Cara Cepat Menetralkan Rasa Pedas di Mulut

Makanan pedas memang menjadi tren saat ini. Restoran atau kafe banyak yang menyuguhkan menu makanan pedas dengan berbagai level tingkat kepedasan. Makanan pedas pun dinilai bisa menaikkan nafsu makan. Konsumsi makanan yang pedas selain bisa membuat tubuh berkeringat dan menimbulkan sensasi panas atau bahkan terbakar di mulut. Sensasi pedas tersebut disebabkan oleh senyawa capsaicinoid dari cabai, sambal, atau saos yang digunakan. Sensasi panas di mulut dari makanan pedas tersebut dapat dikurangi atau dinetralisir dengan berbagai makanan atau minuman lain. Sebagian orang akan langsung minum air putih untuk menghilangkan rasa pedas tersebut. Akan tetapi, air putih justru bisa menyebabkan rasa pedas menyebar ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, air putih kurang tepat jika digunakan untuk menetralisir rasa pedas. Bagi Anda yang sering merasakan sensasi panas dari makanan pedas tersebut dapat mencoba beberapa cara dan bahan berikut untuk menetralisir rasa pedas di mulut dan lidah.

  • Susu Steril

Cara paling ampuh untuk menetralisir rasa pedas di mulut yakni dengan minum susu, khususnya susu steril. Susu mengandung kasein yang bisa menetralkan enzim capsaicinoid dalam cabai yang bisa menyebabkan rasa pedas, panas, atau terbakar dalam mulut. Minum susu kemudian biarkan dalam rongga mulut selama beberapa saat kemudian baru ditelan. Lakukan beberapa kali hingga rasa pedas di mulut berangsur-angsur hilang.

  • Yogurt

Selain susu, yogurt juga bisa dimanfaatkan untuk menetralisir rasa pedas di mulut. Yogurt mengandung lemak yang hampir mirip dengan lemak susu yang bisa menghilangkan sensasi pedas di mulut dengan cepat. Yogurt juga bisa memberikan sensasi dingin dan segar sehingga tubuh lebih rileks setelah banyak mengeluarkan keringat akibat kepedesan.

  • Nasi

Nasi ternyata bisa dimanfaatkan untuk menetralisir sensasi pedas di mulut. Nasi mengandung gula yang bisa menetralisir sensasi pedas akibat capsaicinoid dari cabai atau saos. Kunyah nasi dengan perlahan lalu diamkan beberapa saat di dalam mulut kemudian baru telan. Lakukan beberapa kali sampai sensasi pedas berkurang dan hilang.

  • Buah-Buahan

Buah-buahan juga dapat digunakan untuk menetralisir sensasi pedas dalam mulut. Pilih buah-buahan yang memiliki rasa manis, seperti apel, pir, jeruk, dan lain-lain, karena mengandung gula alami yang bisa menetralisir rasa pedas di mulut. Buah-buahan tersebut dapat dimakan dalam bentuk buah segar atau diminum dalam bentuk jus atau smoothie.

  • Selai Kacang

Selai kacang bisa membantu menetralisir rasa pedas di mulut karena mengandung lemak dan gula. Kandungan lemak dan gula tersebut dapat mengikat capsaicin penyebab pedas di mulut sehingga rasa pedas di mulut bisa dinetralisir. Ambil sesendok selai kacang lalu kunyah di mulut sampai sensasi pedas berangsur-angsur berkurang.

  • Air Gula

Air yang dicampur dengan gula dapat membantu mengurangi sensasi pedas di mulut. Kandungan gula dalam air tersebut dapat membantu menetralisir enzin capsaicinoid dari cabai yang menyebabkan mulut kepedasan. Minum seteguk air gula lalu diamkan sejenak di mulut kemudian baru telan. Cara tersebut dinilai ampuh untuk menetralisir sensasi pedas, panas, bahkan terbakar di mulut.

Beberapa makanan atau minuman tersebut dapat dicoba untuk membantu menghilangkan rasa pedas, panas, atau terbakar di mulut akibat makanan pedas. Konsumsi makanan pedas memang tidak dilarang, asalkan masih dalam kadar yang normal. Konsumsi makanan terlalu pedas dan terlalu sering bisa mengganggu kesehatan sistem pencernaan. Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi.

Cara Obati Sariawan dengan Bahan Alami

Sariawan adalah gangguan mulut yang pernah dialami oleh hampir semua orang. Sariawan dalam dunia medis disebut dengan istilah stomatitis aftosa. Sariawan muncul akibat luka pada selaput lendir dalam mulut yang menimbulkan bercak putih. Sariawan bisa menyebabkan rasa sakit dalam mulut serta menganggu proses makan, minum, dan bicara. Oleh karena itu, sariawan sebaiknya segera diobati supaya mulut menjadi sehat kembali.

Cara mengobati sariawan dapat memanfaatkan bahan-bahan alami. Makanan atau minuman yang mengandung vitamin C, zat besi, serta vitamin B12 diyakini bisa membantu mempercepat proses penyembuhan sariawan. Ada beberapa bahan alami yang mengandung nutrisi tersebut yang bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan sariawan.

Madu

Madu mengandung antioksidan dan antumikroba yang bisa membantu meredakan sariawan dan mempertahankan kelembapan. Madu dipercaya dapat membuat proses penyembuhan sariawan menjadi lebih cepat. Oleskan madu dengan kapas ke bagian mulut yang mengalami sariawan. Madu yang sebaiknya digunakan adalah madu Manuka yang selain bisa menyembuhkan sariawan juga bisa menyembuhkan luka lain di mulut yang disebabkan oleh terapi radiasi.

Lidah Buaya

Kandungan antiseptik alami dalam lidah buaya juga dapat membantu proses penyembuhan sariawan. Gel lidah buaya dapat membantu menyembuhkan sariawan dan mengurangi rasa sakit. Gel lidah buaya tersebut juga mengandung antibakteri, antijamur, dan antivriral yang bisa mengatasi masalah kesehatan mulut yang lain, di antaranya bau mulut dan radang mulut. Gel lidah buaya tersebut dapat dioleskan dengan cotton bud ke bagian mulut yang mengalami sariawan untuk membantu menyembuhkannya.

Cuka Sari Apel

Cuka sari apel dapat merangsang produksi bakteri baik dalam tubuh yang bisa membantu membunuh bakteri jahat, termasuk bakteri penyebab sariawan. Cuka sari apel dapat dicampurkan ke dalam air hangat dan dijadikan sebagai obat kumur untuk membantu menyembuhkan sariawan.

Probiotik

Minuman mengandung bakteri probiotik dapat menjadi pilihan obat untuk mengatasi sariawan. Bakteri probiotik dapat membantu membasmi bakteri penyebab sariawan. Minuman probiotik yang bisa menjadi pilihan untuk mengobati sariawan, misalnya yogurt. Yogurt juga bisa menimbulkan sensasi sejuk yang membantu mengurangi rasa sakit dari sariawan.

Selain bahan alami tersebut, Anda bisa mengobati sariawan dengan rajin menggosok gigi dengan bersih untuk membantu menghilangkan bakteri dan menjaga kesehatan mulut. Hindari mengonsumsi makanan pedas dan asam karena bisa menimbulkan rasa sakit pada mulut dan dikhawatirkan bisa menyebabkan iritasi. Anda juga bisa mengonsumsi air putih dengan cukup untuk membantu meredakan sariawan. Bongkahan es batu juga dapat ditempelkan di dekat area mulut yang mengalami sariawan untuk membantu meredakan rasa sakit. Sariawan dalam mulut dapat dicegah dan diobati dengan selalu memperhatikan kebersihan mulut dan gigi. Sariawan juga tidak boleh dianggap remeh dan dibiarkan berlarut-larut karena bisa saja tumbuh menjadi penyakit mulut yang lebih serius.

Jurus Jitu Mengatasi Bau Mulut

Bau mulut merupakan masalah kesehatan mulut yang bisa membuat diri sendiri ataupun orang yang berada di sekitar menjadi kurang nyaman. Bau mulut dapat menurunkan kepercayaan diri seseorang saat berbicara. Oleh karena itu, bau mulut sebaiknya segera diatasi, tentunya dengan cara yang aman. Bau mulut dapat dialami oleh setiap orang yang tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan benar. Bau mulut dapat pula disebabkan oleh penumpukan karang gigi, gigi berlubang, atau akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang memiliki bau menyengat, misalnya jengkol, petai, bawang putih, dan jenis makanan yang lain.

Cara untuk mengatasi bau mulut yang utama dan pertama adalah rajin membersihkan gigi dengan teratur. Akan tetapi, gosok gigi saja kadang kurang handal untuk mengatasi bau mulut sehingga perlu cara tambahan. Sebagian orang dapat melakukan flossing atau berkumur dengan mouthwash untuk membantu membersihkan gigi dan mulut lebih maksimal. Selain dengan cara tersebut, bau mulut juga didapat diatasi dengan memanfaatkan bahan alami sebagai berikut.

  1. Air Putih

Minum air putih secukupnya setiap hari dapat menghidrasi tubuh dan mencegah mulut menjadi kering. Mulut yang terlalu kering tersebut dapat memicu munculnya bau yang kurang sedap dari mulut. Minum air putih juga dapat membantu menghilangkan bakteri dari mulut sehingga mulut menjadi bersih dan bau napas menjadi normal.

  1. Kayu Manis

Kandungan senyawa cinnamic aldehyde yang merupakan jenis minyak esensial alami dapat membantu mengatasi bau mulut yang kurang sedap sekaligus bisa membunuh bakteri dalam mulut. Rebus beberapa batang kayu manis dengan 500 ml air sampai mendidih dan berubah warna menjadi coklat pekat. Saring larutan tersebut lalu gunakan untuk berkumur setelah gosok gigi sebanyak 1-2 kali sehari.

  1. Lemon

Lemon dapat membantu mengurangi atau bahkan menghilangkan bau mulut yang kurang sedap. Kandungan vitamin C pada lemon dapat membantu menjaga kebersihan gigi dan mulut. Lemon juga mengandung asam yang bisa membunuh bakteri penyebab bau mulut dan mengatasi mulut kering dengan merangsang produksi air liur. Peras setengah buah lemon lalu campur dengan air hangat sampai gelas penuh. Gunakan larutan tersebut untuk berkumur untuk menghidari bau mulut.

  1. Teh Hijau

Teh hijau mengandung senyawa polifenol, yakni catechin, yang dapat membantu mengatasi bau mulut jika teh hijau tersebut dikonsumsi secara rutin. Teh hijau juga dapat membantu membasmi bakteri penyebab bau mulut sehingga mulut menjadi lebih bersih dan segar.

  1. Apel

Mengonsumsi buah apel ternyata bisa membantu membersihkan mulut dan gigi. Serat yang terkandung dalam apel bisa membantu membersihkan sisa-sisa makanan yang terselip dalam sela-sela gigi sehingga mulut menjadi lebih bersih dan napas menjadi segar. Kandungan serat dalam apel juga dapat merangsang produksi air liur sehingga mulut tidak kering dan tetap lembab. Kunyah apel secara perlahan supaya serat-seratnya bisa membersihkan sela-sela gigi. Apel aman dikonsumsi setiap hari sehingga bisa membantu menjaga kebersihan mulut dan gigi lebih maksimal.

Gejala dan Penyebab Gigi Sensitif

Pernahkah Anda merasakan ngilur di gigi setelah mengonsumsi makanan dingin atau panas? Kondisi tersebut dinamakan apa?

Kondisi gigi yang menimbulkan rasa ngilu saat terkena makanan panas atau dingin memang menjadi salah satu gejala gigi sensitif. Ngilu tersebut disebabkan oleh rasa dingin oleh makanan atau minuman yang terkena enamel gigi. Gigi menjadi sensitif atau hipersensitif apabila enamel gigi terkikis sehingga reseptor lebih terbuka sehingga menyebabkan berbagai keluhan. Selain rasa ngilu karena terkena makanan dingin, gigi sensitif juga ditandai oleh gejala lain sebagai berikut.

Gejala

  • Ngilu Saat Terpapar Asam

Minuman atau makanan yang mengandung asam jika dikonsumsi akan menimbulkan rasa ngilu. Asam yang terkandung dalam makanan atau minuman tersebut membuat saraf gigi terganggu sehingga timbul rasa ngilu.

  • Ngilu Saat Mengambil Napas Dari Mulut

Saat mulut digunakan untuk menarik napas, gigi yang sensitif akan mengalami ngilu atau rasa tidak nyaman lainnya, apalagi jika udara yang digunakan untuk bernapas memiliki suhu yang dingin.

  • Ngilu Saat Terkena Makanan Manis

Makanan atau minuman manis juga bisa menimbulkan rasa ngilu pada gigi sensitif. Makanan manis dapat mengganggu saraf gigi sehingga muncul rasa ngilu.

  • Ngilu Saat Dibersihkan

Ngilu pada gigi sensitif bisa muncul saat proses pembersihan gigi, baik melalui sikat gigi ataupun flossing. Ngilu tersebut muncul karena gigi mengalami tekanan dari sikat gigi saat dibersihkan. Tekanan atau sentuhan dari benang flossing juga bisa menyebabkan saraf gigi mengeluarkan rasa ngilut. Oleh karena itu, berhati-hatilah saat membersihkan gigi, terutama pada gigi sensitive.

  • Gusi Menurun

Kondisi gusi yang menurun memang tidak selalu dialami oleh penderita gigi sensitif, melainkan kondisi gusi menurun tersebut dialami oleh sebagian orang. Penurunan gusi tersebut memicu timbulnya rasa ngilu yang lebih hebat karena leher gigi menjadi keluar ke permukaan sehingga mudah terkena makanan atau minuman yang akan dicerna.

Beberapa gejala tersebut adalah gejala umum munculnya gigi sensitif. Pada beberapa orang, mungkin bisa muncul gejala-gejala lain yang berbeda karena kondisi kesehatan setiap orang tidak dapat disamaratakan. Ngilu yang dirasakan sebab gigi sensitif juga ada yang sebentar dan ada pula yang berkala. Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa gigi sensitif muncul karena enamel gigi yang terkikis sehingga saraf gigi lebih terbuka. Lalu, apakah penyebab enamel gigi tersebut bisa terkikis dan saraf terbuka? Berikut penjelasannya.

Penyebab

  • Pembentukan Email yang Kurang Sempurna

Pembentukan lapisan email gigi yang kurang sempurna dapat menjadi penyebab munculnya gigi sensitif. Lapisan email gigi yang kurang sempurna bisa memicu enamel gigi mudah terkikis dan reseptor gigi terbuka.

  • Tekanan Berlebih Saat Menggosok Gigi

Tekanan berlebihan saat menggosok gigi dapat menyebabkan iritasi dan gusi menurun sehingga leher gigi tampak ke permukaan sehingga lama-kelamaan akar gigi akan terbuka. Kondisi tersebut menyebabkan email gigi terkikis sehingga gigi merasa ngilu saat terkena makanan atau minuman tertentu.

  • Penumpukan Sisa Makanan

Penumpukan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi menjadikan gigi tersebut tidak bersih maksimal saat disikat karena sikat gigi tidak dapat menjangkau sisa makanan si sela-sela gigi. Penumpukan sisa makanan di sela-sela gigi lama-kelamaan akan masuk ke leher gigi dan bisa menekan saku gusi semakin dalam dari posisi normalnya. Kondisi tersebut dapat membuat saraf gigi terbuka dan apabila terkena makanan atau minuman tertentu bisa menimbulkan rasa ngilu atau rasa tidak nyaman lainnya.

  • Penumpukan Karang Gigi

Penumpukan karang gigi yang mengeras dapat menjadi sarang berkembangnya bakteri di mulut dan gigi. Jika biarkan begitu saja, karang gigi dapat membuat gusi iritasi dan mudah berdarah serta menimbulkan bau mulut yang tidak sedap.

Secara umum, penyebab gigi sensitif adalah pola hidup yang tidak sehat dan tidak bersih. Oleh karena itu, ubah pola hidup dengan membersihkan dengan teratur dan tidak terlalu banyak tekanan serta konsumsi makanan yang bisa membantu memperkuat lapisan gigi. Jika Anda sudah terlanjur menderita gigi sensitif, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter supaya dapat diobati dengan tepat.

Tips Ajari Anak Gosok Gigi

Menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dapat dilakukan dengan beberapa motode, salah satunya adalah dengan menggosok gigi secara teratur. Gosok gigi hendaknya dibiasakan sejak usia sedini mungkin untuk membantu menjaga kebersihan gigi dan supaya terhindari dari gangguan kesehatan gigi. Oleh karena itu, sangat penting mengajari dan membiasakan sikat gigi sedini mungkin.

Apakah anak-anak juga harus gosok gigi?

Tentu saja ya. Apalagi bagi anak yang sudah mulai tumbuh giginya. Anak sebaiknya mulai diajari sikat gigi sejak giginya tumbuh atau saat anak sudah bisa duduk dan bisa memasukkan benda yang dipegangnya ke dalam mulut.

Bagaimanakah langkah-langkah untuk mengajari anak gosok gigi?

  • Pilih Sikat dan Pasta Gigi Khusus Anak

Sikat dan pasta gigi untuk anak tentunya berbeda dengan sikat dan pasta gigi yang digunakan oleh orang dewasa. Usahakan untuk mengajak anak memilih sikat dan pasta gigi untuk dirinya sendiri supaya anak lebih tertarik untuk rajin gosok gigi. Jangan lupa, pastikan bahwa sikat dan pasta gigi yang dipilih adalah sikat dan pasta gigi khusus untuk anak-anak. Sikat gigi anak harus memiliki bulu yang lembut dan berjarak renggang. Pasta gigi untuk anak juga terkadang memiliki rasa buah-buahan supaya tidak terlalu basa di mulut anak. Ajaklah anak untuk memilih bentuk sikat dan rasa pasta gigi yang diinginkan supaya gosok gigi menjadi rutinitas yang menyenangkan.

  • Gosok Gigi di Depan Cermin

Ajari anak untuk gosok gigi di depan cermin supaya anak dapat belajar menggosok gigi dengan benar. Ajari anak untuk menyikat permukaan seluruh gigi dengan menggerakkan sikat gigi mulai dari gigi depan ke atas dan ke bawah. Lalu, ajari anak menggerakkan sikat gigi dengan gerakan memutar di gigi bagian samping kiri dan kanan. Setelah itu, ajari anak berkumur sampai busa dan sisa-sisa pasta gigi hilang dari mulutnya.

  • Ajari Pentingnya Gosok Gigi Lewat Cerita

Anda bisa menggunakan media cerita untuk memberikan edukasi kepada anak tentang pentingnya sikat gigi. Anak cenderung lebih suka mendengarkan petuah yang disampaikan lewat cerita daripada ceramah. Setelah anak memahami pentingnya sikat gigi dengan teratur, maka pengetahuan tersebut dapat mendorong anak untuk sikat gigi dengan teratur.

  • Berikan Teladan Langsung

Cara yang paling penting untuk mengajari anak terbiasa sikat gigi adalah dengan memberikan teladan langsung. Seperti yang sudah diketahui banyak orang, anak adalah peniru ulung. Maka dari itu, ajaklah anak sikat gigi bersama-sama supaya ia dapat melihat cara menggosok gigi yang benar dan terbiasa menggosok gigi dengan teratur. Ajak anak sikat gigi bersama-sama minimal 2x sehari, yakni pada saat setelah makan dan sebelum tidur.

Selain beberapa tips tersebut, jangan lupa memberikan pujian kepada anak jika ia rajin menggosok gigi dan giginya tampak bersih. Pujian tersebut dapat menstimulasi anak untuk rajin menggosok gigi. Menggosok gigi harulah diajarkan dan dibiasakan sedini mungkin untuk menjaga gigi tumbuh sehat dan untuk menghindari berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut.

Efek dari Karang Gigi: Apa Bahayanya?

Plak atau karang gigi adalah kotoran yang menumpuk di area antara gusi dan gigi. Dalam lapisan gigi memang terdapat bakteri yang secara alami dapat membentuk plak. Jika pertumbuhan plak tersebut dibiarkan terus-menerus, maka akan menumpuk dan mengeras sehingga terbentuklah karang gigi yang sulit dibersihkan saat sikat gigi. Karang gigi dapat membuat orang kurang percaya diri karena dapat menimbulkan bau yang kurang sedap saat berbicara. Selain itu, karang gigi juga memiliki efek samping yang tidak boleh dianggap remeh sebagai berikut.

  • Menurunkan Kekuatan Gigi

Penumpukan karang gigi yang dibiarkan dapat membuat kekuatan gigi yang menempel pada gusi menjadi menurun. Efek samping menurunnya kekuatan gigi dapat menyebabkan gigi mudah lepas dan ompong.

  • Menyebabkan Gigi Mudah Keropos dan Berlubang

Karang gigi yang mengeras dapat menjadi sarang tumbuhnya bakteri dan kuman yang dapat memicu permasalahan pada gigi. Masalah gigi yang sering dialami adalah gigi menjadi keropos dan berlubang karena bakteri yang bertransformasi menjadi ulat yang bisa menggerogoti gigi, bahkan sampai berdarah. Lubang dan keropos gigi tersebut terjadi karena bakteri yang menyebabkan terjadinya karies. Jika dibiarkan, bakteri tersebut akan terus berkembang dan menyebabkan masalah gigi yang lebih serius.

  • Gusi bengkak

Karang gigi yang menempel pada gusi dapat menyebabkan iritasi. Jika iritasi tersebut dibiarkan, maka gusi akan melunak dan bengkak. Gusi yang bengkak akan menimbulkan rasa sakit sehingga proses mengunyah makanan dalam mulut dapat terganggu.

  • Menimbulkan Bau Mulut Kurang Sedap

Penumpukan karang gigi dan tumbuhnya bakteri dalam menyebabkan bau mulut yang kurang sedang. Bau mulut yang kurang sedap dapat menganggu aktivitas sehari-hari dan dapat membuat Anda kurang percaya diri saat berbicara dengan orang lain.

  • Menimbulkan Rasa Ngilu pada Gigi

Rasa ngilu yang berlebihan dapat terjadi jika karang gigi semakin mengeras dan menempel di area sekitar permukaan gigi. Rasa ngilu tersebut disebabkan otot di sekitar tidak dapat menahan rasa sensitif lagi sehingga mengakibatkan rasa ngilu dan nyeri.

  • Menyebabkan Infeksi pada Organ Mulut

Karang gigi yang dibiarkan akan menyebabkan tumbuhnya bakteri pada gigi. Jika bakteri tersebut terus berkembang, maka akan menyebar ke seluruh bagian mulut. Bakteri tersebut bisa saja masuk ke aliran darah jika terjadi luka atau gores pada organ mulut sehingga timbul iritasi dan infeksi. Masuknya bakteri ke dalam darah tentu saja dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Ternyata karang gigi jika dibiarkan begitu saja dapat menimbulkan berbagai masalah tersebut. Maka dari itu, jaga kebersihan gigi Anda. Jangan lupa gosok gigi secara teratur setiap hari. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi buah-buahan untuk meminimalisir berkembangnya plak di gigi Anda. Jika karang gigi sudah terkanjur menumpuk, segera periksakan ke dokter gigi supaya segera dibersihkan dengan alat khusus.

Tips Membersihkan Karang Gigi dengan Bertahap

Karang gigi tidak boleh dibiarkan begitu karena dapat menyebabkan masalah mulut yang lebih serius. Bahaya atau efek samping dari karang gigi sudah dijelaskan pada ulasan sebelumnya. Karena ada efek samping yang bisa mengganggu kesehatan dan kepercayaan diri, sebaiknya Anda segera membersihkan karang gigi sebelum menumpuk terlalu banyak.

Tips berikut dapat dipraktikkan untuk membersihkan karang gigi Anda. Yang perlu diperhatikan adalah karang gigi tidak dapat dihilangkan hanya dengan sekali usaha, melainkan Anda harus rutin membersihkannya setiap hari. Membersihkan karang gigi dapat memanfaatkan bahan dan cara-cara sebagai berikut.

1. Rajin Menggosok Gigi

Cara pertama untuk menghilangkan karang gigi adalah dengan rajin menggosok gigi secara tepat dan teratur. Gosok gigi dilakukan minimal 2 kali sehari. Dengan menggosok gigi, sisa-sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi dapat terangkat. Cara menggosok gigi yang tepat adalah dengan menggosok dari bawah ke bawah secara memutar. Gosok dengan lembut dan merata kemudian berkumur sampai bersih. Usahakan pilihlah pasta gigi khusus untuk menghilangkan karang gigi dengan memilih pasti gigi yang mengandung fluroid atau tartar control. Anda juga bisa menggunakan cairan mouth wash setelah gosok gigi supaya mendapatkan hasil yang maksimal.

2. Bersihkan Gigi dengan Kulit Jeruk

Kulit jeruk mengandung vitamin C yang dapat dimanfaatkan untuk membersihkan karang gigi karena bisa melawan mikroorganisme dan menghilang plak. Kulit jeruk juga bisa memutihkan gigi dan menyegarkan bau mulut. Pengaplikasiannya pun tidak sulit. Ambil kulit dari satu buah jeruk kemudian gunakan bagian dalam kulit jeruk untuk menggosok gigi. Lakukan cara tersebut secara rutin dan teratur agar karang gigi bisa berkurang.

3. Bersihkan Gigi dengan Cengkeh dan Air Lemon

Tumbuk sampai halus 4-5 butir cengkeh kemudian tambahkan satu sendok makan perasan buah lemon dan aduk sampai merata. Setelah itu, olehkan larutan tersebut pada gigi dan gosok dengan sikat gigi. Lakukan hal tersebut secara rutin dan berkala agar mendapatkan hasil yang maksimal.

4. Flossing

Flossing adalah membersihkan gigi dengan menggunakan benang khusus gigi. Flossing dapat dilakukan 1 kali sehari untuk membersihkan sisa-sisa makanan pada sela-sela gigi. Flossing juga dapat membantu bakteri yang ada pada gigi dan mulut.

Beberapa cara tersebut dapat diaplikasikan secara rutin untuk membersihkan karang gigi. Apabila karang gigi tersebut sulit dibersihkan dan mengganggu kesehatan mulut, sebaiknya segera Anda periksakan ke dokter supaya mendapatkan penanganan yang tepat.