan salah satu jenis makanan yang penting untuk dikonsumsi pada masa kehamilan. Kacang polong mengandung magnesium, asam folat, zat besi, dan potassium yang bisa membantu menjaga kesehatan janin. Kacang polong juga mengandung fitokimia yang berperan sebagai antioksidan untuk mencegah datangnya penyakit saat masa kehamilan.

Ubi Jalar

Wanita yang sedang memasuki masa kehamilan juga disarankan untuk mengonsumsi ubi jalar. Ubi jalar mengandung vitamin A dan C yang bisa mendukung pembentukan sel dan pertumbuhan janin sehingga bisa menghindari janin lahir cacat. Ubi jalar juga memiliki rasa yang manis sehingga tidak membuat mual saat akan dikonsumsi.

Selain sayuran, wanita hamil juga perlu mengombinasikan bahan makanan lain untuk dikonsumsi. Kombinasi makanan yang variatif akan menjadi sumber nutrisi dan energi yang bisa menjaga kesehatan ibu dan janin. Wanita hamil juga disarankan untuk mengonsumsi makanan variatif yang sehat dan mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh, misalnya nasi merah, gandum, buah, ikan, daging rendah lemak, susu, dan jenis makanan sehat yang lain.

 

Perhatikan: Sayuran Ini Tidak Boleh Dimakan Mentah

Sayuran merupakan salah satu jenis bahan makanan yang bisa menjadi sumber nutrisi untuk kesehatan tubuh. Sayuran dapat dikonsumsi dalam berbagai olahan, misalnya direbus, dikukus, ditumis, bahkan ada beberapa yang dimakan mentah. Sayuran yang dimakan mentah biasanya dihidangkan dalam bentuk lalapan atau salad. Sayuran tersebut sengaja tidak dimasak supaya kandungan nutrisinya tetap utuh sehingga bisa diserap maksimal oleh tubuh. Akan tetapi, tidak semua jenis sayuran boleh dana man dikonsumsi dalam bentuk mentah. Beberapa sayuran tersebut mengandung senyawa yang bisa menjadi racun sehingga perlu dimasak terlebih dahulu untuk menetraslisir senyawa beracun tersebut. Berikut ini beberapa jenis sayuran yang tidak boleh dimakan mentah dan sebaiknya dimasak terlebih dahulu.

Kentang

Kentang merupakan salah satu jenis sayuran yang tidak boleh dikonsumsi dalam bentuk mentah. Kentang yang masih mentah mengandung senyawa solanine yang bisa menimbulkan sakit perut jika masuk ke dalam tubuh. Kentang sebaiknya dimasak hingga benar-benar matang untuk menghilangkan senyawa solanine yang terkandung di dalamnya. Senyawa solanine dalam kentang mentah tersebut jika masuk ke dalam tubuh terlalu banyak bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius, misalnya menyebabkan orang kehilangan kesadaran hingga lumpuh.

Daun Singkong

Daun singkong biasa disantap dalam bentuk lalapan, sayur, tumis, urap, dan lain-lain. Sebelum dikonsumsi, daun singkong juga harus dimasak terlebih dahulu untuk menghilangkan kandungan hydrogen sianida yang berbahaya jika masuk ke dalam tubuh. Hydrogen sianida tersebut jika masuk ke dalam tubuh bisa menjadi racun yang mengganggu sirkulasi darah. Selain untuk menghilangkan hydrogen sianida, pemasakan daun singkong juga berfungsi untuk melunakkan tekstur daun singkong supaya lebih mudah dicerna oleh tubuh.

Daun Pepaya

Daun pepaya merupakan sayuran hijau yang baik dikonsumsi, tetapi harus dimasak terlebih dahulu. Daun pepaya yang masih mentah memiliki getah yang mengandung hydrogen sianida yang berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, daun pepaya harus direbus sampai empuk kemudian ditiriskan dari air rebusan tersebut. Setelah itu, daun pepaya baru bisa diolah dalam berbagai menu dan dijadikan santapan yang lezat.

Bayam

Bayam merupakan sayuran yang mengandung vitamin dan antioksidan tinggi. Bayam sebaiknya dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Bayam yang dimasak akan meningkat kandungan kalsium, zat besi, magnesium, dan zat antioksidan sehingga tubuh mendapatkan asupan zat tersebut lebih maksimal.

Kembang Kol

Kembang kol memiliki tekstur yang cukup keras sehingga sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Mengonsumsi kembang kol mentah terlalu banyak juga bisa menyebabkan sakit perut, kembung, dan gangguan pencernaan lain. Kembang kol yang dimasak akan membuat teksturnya lebih lunak sehingga mudah dicerna oleh tubuh. Kembang kol dapat dimasak dengan cara direbus atau dikukus.

Brokoli

Brokoli dikenal sebagai sayuran hijau yang memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh. Akan tetapi, brokoli sebaiknya dimasak terlebih dahulu supaya teksturnya lebih lunak sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh. Brokoli bisa ditumis atau direbus dan dicampur dengan beberapa rempah supaya rasanya lebih nikmat.

Talas

Talas merupakan sayuran dari jenis umbi-umbian. Talas yang masih mentah kulitnya mengandung getah kalsium oksalat yang jika masuk ke dalam tubuh bisa menyebabkan kulit mati rasa, gatal, dan iritasi, serta bisa merusak ginjal. Oleh karena itu, masaklah talas sampai benar-benar matang untuk menghilangkan getah tersebut sebelum dikonsumsi.

Selain beberapa sayuran tersebut, ada beberapa sayuran lain yang juga sebaiknya dimasak terlebih dahulu, di antaranya wortel dan jamur. Jamur harus dimasak terlebih dahulu untuk menghilangkan racun yang terkandung di dalamnya. Sementara itu, wortel yang dimasak akan lebih cepat melepas betakaroten dan mengubahnya menjadi vitamin A yang baik untuk kesehatan mata.

Sayuran Hijau: Jenis dan Khasiatnya

Sayuran memang memiliki beberapa jenis. Jenis sayuran berdasarkan warnanya dibedakan menjadi beberapa kelompok, misalnya sayuran berwarna coklat, sayuran berwarna merah keungunan, sayuran berwarna putih, dan sayuran berwarna hijau. Jenis sayuran hijau memang cukup populer di kalangan masyarakat karena mudah diperoleh dan bisa diolah menjadi menu yang lezat. Sayuran hijau bisa dimasak dengan cara direbus, ditumis, dikukus, bahkan ada beberapa yang dimakan mentah sebagai lalapan. Akan tetapi, pastikan cuci dahulu sayuran sampai bersih untuk menghilangkan sisa pestisida yang menempel. Selain itu, sayuran hijau juga mengandung nutrisi yang berkhasiat bagi tubuh. Berikut ini diuraikan beberapa jenis sayuran hijau dan khasiatnya bagi tubuh.

Selada Hijau

Selada hijau biasa dikonsumsi dalam bentuk mentah sebagai lalapan. Selada hijau mengandung tiamin, riboflavin, niasin, vitamin A, C, E, K, dan B6, serta folat yang bisa menyumbangkan nutrisi untuk tubuh. Kandungan nutrisi dalam selada tersebut bisa membantu menurunkan kolesterol jahat sehingga bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, nutrisi selada tersebut juga bisa meningkatkan fungsi dan keterampilan otak karena bisa menghubungkan sel-sel otak dengan baik.

Daun Singkong

Daun singkong merupakan jenis sayuran hijau yang tidak boleh dikonsumsi dalam keadaan mentah karena mengandung racun asam hidrosianat yang bisa membahayakan tubuh. Daun singkong harus dimasak terlebih dahulu untuk menghilangkan kandungan racunnya, melunakkan tekstur, dan mengurangi rasa pahit yang terkandung di dalamnya. Daun singkong mengandung serat yang bisa merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam tubuh sehingga menghindarkan organ pencernaan mengalami gangguan. Kandungan mineral, seperti seng, zat besi, mangan, dan magnesium, dalam daun singkong juga bisa membantu menguatkan tulang serta bisa merangsang produksi sel darah merah untuk mencegah anemia. Selain itu, daun singkong juga mengandung vitamin C, protein, serta rendah kalori dan bebas lemak.

Kacang Panjang

Kacang panjang merupakan jenis sayuran hijau yang mudah ditemukan dan memiliki harga yang tidak terlalu mahal. Kacang panjang mengandung serat yang bisa membantu melancarkan pencernaan. Kandungan serat tinggi dalam kacang panjang juga bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Selain serat, kacang panjang juga tinggi kandungan vitamin C yang bisa membantu menjaga daya tahan tubuh. Kacang panjang juga rendah kalori, yakni sekitar 47 kalori pada setiap 100 gr sehingga cocok dijadikan pilihan makanan saat diet. Kacang panjang dapat diolah menjadi berbagai menu lezat, misalnya tumis, sayur asam, sayur bening, dan sebagainya.

Sawi

Sawi merupakan salah jenis sayuran hijau yang memiliki rasa agak pahit sehingga sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Sawi mengandung vitamin, mineral, karoten, dan glokosinolat yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh. Antioksidan tersebut dapat membantu menangkal radikal bebas sehingga tubuh bisa terhindar dari penyakit. Sawi juga kaya dengan serat yang mampu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.

Buncis

Bunci merupakan sayuran hijau yang berasal dari golongan biji-bijian. Buncis kaya dengan nutrisi, seperti vitamin, asam folat, zat besi, kalsium, dan mangan yang bisa membantu menyehatkan tubuh. Kandungan nutrisi tersebut juga bisa menjadi antioksidan yang bisa mencegah berbagai penyakit yang mengganggu jantung. Kandungan serat dalam buncis juga mampu menurunkan gula darah bagi penderita diabetes tipe 2.

Bayam

Bayam merupakan sayuran hijau yan populer karena digunakan oleh si popeye untuk menguatkan otot-otot dan menambah stamina. Bayam mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang bisa membantu menjaga kesehatan dan kekuatan tubuh. Bayam dapat dikonsumsi untuk mencegah osteoporosis, arthtritis, dan penyakit jantung. Bayam dapat diolah menjadi berbagai masakan, misalnya sayur bening, tumis, dan bahkan saat ini juga bermunculan keripik bayam yang cocok dijadikan camilan.

Selain beberapa sayuran yang sudah disebutkan, sebenarnya masih ada sayuran hijau lain yang memiliki manfaat baik untuk tubuh, misalnya brokoli, kale, kubis, peria, petai, seledri, asparagus, dan masih banyak lagi. Cermatlah dalam memasak sayuran hijau, jangan sampai terlalu matang, karena bisa mengurangi bahkan menghilangkan kandungan nutrisi di dalamnya. Sayuran hijau cocok dijadikan menu harian untuk membantu mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh.

6 Jenis Sayuran Ini Cocok Dijadikan Jus

Jika Anda mendengar istilah “jus” pasti yang terlintas di benak Anda adalah buah. Sebenarnya, jus tidak hanya bisa dibuat dari bahan buah yang dicampur dengan pelengkap seperti air putih matang dan es batu untuk menambah kesegaran rasa. Jus juga bisa dibuat dengan menggunakan sayuran. Buah memang sering menjadi bahan utama pembuat jus karena mengandung gula alami sehingga menghasilkan rasa yang manis. Sementara itu, sayuran lebih identik dengan rasa yang pahit sehingga kurang nikmat jika dijadikan minuman. Namun, ada beberapa jenis sayuran yang nikmat dan juga sehat disajikan dalam bentuk jus. Akan tetapi, tidak semua jenis sayuran aman dan sehat jika dikonsumsi dalam bentuk jus karena ada beberapa sayuran yang mengandung zat tertentu yang harus dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Berikut ini diuraikan 6 jenis sayuran yang cocok untuk dijadikan jus.

  1. Wortel

Wortel memang salah satu jenis sayuran yang sudah dikenal bisa dikonsumsi dalam bentuk jus. Wortel memiliki rasa manis alami sehingga cocok untuk dijadikan jus. Selain itu, wortel juga tinggi vitamin A yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Kandungan mineral dalam wortel juga bisa dimanfaatkan untuk memberikan asupan nutrisi baik bagi tubuh.

  1. Selada Air

Selada air sudah dikenal mengandung vitamin A, C, dan K yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Selada air dapat dikonsumsi dalam bentuk jus dan diminum 2-3 kali dalam seminggu untuk membantu menyingkirkan penyakit dalam organ pencernaan.

  1. Seledri

Seledri umumnya dijadikan taburan atau pelengkap dalam sayur sop, soto, dan makanan lainnya. Selain sebagai pelengkap kuah sayur, seledri juga bisa diolah menjadi jus. Seledri kaya akan magnesium dan zat besi yang bagus untuk kesehatan tubuh. Jus seledri juga cocok dikonsumsi saat wanita sedang menstruasi karena dapat membantu menjaga kadar zat besi dalam tubuh.

  1. Bayam

Bayam umumnya dihidangkan dalam bentuk sop atau ditumis. Tetapi, bayam juga bisa diolah menjadi jus. Jus bayam memang dikenal memiliki rasa yang pahit sehingga Anda boleh menambah sedikit pemanis untuk mengurangi rasa pahitnya. Bayam mengandung vitamin A, C, dan K serta mineral yang bisa membantu menurunkan risiko tubuh terkena diabetes, khususnya diabetes tipe 2.

  1. Sawi

Walaupun mempunyai rasa yang cukup pahit, sawi juga cocok dikonsumsi dalam bentuk jus. Sawi mengandung vitamin C dan A serta zat besi yang dibutuhkan tubuh. Kandungan vitamin dalam sawi dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh. Sementara zat besi dalam sawi dapat membantu mencegah atau mengobati anemia.

  1. Brokoli

Brokoli merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang sudah dikenal mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. Kandungan vitamin dalam brokoli dipercaya dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker dari tubuh. Brokoli cocok untuk disajikan dalam bentuk jus dan sebaiknya diberikan sedikit pemanis dan air untuk mengurangi rasa pahit dan mengencerkan jus.

Sebelum diolah menjadi jus, pastikan sayuran-sayuran tersebut dicuci bersih terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa pestisida yang kemungkinan masih menempel. Selain itu, jus sayuran tersebut sebaiknya jangan dihidangkan sebagai menu andalan. Anda tetap harus mengonsumsi sayuran dalam bentuk lain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi lain, misalnya serat, sehingga kebutuhan nutrisi tubuh dapat terpenuhi.

Salad: Cara Membuat dan Manfaatnya

Salad merupakan makanan yang sudah tidak asing lagi saat ini. Salad identik dengan makanan yang dikonsumsi saat diet. Padahal, salad bisa dikonsumsi kapanpun asalkan dalam porsi dan waktu yang tepat. Bahan utama pembuat salad umumnya adalah sayur dan buah oleh karena itu salad bisa menjadi makanan penyuplai vitamin, serat, mineral, dan nutrisi lain yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena itu, ketahuilah cara membuat dan memilih bahan yang tepat untuk salad.

Cara Membuat Salad

Salad dapat dibuat dengan bahan utama buah, sayur, dan minyak dressing. Buah dan sayur yang cocok dijadikan salad adalah buah dan sayur yang mengandung protein dan vitamin. Asupan nutrisi tersebut dapat diperoleh dari buah mangga, nanas, kiwi, atau pepaya. Selain itu, pilihlah sayuran berwarna hijau seperti bayam atau selada karena mengandung serat serta vitamin A, C, dan K yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain buah dan sayur, Anda juga bisa menambahkan kacang-kacangan, seperti almon atau kacang tanah untuk menambah variasi rasa dan bisa sebagai asupan protein. Minyak dressing yang digunakan untuk membuat salad sebaiknya adalah minyak zaitun. Anda juga bisa menambahkan yogurt untuk membuat salad Anda menjadi terasa lebih segar.

Sayur dan buah yang digunakan untuk membuat salad umumnya mentah. Oleh karena itu, pastikan untuk mencuci sayur dan buah dengan bersih untuk menghilangkan sisa-sisa pestisida yang mungkin masih menempel. Jangan lupa untuk mencari tau apakah sayuran yang digunakan baik dikonsumsi dalam bentuk mentah atau tidak. Jika sayuran tersebut tidak baik dikonsumsi mentah sebaiknya Anda rebus atau kukus terlebih dahulu. Potong kecil-kecil buah dan sayur supaya mudah dikunyah lalu letakkan dalam wadah bersama kacang. Berikan dressing secukupnya untuk menambah varian rasa pada salad.

Manfaat Salad

Salad yang terbuat dari sayur dan buah mengandung beberapa nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Nutrisi dalam salad tersebut bisa membantu menjaga kesehatan tubuh jika dikonsumsi dengan tepat. Selain bisa membantu menurunkan kalori dan menyukseskan dier, salad juga memiliki manfaat lain yang baik untuk tubuh. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa dirasakan tubuh saat mengonsumsi salad dengan tepat.

  • Melancarkan Metabolisme

Sayur dan buah yang digunakan untuk membuat salad mengandung serat yang bisa memaksimalkan metabolisme tubuh. Serat yang terkandung dalam salad bisa melancarkan proses pencernaan makanan sehingga tubuh dapat mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan dengan baik. Serat tersebut juga membantu mencegah tubub mengalami sembelit. Pencernaan yang sehat dan lancar tentu menjadi jalan bagi metabolisme untuk berjalan baik.

  • Memaksimalkan Kerja Otak

Salad yang dibuat dengan sayuran hijau bisa membantu menjaga otak agar tetap prima dan bekerja maksimal. Kandungan klorofil pada sayuran hijau dapat meningkatkan sel otak untuk bekerja lebih maksimal dan meningkatkan daya ingat sehingga bisa mencegah demensia atau Alzheimer. Oleh karena itu, salad bisa menjadi menu makan untuk membantu menjaga kesehatan dan keterampilan otak. Sayuran hijau yang cocok dijadikan salad adalah bayam, kol, dan kale.

  • Mencegah Kanker

Salad bisa menjadi makanan sehat yang bisa menurunkan risiko kanker dalam tubuh. Kandungan vitamin, mineral, beta karoten, dan asam folat dalam bahan makanan pembuat salad dapat menjadi antioksidan alami yang bisa menangkal radikal bebas penyebab kanker. Selain itu, vitamin c dan mineral yang terkandung dalam serat juga bisa membasmi sel kanker yang berkembang dalam tubuh. Jenis sayur dan buah yang cocok dijadikan bahan salad untuk mencegah kanker adalah apel, kale, wortel, buah beri, tomat, dan kacang-kacangan.

  • Menjaga Kesehatan Kulit

Mengonsumsi salad dengan tepat ternyata juga bisa menjaga kesehatan kulit. Buah dan sayur dalam salad mengandung vitamin dan mineral yang bisa mengencangkan dan mencerahkan kulit dan mencegah munculnya keriput. Selain itu, kandungan nutrisi tersebut juga bisa menyembuhkan jerawat sehingga kulit menjadi tampak cantik dan sehat.

Tips Mengolah Sayuran yang Tepat

Sayuran memang sudah dikenal mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sayuran ada yang boleh dimakan mentah, tetapi ada juga yang harus dimasak terlebih dahulu. Sayuran yang boleh dimakan dalam keadaan mentah biasanya dijadikan lalapan, misalnya daun kemangi, kol, selada hijau, dan timun. Sementara sayuran yang harus dimasak terlebih dahulu adalah bayam, kangkung, terong, wortel, tomat, kale, jamur, asparagus, dan lain-lain. Memasak sayuran tidak boleh dilakukan dengan sembarangan karena bisa merusak kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. Sebelum dimasak, pastikan untuk mencuci sayuran dengan air mengalir terlebih dahulu supaya sisa pestisida yang menempel bisa hilang. Oleh karena itu, saat memasak sayuran perhatikanlah tips-tips berikut.

  • Potong Sayuran

Sayuran boleh dimasak dalam bentuk utuh tetapi bisa juga dipotong terlebih dahulu. Sayuran yang mengandung vitamin yang larut air, seperti vitamin C sebaiknya dipotong tidak terlalu kecil supaya kandungan nutrisi dalam sayuran tersebut tidak terbuang saat dimasak. Semakin kecil potongan sayuran maka semakin besar pula kemungkinan vitamin yang terkandung di dalamnya terbuang saat dimasak. Pastikan untuk mencuci sayuran sebelum dipotong, jangan mencuci sayuran setelah dipotong.

  • Jaga Suhu, Air, dan Waktu Memasak

Memasak sayuran menggunakan api yang terlalu besar justru bisa merusak bahkan menghilangkan kandungan nutrisi di dalamnya. Oleh karena itu, perhatikanlah suhu, air, dan waktu yang digunakan untuk memasak sayuran. Suhu yang terlalu tinggi, air yang terlalu banyak, dan waktu masak yang terlalu lama bisa mengurangi kandungan nutrisi dalam sayuran yang dimasak.

  • Pilih Metode Memasak yang Baik

Metode memasak sayuran pun sebaiknya juga diperhatikan, karena kesalahan memilih metode juga bisa menjadi faktor berkurangnya nutrisi dalam sayuran saat dimasak. Berikut beberapa metode yang cocok digunakan untuk memasak sayuran.

Mengukus

Sayuran yang cocok dimasak dengan metode dikukus adalah sayuran yang mengandung vitamin larut dalam air. Dengan dikukus, maka vitamin dalam sayuran tersebut dapat terjaga hingga 80%. Sayuran dapat dikukus dengan menggunakan panic kukus atau microwave. Sayuran yang lebih baik untuk dikukus adalah brokoli, bayam, wortel, kacang hijau, dan sayuran berdaun hijau yang lain karena sayuran tersebut mengandung vitamin yang larut dalam air.

Menumis

Menumis sayuran dapat dilakukan dengan menggunakan sedikit minyak sayur supaya cepat matang. Saat menumis sayuran dengan minyak sayur, kemungkinan vitamin larut dalam lemak yang terkandung dalam sayuran tercampur bersama minyak. Oleh karena itu, jangan buang minyak tersebut dan usahakan jangan terlalu banyak menggunakan minyak supaya vitamin tersebut tidak banyak yang terbuang. Sayuran yang cocok untuk ditumis adalah asparagus, kacang kapri, paprika, dan jamur.

Merebus

Merebus sayuran sebenarnya kurang cocok digunakan pada sayuran yang mengandung vitamin larut dalam air karena akan banyak vitamin yang terbuang. Saat memilih metode merebus, sebaiknya masukkan sayuran sesaat setelah air mendidih dan rebus sesingkat mungkin. Sayuran yang cocok untuk direbus adalah kentang bit, kacang, dan sayuran umbi-umbian lain yang memang membutuhkan waktu relatif lama untuk dimasak.