Sering Makan tapi Tetap Kurus? Kok Bisa?

Pernahkah Anda melihat orang yang sering makan atau makan banyak tetapi tetap kurus? Atau pernahkah melihat orang yang sedikit makan tetapi langsung mengalami kenaikan berat badan?

Dua kondisi tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor. Terkadang, orang yang banyak atau sering makan tetapi tetap kurus bisa menimbulkan perasaan “kepingin” karena mereka bisa makan sesuka hati tanpa takut berat badan naik. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak berlaku pada semua orang. Berikut ini dijelaskan beberapa alasan mengapa ada orang yang sering makan tetapi berat badan tidak naik.

  • Faktor Keturunan

Menurut beberapa penelitian, 70% faktor pembentuk berat tubuh adalah genetika atau keturunan. Orang yang tampak selalu langsing meskipun sering makan atau makan dengan porsi banyak bisa saja memiliki gen ectomorph yang bisa membuat orang terlahir dengan tubuh kurus. Oleh karena itu, orang yang memiliki gen kurus bisa membuat tubuh sulit untuk mengalami kenaikan berat badan sehingga awet kurus meskipun makan banyak. Selain itu, faktor keturunan tersebut juga dapat membantu mengontrol nafsu makan dan membuat tubuh lebih cepat kenyang.

  • Sistem Metabolisme Tubuh yang Tinggi

Selain faktor keturunan, faktor yang bisa mempengaruhi terjaganya kelangsingan tubuh meskipun banyak makan adalah metabolisme tubuh yang tinggi. Orang yang memiliki metabolisme tinggi dapat membakar kalori dalam waktu yang relatif cepat sehingga mencegah berat tubuh naik dengan mudahnya. Metabolisme tinggi tersebut juga mampu membakar lemak dengan efektif sehingga tidak menimbulkan timbunan lemak yang memicu kegemukan.

  • Pilihan Jenis Makanan

Pilihan jenis makanan yang dikonsumsi juga bisa mempengaruhi berat dan bentuk tubuh. Orang yang tetap langsing meskipun sering makan kemungkinan memilih makanan yang rendah lemak dan karbohidrat sehingga membuat tubuh tidak mudah gemuk. Oleh karena itu, pilihlah makanan yang sehat supaya berat dan bentuk tubuh terjaga.

  • Aktif Berolahraga

Aktif berolahraga dapat membuat tubuh tidak mudah gemuk meskipun sering makan. Hal ini dapat dilihat pada tubuh olahragawan yang terkadang mengonsumsi makanan dalam porsi banyak tetapi bentuk dan berat tubuh tetap di batas ideal. Olahraga dapat membantu membakar lemak dan kalori serta bisa membantu meningkatkan masa otot sehingga tubuh tidak mudah gemuk.

  • Aktivitas yang Padat

Aktivitas yang padat juga dapat membuat tubuh tidak cepat mengalami kenaikan berat badan meskipun sering makan karena makanan tersebut akan cepat dibakar dan diolah menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh yang padat aktivitas. Kondisi tersebut membuat makanan tidak tertimbun sebagai lemak yang bisa menyebabkan kegemukan. Oleh karena itu, orang yang memiliki kesibukan tinggi terkadang juga membutuhkan asupan energi yang lebih banyak.

  • Tekanan Pikiran atau Stres

Orang yang sering makan tetapi tidak kunjung mengalami kenaikan berat badan juga dapat dipicu oleh stres. Stress atau tekanan pikiran dapat membuat nafsu makan tidak terkontrol dengan baik sehingga tubuh sulit menaikkan berat badan. Kondisi tersebut tidak dapat dibiarkan berlarut-larut karena bisa menyebabkan munculnya penyakit yang lebih serius.

  • Menderita Penyakit Tertentu

Tubuh yang menderita penyakit tertentu, misalnya penyakit kronis, seperti kanker, diabetes, jantung, ginjal, TBC, atau penyakit kronis lain dapat membuat tubuh kesulitan menaikkan berat badan meskipun sudah mengonsumsi makanan yang cukup. Orang yang menderita penyakit tersebut justru cenderung mengalami penurunan berat badan terus menerus. Kondisi tersebut tentunya tidak boleh dibiarkan karena dapat memperparah penyakit yang diderita. Oleh karena itu, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Aktivitas yang Baik Dilakukan Setelah Makan

Makan adalah kegiatan alami dan merupakan kebutuhan dasar biologis manusia untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, makan sangat penting dilakukan dan bisa memberikan manfaat penting untuk kesehatan tubuh. Akan tetapi, manfaat dari makanan tersebut dapat berkurang atau bahkan hilang karena melakukan kesalahan, salah satunya adalah kesalahan melakukan aktivitas setelah makan. Apa yang biasanya Anda lakukan setelah makan turut menentukan proses pecernaan makanan oleh tubuh. Maka dari itu, lakukanlah aktivitas yang tepat supaya makanan dapat dicerna dengan baik dan nutrisi dapat diserap tubuh secara maksimal.

Aktivitas apa yang sebaiknya dilakukan setelah makan?

Berikut ini diuraikan berbagai pilihan aktivitas yang bisa dilakukan setelah makan untuk membantu melancarkan pencernaan dan penyerapan nutrisi.

Duduk atau Berdiri dengan Posisi yang Baik

Setelah selesai makan, hindari duduk atau berdiri dengan posisi membungkuk karena bisa menekan organ tubuh dan menghambat proses pencernaan makanan. oleh karena itu, duduklah atau berdirilah dengan tegap tepat setelah makanan supaya pencernaan dan penyerapan nutrisi bisa berjalan baik.

Berjalan Ringan

Aktivitas lain yang baik dilakukan setelah makan adalah berjalan ringan. Melakukan gerakan ringan saat berjalan kaki dapat membantu melancarkan pencernaan makanan dan bisa membantu menurunkan berat badan berlebih. Berjalan ringan setelah makan juga bisa mengontrol produksi asam lambung sehingga tubuh dapat terhindar dari gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan.

Minum Teh Hijau

Teh hijau yang diminum setalah makan dapat membantu melancarkan proses pencernaan makanan dan mencegah perut begah akibat terlalu kenyang. Teh hijau juga dapat membantu menetralisir atau mengeluarkan racun yang mungkin terkandung dalam makanan sehingga bisa mencegah munculnya penyakit atau gangguan pencernaan.

Minum Teh Jahe

Selain teh hijau, teh jahe juga dipercaya dapat membantu proses pencernaan makanan sehingga cocok diminum setelah makan. Teh jahe dapat membantu mempercepat pergerakan makanan dari lambung menuju usus kecil sehingga makanan dapat dicerna dengan baik oleh tubuh. Selain itu, teh hijau juga bisa merangsang produksi enzim pencernaan serta mencegah terjadinya kram perut dan perut kembung sehingga cocok dikonsumsi setelah makan.

Minum Air Hangat

Air hangat cocok diminum setelah makan bagi Anda yang sedang menjalankan program diet untuk menurunkan berat badan. Air hangat dapat membantu melarutkan dan membakar lemak dari makanan berat yang dikonsumsi saat diet.

Selain beberapa aktivitas tersebut, pastikan untuk tidak langsung melakukan aktivitas yang menguras banyak tenaga tepat setelah makan. Istirahatlah sebentar setelah makan dan berikan jeda kepada tubuh untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi terlebih dahulu sehingga siap untuk diajak kembali beraktivitas. Beristiratlah dengan duduk santai selama kurang lebih 15-20 menit setelah makan untuk memberikan waktu tubuh mencerna makanan. Akan tetapi, jangan sampai tertidur tepat setelah makan karena dapat menimbun lemak yang tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Hindari Kebiasaan ini Setelah Makan: Bahaya

Apa yang biasa Anda lakukan setelah makan?

Menjaga kesehatan tubuh tidak hanya bergantung pada pilihan makanan yang dikonsumsi, tetapi juga dipengaruhi oleh aktivitas yang dilakukan. Tahukah Anda jika ada beberapa aktivitas yang tidak boleh dilakukan setelah? Aktivitas tersebut jika dilakukan tepat setelah makan akan justru lama-kelamaan akan mengganggu kesehatan.

Aktivitas apa saja yang harus dihindari setelah makan?

Berikut diuraikan aktivitas apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan setelah yang diperoleh dari berbagai referensi.

  • Tidur

Tidur yang dilakukan tepat setelah mengonsumsi makanan adalah aktivitas terlarang. Sebaiknya, berikan waktu untuk tubuh mencerna makanan terlebih dahulu kurang lebih selama 2-3 jam sebelum tidur supaya metabolisme tubuh berjalan dengan baik. Makanan yang belum tuntas dicerna saat tidur dapat memicu produksi asam lambung berlebih yang berbahaya untuk kesehatan tubuh dan bisa meningkatkan risiko obesitas.

  • Makan Buah-Buahan

Pernahkah Anda makan buah setelah makan sebagai “pencuci mulut”? Aktivitas tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Buah-buahan termasuk makanan sehat yang kaya akan vitamin dan nutrisi lainnya. Akan tetapi, mengonsumsi buah tepat setelah makan justru tidak baik untuk kesehatan tubuh karena buah akan sulit dicerna. Buah membutuhkan enzim tertentu untuk dicerna tubuh dan sebaiknya dikonsumsi sebelum makan makanan pokok. buah yang dikonsumsi tepat setelah makan kemungkinan akan menimbulkan masalah pencernaan, heartburn, dan masalah kesehatan lain.

  • Olahraga

Setelah makan perut akan terisi dengan makanan. Kondisi tersebut tidak baik digunakan untuk berolahraga karena kemungkinan bisa membuat perut tidak nyaman dan bisa membuat tubuh lesu.

  • Minum Teh

Apakah Anda termasuk orang yang suka minum teh sebagai teman makan? Mulai sekarang sebaiknya Anda kurangi aktivitas tersebut karena minum teh tepat setelah makan ternyata bukan aktivitas yang baik. Teh mengandung asam tannic yang bisa mempengaruhi kandungan protein dan besi pada makanan yang dikonsumsi. Asam tannic pada teh berpotensi menghambat atau bahkan menghentikan penyerapan nutrisi dari makanan yang dibutuhkan tubuh. Sebaiknya, teh diminum 60 menit setelah makan setelah semua makanan dicerna tubuh.

  • Mandi

Mandi yang dilakukan tepat setelah makan dapat menghambat proses pencernaan makanan. Mandi dapat menurunkan suhu tubuh dan aliran darah yang bisa menurunkan energi tubuh, sedangkan setelah makan tubuh memerlukan aliran darah stabil dan energi yang cukup untuk mencerna makanan. usahakan untuk mandi sekitar 45 menit setelah makan untuk memberi waktu kepada tubuh untuk mencerna makanan.

  • Merokok

Bagi perokok, sebaiknya hindari merokok tepat setelah makan. Merokok tepat setelah makan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kanker 10x lipat lebih besar karena satu batang rokok yang dikonsumsi setelah makan mengandung 60 zat karsinogen, meningkat 10 kali lipat. Merokok memang sebenarnya patut dihindari, baik sebelum atau sesudah makan, karena bisa mengganggu kesehatan tubuh.

Makan Siang: Manfaat dan Menu Idealnya

Waktu dan pilihan menu makanan menjadi salah satu penentu kesehatan dan kebugaran tubuh. Makan idealnya dilakukan tiga kali dalam sehari, yakni sarapan, makan siang, dan makan malam. Masuknya makanan dalam tubuh menjadi sumber energi dan nutrisi yang menjadi penunjang kesehatan dan aktivitas tubuh. Selain asupan makanan, pemilihan waktu makan yang tepat juga dapat mempengaruhi kesehatan Anda. Pada siang hari, orang cenderung menomorsekiankan makan siang karena alasan kesibukan, baik sibuk kerja ataupun kuliah. Padahal, pada siang hari tubuh juga memerlukan asupan energi dan nutrisi.

Makan siang merupakan bagian penting dari usaha Anda untuk menjaga kesehatan, apalagi bagi Anda yang memiliki kesibukan tinggi. Waktu ideal makan siang adalah antara pukul 12.00-14.00 atau 4 jam setelah sarapan pagi. Usahakan untuk tidak makan siang melebihi pukul 15.00. Pemilihan waktu makan yang tepat juga sangat penting bagi Anda yang sedang melakukan program diet untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal. Manfaatkan waktu istirahat untuk menyantap makanan lezat dan bergizi seimbang.

Pilihan menu untuk makan siang pun tidak boleh sembarangan. Pada waktu siang sampai sore hari biasanya seseorang memiliki aktivitas yang lebih padat dan sibuk. Oleh karena itu, kelengkapan nutrisi menjadi pertimbangan penting ketika memilih menu untuk makan siang. Perhatikan juga porsi makan siang Anda dan pastikan sesuai dengan jumlah kalori yang dibutuhkan setiap harinya untuk menghindari kegemukan. Berikut ini beberapa pilihan menu makan siang ideal yang bisa Anda konsumsi.

  • Salad, Anda bisa mengombinasikan sayuran segar dan salad untuk makan siang karena makanan tersebut mengandung vitamin dan serat yang bagus untuk tubuh.
  • Sandwich dengan isian ikan dan jamur juga bisa menjadi pilihan karena mengandung protein dan mineral yang bisa menjadi sumber energi harian Anda. Sandwich tidak mengandung kalori berlebih sehingga tidak akan menyebabkan kegemukan.
  • Sup, dalam seporsi sup terdapat berbagai olahan sayuran dan kuah hangat yang bisa memberikan nutrisi sekaligus menyegarkan tubuh.
  • Gado-gado, bagi Anda yang menyukai makanan tradisional, gado-gado cocok dikonsumsi pada hari karena berisi beraneka jenis sayuran dan harganya yang tidak terlalu mahal.
  • Jus atau smoothies, untuk minuman, Anda bisa memilih jus atau smoothies yang menggunakan buah segar karena mengandung serat yang baik untuk pencernaan.
  • Jika Anda tidak memiliki waktu makan yang cukup longgar di siang hari, Anda bisa mengonsumsi beberapa jenis buah-buahan segar untuk memberikan asupan nutrisi untuk tubuh.

Cara mengonsumsi makanan di siang hari juga tidak boleh sembarangan. Sesibuk apapun Anda, usahakan untuk menyantap makanan dengan perlahan supaya perut kenyang lebih lama sehingga menghindarkan Anda dari porsi makan berlebih. Makan siang memiliki manfaat untuk mengembalikan energi tubuh, meningkatkan produktivitas, dan menjaga proses metabolisme agar berlajalan baik. Maka dari itu, jangan lewatkan waktu istirahat siang untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi.