Musim Hujan: Waspadai Munculnya Penyakit Ini

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki dua musim, yakni musim hujan dan musim kemarau. Masing-masing musim tersebut umumnya berlangsung selama enam bulan. Musim hujan terjadi pada bulan Oktober-Maret, sementara musim kemarau terjadi pada bulan April-September. Akan tetapi, waktu berlangsungnya musim tersebut kini bisa berubah karena pengaruh dari perubahan iklim dan pemanasan global. Oleh karena itu, cuaca dan suhu juga bisa berubah sewaktu-waktu.

Musim hujan biasanya ditandai dengan suhu udara yang dingin dan curah hujan yang tinggi. Pada beberapa wilayah, curah hujan tinggi tersebut bisa menyebabkan banjir bandang yang berbahaya sekaligus bisa menjadi wabah menyebarnya penyakit. Genangan atau kubangan air juga lebih sering muncul saat musim dan bisa menjadi sarang nyamuk. Pada musim hujan, Anda perlu melakukan antisipasi supaya tubuh tidak mudah sakit. Berikut ini beberapa penyakit yang sering muncul pada musim hujan yang perlu diwaspadai.

Influenza

Influenza atau lebih dikenal dengan flu merupakan salah satu penyakit yang paling sering muncul saat musim hujan. Flu disebabkan oleh infeksi virus influenza tipe A, B, C, dan D. Virus tersebut bisa mengontaminasi makanan atau udara yang dihirup sehari-hari. Flu biasanya ditandai dengan demam, pusing, sakit tenggorokan, tubuh mudah pegal, hidung berlendir, dan disertai batuk. Flu juga merupakan penyakit yang bisa menular dengan cepat melalui beberapa media, misalnya air liur atau ingus. Oleh karena itu, penderita flu sebaiknya menggunakan masker dan menutup hidung saat bersin supaya tidak menularkan virus influenza pada orang di sekitar. Sementara itu, supaya tidak tertular flu, Anda bisa mengonsumsi makanan atau suplemen yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Diare

Selain influenza, diare juga merupakan penyakit yang diderita banyak orang saat musim hujan. Diare ditandai dengan frekuensi buang air besar yang terlalu dan feses yang terlalu cair. Pada beberapa daerah yang kekurangan pasokan air bersih, diare menjadi salah satu penyakit yang banyak di derita. Diare bisa terjadi karena beberapa sebab, misalnya konsumsi makanan yang tidak tepat, bakteri, kuman, atau parasite lain yang masuk ke saluran pencernaan. Bakteri yang bisa menyebabkan diare, di antaranya E.coli, Salmonella, Cholera, dan Shigella. Bakteri tersebut merupakan bakteri yang sering muncul dan tumbuh di musim hujan. Jika bakteri tersebut mengontaminasi makanan atau tangan, maka kemungkinan bisa masuk saluran pencernaan sehingga menyebabkan diare. Oleh karena itu, pastikan kebersihan makan yang dikonsumsi dan cuci tangan terlebih dahulu sebelum makan.

Demam Berdarah

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit berbahaya yang sering muncul pada saat musim hujan. Pada saat musim hujan, banyak genangan atau kubangan sisa air hujan yang tidak mengalir dengan baik. Genangan air tersebut bisa menjadi sarang jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti, yakni nyamuk pembawa virus demam berdarah. Nyamuk Aedes aegypti akan mudah berkembang biak di tempat yang lembab atau berair sehingga pada musim hujan perkembangbiakan nyamuk tersebut menjadi meningkat. Demam berdarah disebabkan oleh gigitan nyamun Aedes aegypti yang sudah terinfeksi virus. Demam berdarah biasanya ditandai dengan demam naik turun, muncul bintik merah di lengan, sakit di sekujur tubuh, dan gejala lain. Oleh karena itu, Anda perlu membersihkan genangan, got, dan lingkungan sekitar rumah supaya tidak menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti. Selain demam berdarah, penyakit lain yang sering muncul di saat musim huja dan disebabkan oleh infeksi virus dari gigitan nyamuk adalah malaria.

Kulit Gatal

Kulit gatal juga salah satu penyakit kulit yang sering diderita saat musim hujan. Kulit yang gatal biasanya disebabkan oleh cipratan air hujan yang menggenang. Air hujan yang menggenang tersebut menjadi tempat tumbuhnya kuman atau bakteri sehingga jika menempel pada kulit bisa menyebabkan kulit gatal-gatal. Selain itu, bagi daerah yang rawan banjir, kurangnya ketersediaan air bersih juga bisa memicu datangnya penyakit kulit lain, seperti iritasi kulit dan sebagainya.

Selain penyakit tersebut, masih ada beberap penyakit lain yang sering muncul saat musim hujan, di antaranya tifus, leptospirosis, dan infeksi saluran pernapasan akut. Tifus disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella yang mengontaminasi makanan atau minuman yang tidak bersih. Sementara itu, leptospirosis disebabkan oleh infeksi bakteri leptospirosis melalui air yang terkontaminasi urin binatang, misalnya kecoa atau tikus. Maka dari itu, Anda perlu menjaga kebersihan diri, lingkungan, serta bila perlu mengonsumsi makanan atau suplemen yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh supaya tidak mudah terserang penyakit saat musim hujan.

Faktor Eksternal Penyebab Stres

Stres memang sulit dihindari, bahkan sebagian besar manusia pernah mengalami stres dalam hidupnya. Stres menjadikan tubuh dan pikiran menjadi tidak nyaman sehingga akan mengeluarkan gejala fisik, seperti mudah marah, gelisah, panik, pusing, sulit berkonsentrasi, sulit tidur, nafsu makan tidak terkontrol, dan beragam reaksi yang lain. Stres muncul karena adanya beban atau tekanan pikiran atau kebutuhan yang tidak terpenuhi. Stres memang bisa dipicu dari dalam tubuh itu sendiri (internal) dan juga faktor dari luar (eksternal). Faktor internal yang bisa memicu tubuh mengalami stres, di antaranya kepribadian dan kemampuan kognitif karena dua hal tersebut berpengaruh bagaimana seseorang memahami dan meinterpretasikan tekanan yang dialami. Selain faktor internal, stres juga bisa disebabkan oleh faktor eksternal yang bergitu kompleks. Beberapa faktor eksternal yang sering dialami bisa menjadi pemicu seseorang mengalami stres. Berikut ini beberapa faktor eksternal penyebab stres yang patut diwaspadai.

Pekerjaan

Tekanan akibat beban pekerjaan merupakan faktor pemicu stres terbesar yang sering dirasakan oleh masyarakat modern. Tugas dan beban yang diberikan di lingkungan pekerjaan menuntut seseorang untuk bekerja keras, baik fisik maupun pikiran, demi mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan. Terkadang, seseorang mendapatkan tugas pekerjaan yang terlampau banyak dan terlampau berat sehingga bisa membuat pikiran tertekan dan menyebabkan stres. Kegagalan mencapai target yang ditetapkan oleh perusahaan juga bisa memicu seseorang mengalami stres. Pekerjaan yang tidak dikerjakan dengan disiplin juga akan menumpuk dan bisa membuat orang kelelahan hingga mengalami stres. Oleh karena itu, kelola dengan baik pekerjaan Anda supaya bisa diselesaikan bertahap dan tepat waktu sehingga tubuh tidak terlalu kelelahan dan pikiran tidak terlalu terbebani.

Tugas Akademik

Selain para pekerja, stres juga bisa dirasakan oleh pelajar atau mahasiswa. Beberapa tugas akademik, seperti mata pelajaran, mata kuliah, PR, tugas kuliah, praktium, dan berbagai tugas akademik lain bisa memicu pikiran menjadi lelah dan tertekan. Jadwal sekolah, kuliah, dan belajar di rumah yang terlalu padat juga bisa menyebabkan pelajar atau mahasiswa merasa kelelahan. Selain itu, nilai, ujian, dan prestasi yang menjadi tuntutan akademik juga bisa menyebabkan tekanan pikiran yang berujung stres. Maka dari itu, seorang pelajar atau mahasiswa perlu membuat jadwal belajar yang baik dan tidak terlalu padat sehingga tugas-tugas akademik tersebut tidak terlalu menumpuk.

Kehilangan

Orang yang mengalami kehilangan akan cenderung merasa sedih dan tertekan. Kehilangan tersebut bisa berupa kehilangan pekerjaan, sahabat, pasangan hidup, atau adanya anggota keluarga yang meninggal. Rasa sedih yang berlarut-larut akibat kehilangan tersebut bisa membuat seseorang mengalami tekanan dan berujung stres.

Tanggungan Hidup

Di zaman modern ini tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan dan tanggungan hidup menjadi semakin meningkat. Harga bahan pokok atau kebutuhan lain yang semakin mahal bisa menjadikan pikiran tertekan. Selain itu, jumlah kebutuhan hidup yang jumlahnya semakin meningkat, seperti kebutuhan akan gadget, juga membuat seseorang merasa tertekan sehingga bisa berujung stres. Kekuatan finansial yang kurang mapan menyebabkan ada beberapa kebutuhan atau keinginan hidup yang tidak terpenuhi sehingga bisa menyebabkan tekanan pada pikiran. Selain itu, hutang atau kebangkrutan yang dialami oleh seseorang juga bisa menyebabkan stres.

Penyakit Tertentu

Stres juga bisa muncul akibat penyakit fisik yang diderita oleh seseorang. Penyakit yang bisa menyebabkan seseorang mengalami stres adalah penyakit kronis yang parah, misalnya kanker, penyakit jantung, stroke, dan sebagainya. Selain mengganggu kesehatan fisik, penyakit tersebut juga menjadi beban psikologis bagi seseorang. Beberapa orang bahkan merasa takut dan pesimis apakah penyakitnya tersebut bisa disembuhkan atau tidak. Rasa takut dan pesimis tersebut lama-kelamaan akan membuat seseorang merasakan stres. Stres yang dirasakan justru bisa memperburuk kesehatan sehingga penyakit bisa semakin parah. Oleh karena itu, penderita penyakit kronis yang berbahaya sebaiknya juga mendapatkan terapi psikis disamping pengobatan fisik.

Selain beberapa faktor tersebut, masih ada faktor eksternal lain yang menyebabkan stres, di antaranya pertengkaran, perceraian, bahkan faktor yang berasal dari media sosial. Beberapa faktor penyebab stres yang berasal dari media sosial, misalnya cyber bullying dan komentar yang mengandung sarkasme. Selain itu, stres juga bisa muncul akibat ketergantungan, misalnya ketergantungan rokok, obatan-obatan tertentu, bahkan dari ketergantungan gadget atau smartphone.

Gelombang Panas: Pengertian dan Dampaknya bagi Kesehatan

Dikutip dari Wikipedia, gelombang panas atau heatwaves adalah periode lanjutan dari cuaca sangat panas yang diikuti oleh kelambaban tinggi melebihi temperatur dan cuaca normal di suatu wilayah. Gelombang panas menyebabkan cuaca menjadi tidak menentu dan terjadi penyebaran panas yang berlebihan ke berbagai wilayah. Gelombang panas biasanya terjadi pada kurun waktu tertentu. Gelombang panas merupakan bagian dari perubahan iklim yang ekstrem yang bisa berpengaruh pada kesehatan makhluk hidup, termasuk manusia.

Gelombang panas menyebabkan udara menjadi panas menyengat di luar batas normal. Ada beberapa gejala atau kondisi kesehatan yang memburuk akibat terpaan gelombang panas. Berikut ini dijelaskan beberapa gangguan kesehatan yang akibatkan oleh terpaan gelombang panas yang terus-menerus.

Heat Exhaustion

Gelombang panas yang menerpa seseorang dalam jangka waktu yang cukup sering bisa menyebabkan seseorang mengalami heat exhaustion atau kelelahan. Heat exhaustion akibat gelombang panas ditandai dengan gejala pusing, sakit kepala, bahkan pingsang. Heat exhaustion akibat gelombang panas dapat diredakan dengan cara beristirahat, mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung elektrolit untuk mengembalikan cairan tubuh, serta membuat lingkungan sekitar menjadi sejuk dengan menyalakan AC atau penyejuk ruangan yang lain.

Heat Stroke

Gelombang panas yang dirasakan dalam kurun waktu yang sangat lama bisa menyebabkan seseorang mengalami heat stroke karena tubuh tidak sanggup beradaptasi dengan suhu yang terlalu panas. Heat stroke memiliki gejala dan risiko yang lebih parah daripada heat exhaustion. Heat Stroke ditandai dengan kulit yang menjadi kering dan ruam, otot menjadi kram, tubuh menjadi sulit konsentrasi dan mudah kebingungan, serta pingsan. Pada saat orang terserang gelombang panas tubuh akan berkeringat yang akan mudah kering di kulit karena suhu udara yang panas. Proses pengeringan atau penghentian keringat yang terlalu cepat tersebut bisa membuat mengalami heat sroke. Orang yang mengalami heat stroke sebaiknya segera di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan medis.

Pengentalan Darah

Paparan gelombang panas juga bisa menyebabkan tubuh mengalami pengentalan darah. Pengentalan darah dapat terjadi karena serangkaian protein yang terlalu aktif sehingga menyebabkan darah mengental di suatu organ tubuh. Kondisi tersebut bisa membuat pasokan darah ke otak menjadi berkurang sehingga tubuh akan merasa pusing. Saat tubuh terpapar gelombang panas yang terlalu ekstrem tubuh akan mengalihkan sebagian besar darah ke kulit untuk melakukan pendinginan sehingga beberapa organ tubuh lain mengalami kekurangan pasokan darah. Pengentalan darah akibat gelombang panas yang terjadi terlalu sering bisa menimbulkan bahaya yang lebih serius, misalnya kerusakan hati, jantung, sistem pencernaan, bahkan bisa berujung pada kematian. Panas yang terlalu menyengat juga bisa merusak sel-sel tubuh sehingga menimbulkan gangguan pada kesehatan.

Gangguan Berpikir

Gelombang panas yang menerpa tubuh terlalu sering ternyata juga bisa menyebabkan gangguan berpikir. Gelombang panas yang masuk ke dalam ruangan bisa menurunkan keterampilan kognitif seseorang dan bahkan bisa menyebabkan otak mengalami penurunan reaksi dan memori. Gelombang panas juga bisa menyebabkan pasokan darah ke otak menjadi berkurang sehingga otak mengalami penurunan kualitas kerja. Kondisi tersebut jika berlangsung terus-menerus bisa menyebabkan gangguan berpikir pada seseorang.

Gelombang panas bisa menyerang siapa saja dan terjadi dalam waktu yang kurang bisa diprediksi karena perubahan iklim yang tidak menentu. Gelombang panas yang menerpa tubuh terlalu sering bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, jika suhu sedang panas sebaiknya batasi aktivitas yang tidak terlalu penting di luar ruangan dan gunakan pendingin ruangan untuk membuat suhu menjadi lebih sejuk.

Pengaruh Asap Rokok pada Lingkungan

Rokok sebenarnya adalah benda yang memiliki kandungan racun, tetapi biasa dihisap oleh manusia untuk menenangkan pikiran dan berbagai tujuan lain. Perokok aktif saat mengalami peningkatan jumlah yang signifikan. Bertambahnya jumlah perokok tersebut tentu membuat asap rokok yang melayang di udara pun semakin banyak. Asap rokok tidak hanya menjadi racun bagi perokok aktif saja, melainkan juga bisa merugikan orang lain bukan perokok yang terpapar asap rokok tersebut (perokok aktif) dan juga bisa merusak kualitas lingkungan. Ada beberapa dampak yang ditimbulkan oleh asap rokok terhadap kualitas lingkungan. Kualitas lingkungan yang tercemar tentu bisa menjadi sumber penyakit bagi orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Berikut ini beberapa dampak asap rokok terhadap lingkungan yang perlu diketahui.

Menimbulkan Polusi

Rokok mengandung berbagai zat kimia berbahaya, di antaranya karbon monoksida, metana, zat radioaktif, dan lain-lain yang bisa mencemari kualitas udara. Zat tersebut jika sering dikeluarkan oleh orang yang menyulut rokok maka akan menumpuk di udara dan menimbulkan polusi. Udara yang tercemar oleh polusi tersebut tentu menjadi tidak sehat jika dihirup manusia karena bisa saja mengandung radikal bebas yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti kanker. Asap rokok yang terlalu banyak melayang di udara juga bisa merusak atmosfer dan menimbulkan efek rumah kaca sehingga terjadi pemanasan global. Pemanasan global akan memengaruhi suhu, cuaca, dan iklim yang berubah-ubah tidak menentu yang bisa berpengaruh pada kesehatan manusia dan makhluk lainnya. Asap yang dihasilkan dari merokok ternyata bisa berdampak buruk bagi udara dalam jangka panjang yang bisa mencemari dan menganggu kesehatan makhluk hidup.

Mencemari Tanah

Ada beberapa perokok yang tidak tertib dan membuang putung rokok mereka sembarangan. Putung rokok yang terbuang ke tanah bisa mencemari tanah karena sulit diuraikan. Putung rokok membutuhkan waktu sekitar 1,5-2,5 tahun untuk bisa terurai sempurna dalam tanah. Filter rokok yang mengandung selulosa asetat yang bersumber dari plastik bahkan membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk dapat dipecah dan diurai. Selain itu, putung rokok tersebut juga mengandung zat kimia berbahaya yang bisa merusak kualitas tanah. Putung rokok yang menumpuk terlalu banyak di tanah lama-kelamaan akan merusak kesuburan tanah sehingga bisa menghambat pertumbuhan tanaman lain yang tumbuh di tanah.

Mengontaminasi Air

Putung rokok yang dibuang sembarang saat datang hujan akan terbawa arus dan hanyut ke sungai bahkan laut. Selain bisa menyumbat saluran air, putung rokok yang terbawa ke sungai atau laut juga bisa mengontaminasi kualitas air. Putung rokok membutuhkan waktu sekitar 5 tahun untuk bisa terurai dalam air sehingga menjadi tercemar. Kandungan zat kimia berbahaya dalam rokok selain bisa mengontaminasi air juga bisa mengontaminasi ikan, tumbuhan, atau makhluk lain yang hidup dalam ekosistem laut. Kontaminasi yang terjadi dalam jumlah banyak tentu bisa merusah bahkan membuat biota laut tersebut mati. Oleh karena itu, buanglah putung rokok pada tempat sampah khusus yang sudah disediakan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat rokok.

Kebakaran

Tahukah Anda bahwa keteledoran dan sikap apatis terhadap membuang putung rokok sembarangan bisa menyebabkan kebakaran rumah, gedung, hutan, dan lain-lain. Putung rokok yang belum mati sempurna jika dibuang sembarang tentu bisa memercikkan api pada benda di sekitarnya dan bisa memicu terjadinya kebakaran. Sudah ada beberapa peristiwa kebakaran yang diakibatkan oleh pembuangan putung rokok yang belum mati sempurna ke sembarang tempat. Kebakaran akibat putung rokok tersebut tentu bisa menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kerusakan materi, dan juga polusi udara akibat asap kebakaran.

Dampak dari rokok terhadap lingkungan sebaiknya dijadikan perhatian bagi Anda yang masih gemar merokok. Merokok atau tidak merokok memang pilihan pribadi masing-masing orang, Jika Anda termasuk perokok aktif, maka bijaklah saat merokok. Jangan merokok di tempat umum atau ruang publik serta matikan dan buanglah putung rokok di tempat sampah yang sudah disediakan agar tidak mencemari lingkungan.

Sanitasi: Pengertian dan Fungsinya Bagi Kesehatan

Pernahkah Anda mendengarkan istilah “sanitasi”?

Saat terdengar istilah tersebut, yang terlintas di benak seseorang biasanya adalah saluran pembuangan. Benarkah sanitasi adalah saluran pembuangan? Berikut penjelasannya

Pengertian

Ada beberapa pendapat mengenai pengertian sanitasi yang bisa dijadikan bahan rujukan. Menurut Departemen Kesehatan RI (2004) sanitasi diartikan sebagai upaya kesehatan dengan cara memelihara dan menjaga kebersihan lingkungan dari subjeknya. Sanitasi dapat diwujudkan melalui penyediaan air bersih untuk keperluan mencuci tangan atau pakaian, penyediaan tempat sampah sebagai tempat pembuangan sisa makanan atau barang yang tidak terpakai, dan sebagainya. Sementara itu, WHO mendefinisikan sanitasi sebagai penyediaan sarana dan pelayanan pembuangan limbah kotoran manusia, seperti urin dan feses. Berdasarkan dua pendapat tersebut, sanitasi dapat diartikan sebagai upaya penyediaan sarana pembuangan limbah untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Lingkungan yang mempunyai sanitasi yang baik akan menjadi bersih dan terhindar dari tumbuh serta berkembangnya kuman atau bakteri yang bisa menyebabkan berbagai penyakit. Sanitasi yang baik juga bisa mencegah manusia bersentuhan langsung dengan limbah atau sampah sehingga bisa membantu menjaga kebersihan dan kesehatan manusia itu sendiri.

Fungsi

Selain untuk menjaga kebersihan lingkungan, sanitasi juga memiliki fungsi yang berguna untuk menjaga kesehatan manusia. Salah satu fungsi penting sanitasi bagi kesehatan adalah untuk mengurangi pertumbuhan bakteri dan penyebaran penyakit. Limbah atau bahan buangan, baik dari tubuh manusia, sampah pabrik atau rumah tangga, dan lainnya, berpotensi untuk menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya mikrobiologi atau zat-zat kimia yang bisa menjadi penyebab munculnya penyakit tertentu. Bahan buangan yang bisa menjadi sarang pemicu penyakit tersebut, di antaranya tinja dan urin dari manusia atau binatang, air cucian, air sisa mandi, sampah rumah tangga, limbah pabrik, atau limbah pertanian. Oleh karena itu, buatlah sanitasi yang memadai dan bersih, yakni WC, toilet, kamar mandi, tangki septik, selokan, dan lain sebagainya. Selain itu, pastikan mencuci tangan dengan bersih supaya bakteri dari buangan tersebut tidak menempel di tangan karena bisa berpotensi masuk ke dalam tubuh dan mengganggu kesehatan.

Selain untuk mencegah pertumbuhan mikroba dan zat kimia, sarana sanitasi juga bisa mencegah menyebarnya penyakit menular. Sarana sanitasi yang kurang baik dan memadai bisa memicu penyebaran penyakit, seperti diare atau kolera. Penyebaran atau penularan penyakit tersebut terjadi melalui jalur 5F, yakni fluids (air), fields (tanah), files (lalat), fingers (jari tangan), dan foods (makanan). Untuk mencegah penularan penyakit tersebut, maka buatlah sanitasi yang baik dan bersih untuk BAB, mencuci tangan, mandi, dan buang sampah. Bangunlah kamar mandi dan WC yang mempunyai saluran pembuangan yang lancar dan tidak mudah mampet serta sediakanlah tempat sampah supaya sampah tidak berceceran yang dihinggapi lalat. Jangan lupa mencuci tangan dengan bersih, terutama sebelum makan, untuk menghindari terkena penyakit menular yang bisa menyebar melalui makanan dan jari tangan.

Mari Jaga dan Kenali Fungsi Hutan untuk Kesehatan

Sering sekali terdengar slogan bahwa “hutan adalah paru-paru dunia”. Slogan tersebut secara tidak langsung menyatakan bahwa hutan memiliki peran penting bagi kehidupan manusia, layaknya pentingnya paru-paru dalam tubuh. Hutan menjadi tempat hidup berbagai tumbuhan dan hewan yang bisa menjaga ekosistem alam tetap seimbang. Jika ada bagian dari hutan yang rusak, maka dapat berakibat pula pada kerusakan lingkungan. Hutan yang pohon-pohonnya ditebang dan menjadi gundul bisa menjadi pemicu terjadinya banjir karena tidak adanya pohon besar yang menyerap air hujan yang turun ke bumi. Tumbuhan dalam hutan juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan udara yang menjadi sumber oksigen bagi manusia. Oleh karena itu, hutan perlu dijaga kelestarian dan kesuburannya untuk membantu menciptakan lingkungan yang seimbang dan sehat.

Selain berpengaruh pada keseimbangan ekosistem dan lingkungan, keberadaan hutan yang subur juga berpengaruh pada kesehatan manusia. Dalam hutan hidup berbagai tumbuhan dan hewan yang bisa membantu kebutuhan hidup manusia. Hutan yang tidak dijaga dengan baik dan dibiarkan gundul juga bisa memicu terjadinya pemanasan global yang berdampak buruk pada kesehatan manusia. Fungsi untuk kesehatan manusia lebih lengkapnya dijelaskan sebagai berikut.

  • Penyedia Oksigen

Pohon yang tumbuh rimbun dan menjulang di hutan bisa menjadi sumber oksigen terbesar untuk mencukupi kebutuhan oksigen manusia dan hewan. Pohon berdaun hijau yang tumbuh subur di hutan akan melakukan proses fotosintesis yang akan menghasilkan okseigen yang menjadi kebutuhan manusia secara alamiah. Oleh karena itu, hutan mendapatkan julukan sebagai “paru-paru dunia”.

  • Penyerap Karbon

Selain sebagai penyedia oksigen, hutan juga berperan sebagai penyerap karbon yang dikeluarkan oleh manusia, asap kendaraan, pabrik, dan lain-lain sehingga udara yang ada di bumi bisa tetap bersih dan sehat jika dihirup manusia. Daun dan bagian lain dari tumbuhan yang hidup di hutan akan menyerap karbon dan menyimpannya dalam daun, batang, atau akar dalam waktu yang cukup lama, berkisar antara ratusan hingga ribuan tahun. Daun pada tumbuhan yang hidup di hutan juga bisa mengolah karbon monoksida menjadi oksigen melalui proses fotosintesis yang bisa dimanfaatkan kembali oleh manusia untuk bernapas.

  • Sumber Air

Akar dari pohon yang tumbuh di hutan mampu menyerap dan menyimpan air dalam jumlah yang besar. Penyerapan air dalam pohon tersebut juga akan menghasilkan sumber mata air yang sehat karena air akan disaring secara alami. Oleh karena itu, orang-orang yang tinggal di sekitar hutan akan tetap mendapatkan asupan air bersih walaupun musim berganti-ganti. Selain bisa menjadi sumber air, pohon yang tumbuh di hutan juga bisa menyerap air hujan untuk mencegah terjadinya banjir bandang atau longsor yang bisa membahayakan manusia dan makhluk hidup yang lain.

  • Mengatur Suhu dan Iklim

Hutan memang dikenal sebagai pengendali suhu dan iklim yang ada di suatu negara. Pada saat pergantian musim, keberadaan pohon yang tumbuh subur di hutan bisa menyesuaikan tingkat suhu supaya tetap normal. Kondisi tersebut bisa mencegah terjadinya perubahan suhu atau iklim yang terlalu ekstrem. Perubahan suhu atau iklim yang terlalu ekstrem tentu saja bisa berpengaruh pada kesehatan manusia.

  • Tempat Olahraga

Kondisi alam yang asri dan sejuk, menjadikan hutan sebagai tempat untuk melakukan olahraga yang bisa membantu menjaga kesehatan. Olahraga yang umum dilakukan di hutan, misalnya hiking, bersepeda, dan berkemah. Udara yang minim polusi dan udara yang sejuk dalam hutan bisa membuat tubuh mendapatkan asupan oksigen yang berkualitas saat berolahraga di hutan. Akan tetapi, pastikan keamanan sebelum berolahraga karena di hutan juga terkadang hidup hewan buas yang bisa saja mengancam Anda.

Pemanasan Global: Apa Pengaruhnya Bagi Kesehatan?

Pemanasan global atau yang juga disebut sebagai global warming merupakan suatu proses meningkatnya suhu daratan bumi, atmosfer, dan laut. Pemanasan global bisa disebabkan oleh aktivitas manusia yang bisa menimbulkan efek rumah kaca, sehingga gas CO2 dipantulkan kembali ke bumi. Pemanasan global juga berdampak pada perubahan lingkungan, misalnya perubahan cuaca yang terlalu ekstrem, perubahan suhu dan cuaca, munculnya kembali penyakit lama yang sudah hilang, perubahan musim yang tidak menentu, kekeringan, bahkan mencairnya gletser di kutub utara dan selatan bumi. Perubahan kondisi lingkungan akibat pemanasan global tersebut tentu bisa mempengaruhi kesehatan manusia.

Perubahan cuaca yang ekstrem, kadang pagi bisa sedingin es dan siang matahari begitu terik bisa berpengaruh pada kerja sistem kekebalan tubuh. Selain itu, suhu bumi yang terus menerus meningkat juga bisa menyebabkan polusi dan radikal bebas berkeliaran dan bisa menyebabkan penyakit pada tubuh manusia. Apa saja pengaruh pemanasan global pada kesehatan manusia? Berikut ulasannya.

  1. Perubahan Suhu yang Ekstrem

Perubahan suhu yang ekstrem akibat pemanasan global bisa mengganggu kesehatan tubuh. Sinar matahari yang terlalu terik bisa merusak lapisan kulit dan menyebabkan kulit mengalami sunburn bahkan iritasi. Suhu yang terlalu panas tersebut juga bisa membuat sakit kepala atau pusing yang jika berlangsung berlarut-larut bisa meningkatkan risiko tubuh terkena stroke. Selain itu, sinar matahari yang terlalu terik juga bisa mengganggu kesehatan mata dan menyebabkan katarak. Oleh karena itu, gunakan tabir surya, topi, atau kaca mata untuk mencegah tubuh terpapar sinar matahari yang terlalu terik.

  1. Tubuh Lebih Mudah Mengalami Alergi

Perubahan suhu yang menjadi terlalu panas dan meningkatnya kadar CO2 karena pemanasan global bisa membuat tubuh lebih mudah mengalami alergi. Kondisi tersebut bisa meningkatkan reaksi pollen yang bisa menimbulkan alergi pada tubuh. Suhu dan terik matahari yang terlalu panas juga bisa meningkatkan sensitivitas tubuh sehingga tubuh lebih mudah mengalami alergi.

  1. Bakteri Terus Berkembang

Suhu laut yang terlalu tinggi bisa memicu pertumbuhan dan perkembangan bakteri yang berbaghaya bagi tubuh. Bakteri tersebut bisa terus berkembang karena air laut yang ditinggali terpapar debu yang bisa meningkatkan kadar besi dalam air laut sehingga bakteri mudah berkembang. Air laut yang terkontaminasi tersebut bisa memicu pertumbuhan vibrio yang merupakan bakteri laut penyebab gastreoenteritis dan penyakit menular lainnya.

  1. Munculnya Penyakit Menular

Pemanasan global juga bisa memicu munculnya berbagai penyakit menular, seperti malaria, antrax, flu, hepatitis, dan penyakit menular yang lain. Peningkatan suhu dan curah hujan yang tidak menentu bisa menyebabkan bekteri penyebab penyakit menular tumbuh dengan pesat. Suhu dan curah hujan yang tinggi juga bisa menjadi media penularan penyakit, bisa melalui angin, serangga, atau air. Oleh karena itu, konsumsi makanan sehat, olahraga teratur, istirahat cukup, dan bila perlu konsumsi suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh supaya tidak mudah tertular penyakit. Selain itu, pastikan juga menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk menekan pertumbuhan bakteri penyebab penyakit yang bisa membahayakan kesehatan Anda.

  1. Meningkatnya Polusi Udara

Bumi yang mengalami pemanasan atau peningkatan suhu bisa meningkatkan jumlah polusi di udara akibat dari debu, asap kendaraan, atau asap pabrik industri. Polusi udara yang meningkat dan jika terhirup terus-menerus oleh manusia bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Polusi udara bisa mengganggu sistem pernapasan karena banyaknya kotoran yang terhirup sehingga bisa memicu risiko tubuh terkena sesak napas, asma, atau gangguan saluran pernapasan yang lain. Udara yang kotor yang terhirup dan masuk ke organ pernapasan juga bisa dialirkan ke jantung sehingga bisa mengganggu kesehatan jantung pula. Oleh karena itu, saat suhu meningkat dan lingkungan menjadi berdebu sebaiknya Anda gunakan masker untuk meminimalisir udara kotor yang terhirup tubuh.

Desain Rumah untuk Iklim Tropis

Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di dekat dengan garis khatulistiwa sehingga memiliki iklim tropis. Negara beriklim tropis mempunya 2 musim, yakni musim hujan dan musim kemarau. Negara iklim tropis mendapatkan sinar matahari terus menerus hingga sepanjang tahun hampir selama 12 jam. Sinar matahari tersebut menyebabkan suhu udara dan kelembapan di negara tropis menjadi tinggi sehingga cuacanya cenderung panas. Selain itu, pada musim hujan negara tropis juga memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Perubahan cuaca yang cukup ekstrem pada dua musim tersebut mempengaruhi bagaimana merangcang rumah yang bisa beradaptasi pada dua cuaca tersebut. Oleh karena itu, hunian atau rumah di iklim tropis sebaiknya memiliki desain khusus yang bisa membuat nyaman penghuninya. Berikut ini ada beberapa konsep yang perlu diperhatikan saat Anda ingin merancang rumah di negara iklim tropis.

  • Terapkan Konsep Open Space

Rumah di iklim tropis sebaiknya dirancang dengan konsep open space yakni rumah yang memiliki banyak bukaan. Bukaan pada rumah tersebut berfungsi untuk mengatur sirkulasi udara dan kelembapan udara di dalam rumah dapat stabil meskipun terjadi perubahan suhu dan cuaca akibat dari perubahan musim. Bukaan pada rumah tropis tersebut membuat ruang gerak penghuninya menjadi lebih leluasa.

  • Ketinggian Atap Rumah

Ketinggian atap rumah di iklim tropis perlu sangat diperhatikan. Usahakan untuk merancang atap dengan ketinggian yang cukup supaya udara di dalam rumah tidak terlalu panas saat musim kemarau. Selain itu, atap yang tinggi juga bisa melancarkan aliran air hujan yang turun pada saat musim hujan. Oleh karena itu, bangunlah atap dengan ketinggian cukup supaya rumah menjadi nyaman dan suhu udara pun stabil.

  • Sirkulasi Udara

Kelancaran sirkulasi pada rumah di iklim tropis menjadi pertimbangan penting. Usahakan untuk membuat jendela atau ventilasi yang bisa membuat angin atau udara keluar masuk lebih lancar. Selain itu, jika masih ada lahan kosong Anda bisa menambahkan kolam renang atau tanaman sebagai kantung udara sehingga pada saat musim kemarau udara yang mengalir di rumah pun tetap sejuk secara alami.

  • Taman

Halaman atau tanah kosong di sekitar rumah dapat dijadikan sebagai taman yang dihiasi dengan berbagai tanaman hijau yang cantik. Tanaman yang ditanam di sekitar rumah tersebut dapat membantu menyuplai oksigen dan kesejukan pada saat musim kemarau. Sementara itu, pada saat musim hujan tanaman tersebut dapat menghalau angin kencang supaya tidak langsung menerpa rumah Anda. Dengan begitu rumah nyaman dan aman baik saat musin kemarau maupun musim hujan. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan tananam hias dengan konsep tanaman vertikal atau tanaman gantung untuk menambah kesan asri pada rumah Anda.

  • Pencahayaan

Pencahayaan rumah di iklim tropis dapat memanfaatkan desain interior dan jendela. Pilihlah desain interior rumah dengan warna cerah, seperti putih, biru, dan sebagainya, supaya rumah terkesan terang dan ceria. Pastikan juga untuk membuat jendela supaya sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah sehingga rumah mendapat pencahayaan alami yang cukup. Pemasangan jendela dan pilihan warna cat tersebut juga bisa membantu menghemat listrik Anda di siang hari karena rumah bisa tetap terang tanpa harus menyalakan lampu. Pencahayaan rumah yang cukup juga mampu membuat penglihatan mata menjadi stabil.

Pilihan desain tersebut dapat menjadi pertimbangan saat ingin membangun rumah di iklim tropis supaya rumah nyaman dan tentunya sehat untuk ditinggali. Udara, suhu, dan cuaca di iklim tropis juga dapat berpengaruh pada kesehatan penduduknya sehingga dengan merancang rumah yang tepat bisa membantu menjaga kesehatan tubuh karena rumah adalah lingkungan terdekat yang berpengaruh pada kesehatan penghuninya.

Cara Membasmi Tikus di Rumah

Tikus dapat di hidup hampir di mana saja, termasuk di rumah. Kehadiran tikus di rumah tentu bisa membuat rumah menjadi mudah kotor dan membuat penghuni rumah geli. Tikus yang berkeliaran di rumah juga bisa membawa kotoran berupa kuman atau bakteri yang jika dibiarkan tentu saja dapat membuat rumah menjadi kotor dan tidak nyaman ditinggali. Oleh karena itu, sebaiknya segera basmi tikus-tikus yang berkeliaran di rumah demi menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal Anda.

Bagian rumah yang sering menjadi tempat bersarangnya tikus adalah tempat yang banyak air dan ada cukup makanana, misalnya dapur, got, loteng, basement, gudang, dan bagian rumah yang lain. Membasmi tikus yang berkeliaran di rumahkan memang tidak mudah. Terkadang saat satu tikus pergi, kemudian datang lagi gerombolan tikus yang lain sehingga rumah bisa menjadi kotor. Berikut ini diuraikan beberapa bahan dan cara yang bisa dilakukan supaya tikus-tikus di rumah segera angkat kaki.

  • Lada

Bau menyengat dari lada dapat dimanfaatkan untuk mengusir tikus dari rumah. Cukup taburkan lada di bagian-bagian rumah yang kemungkinan menjadi tempat bersarang atau keluar masuknya tikus. Pastikan Anda membersihkan tempat tersebut terlebih dahulu sebelum ditaburi bubuk lada.

  • Daun Salam

Daun salam bisa menjadi racun alami yang bisa membasmi tikus di area rumah Anda. Letakkan daun salam di sekitar lubang tempat keluar masuknya tikus, maka perlahan-lahan tikus akan kabur dari rumah. Daun salam tersebut jika dimakan tikus dapat membuat tikus mati sehingga ampuh digunakan sebagai racun alami.

  • Bawang Putih

Bawang putih adalah bahan makanan yang tidak disukai tikus dari mengeluarkan bau yang menyengat. Bawang putih dapat diiris menjadi beberapa bagian kemudian letakkan di bagian rumah yang menjadi sarang tikus. Saat aroma bawang putih tersebut tercium oleh tikus, maka tikus-tikus tersebut akan pergi dari rumah Anda.

  • Cuka

Selain beberapa bahan tersebut, cuka juga bisa bahan yang ampuh untuk mengusir tikus. Carilah sudut atau bagian dalam rumah yang kemungkinan menjadi tempat keluar masuknya tikus ke dalam rumah. Kemudian, bersihkan tempat-tempat tersebut dari segala jenis kotoran menggunakan cuka lalu bersihkan dengan air bersih. Siapkan bola-bola kapas sejumlah lubang atau bagian rumah yang kemungkinan menjadi tempat keluar masuknya tikus. Lumuri bola kapas tersebut menggunakan cuka lalu letakkan di lubang-lubang yang sudah ditentukan sebelumnya. Setelah beberapa hari, periksalah bola-bola kapas tersebut. Jika bola kapas sudah kering dan sudah tidak berbau cuka, sebaiknya segera diganti dengan bola kapas yang baru dan sudah dilumuri cuka. Metode bisa dinilai cukup ampuh mengusir tikus dan mencegah tikus kembali berkeliaran di rumah Anda.

  • Kamper

Kamper atau kapur barus juga merupakan bahan yang cukup ampuh untuk mengusir tikus. Wangi yang timbul dari kamper tersebut tidak disukai tikus sehingga bisa membuat tikus pergi dari rumah. Bersihkan rumah atau bagian rumah yang biasa menjadi sarang terlebih dahulu kemudian taburi dengan bubuk kamper. Anda juga bisa menambah potongan daun sirsak pada bagian rumah yang sudah ditaburi kamper tersebut. Bau dari kamper dan daun sirsak tersebut tidak disukai oleh tikus sehingga tikus akan pergi dari rumah Anda.

  • Memelihara Kucinga di Rumah

Cara lain yang cukup ampuh untuk mengusir tikus dari rumah adalah dengan memelihar kucing. Sudah umum diketahui bahwa tikus takut terhadap kucing karena tikus bisa menjadi santapan empuk bagi kucing. Kucing memiliki indra penciuman yang tajam sehingga bisa mengetahui tempat di mana tikus bersembunyi. Hanya dengan mendengar suara kucing, tikus biasanya akan kabur dari rumah. Oleh karena itu, memelihara kucing di rumag bisa membuat rumah terbebas dari tikus-tikus yang membandel. Akan tetapi, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan kucing-kucing yang dipelihara tersebut.

Selain beberapa cara tersebut, cara yang paling ampuh untuk mencegah datangnya tikus ke rumah adalah dengan membersihkan rumah secara rutin. Jangan biarkan rumah berantakan dan ada sisa makanan yang berserakan karena bisa memicu datangnya tikus ke rumah Anda. Setelah itu, Anda bisa menggunakan pengharum ruangan karena tikus tidak menyukai bau wangi sehingga bisa mencegahnya masuk ke dalam rumah.

Bahaya Sampah Plastik

Kantung plastik memang cukup sering digunakan seseorang untuk berbagai keperluan, misalnya untuk membawa belanjaan, membaca buku, atau membawa barang-barang yang lain. Mini market atau super market pun sering memberikan kantung plastik sebagai wadah belanjaan yang dibeli sehingga bekas kantung plastik semakin menumpuk. Ternyata penumpukan sampah kantung plastik tersebut bisa berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, saat banyak dilakukan kampanye untuk mengurangi penggunaan kantung plastik oleh beberapa komunitas atau peorangan. Kampanye tersebut mengajak masyarakat agar mengurangi penggunaan kantung plastik dan menggantinya dengan menggunakan kantung berbahan kertas atau kain yang bisa digunakan berulang kali.

Anda pun disaran untuk tidak terlalu sering menggunakan kantung plastik saat berbelanja karena bisa membuat sampah plastik di rumah semakin menumpuk. Berikut dijelaskan beberapa bahaya dari sampah plastik yang bisa dijadikan pertimbangan supaya Anda mau beralih menggunakan kantung yang lebih ramah lingkungan.

Sulit Terurai

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sampah kantung plastik sangat diuraikan. Butuh waktu sekitar lebih dari 100 tahun agar sampah kantung plastik terurai sempurna. Bahkan ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa sampah kantung membutuhkan waktu sekitar 1000 tahun untuk bisa terurai. Kondisi sampah yang sulit terurai tersebut dapat terus menumpuk hingga bisa menjadi tempat tumbuhnya bakteri jahat dan mengeluarkan zat berbahaya yang bisa mencemari lingkungan.

Mencemari Tanah

Sampah kantung plastik yang terus menumpuk dan sulit terurai dapat mencemari tanah. Kandungan zat kimia yang ada pada kantung plastik yang tertimbun di tanah lama-kelamaan akan mengurangi kesuburan tanah. Zat kimia tersebut juga bisa membuat pengurai sampah terbunuh yang juga bisa membuat kesuburan tanah berkurang.

Mencemari Udara

Karena sifatnya yang lama terurai, biasanya orang-orang akan memutuskan untuk membakar sampah kantung plastik tersebut dan bisa menimbulkan pencemaran udara. Asap yang dihasilkan dari pembakaran kantung plastik ternyata mengandung zat berbahaya yang jika dihirup manusia dapat mengganggu kesehatan. Pembakaran sampah kantung plastik yang tidak sempurna juga dapat mengelurakan zat dioksin yang terurai ke udara. Zat dioksin tersebut sangat berbahaya jika dihirup manusia karena memicu munculnya penyakit kanker, pembengkakan hati, hepatitis, gangguan sistem saraf, dan penyakit lainnya.

Menimbulkan Banjir

Sampah plastik yang dibuang ke sungai dapat menghambat aliran air di sungai dan menyumbat tanggul sehingga bisa memicu terjadinya banjir bandang saat hujan deras. Banjir bandang yang terjadi dapat membuat orang yang hidup di sekitar sungai menjadi kesulitan untuk mendapatkan air bersih serta bisa menimbulkan penyakit, seperti diare serta gatal dan iritasi kulit. Sampah plastik yang dibuang ke waduk juga bisa merusak turbin. Selain itu, sampah plastik yang dibuang ke laut dan sungai juga bisa mencemari kebersihan dan kesehatan air serta bisa mengancam nyawa binatang atau tumbuhan yang ada di laut dan sungai. Jika air sungai dan air laut tercemar, maka dapat pula mengganggu kesehatan manusia karena penggunaan air pada dua sumber tersebut dapat memicu munculnya berbagai penyakit.

Memicu Perubahan Iklim

Pembakaran sampah kantung plastik ternyata juga bisa menjadi pemicu terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global. Asap hasil pembakaran sampah plastik dapat meningkat kemungkinan terjadinya efek rumah kaca sehingga dapat memicu pemanasan global. Setelah itu, pemanasan global dapat mengakibatkan perubahan iklim dan perubahan cuaca ektrem yang bisa mengganggu kesehatan manusia.