Variasi Makanan untuk Dukung Masa Pertumbuhan

Masa anak-anak merupakan tahapan penting pada kehidupan manusia karena pada masa tersebut terjadi pertumbuhan yang pesat. Pertumbuhan yang dimaksud adalah pertumbuhan fisik, organ tubuh, dan juga pertumbuhan keterampilan otak. Cepat atau lambatnya pertumbuhan tersebut berbeda pada setiap anak. Pertumbuhan pada masing-masing anak dipengaruhi oleh gen, hormon, aktivitas fisik, dan juga nutrisi yang diperoleh. Sumber nutrisi yang berperan penting dalam masa pertumbuhan adalah makanan.

Makanan merupakan faktor yang eksternal yang cukup berpengaruh pada masa pertumbuhan. Makanan yang mengandung nutrisi, seperti vitamin, mineral, protein, dan zat besi bisa membantu merangsang pertumbuhan tulang dan organ tubuh yang lain sehingga bisa membuat tubuh anak semakin tinggi. Selain menambah tinggi badan, makanan tersebut juga bisa membantu meningkatkan keterampilan otak dan juga daya tahan tubuh sehingga anak semakin cerdas dan juga tidak mudah terserang penyakit. Orang tua sebaiknya mengombinasikan beberapa bahan makanan menjadi menu yang kreatif dan variatif supaya nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tercukupi dengan baik. Berikut ini beberapa pilihan makanan yang bisa mendukung masa pertumbuhan anak.

Biji-Bijian

Biji-bijian direkomendasikan untuk dikonsumsi anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Biji-bijian mengandung karbohidrat yang bisa menjadi sumber energi sehingga organ tubuh bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Selain itu, biji-bijian juga mengandung serat, zat besi, magnesium, selenium, dan vitamin B yang bisa merangsang hormon pertumbuhan untuk bekerja dengan baik. Biji-bijian yang cocok dikonsumsi pada masa pertumbuha, di antaranya roti gandum, nasi merah, nasi putih, jagung, dan pasta.

Susu

Susu merupakan minuman yang mengandung protein tinggi dan kalsium yang bisa mendukung pertumbuhan tulang. Selain itu, produsen susu saat ini juga menambahkan kandungan vitamin D ke dalam tubuh sehingga bisa membantu tulang menyerap kalsium lebih maksimal. Tulang yang mendapatkan asupan kalsium dengan maksimal bisa bertumbuh tinggi dan kuat. Susu juga bisa merangsang pertumbuhan hormon insulin like growth factor-1 atau IGF-1 yang bisa membuat tulang tumbuh tinggi dengan cepat. Selain susu, produk olahan susu, seperti yogurt dan keju, juga bisa dikonsumsi anak untuk mendukung pertumbuhan. Yogurt dan keju mengandung kalsium dan juga sudah difortifikasi dengan vitamin yang bisa membantu tubuh tumbuh tinggi.

Daging

Daging merupakan bahan makanan yang mengandung protein hewani tinggi yang bisa mendukung masa pertumbuhan. Daging yang bisa dikonsumsi anak-anak supaya tumbuh dengan baik adalah daging ayam dan daging sapi rendah lemak. Daging tersebut mengandung protein tinggi yang bisa membangun jaringan dan otot sehingga masa pertumbuhan berjalan dengan baik. Makanan dari olahan daging biasanya juga menjadi favorit anak-anak sehingga Anda tidak perlu bersusah payah membujuk anak untuk mengonsumsi daging.

Ikan

Selain daging, ikan juga baik dikonsumsi saat anak memasuki masa pertumbuhan. Hampir semua jenis ikan mengandung protein dan vitamin D yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Jenis ikan yang paling tinggi kandungan proteinnya adalah salmon, sarden, dan tuna. Selain mengandung protein, salmon, sarden, dan tuna juga mengandung asam lemak omega 3 yang bisa menjadi nutrisi bagi otak sehingga bisa membantu meningkatkan kecerdasan kognitif anak. Asam lemak omega 3 yang terkandung dalam ikan juga bisa membantu pembentukan struktur, fungsi, dan jaringan tulang.

Telur

Telur juga bahan makanan yang kaya dengan vitamin D yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tulang. Bagian telur yang paling banyak mengandung vitamin D adalah bagian kuningnya. Selain itu, telur juga mengandung protein dan vitamin B yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Buah dan Sayur

Selain makanan dari hewan, makanan yang bersumber dari tumbuhan juga bisa membantu mendukung pertumbuhan anak, yakni buah dan sayur. Buah yang bisa dikonsumsi untuk membantu anak tumbuh tinggi dan sehat, di antaranya buah yang mengandung vitamin A, seperti wortel, semangka, melon, jeruk, pepaya, markisa, dan lain-lain. Vitamin A yang terkandung dalam buah-buahan tersebut bisa membantu pertumbuhan tulang dan jaringan. Sementara itu, sayuran yang cocok dikonsumsi anak-anak adalah sayuran yang mengandung kalsium dan vitamin K. Nutrisi tersebut bisa ditemukan pada sayuran berdaun hijau, seperti brokoli, kale, lettuce, dan collard green. Vitamin K dalam sayuran tersebut bisa membantu penyerapan kalsium ke dalam tulang serta bisa menjaga kekuatan dan kepadatan tulang.

Kulit Buah yang Aman Dikonsumsi

Buah merupakan makanan sehat mengandung banyak nutrisi yang dihasilkan dari tumbuhan. Buah biasanya memiliki daging, kulit, dan biji. Daging buah merupakan bagian dari buah yang sering dikonsumsi karena memiliki rasa manis dan tekstur yang lembut. Sementara itu, kulit dan biji buah biasanya akan dibuang karena rasanya cenderung pahit dan memiliki tekstur yang keras. Pada beberapa buah tertentu, kulit memang tidak boleh dikonsumsi karena teksturnya yang terlalu keras atau kandungan zat alami yang berbahaya di dalamnya, misalnya kulit durian, nangka, salak, kelengkeng, rambutan, duku, dan buah-buahan yang lain memiliki kulit keras. Akan tetapi, ada beberapa buah yang kulitnya aman untuk dikonsumsi dan justru bisa memberikan asupan nutrisi yang baik untuk tubuh. Akan tetapi, sebelum buah berikut dikonsumsi bersama kulitnya, sebaiknya buah dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa pestisida yang kemungkinan masih menempel di kulit. Berikut ini beberapa jenis buah yang kulitnya aman untuk dikonsumsi.

  • Apel

Apel merupakan salah satu buah yang disarankan untuk dikonsumsi bersama dengan kulitnya. Kulit apel mengandung fitokimia yang lebih besar daripada dagingnya. Fitokomia dalam kulit apel tersebut bersifat sebagai antioksidan yang bisa membantu menetralisir radikal bebas dalam tubuh sehingga tubuh terhindar dari penyakit.

  • Timun

Selain apel, timun juga disarankan untuk dikonsumsi beserta kulitnya. Kulit timun mengandung silica yang bisa membantu menjaga kesehatan kulit dan kuku. Jika tekstur kulit timun terlalu keras bagi Anda, timun dapat dijus bersama dengan kulitnya kemudian di minum.

  • Anggur

Kulit anggur memang cenderung memiliki rasa yang agak pahit, tetapi kaya akan nutrisi sehingga sebaiknya turut dikonsumsi bersama dagingnya. Dalam kulit anggur terkandung serat dan resveratrol yang merupakan salah satu sumber flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh.  Menurut beberapa penelitian, resveratrol dalam kulit anggur juga bisa membantu menyehatkan kulit sehingga bisa membuat seseorang tampil awet muda.

  • Plum

Buah plum juga sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan kulitnya. Kulit plum mengandung serat tinggi yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan. Selain itu, kulit plum juga mengandung phytonutrient yang dapat membantu penyerapan zat besi dalam tubuh sehingga kadar darah merah bisa tetap stabil.

  • Pir

Walaupun memiliki tekstur keras, sebaiknya buah pir tetap dikonsumsi bersamaan dengan kulitnya. Kandungan serat tinggi dalam kulit pir bisa membantu melancarkan dan menjaga kesehatan pencernaan. Kulit pir juga mengandung mineral, vitamin C, dan vitamin K yang berfungsi sebagai antioksidan untuk tubuh.

  • Tomat

Tomat memang sering dikonsumsi bersamaan dengan kulitnya karena nutrisi pada tomat memang lebih banyak terkandung dalam kulitnya. Kulit tomat mengandung vitamin A, C, dan E, karotenoid, serta potassium yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh, misalnya kesehatan mata, jantung, sistem pencernaan, kulit, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Tomat bisa dikonsumsi sebagai pelengkap sayuran atau diminum dalam bentuk jus.

Selain beberapa buah tersebut, ada kulit buah lain yang bisa dikonsumsi, tetapi harus melewati proses pengolahan terlebih dahulu, yakni kulit manggis. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa xanthone, tannin, asam fenolat, dan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan yang bisa membantu menangkal radikal bebas penyebab penyakit. Kulit manggis memiliki tekstur yang keras sehingga harus diolah melalui proses tertentu dahulu sebelum dikonsumsi. Saat ini kulit manggis sudah diekstra kemudian dikemas dalam bentuk kapsul yang bisa dijadikan suplemen untuk menjaga kesehatan.

Buah yang Aman Dikonsumsi Beserta Bijinya

Buah merupakan bagian dari tumbuhan yang berasal dari ovarium yang sudah matang. Buah biasanya memiliki kulit, daging, dan biji. Bagian dari buah yang paling sering dimakan adalah dagingnya karena memiliki rasa yang manis dan lezat. Pada beberapa buah tertentu, kulit atau biji biasanya tidak ikut dikonsumsi, misalnya durian, kelengkeng, jeruk, salah, dan lain-lain. Biji buah tersebut biasanya tidak turut dikonsumsi karena memiliki tekstur keras dan rasa yang pahit. Akan tetapi, ada beberapa buah yang bijinya memiliki kandungan nutrisi yang bagus untuk untuk tubuh. Oleh karena itu, ada beberapa buah yang aman dikonsumsi beserta bijinya untuk memaksimal nutrisi yang masuk dan diserap oleh tubuh. Beberapa buah yang aman dikonsumsi beserta bijinya diuraikan sebagai berikut.

  • Semangka

Semangka sudah dikenal masyarakat luas sebagai buah yang aman dikonsumsi beserta bijinya. Semangka memiliki biji berukuran kecil dan umumnya berwarna coklat kehitaman yang letaknya tersebar di hampir seluruh dagingnya. Sebagian orang akan membuang biji tersebut karena rasanya yang cenderung pahit dan teksturnya yang keras. Akan tetapi, biji semangka mengandung vitamin B yang bisa membantu menjaga sistem saraf, sistem pencernaan, dan kesehatan kulit. Biji semangka juga bisa direbus kemudian air rebusannya diminum untuk membantu menyembuhkan penyakit jantung, ginjal, atau hipertensi.

  • Anggur

Anggur juga merupakan buah yang aman dikonsumsi beserta bijinya. Biji anggur mengandung senyawa yang bisa menjaga kelembapan kulit dan melindungi lapisan kulit terluar. Kandungan mangan dan mineral dalam anggur juga bisa menjaga elastisitas pembuluh darah dan memperlancar aliran darah sehingga bisa membantu tubuh terhindar dari penyakit kardiovaskular.

  • Kiwi

Kiwi merupakan buah yang kaya nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, termasuk bijinya. Biji kiwi mengandung asam lemak omega 3 yang bisa membantu mengontrol kolesterol, menyehatkan jantung, dan memaksimalkan kerja otak. Oleh karena itu, buah kiwi cocok dikonsumsi bersama bijinya.

  • Delima

Delima merupakan buah yang memiliki banyak biji yang terbungkus oleh dagingnya. Biji delima tersebut aman dan baik untuk tubuh jika turut dikonsumsi. Biji delima mengandung vitamin K dan mineral yang bisa menjaga kesehatan usus dan mencegah pembekuan darah. Biji delima juga bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit cacinga. Daging dan biji delima bisa dikonsumsi langsung atau bisa diolah dalam bentuk jus untuk melembutkan tekstur biji yang keras dan mengurangi rasa pahit dari biji tersebut.

  • Jeruk

Jeruk merupakan salah satu buah yang menjadi favorit banyak orang. Rasanya yang manis dan kandungan air yang banyak dapat menimbulkan sensasi segar di tubuh sehingga digemari banyak orang, khususnya saat cuaca panas. Akan tetapi, beberapa orang akan membuang biji jeruk karena rasanya yang pahit. Biji jeruk tersebut sebaiknya juga turut dimakan karena mengandung asam lemak omega 3. Kandungan asam lemak omega 3 pada biji jeruk tersebut bisa membantu mencegah dan meredakan peradangan dalam tubuh. Selain itu, biji jeruk juga mengandung asam salisilat yang bisa membantu menyembuhkan jerawat dan mengurangi rasa nyeri. Untuk mengurangi rasa pahit pada biji jeruk, Anda bisa mengolah jeruk menjadi jus beserta dengan bijinya untuk mengurangi rasa pahit pada biji jeruk tersebut.

Sering Mengonsumsi Makanan Panas? Ini Risikonya

Beberapa orang lebih menyukai mengonsumsi makanan yang masih hangat karena dinilai memiliki rasa yang lebih lezat sehingga bisa membuat mereka lebih puas. Akan tetapi, beberapa orang kadang mengonsumsi makanan dalam keadaan panas, bahkan masih mengeluarkan uap, karena berbagai alasan. Perut yang sudah sangat lapar, waktu makan yang hanya sebentar, atau kesibukan yang padat membuat seseorang tidak sempat menunggu makanan yang baru saja dimasak menjadi lebih dingin. Mereka yang terburu-buru tersebut biasanya langsung menyantap makanan walaupun suhunya masih panas.

Atas dasar alasan apapun, mengonsumsi makanan dalam keadaan panas sebenarnya tidak baik bagi tubuh. Sebaiknya tunggulah makanan tersebut hingga menjadi hangat atau sedikit lebih dingin baru kemudian dikonsumsi. Mengonsumsi makanan dalam keadaan panas terutama jika dilakukan terlalu sering bisa menimbulkan risiko gangguan kesehatan sebagai berikut.

Merusak Email Gigi

Mengonsumsi makanan yang masih panas bisa membuat email gigi menjadi rusak. Makanan yang dikonsumsi pertama kali akan masuk ke mulut dan bersentuhan dengan gigi. Lapisan paling luar gigi adalah email yang berfungsi untuk melapisi dan melindungi gigi. Makanan yang panas membuat email menjadi terkikis sehingga bisa menimbulkan masalah gigi, seperti gigi keropos, gigi berlubang, bahkan gigi sensitif. Makanan panas akan membuat ujung saraf gigi lebih sensitif sehingga gigi mudah nyeri atau ngilu saat terkena makanan atau minuman. Kondisi email yang rusak juga bisa memicu pertumbuhan bakteri yang bisa membuat gigi dan gusi meradang bahkan infeksi sehingga akan terasa sakit jika digunakan untuk makan. Mengonsumsi makanan panas terlalu sering juga akan membuat warna gigi berubah menjadi kekuning-kuningan.

Menurunkan Sensitivitas Lidah

Selain merusak gigi, mengonsumsi makanan panas juga bisa menganggu kondisi kesehatan lidah. Makanan panas bisa membuat lidah pecah-pecah, perih, dan terbakar sehingga sensitivitas lidah lambat laun akan menurun. Mengonsumsi makanan panas dalam jumlah banyak bahkan bisa membuat lidah melepuh sehingga lidah rawan mengalami iritasi bahkan bisa membuat lidah kehilangan kemampuan mencecap rasa secara permanen.

Menimbulkan Iritasi Lambung

Makanan panas yang langsung dikonsumsi juga bisa menimbulkan gangguan lambung. Makanan panas yang bersuhu tinggi berpotensi membuat lambung iritasi dan meningkatkan produksi asam lambung. Kondisi tersebut membuat perut terasa kembung, begah, atau bahkan perih dalam waktu yang relative lama. Mengonsumsi makanan panas terlalu sering akan membuat iritasi lambung menjadi semakin parah sehingga bisa menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius, misalnya kanker.

Beberapa risiko gangguan kesehatan tersebut bisa terjadi pada siapa saja yang sering mengonsumsi makanan panas atau makanan bersuhu tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya diamkan sejenak atau tunggu hidangan yang masih panas hingga suhunya turun menjadi hangat atau normal. Setelah itu, baru kunyah dengan pelan dan lembut supaya bisa dicerna dengan baik oleh tubuh.

Efek Samping Sering Makan Pedas

Ada beberapa orang yang merasa makannya kurang nikmat jika tidak mengandung rasa pedas. Rasa pedas juga disinyalir bisa menjadikan orang lebih tertantang untuk menghabiskan makanan. Mengonsumsi makanan pedas kini menjadi tren baru yang menjalar di masyarakat. Berbagai kafe atau restoran pun menghadirkan menu makanan pedas dengan berbagai level untuk menarik minat pelanggan. Challenge atau tantangan makan pedas juga kerap kali muncul di berbagai media sosial sehingga “wabah” makanan pedas semakin menjalar.

Sebenarnya tidak larangan tertentu untuk mengonsumsi makanan pedas. Makanan yang memiliki rasa pedas tentu boleh dan aman dikonsumsi, tetapi dalam batasan tertentu. Makanan pedas yang dikonsumsi dalam jumlah tepat justru bisa memberikan manfaat bagi tubuh. Saat mengonsumsi makanan pedas tubuh akan mengeluarkan keringat sehingga racun-racun dalam tubuh bisa turut terbuang. Makanan pedas juga cocok dikonsumsi untuk mengatasi peradangan dan bahkan bisa membantu melancarkan sirkulasi darah. Namun, Anda perlu membatasi jumlah cabai atau sambal yang digunakan agar tidak menimbulkas rasa panas di mulut ataupun di perut. Makan pedas dengan jumlah cabai yang berlebihan dan dikonsumsi terlalu sering justru bisa berbalik memberikan efek samping yang merugikan tubuh. Berikut efek samping yang dirasakan tubuh jika mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah terlalu banyak dan terlalu sering.

  • Menurunkan Kepekaan Lidah

Mengonsumsi makanan terlalu banyak dan terlalu sering ternyata bisa menurunkan kepekaan lidah sebagai indra pengecap. Kebiasaan mengonsumsi makanan pedas dengan level yang terus meningkat bisa membuat lidah menjadi tidak peka terhadap rasa pedas yang normal sehingga Anda akan terpicu untuk menambah level kepedasan dari makanan yang dikonsumsi, bahkan bisa sampai melebihi batas yang ditolerir. Kebiasaan tersebut akan membuat kepekaan lidah terus menurun bahkan bisa berangsur hilang.

  • Membuat Perut Nyeri dan Mulas

Selain berefek pada lidah, konsumsi makanan yang berlebihan juga berpengaruh pada kondisi perut. Mengonsumsi makanan pedas berlebihan bisa meningkatkan produksi asam lambung sampai di atas normal sehingga bisa membuat lambung iritasi. Kondisi tersebut akan menimbulkan rasa nyeri di perut. Selain itu, makan pedas terlalu berlebihan juga bisa membuat gerakan di usus terlalu cepat sehingga perut merasa mulas. Gerakan cepat yang berlangsung di usus besar bisa menimbulkan iritasi sehingga tubuh akan mengirimkan banyak air ke usus yang bisa memicu tubuh mengalami diare. Diare yang diakibatkan oleh makanan pedas juga bisa menimbulkan sensasi panas panas pada anus saat buang air besar.

  • Maag Akut

Maag akut atau yang dalam dunia medis disebut gastritis merupakan kondisi tubuh yang mengalami peradangan di lambung. Peradangan tersebut bisa dipicu oleh makanan yang dikonsumsi, salah satunya makanan yang terlalu pedas. Makanan yang terlalu pedas bisa merusak lapisan pelindung lambung sehingga jika terus dikonsumsi bisa menimbulkan maag akut.

  • Insomnia

Insomnia ternyata juga bisa disebabkan oleh konsumsi makanan pedas yang berlebihan. Makanan pedas bisa menyebabkan tubuh berkeringat sehingga suhu tubuh akan naik. Kondisi tersebut jika terjadi di malam hari bisa membuat tubuh sulit tidur karena pada malam hari metabolisme tubuh berlangsung lebih lambat sehingga makanan yang baru masuk ke tubuh sulit dinetralisir dan dicerna. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi makanan pedas menjelang waktu tidur karena bisa membuat Anda sulit tidur dan berujung insomnia.

Oleh karena itu, batasilah jumlah makanan pedas yang dikonsumsi oleh tubuh. Anda boleh mengonsumsi makanan pedas dalam level normal sesuai dengan kemampuan perut dan tubuh. mengonsumsi makanan pedas berlebihan dan dalam jangka waktu lama bisa memicu tubuh mengalami diare bahkan ambeien serta berbagai gangguan pencernaan yang lain.

Makanan yang Bisa Menguatkan Sistem Imun

Sistem imun merupakan jaringan tubuh yang secara alami berfungsi untuk melawan bakteri, virus, kuman, atau mikroorganisme lain yang bisa menyerang tubuh dan menimbulkan penyakit. Akan tetapi, di zaman yang terjadi pemanasan global banyak faktor yang bisa membuat mikroorganisme penyebab penyakit menjadi bertambah kuat. Mikroorganisme yang bertambah kuat tubuh bisa membuat sistem imun kuwalahan menanganginya sehingga tubuh bisa jatuh sakit. Oleh karena itu, Anda harus melakukan usaha supaya sistem imun tetap kuat dan terjaga sehingga bisa menghalau segara pathogen atau mikroorganisme penyebab penyakit. Beberapa usaha yang bisa Anda lakukan untuk menguatkan sistem imun adalah, olahraga teratur, istirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin periksa kesehatan ke dokter.

Makanan yang dikonsumsi bisa membuat tubuh mendapatkan nutrisi yang bisa menguatkan sistem imun. Nutrisi yang dibutuhkan untuk menguatkan sistem imun, salah satunya adalah vitamin yang diperoleh dari makanan. Berikut ini diuraikan beberapa makanan yang bisa membuat sistem imun semakin kuat dan sehat.

  • Jeruk

Jeruk memang sudah dikenal mengandung vitamin C yang bisa menjaga dan menguatkan sistem imun. Vitamin C yang terkandung dalam jeruk dapat merangsang tubuh memproduksi sel darah putih yang berfungsi untuk melawan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Jeruk bisa dikonsumsi dalam bentuk buah segar atau diolah menjadi berbagai menu, misalnya jus atau smoothie.

  • Paprika

Paprika juga merupakan buah-buahan yang tinggi kandungan vitamin C, terutama paprika merah, bahkan lebih tinggi dari jeruk. Paprika merah juga mengandung beta karoten yang bisa membantu menguatkan daya tahan tubuh serta bisa menjaga kesehatan mata dan kulit. Paprika merah biasa dimasak sebagai pelengkap sayuran. Makanan yang berbahan paprika merah bisa Anda konsumsi untuk membantu meningkatkan kerja sistem imun.

  • Bayam

Bayam merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang tinggi kadar vitaminnya. Bayam mengandung vitamin C tinggi yang bisa menguatkan sistem imun. Selain itu, bayam juga mengandung asam folat yang bisa membantu tubuh memperbaiki sel yang rusak sehingga tubuh menjadi lebih kuat dan tidak mudah sakit. Kandungan mineral dan magnesium dalam bayam juga bisa membantu menjaga kestabilan tubuh. Maka itu, konsumsilah bayam dengan teratur supaya sistem imun bekerja dengan baik dan kuat melawan segala jenis penyakit.

  • Brokoli

Selain bayam, brokoli juga merupakan jenis sayuran hijau yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan sistem imun. Brokoli bisa membantu proses detoksifikasi tubuh sehingga hati menjadi lebih bersih dan racun bisa dikeluarkan dari tubuh dengan lancar. Selain itu, brokoli juga mengandung asam amino kolin yang menjaga fungsi sel agar tetap stabil dan meningkatkan kesehatan usus. Vitamin C yang tinggi dalam brokoli juga bisa memperkuat sistem imun dalam menangkal berbagai mikroorganisme penyebab penyakit.

  • Yogurt

Yogurt mengandung bakteri probiotik yang bisa merangsang pertumbuhan bakteri baik untuk melawan bakteri jahat dalam tubuh, khususnya dalam organ pencernaan. Kondisi pencernaan yang sehat dapat memudahkan proses pembusukan sisa makanan dan pembentukan vitamin K. Oleh karena itu, yogurt cocok dikonsumsi untuk membantu menguatkan daya tahan tubuh. Yogurt juga memiliki rasa asam dan manis yang segar sehingga cocok dijadikan minuman harian Anda.

  • Jahe

Jahe bisa dikonsumsi untuk membantu meningkatkan sistem imun. Jahe mengandung vitamin, mineral, antioksidan, serta antimikroba yang bisa membantu sistem imun menghalau segala pathogen penyebab sakit. Jahe juga dinilai bisa membantu mencegah dan mengobati flu. Selain itu, jahe juga bisa menghangatkan tubuh sehingga cocok dikonsumsi saat musim hujan. Jahe dapat dikonsumsi dengan cara ditumbuk lalu diseduh dengan air hangat. Anda juga bisa menambah pemanis, seperti madu, supaya minuman terasa lebih nikmat.

Selain berbagai makanan tersebut, Anda juga perlu mengonsumsi makanan lain yang lebih bervariatif dan mengandung nutrisi lain supaya kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi. Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang dalam porsi yang cukup supaya tubuh bisa sehat dan bugar.

Waktu dan Jenis Camilan yang Aman Dikonsumsi

Makanan saat ini tidak hanya dibutuhkan sebagai “pengisi perut”, melainkan juga bisa menjadi jalan eksistensi. Saat ini banyak orang yang membeli makanan lebih dari sekadar untuk dimakan, melainkan juga difoto dan diunggah di media sosial untuk meningkatkan eksistensi. Gaya hidup yang sedang tren tersebut mempengaruhi seseorang untuk membeli makanan lebih sering, tidak terkecuali membeli camilan.

Mengonsumsi camilan sering kali dinggap sebagai “selingan” menyenangkan dan tidak mengenyangkan. Beberapa orang juga mengonsumsi camilan di sela-sela kesibukan dengan alasan untuk menambah energi dan mengurangi stres. Mengonsumsi camilan atau makanan ringan sebenarnya tidak dilarang sepenuhnya, tetapi tetap harus mempertimbangkan kapan dan apa camilan yang akan dimakan. Pertimbangan waktu dan jenis camilan tersebut sangat penting supaya tubuh tidak mendapatkan asupan makanan berlebih yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Jumlah makanan berlebih yang masuk ke tubuh selain bisa menaikkan berat badan juga bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, perhatikan pemilihan waktu dan jenis camilan yang aman dikonsumsi sebagai berikut.

Waktu yang Tepat untuk Makan Camilan

Makan camilan sebenarnya bisa menjadi salah satu jalan bagi tubuh untuk mendapatkan energi tambahan. Akan tetapi, mengonsumsi camilan haruslah mempertimbangkan waktu yang tepat. Sebaiknya hindari mengonsumsi camilan di larut malam sebelum tidur karena makanan akan sulit dicerna tubuh sehingga akan menumpuk dan menaikkan berat badan. Lalu kapan waktu yang tepat untuk nyamil?

  • Setelah Berolahraga

Camilan boleh dikonsumsi saat tubuh selesai berolahraga untuk membantu mengembalikan energi tubuh yang hilang. Camilan boleh dikonsumsi setelah tubuh melakukan olahraga kurang lebih selama 60 menit. Camilan yang direkomendasikan dikonsumsi setelah olahraga, di antaranya smoothie atau kacang-kacangan.

  • 4 Jam Setelah Mengonsumsi Makanan Utama

Waktu yang baik untuk mengonsumsi camilan adalah ketika tubuh merasa lapar tetapi belum tiba waktu makan. Akan tetapi, tidak semua rasa lapar tersebut harus dituruti, melainkan tetap harus diperhatikan kapan rasa lapar tersebut datang. Waktu yang aman untuk mengonsumsi camilan adalah 4 jam setelah makan pagi atau 4 jam setelah makan siang, yakni antara pukul 10.00-11.00 atau pukul 15.00-14.00. Pada waktu tersebut, tubuh sedang melakukan aktivitas yang padat sehingga membutuhkan asupan energi untuk melancarkan aktivitas. Camilan yang dikonsumsi pada waktu tersebut juga akan dicerna tubuh dengan baik karena tubuh aktif beraktivitas.

Jenis Camilan yang Aman Dikonsumsi

Selain waktu yang tepat, jenis camilan yang akan dikonsumsi pun harus diperhatikan. Camilan yang aman dikonsumsi adalah makanan atau minuman yang rendah lemak, tinggi protein, dan memiliki indeks glikemik yang tinggi, misalnya buah-buahan. Hindari mengonsumsi camilan yang mengandung lemak, karbohidrat sederhana, dan garam tinggi, seperti permen coklat, kue, atau makanan instan karena bisa membuat berat badan naik dan menumpuknya zat aditif dalam tubuh. selain itu, camilan yang mengandung karbohidrat tinggi juga bisa membuat tubuh menjadi mengantuk. Oleh karena itu, pilihlah camilan yang sehat supaya bisa menambah asupan energi tetapi tidak membuat berat badan naik secara signifikan. Selain memerhatikan jenis camilan yang akan dikonsumsi, Anda juga perlu memerhatikan jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh setiap harinya untuk menghindari tubuh mendapatkan asupan makanan yang sebenarnya tidak dibutuhkan dan justru bisa menaikkan berat badan.

Sayuran Sehat untuk Lalapan

Lalapan adalah hidangan pelengkap khas Indonesia yang disajikan bersama lauk utama, misalnya ayam atau bebek bakar, ayam atau bebek goreng, serta iga bakar. Lalapan terebut biasanya dibuat dari aneka sayur atau buah bentuk mentah dan menggunakan sayuran segar. Akan tetapi, ada beberapa jenis sayuran yang tidak aman dihidangkan dalam bentuk mentah, jadi harus dikukus atau direbus terlebih dahulu. Sayuran mentah yang akan dijadikan lalapan juga harus dicuci bersih menggunakan air mengalir terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa pestisida yang mungkin menempel pada sayuran. Buah yang umum dijadikan lalapan adalah buat timun dan tomat. Jika Anda ingin menggunakan tomat sebagai lalapan, pastikan Anda memilih buah tomat yang sudah matang dan berwarna kemerahan. Lalapan tersebut dihidangkan untuk menetralisir kandungan minyak atau lemak dari lauk utama. Ada berbagai macam sayuran yang bisa digunakan untuk lalapan. Sayur apa sajakah itu? Berikut ulasan mengenai sayuran yang cocok untuk lalapan beserta manfaatnya.

  • Kemangi

Daun kemangi adalah salah satu jenis lalapan yang digemari banyak orang karena memiliki rasa yang nikmati dan aroma yang wangi. Daun kemangi cocok dijadikan lalapan yang dinikmati dengan sambal dan nasi hangat. Kemangi mengandung nutrisi yang bisa membantu menyembuhkan sariawan, demam, panu, dan menetralisir bau mulut setelah mengonsumsi makanan. Selain itu, kandungan vitamin C dan A serta antiseptik dalam kemangi juga bisa membantu menyembuhkan jerawat dan melancarkan peredaran darah di kulit. Jadi, daun kemangi cocok dijadikan lalapan untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.

  • Selada

Selada juga merupakan sayuran yang sering dijumpai dihidangkan dalam bentuk lalapan. Selada yang dihidangkan dalam bentuk mentah sebagai lalapan juga bisa membantu menetralisir lemak dari bahan makanan berminyak yang dikonsumsi sehingga cocok untuk Anda yang sedang menjalani diet. Selain itu, selada juga dipercaya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh sehingga bisa mengurangi risiko tubuh terkena kanker. Selada juga bisa membantu menjaga tubuh dari penyakit stroke, katarak, insomnia, dan anemia.

  • Daun Kol

Daun kol yang umum disantap mentah sebagai lalapan adalah daun kol yang berwarna putih kehijauan. Daun kol tersebut juga sering dijumpai sebagai campuran makanan lain, misalnya lotek, karedok, gado-gado, dan bahkan bakso. Kol mengandung vitamin C, kalium, dan asam folat yang bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan. Kandungan vitamin C yang tinggi dalam kol juga dinilai bisa menyembuhkan sariawan dan sakit tenggorokan. Akan tetapi, jangan mengonsumsi kol secara berlebihan karena bisa membuat perut kembung.

  • Timun

Timun sebenarnya adalah jenis buah-buahan, tetapi sering dimanfaatkan sebagai pelengkap olahan sayur, termasuk sebagai lalapan. Bagi Anda yang sering mengonsumsi makanan ayam goreng, bebek goreng, ikan goreng, dan sebagainya, Anda sudah tidak asing lagi dengan timun yang disajikan sebagai lalapan. Timun biasanya akan diiris tipis dalam bentuk bulat kemudian disajikan bersama kol, kemangi, atau sayuran lalapan yang lain. Timun mengandung vitamin A, C, dan B, mineral, dan air yang tinggi. Mentimun sebaiknya dikonsumsi bersama dengann bijinya karena biji mentimun dinilai mampu membunuh bakteri jahat dalam usus serta mengurangi radang di hidung dan tenggorokan.

  • Daun Singkong

Daun singkong juga merupakan sayuran yang kerap kali dijadikan lalapan. Akan tetapi, daun singkong sebaiknya direbus atau dikukus terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa pahit dan mengurangi kadar asam sianida yang berbahaya untuk tubuh. Perebusan atau pengukusan daun singkong juga bertujuan untuk melunakkan tekstur daunnya supaya lebih mudah dikunyah. Daun singkong mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan bagian tubuh yang lain.

  • Kacang Panjang

Kacang panjang juga bisa disajikan dalam bentuk lalapan. Kacang panjang mengandung protein tinggi bahkan lebih tinggi daripada kol sehingga baik jika dikonsumsi oleh tubuh. Kacang panjang dapat diulek bersamaan dengan sambil untuk membuat tekstur dan rasa sambal menjadi lebih nikmat.

Selain beberapa sayuran tersebut, sebenarnya masih ada jenis sayuran lain yang bisa dijadikan lalapan, misalnya daun pepaya, petai, leunca, terong, dan lain-lain. Usahakan untuk mencari tahu terlebih dahulu apakah sayuran yang dipilih tersebut aman dikonsumsi mentah atau harus dimasak terlebih dahulu. Sayuran yang dikonsumsi mentah sebagai lalapan memang mengandung vitamin dan mineral yang lebih tinggi karena nutrisi tersebut tidak larut seperti sayuran yang dimasak. Akan tetapi, tidak semua sayuran aman dikonsumsi mentah, seperti daun singkong dan terong, karena mengandung zat tertentu yang berbahaya bagi tubuh sehingga zat tersebut harus dihilangkan dahulu dengan cara dimasak.

Bahan Alami yang Bisa Meminimalisir Racun Rokok

Rokok mengandung zat berbahaya yang bisa menjadi racun untuk tubuh melalui asap rokok yang dihirup. Penumpakan racun rokok dalam tubuh tentu lama kelamaan akan menyebabkan gangguan kesehatan dan menimbulkan penyakit. Racun rokok tersebut tidak hanya masuk ke dalam tubuh perokok aktif, tetapi bagi Anda yang hidup dalam lingkungan keluarga, kerja, atau pertemanan yang di dalamnya ada perokok, maka ada kemungkinan tubuh terpapar asap rokok walaupun Anda tidak merokok. Oleh karena itu, racun-racun yang menumpuk akibat kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok harus segera diminimalisir atau dihilangkan.

Racun rokok yang bersarang dalam tubuh ternyata dapat dikurangi dan dihilangkan dengan mengonsumsi makanan tertentu. Ada beberapa makanan atau minuman dari bahan alami yang bisa membantu membersihkakn racun rokok yang ada dalam bagian tubuh, misalnya dalam paru-paru, darah, dan lain-lain. Bahan makanan atau minuman yang dikonsumsi juga bisa membantu mengurangi kadar nikotin dalam tubuh sehingga bisa membantu mengurangi bahkan menghilangkan kebiasaan merokok. Berikut ini diuraikan beberapa bahan alami yang bisa meminimalisir racun rokok dalam tubuh.

  • Air Putih

Air putih memang sudah banyak diketahui banyak orang dapat membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Air putih yang dikonsumsi dapat mengalirkan racun dalam tubuh, termasuk dari rokok, kemudian membuangnya dalam bentuk keringat atau air seni. Maka dari itu, konsumsilah air putih dengan cukup untuk membantu membersihkan paru-paru dan bagian tubuh lain dari racun rokok. Selain itu, air putih juga bisa membantu menjaga fungsi ginjal sehingga tubuh bisa terhindar dari disfungsi ginjal.

  • Jahe

Jahe mengandung antiseptik dan antibakteri yang dapat membantu saluran bronkial membersihkan zat-zat berbahaya, termasuk racun rokok, dari paru-paru. Jahe juga bisa membantu pernapasan menjadi lega dan berjalan lancar. Jahe dapat dikonsumsi dengan menyeduhnya dengan air hangat.

  • Kedelai

Kedelai mengandung antiflavonoid yang bisa membantu mencegah peradangan dalam paru-paru atau bagian tubuh lain akibat adanya racun rokok yang menumpuk. Kedelai dapat diolah menjadi berbagai bentuk makanan atau minuman yang bisa dikonsumsi, misalnya susu kedelai, tempe, tahu, bahkan kecap. Selain itu, kedelai juga bisa membantu melancarkan proses pencernaan sehingga racun rokok bisa turun terbuang melalui urin atau feses.

  • Buah Beri

Buah beri mampu membantu membersihkan racun rokok yang bersarang dalam tubuh. Buah beri juga bisa mengurangi kadar nikotin dalam tubuh sehingga bisa mengurangi kecanduan merokok. Buah beri yang bisa dikonsumsi untuk menghilangkan racun dan kebiasaan merokok, di antaranya stroberi, blueberry, dan blackberry.

  • Brokoli

Brokoli mengandung zat sulphoraphane yang bisa membantu membersihkan racun rokok. Zat yang terkandung dalam brokoli tersebut dapat membantu membersihkan paru-paru dari racun dan memulihkan kesehatan paru-paru. Konsumsi brokoli sangat baik bagi perokok atau bagi orang yang sering terpapar asap rokok untuk meminimalisir racun rokok yang masuk ke dalam tubuh.

  • Jus Wortel

Wortel mengandung vitamin A, C, K, dan B yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh. Wortel dapat diolah dalam bentuk jus untuk mendetoksifikasi racun rokok yang menumpuk dalam tubuh. Kandungan vitamin C dalam wortel juga bisa membantu memaksimalkan metabolisme tubuh sehingga proses penghilangan racun rokok menjadi lebih cepat.

Bahan-bahan alami tersebut memang bisa membantu meminimalisir racun akibat merokok, tetapi akan lebih jika Anda berhenti merokok dari sekarang supaya tubub bisa segera kembali sehat.

Makanan Sehat Memasuki Masa Pubertas

Masa pubertas merupakan masa peralihan dari masa anak-anak ke masa remaja. Pubertas di alami oleh laki-laki dan perempuan pada usia tertentu. Masa pubertas perempuan dimulai pada usia sekitar 8-13 tahun, sedangkan pada anak laki-laki masa pubertas dimulai pada usia 10-15 tahun. Pada saat memasuki masa pubertas, anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi menjadi lebih matang dan siap digunakan. Tanda-tanda masa pubertas pada laki-laki dan perempuan berbeda. Tanda laki-laki memasuki masa pubertas, di antaranya mulai tumbuh jakun dan kumis, suara menjadi berat, dada bidang, dan lain-lain. Sedangkan tanda pubertas pada perempuan ditandai dengan mengencangnya payudara, tumbuh rambut di sekitar area intim, menstruasi, dan lain-lain.

Pada masa pubertas tinggi badan anak juga bisa tumbuh signifikan. Pada saat memasuki masa pubertas, tubuh anak harus diberikan asupan makanan yang sehat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Makanan yang dikonsumsi pada masa pubertas sebainya adalah makanan yang mengandung protein, zat besi, kalsium, seng, dan asam folat. Porsi dan pola makan juga harus mulai ekstra diperhatikan saat anak memasuki masa pubertas karena jika tidak dikontrol dengan baik bisa membuat berat tubuh naik secara drastis. Makanan sehat yang bisa dikonsumsi saat anak memasuki masa pubertas dijelaskan sebagai berikut.

  • Makanan Olahan Susu

Makanan olahan susu mengandung kalsium dan vitamin D yang bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan tulang selama masa pubertas. Anak yang memasuki masa pubertas membutuhkan asupan kalsium kurang lebih sebanyak 1.300 mg dan 600 vitamin D. vitamin D berfungsi untuk menyerap kalsium sehingga massa dan pertumbuhan tulang terjaga dengan baik. Anak yang memasuki masa pubertas bisa meminum susu atau makanan olahan susu, seperti keju, yogurt, atau jus.

  • Makanan Mengandung Protein Tinggi

Protein yang terkandung dalam makanan berfungsi untuk memaksimalkan pertumbuhan sel, jaringan, dan otot selama masa pertumbuhan berlangsung. Kebutuhan protein harian pada remaja laki-laki kurang lebih sebanyak 52 gr, sedangkan perempuan membutuhkan 46 gr protein. Asupan protein pada tubuh dapat diperoleh dari daging merah rendah lemak, kacang-kacangan, ikan, seafood, tempe, tahu, dan produk olahan susu.

  • Makanan Mengandung Zat Besi

Makanan mengandung zat besi sangat diperlukan oleh anak saat memasuki masa pubertas, khususnya anak perempuan yang mulai mengalami menstruasi. Oleh karena itu, anak perempuan membutuhkan zat besi harian sekitar 15 mg, sedangkan anak laki-laki 11 mg. Anak perempuan membutuhkan asupan zat besi lebih banyak daripada anak laki-laki karena anak perempuan mengalami menstruasi. Zat besi tersebut bisa membantu mengganti darah yang keluar saat menstruasi menjadi lebih cepat. Makanan mengandung zat besi yang bisa dikonsumsi saat memasuki masa pubertas, di antaranya gandum, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, dan ikan.

  • Lemak Tak Jenuh

Lemak tak jenuh juga dibutuhkan oleh anak saat memasuki masa pubertas. Lemak tak jenuh dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan energi, melarutkan vitamin, dan memaksimal pertumbuhan. Makanan yang bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan lemak tak jenuh, misalnya ikan salmon, minyak zaitun, kacang-kacangan, oatmeal, dan alpukat.

Beberapa makanan tersebut sebaiknya dikonsumsi saat anak memasuki masa pubertas untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan khusus. Selain makanan, jangan lupa untuk olahraga teratur supaya tubuh semakin sehat dan bugar. Masa pubertas adalah masa penting yang dialami oleh setiap manusia karena organ tubuh menjadi lebih matang dan siap digunakan dengan maksimal.