Tips Cegah Pikun pada Lansia

Pikun atau yang dalam istilah medis disebut demensia merupakan kondisi tubuh yang mengalami gangguan daya ingat. Selain itu, pikun juga ditandai dengan gejala menurunnya kemampuan berpikir dan memahami sesuatu serta menurunnya kecerdasan mental. Pikun bisa menyerang siapa saja dan dari kalangan usia berapapun. Pikun lebih rentang terjadi pada lansia (orang lanjut usia) karena saat menginjak masa lansia ada beberapa organ tubuh yang mengalami penurunan fungsi sehingga asupan nutrisi ke otak juga kemungkinan bisa berkurang.

Pikun atau demensia yang terjadi pada lansia sebenarnya tidak bisa dianggap wajar karena pikun bukan merupakan bagian normal dari proses penuaan. Pikun disebabkan oleh rusaknya sel-sel otak yang membuat komunikasi antarsel menjadi terganggu. Pikun yang dianggap wajar dan dibiarkan berlarut-larut dapat meningkatkan risiko Alzheimer yang mengakibatkan memori menjadi hilang, kesulitan mengatasi masalah, bahkan kesulitan berkomunikasi. Pikun yang dialami oleh lansia juga biasanya diiringi dengan emosi yang tidak terkontrol, mudah marah, stres, dan kesulitan bersosialisasi sehingga bisa menganggu aktivitas. Oleh karena itu, pikun harus dicegah sedini mungkin, apalagi pada orang yang akan atau memasuki usia lanjut. Berikut ini dijelaskan beberapa tips cegah pikun pada lansia yang bisa menjadi referensi untuk Anda.

  • Melakukan Pola Hidup Sehat

Cara yang pertama dan utama untuk mencegah pikun adalah dengan menjalankan pola hidup sehat. Pola hidup dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan sehat cukup gizi, olahraga teratur, dan istirahat cukup. Makanan sehat yang disarankan adalah makanan yang mengandung nutrisi untuk otak, seperti omega 3 dan vitamin, misalnya ikan salmon, ikan tuna, kacang-kacangan, buah, sayur, beras merah, oatmeal, dan lain-lain. Orang yang akan dan atau memasuki usia lanjut disarankan untuk mengurangi asupan alkohol atau rokok karena bisa berperan memicu timbulnya pikun.

  • Melakukan Permainan Memori

Untuk melatih daya ingat, orang yang akan dana tau memasuki usia lanjut sebaiknya juga diajak melakukan permainan memori di waktu senggang, misalnya bermain catur, teka-teki silang, dan lain-lain. Permainan tersebut selain bisa membuat suanana hati menjadi senang, juga bisa melatih keterampilan dalam berpikir untuk memecahkan masalah. Dengan begitu, kemampuan dan kesehatan otak bisa terjaga dengan baik. Selain mengajak bermain, ajaklah lansia untuk bersosialisasi dengan orang-orang sekitar untuk meningkatkan keterampilan otak, khususnya keterampilan untuk berkomunikasi.

  • Membaca atau Menulis

Membaca atau menulis ternyata juga bisa membantu mencegah pikun pada lansia. Membaca dan menulis bisa merangsang aktivitas sel otak sehingga keterampilan otak juga terjaga. Ajari orang tua untuk gemar membaca, misalnya membaca koran di pagi hari, majalah, atau buku-buku hiburan untuk membantu menjaga keterampilan otak. Selain itu, ajari orang tua untuk menulis, misalnya menulis buku harian atau menulis kegiatan sehari-hari untuk membantu menjaga daya ingat tetap berjalan baik.

  • Menjaga Kepala dari Benturan

Orang yang sudah menginjak usia lanjut biasanya rentan mengalami jatuh atau terpeleset yang bisa menyebabkan tubuh mengalami benturan, termasuk kepala. Orang tua yang mengalami benturan kepala bisa meningkatkan risiko terjadinya pikun karena bisa menimbulkan cidera otak. Untuk itu, kontrol dengan baik aktivitas harian untuk menjaga kepala mengalami benturan.

  • Melakukan Aktivitas Fisik dan Spiritual

Ada beberapa orang yang karena kondisi tubuh tidak sebugar pada masa produktif menjadikannya alasan untuk malas beraktivitas. Tubuh yang terlalu banyak beristirahat dan kurang melakukan aktivitas fisik tentu bisa berpengaruh pada kemampuan otak. Oleh karena itu, ajari orang tua untuk selalu melakukan aktivitas fisik atau ajaklah berolahraga ringan setiap pagi. Selain aktivitas fisik, orang tua juga harus rutin melakukan aktivitas spiritual. Aktivitas spiritual yang baik bisa mengurangi stres yang bisa memicu timbulnya gangguan mental sehingga bisa menyebabkan pikun atau demensia.

Pola Makan Tepat untuk Jaga Kesehatan Lansia

Orang lanjut usia atau lansia adalah orang yang berusia 60 tahun ke atas. Tidak semua manusia bisa mengalami masa lansia ini. Kesehatan tubuh lansia perlu diperhatikan khusus karena pada usia lanjut tersebut ada beberapa organ tubuh yang mengalami penurunan fungsi. Konsumsi makanan yang sehat dan tepat dapat menjadi pilihan utama untuk menjaga kesehatan lansia. Asupan makanan sehat dan tepat tersebut juga bisa membantu mencegah muncul berbagai penyakit komplikasi yang bisa menyerang lansia. Berikut ini diuraikan pola makan tepat untuk jaga kesehatan lansia yang diperoleh dari berbagai referensi.

  • Perhatikan Kebutuhan Kalori

Kebutuhan kalori harian bisa berbeda pada rentang usia, berat badan, tinggi badan, dan jenis kelamin manusia. Untuk itu, ketahui dan perhatikan kebutuhan kalori lansia terlebih dahulu sebelum memilih menu makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Lansia biasanya memiliki kebutuhan kalori harian lebih sedikit daripada orang yang masih produktif karena aktivitas lansia juga ikut berkurang. Walaupun kebutuhan jumlah kalori harian menurun, tetapi kebutuhan nutrisi tetap sama. Oleh karena itu, pilihlah makanan yang mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh dengan jumlah kalori sesuai kebutuhan dan aktivitas yang dilakukan lansia.

  • Minum Air Putih dengan Cukup

Jangan lupa untuk mengonsumsi air putih dengan cukup pada lansia. Konsumsi air putih yang cukup bisa membantu menjaga kadar cairan tubuh tetap stabil. Lansia biasanya rentan mengalami dehidrasi, sehingga Anda perlu memerhatikan kecukupan air putih yang diminum. Asupan cairan tubuh sebenarnya tidak hanya dapat diperoleh dari air putih, tetapi juga dari makanan yang banyak mengandung air, misalnya sup atau buah yang banyak mengandung air, seperti semangka. Kebutuhan cairan yang terpenuhi bisa membantu menghidrasi lansia sehingga tubuh menjadi segar dan tidak mudah lemas.

  • Pilih Makanan Gizi Seimbang

Pilihan makanan sangat penting diperhatikan untuk menjaga kesehatan lansia. Pilihlah makanan yang mengandung gizi seimbang, yakni karbohidrat, vitamin, mineral, protein, serta lemak supaya bisa mencukupi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Bahan makanan sehat yang bisa dikonsumsi lansia di antaranya, roti gandum, oatmeal, atau beras merah untuk memberi asupan karbohidrat. Sementara itu, sumber protein dapat diperoleh dari susu rendah lemak, kedelai, atau ikan. Sumber vitamin dan mineral dapat diperoleh dari sayuran hijau dan buah, seperti bayam, brokoli, kangkung, pepaya, jeruk, apel, dan lain-lain. Nutrisi penting yang juga harus dikonsumsi lansia adalah kalsium. Kalsium bermanfaat untuk menjaga kekuatan dan kepadatan tulang lansia agar terhindar dari osteoporosis serta mencegah gigi cepat omponh. Kebutuhan kalsium untuk lansia dapat diperoleh dari susu, yogurt, almon, ikan, dan sayuran. Lansia juga membutuhkan asupan lemak sehat yang dapat diperoleh dari kacang-kacangan. Padu-padankan bahan makanan tersebut menjadi menu harian yang kreatif dan variatif. Sebaiknya olah makanan tersebut menjadi menu yang mudah dikunyah, terutama pada lansia yang giginya sudah mulai tanggal. Selain memperhatikan pilihan makanan, jangan lupa untuk memperhatikan porsi makan lansia, agar tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit untuk membantu menyetabilkan berat badan lansia.

  • Kurangi Konsumsi Makanan Manis dan Mengandung Garam

Lansia dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan yang manis atau mengandung gula karena bisa meningkatkan kolesterol yang berujung meningkatkan potensi terkena penyakit. Makanan asin atau makanan mengandung garam juga perlu dibatasi untuk mencegah ginjal bekerja terlalu keras dan mencegah tekanan darah terlalu tinggi. Dua jenis makanan tersebut bukannya dilarang sama sekali, tetapi sebaiknya konsumsinya dikurangi untuk membantu menjaga kesehatan di usia lanjut.

Varian Olahraga yang Cocok untuk Lansia

Kapan seseorang masuk dalam kategori usia lanjut? Seseorang dikatakan lanjut usia atau lansia ketika memasuki usia di atas 60 tahun. Lansia sendiri diartikan sebagai tahap akhir perkembangan daur kehidupan yang ditandai dengan menurunnya kesehatan fisik dan keterampilan otak. Perlu diketahui bahwa tidak semua manusia dapat hidup sampai pada usia lansia, maka dari itu hidup sampai lansia bisa dikatakan sebagai kesempatan emas. Seseorang yang memasuki usia lanjut membutuhkan perawatan khusus agar bisa menikmati masa tua dengan bahagia.

Bagi lansia, menjaga tubuh agar tetap bugar menjadi penting mengingat bahwa pada usia tersebut kesehatan fisik cenderung menurun. Maka dari itu, selain asupan makanan bergizi, lansia juga perlu melakukan olahraga fisik secara teratur. Tidak semua jenis olahraga dapat dilakukan oleh lansia karena adanya penurunan fungsi organ tubuh pada usia lanjut. Berikut ini dipaparkan beberapa jenis olahraga yang cocok untuk usia lanjut supaya kebugaran tubuh tetap terjaga.

  • Jalan Kaki

Jalan kaki adalah jenis olahraga ringan dan mudah dilakukan sehingga cocok untuk orang lansia. Jalan kaki dapat menjadi media untuk melatih otat dan tulang agar dapat bergerak secara aktif. Selain itu, bagi lansia, jalan kaki juga berfungsi untuk membakar kalori. Sebelum jalan kaki, sebaiknya perhatikan juga rute yang akan ditempuh, misalnya pilihlah rute yang datar dan tidak terlalu menanjak agar memudahkan pergerakan lansia. Jika lansia rutin jalan kaki beberapa kali dalam seminggu, maka dapat memperkuat tulang dan massa otot serta menyehatkan jantung dan paru-paru.

  • Senam

Senam juga dapat menjadi pilihan olahraga yang tepat untuk orang lansia. Senam dapat menyetabilkan denyut jantung sehingga peredaran darah dapat berjalan lancar. Senam yang cocok untuk lansia adalah senam yang tidak terlalu banyak gerakan dinamis dan cepat mengingat bahwa kondisi fisik lansia sudah tidak sebugar anak muda.

  • Berenang

Berenang adalah salah jenis olahraga yang sebenarnya cocok untuk semua usia, oleh karena itu jenis olahraga ini juga bisa dipraktikkan oleh para lansia. Pada olahraga renang minim ditemukan cidera fisik dan benturan. Pada saat berenang, hampir semua bagian tubuh bergerak sehingga cocok untuk menyehatkan sendi. Berenang secara rutin dapat membantu menguatkan otot jantung dan paru-paru bagi para lansia.

  • Yoga

Yoga juga bisa menjadi olahraga pilihan untuk para lansia. Usahakan memilih yoga dengan gerakan sederhana, tanpa harus meliuk-liukkan badan karena kondisi fisik lansia tidak selentur seperti saat usia produktif. Yoga lebih berfungsi untuk mengatur pernapasan lansia dan melakukan peregangan tubuh. Dengan melakukan yoga, lansia dapat melatih diri agar lebih tenang dan bisa mengontrol emosi.

 

Beberapa pilihan olahraga tersebut memiliki manfaat penting untuk lansia, yakni untuk mencegah timbulnya masalah persendian, mencegah penyakit jantung dan Alzheimer, meningkatkan sistem imun, serta untuk mengontrol emosi. Jadi, olahraga itu penting dilakukan pada usia berapa pun. Akan tetapi, jangan lupa untuk memilih jenis olahraga yang cocok untuk usia dan kondisi tubuh agar Anda dapat merasakan kebugaran dan kesehatan jangka panjang.