Suka Mandi Air Hangat? Ini Manfaatnya

Mandi merupakan kegiatan penting untuk membersihkan diri. Setelah seharian beraktivitas, tubuh akan beringat dan kemungkinan ada kotoran atau bakteri di tubuh pakaian, sehingga mandi menjadi kegiatan penting untuk membersihkan tubuh. Selain bermanfaat untuk menjaga kebersihan, mandi juga bisa menjaga kecantikan kulit agar tetap cerah. Mandi juga bisa memberikan efek segar sehingga terasa lebih fresh setelah lelah beraktivitas.

Manfaat mandi tersebut bisa dirasakan jika dilakukan pada kondisi dan waktu yang tepat. Ada dua jenis air yang biasa digunakan untuk mandi, yakni air dingin dan air hangat. Dua jenis mandi tersebut sama-sama memiliki manfaat dan efek samping tertentu jika dilakukan terlalu sering atau jika dilakukan pada kondisi yang tidak tepat. Sebagian orang ada yang suka mandi dengan air hangat karena bisa memberikan efek ketenangan sehingga tubuh lebih rileks. Air hangat juga biasa digunakan untuk mandi saat cuaca sedang dingin. Air hangat dipercaya bisa membantu membunuh bakteri di tubuh lebih efektif dan melancarkan sirkulasi darah. Oleh karena itu, banyak orang yang suka mandi atau berendam di air hangat. Air hangat bisa memberikan manfaat bagi tubuh seseorang jika dilakukan dengan cukup, artinya dilakukan tidak terlalu sering. Berikut beberapa manfaat mandi dengan air hangat yang bisa dirasakan tubuh.

Mengeluarkan Racun

Air hangat memang sudah dikenal biasa membantu mengeluarkan racun dari tubuh. Selain minum air putih hangat, mandi dengan air hangat juga bisa memperlancar proses detoksifikasi. Air hangat akan meningkatkan sirkulasi sistem getah bening sehingga tubuh akan berkeringat. Keringat tersebut akan dikeluarkan dari tubuh bersamaan dengan racun, bakteri, atau mikroorganisme lain yang ada dalam tubuh.

Melembabkan Kulit

Mandi air hangat juga bisa membantu melembabkan kulit. Air hangat akan membantu pori-pori kulit terbuka lebih lebar sehingga kotoran atau minyak berlebih yang ada dalam kulit bisa keluar lebih lancar. Dengan begitu, kulit akan terasa lebih lembab dan kenyal. Akan tetapi, jika dilakukan terlalu sering atau air yang digunakan suhunya terlalu tinggi, mandi air hangat justru bisa menyebabkan kulit menjadi kering karena minyak alami kulit yang keluar terlalu banyak.

Membantu Mengatasi Iritasi Kulit

Bagi beberapa orang yang mengalami gatal kulit, mandi atau berendam di air hangat biasa membantu mencegah datangnya iritasi. Air hangat dapat dicampur dengan bubuk oatmeal koloid yang bermanfaat untuk menjaga kelembapan kulit dan mengurangi atau mencegah iritasi. Air hangat juga bisa membantu mengobati iritasi yang disertai radang pada kulit yang luka.

Meredakan Stres

Mandi atau berendam dengan air tenang ternyata juga bisa membantu meredakan stres. Air bisa membantu merelaksasi otot dan pikiran sehingga bisa membuat tubuh merasa lebih tenang. Oleh karena itu, setelah Anda melakukan aktivitas padat dan melelahkan disarankan untuk mandi dengan air hangat supaya tubuh bisa relaksasi. Mandi air hangat juga bisa membantu tidur menjadi lebih nyenyak sehingga tubuh bisa beristirahat dengan kualitas yang baik. Kondisi tersebut bisa membantu mencegah atau mengobati stres yang diakibatkan oleh tekanan pikiran atau pekerjaan.

Meredakan Nyeri Otot

Mandi air hangat biasa dilakukan setelah tubuh melakukan banyak aktivitas karena dipercaya bisa membantu mencegah atau meredakan nyeri otot. Air hangat bisa melancarkan aliran darah sehingga otot yang lelah dan pegal bisa berelaksasi dan beristirahat. Anda juga bisa menambahkan garam epson dalam air hangat karena bisa lebih efektif menyembuhkan peradangan pada sendi atau otot.

Manfaat tersebut bisa dirasakan jika air hangat yang digunakan untuk mandi tidak terlalu panas, yakni berkisar 40 derajat celcius. Mandi atau berendam di air hangat sebaiknya juga dilakukan pada waktu yang tidak terlalu lama, yakni sekitar 10-15 menit, apalagi bagi orang yang memiliki gejala atau riwayat penyakit jantung jika mandi air hangat tidak lebih dari 5-10 menit. Air yang digunakan juga tidak boleh terlalu panas melebihi suhu normal karena justru bisa membuat kulit kering, terbakar, bahkan iritasi.

Sanitasi: Pengertian dan Fungsinya Bagi Kesehatan

Pernahkah Anda mendengarkan istilah “sanitasi”?

Saat terdengar istilah tersebut, yang terlintas di benak seseorang biasanya adalah saluran pembuangan. Benarkah sanitasi adalah saluran pembuangan? Berikut penjelasannya

Pengertian

Ada beberapa pendapat mengenai pengertian sanitasi yang bisa dijadikan bahan rujukan. Menurut Departemen Kesehatan RI (2004) sanitasi diartikan sebagai upaya kesehatan dengan cara memelihara dan menjaga kebersihan lingkungan dari subjeknya. Sanitasi dapat diwujudkan melalui penyediaan air bersih untuk keperluan mencuci tangan atau pakaian, penyediaan tempat sampah sebagai tempat pembuangan sisa makanan atau barang yang tidak terpakai, dan sebagainya. Sementara itu, WHO mendefinisikan sanitasi sebagai penyediaan sarana dan pelayanan pembuangan limbah kotoran manusia, seperti urin dan feses. Berdasarkan dua pendapat tersebut, sanitasi dapat diartikan sebagai upaya penyediaan sarana pembuangan limbah untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Lingkungan yang mempunyai sanitasi yang baik akan menjadi bersih dan terhindar dari tumbuh serta berkembangnya kuman atau bakteri yang bisa menyebabkan berbagai penyakit. Sanitasi yang baik juga bisa mencegah manusia bersentuhan langsung dengan limbah atau sampah sehingga bisa membantu menjaga kebersihan dan kesehatan manusia itu sendiri.

Fungsi

Selain untuk menjaga kebersihan lingkungan, sanitasi juga memiliki fungsi yang berguna untuk menjaga kesehatan manusia. Salah satu fungsi penting sanitasi bagi kesehatan adalah untuk mengurangi pertumbuhan bakteri dan penyebaran penyakit. Limbah atau bahan buangan, baik dari tubuh manusia, sampah pabrik atau rumah tangga, dan lainnya, berpotensi untuk menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya mikrobiologi atau zat-zat kimia yang bisa menjadi penyebab munculnya penyakit tertentu. Bahan buangan yang bisa menjadi sarang pemicu penyakit tersebut, di antaranya tinja dan urin dari manusia atau binatang, air cucian, air sisa mandi, sampah rumah tangga, limbah pabrik, atau limbah pertanian. Oleh karena itu, buatlah sanitasi yang memadai dan bersih, yakni WC, toilet, kamar mandi, tangki septik, selokan, dan lain sebagainya. Selain itu, pastikan mencuci tangan dengan bersih supaya bakteri dari buangan tersebut tidak menempel di tangan karena bisa berpotensi masuk ke dalam tubuh dan mengganggu kesehatan.

Selain untuk mencegah pertumbuhan mikroba dan zat kimia, sarana sanitasi juga bisa mencegah menyebarnya penyakit menular. Sarana sanitasi yang kurang baik dan memadai bisa memicu penyebaran penyakit, seperti diare atau kolera. Penyebaran atau penularan penyakit tersebut terjadi melalui jalur 5F, yakni fluids (air), fields (tanah), files (lalat), fingers (jari tangan), dan foods (makanan). Untuk mencegah penularan penyakit tersebut, maka buatlah sanitasi yang baik dan bersih untuk BAB, mencuci tangan, mandi, dan buang sampah. Bangunlah kamar mandi dan WC yang mempunyai saluran pembuangan yang lancar dan tidak mudah mampet serta sediakanlah tempat sampah supaya sampah tidak berceceran yang dihinggapi lalat. Jangan lupa mencuci tangan dengan bersih, terutama sebelum makan, untuk menghindari terkena penyakit menular yang bisa menyebar melalui makanan dan jari tangan.

Jaga Kebersihan dan Kesehatan Saat Menstruasi: Begini Caranya

Menstruasi atau haid dialami oleh hampir semua wanita pada setiap bulannya. Pada saat menstruasi, tubuh akan meluruhkan sel telur dalam rahim yang tidak terbuahi dalam bentuk darah dan lendir. Menstruasi tersebut bisa terjadi antara 1-15 hari. Pada saat menstruasi, perempuan akan mengalami perubahan fisik dan psikis, seperti nyeri di perut, punggung sakit, mudah berkeringat, emosi yang tidak terkontrol, dan sebagainya. Kondisi tersebut tentu bisa menimbulkan rasa yang kurang nyaman jika tidak dikelola dengan baik.

Perubahan kondisi fisik ataupun psikis pada wanita yang sedang menstruasi perlu disikapi dengan khusus supaya tidak mengganggu aktivitas dan kesehatan. Darah dan lendir yang dikeluarkan dan produksi keringat yang meningkat saat menstruasi harus diperhatikan supaya tidak membuat badan menjadi kotor dan dikhawatirkan bisa mengganggu kesehatan. Menjaga kesehatan saat menstruasi bisa dilakukan dengan memastikan tubuh tetap bersih. Kebersihan dan kesehatan saat menstruasi perlu dijaga dengan baik agar tidak mengganggu kondisi tubuh. Berikut ini beberapa langkah yang bisa membantu menjaga kesehatan tubuh saat mengalami menstruasi.

Ganti Pembalut Secara Rutin

Pembalut memang dibutuhkan saat menstruasi untuk membantu menyerap darah yang keluar dari organ kewanitaan. Saat menstruasi, organ kewanitaan menjadi lebih lembab dari biasanya. Maka dari itu, pilihlah pembalut yang mengandung antiseptik supaya bisa mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur di area kewanitaan. Pembalut yang digunakan terlalu lama juga bisa menjadi tempat pertumbuhan jamur dan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi. Gantilah pembalut secara rutin, kurang lebih sebanyak 3-5 kali sehari, atau sesuaikan dengan banyaknya darah yang keluar setiap harinya. Jangan lupa bersihkan area kewanitaan terlebih dahulu sebelum mengganti pembalut. Selain pembalut, rutinlah mengganti celana dalam agar tubuh tetap bersih dan nyaman.

Bersihkan Area Kewanitaan dengan Tepat

Kebersihan area kewanitaan sangat penting untuk dijaga, terutama pada saat menstruasi, karena area kewanitaan menjadi lebih lembab. Membersihkan area kewanitaan yang tepat dilakukan dengan air bersih yang mengalir dan gosokan tangan. Hindari menggunakan sabun atau produk pembersih lainnya karena dikhawatirkan bisa mengganggu keseimbangan flora di area kewanitaan. Bersihkan area kewanitaan dari depan ke belakang agar bakteri atau kotoran tidak masuk ke dalam vagina. Bersihkan area kewanitaan dengan teratur, khususnya sebelum mengganti pembalut. Pastikan untuk membersihkan dengan seksama karena darah yang keluar tidak hanya menempel di pembalut, tetapi juga bisa menempel dan mengering di bibir vagina. Area kewanitaan yang bersih bisa mencegah berkembangnya jamur dan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi.

Gunakan Pakaian yang Nyaman

Pakaian yang nyaman pada saat mentruasi bisa membantu menekan produksi keringat yang berlebih. Pilihlah pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat supaya kulit tidak terlalu lembab dan gerah. Hindari menggunakan celana yang ketat saat menstruasi karena bisa menambah kelembapan di area kewanitaan.

Mandi

Produksi keringat berlebih saat menstruasi bisa membuat tubuh menjadi mudah kotor dan bau. Maka dari itu, mandilah dengan teratur untuk membersihkan dan menyegarkan tubuh. Mandi yang teratur bisa membantu membersihkan bakteri atau kotoran yang menempel di tubuh setelah seharian beraktivitas. Usahakan untuk mandi dengan air hangat pada sore hari untuk membantu merelaksasi tubuh dan meredakan serta mencegah terjadinya kram perut.

Kontrol Makanan yang Dikonsumsi

Pilihan makanan yang dikonsumsi saat menstruasi juga berpengaruh pada kesehatan tubuh. Kurangi konsumsi garam atau makanan mengandung garam saat menstruasi karena bisa menyebabkan perut kembung. Hindari juga mengonsumsi daging merah karena bisa memicu nyeri perut dan pendarahan yang berlebihan.

Olahraga

Olahraga saat menstruasi bisa membantu melenturkan otot saat menstruasi, termasuk otot perut, yang bisa membantu mencegah terjadinya kram perut. Olahraga yang bisa dilakukan saat menstruasi, misalnya yoga, karena bisa membantu melancarkan aliran darah serta mengurangi nyeri di perut.

Gosok Gigi yang Benar: Begini Caranya

Gosok gigi adalah salah satu cara menjaga gigi dan mulut tetap bersih dan sehat. Karena fungsinya yang begitu vital tersebut, gosok gigi haruslah dilakukan dengan benar supaya gigi dan mulut bersih merata. Gosok gigi yang tidak tepat tidak dapat menjangkau sisa makanan yang ada di sela-sela gigi sehingga kebersihan gigi dan mulut kurang maksimal. Gosok gigi yang kurang benar juga dapat membuat gusi luka bahkan berdarah sehingga bisa memicu terjadinya infeksi. Oleh karena ini simaklah uraian mengenai langkah-langkah gosok gigi yang tepat sebagai berikut.

  1. Pilih Sikat dan Pasta Gigi yang Tepat

Sebelum Anda gosok gigi, pastikan sikat dan pasta gigi yang digunakan sudah tepat. Sikat gigi berfungsi untuk menyikat permukaan gigi dan mengangkat sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi. Pilihlah sikat gigi yang memiliki ujung kepala kecil supaya lebih leluasa bergerak saat digunakan. Sikat gigi dengan gagang yang melengkung juga dapat membantu sikat masuk lebih dalam ke mulut sehingga bisa menjangkau gigi bagian belakang. Pilihlah sikat gigi dengan bulu yang lembut supaya tidak melukai gusi dan gigi saat digunakan. Jangan lupa untuk mengganti sikat gigi minimal 3-4 bulan sekali agar tidak terjadi penumpukan kuman atau bakteri pada sikat. Pastikan untuk menggunakan sikat gigi untuk diri sendiri serta jangan meminjamkannya kepada orang atau meminjam sikat gigi ke orang lain. Usahakan untuk membasuh sikat gigi dengan air mengalir terlebih dahulu sebelum digunakan.

Selain sikat gigi, pemilihan pasta gigi yang tepat juga bisa membuat kebersihan mulut dan gigi terjaga lebih maksimal. Pilihlah pasta gigi yang mengandung zat yang bisa membersihkan plak dan bisa mencegah gigi berlubang. Pastikan juga untuk memilih pasta gigi yang mengandung antibakteri supaya bakteri yang mungkin menempel di gigi dapat dibasmi dengan optimal. Selain itu, pilihlah pasta gigi yang tidak mengandung banyak detergen karena justru bisa merusak lapisan gigi Anda. Jika Anda penderita gigi sensitif, pilihlah pasta gigi khusus untuk gigi sensitif supaya bisa meredakan ngilu yang timbul saat gigi disikat. Selain itu, pilih pasta gigi khusus untuk anak Anda dan jangan berikan pasta gigi orang dewasa untuk anak-anak.

  1. Pilih Waktu Tepat untuk Gosok Gigi

Waktu yang tepat untuk menggosok gigi adalah setelah makan dan sebelum tidur, minimal 2x dalam sehari. Gosok gigi secara rutin dan teratur pada waktu tersebut dapat membuat gigi bersih dan tidak mudah ditumbuhi bakteri yang bisa menyebabkan masalah gigi, seperti gigi berlubang atau gigi keropos.

  1. Perhatikan Durasi Menggosok Gigi

Jangan menggosok gigi terlalu lama dan jangan menggosok gigi terlalu cepat. Oleh karena itu, perhatikan durasi gosok gigi yang bisa dilakukan. Gosok gigi idealnya dilakukan selama 2-3 menit dalam sekali menggosok gigi. Gosok gigi yang terlalu terburu dapat membuat sisa makanan yang berada di sela-sela gigi tidak bisa dibersihkan maksimal sehingga gigi dan mulut kurang bersih. Sikat gigi terlalu lama juga dapat merusak lapisan gigi karena terlalu lama bersentuhan dengan bahan kimia yang terkandung dalam pasta gigi.

  1. Gosok Gigi dengan Teknik yang Tepat

Bagian penting untuk gosok gigi dengan tepat adalah teknik menggosok gigi. Mulailah gosok gigi dari bagian geraham atas atau gigi belakang salah satu sisi mulut dengan gerakan melingkar dari atas ke bawah selama 20 detik untuk setiap bagian. Kemudian, lanjutkan menggosok sampai ke gigi yang dekat dengan pipi serta lidah dan gigi bagian depan. Gosok permukaan gigi dengan merata, baik bagian depan, belakang, atas, atau bawah supaya sisa makanan yang menempel bisa terangkat maksimal. Lalukan gerakan berulang sebanyak 2-3 kali pada setiap bagian gigi yang digosok. Hindari menggosok gigi dengan gerakan kiri-kanan karena dapat merusak lapisan gigi. Gunakan bagian belakang sikat untuk menggosok lidah supaya bakteri yang menempel pada lidah juga ikut hilang. Setelah itu, berkumurlah dengan air bersih sampai sisa pasta gigi hilang menyeluruh. Jangan menggosok gigi terlalu keras atau memberikan tekanan lebih karena bisa merusak lapisan gigi dan mulukai gusi yang bisa menjadi pemicu terjadinya gigi sensitif.

  1. Berkumur dengan Mouthwash

Untuk mendapatkan kebersihan gigi dan mulut yang lebih maksimal, Anda juga bisa menggunakan mouthwash untuk berkumur setelah selesai menggosok gigi. Mouthwash dapat membantu membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi yang tidak terjangkau oleh sikat gigi. Oleh karena itu, penggunaan mouthwash dapat membantu gigi dan mulut bersih sempurna. Pilihlah mouthwash yang mengandung alkohol, astrigents, fluoride, antilaque, dan memiliki aroma harum untuk membantu membunuh bakteri yang tidak bisa dihilangkan oleh sikat gigi dan membuat bau mulut lebih segar.

Jurus Jitu Mengatasi Bau Mulut

Bau mulut merupakan masalah kesehatan mulut yang bisa membuat diri sendiri ataupun orang yang berada di sekitar menjadi kurang nyaman. Bau mulut dapat menurunkan kepercayaan diri seseorang saat berbicara. Oleh karena itu, bau mulut sebaiknya segera diatasi, tentunya dengan cara yang aman. Bau mulut dapat dialami oleh setiap orang yang tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan benar. Bau mulut dapat pula disebabkan oleh penumpukan karang gigi, gigi berlubang, atau akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang memiliki bau menyengat, misalnya jengkol, petai, bawang putih, dan jenis makanan yang lain.

Cara untuk mengatasi bau mulut yang utama dan pertama adalah rajin membersihkan gigi dengan teratur. Akan tetapi, gosok gigi saja kadang kurang handal untuk mengatasi bau mulut sehingga perlu cara tambahan. Sebagian orang dapat melakukan flossing atau berkumur dengan mouthwash untuk membantu membersihkan gigi dan mulut lebih maksimal. Selain dengan cara tersebut, bau mulut juga didapat diatasi dengan memanfaatkan bahan alami sebagai berikut.

  1. Air Putih

Minum air putih secukupnya setiap hari dapat menghidrasi tubuh dan mencegah mulut menjadi kering. Mulut yang terlalu kering tersebut dapat memicu munculnya bau yang kurang sedap dari mulut. Minum air putih juga dapat membantu menghilangkan bakteri dari mulut sehingga mulut menjadi bersih dan bau napas menjadi normal.

  1. Kayu Manis

Kandungan senyawa cinnamic aldehyde yang merupakan jenis minyak esensial alami dapat membantu mengatasi bau mulut yang kurang sedap sekaligus bisa membunuh bakteri dalam mulut. Rebus beberapa batang kayu manis dengan 500 ml air sampai mendidih dan berubah warna menjadi coklat pekat. Saring larutan tersebut lalu gunakan untuk berkumur setelah gosok gigi sebanyak 1-2 kali sehari.

  1. Lemon

Lemon dapat membantu mengurangi atau bahkan menghilangkan bau mulut yang kurang sedap. Kandungan vitamin C pada lemon dapat membantu menjaga kebersihan gigi dan mulut. Lemon juga mengandung asam yang bisa membunuh bakteri penyebab bau mulut dan mengatasi mulut kering dengan merangsang produksi air liur. Peras setengah buah lemon lalu campur dengan air hangat sampai gelas penuh. Gunakan larutan tersebut untuk berkumur untuk menghidari bau mulut.

  1. Teh Hijau

Teh hijau mengandung senyawa polifenol, yakni catechin, yang dapat membantu mengatasi bau mulut jika teh hijau tersebut dikonsumsi secara rutin. Teh hijau juga dapat membantu membasmi bakteri penyebab bau mulut sehingga mulut menjadi lebih bersih dan segar.

  1. Apel

Mengonsumsi buah apel ternyata bisa membantu membersihkan mulut dan gigi. Serat yang terkandung dalam apel bisa membantu membersihkan sisa-sisa makanan yang terselip dalam sela-sela gigi sehingga mulut menjadi lebih bersih dan napas menjadi segar. Kandungan serat dalam apel juga dapat merangsang produksi air liur sehingga mulut tidak kering dan tetap lembab. Kunyah apel secara perlahan supaya serat-seratnya bisa membersihkan sela-sela gigi. Apel aman dikonsumsi setiap hari sehingga bisa membantu menjaga kebersihan mulut dan gigi lebih maksimal.

Bebaskan Rumah dari Kecoa

Kecoa yang berkeliaran di rumah kadang dapat membuat geli dan bisa menimbulkan kesan rumah yang kotor. Kecoa yang berkeliaran di rumah juga dapat merusak lapisan dinding, dapat mengotori makanan, bahkan bisa menyebarkan kuman di lantai atau lingkungan rumah Anda. Oleh karena itu, segera basmi kecoa dalam rumah supaya rumah menjadi bersih dan nyaman untuk ditinggali.

Kecoa bisa masuk bahkan tinggal di rumah disebabkan oleh lingkungan sekitar yang tidak bersih. Kecoa juga bisa masuk ke dalam rumah melalui pipa saluran pembuangan air, maka dari itu seringkali di temukan kecoa berkeliaran di kamar mandi. Makanan yang diletakkan tanpa tutup juga bisa menjadi pemicu masuknya kecoa ke dalam rumah. Kecoa yang sudah terlanjur masuk ke dalam rumah biasa sulit diusir keluar dan bisa berkembang biak dengan cepat. Kecoa yang berlalu lalang di rumah tentu dapat mencemari kebersihan rumah dan kemungkinan dapat meninggalkan bakter. Oleh karena itu, diperlukan cara-cara khusus untuk mengusir atau bahkan mencegah masuknya kecoa ke dalam rumah.

Berikut ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengusir atau mencegah kecoa supaya tidak berkeliaran di dalam rumah. Anda juga bisa memanfaatkan bahan-bahan alami untuk mengusir kecoa dengan cepat dari rumah.

  • Bersihkan Lantai dengan Rutin

Cara paling sederhana yang bisa mencegah atau mengusir kecoa dari dalam rumah adalah dengan membersihkan lantai secara rutin. Remahan atau sisa-sisa makanan yang berserakan di lantai bisa menjadi pemicu datangnya kecoa. Saat Anda mengepel pastikan tidak berlebihan menggunakan air karena air tersebut bisa mengalir ke tempat bersarangnya kecoa dan justru bisa diminum kecoa untuk bertahan hidup. Gunakan cairan khusus untuk mengepel lantai supaya bisa menghasilkan kebersihan lantai yang maksimal. Selain lantai, pastikan Anda juga membersihkan bagian lain dalam rumah, seperti dapur, kamar mandi, dan kamar tidur, supaya tidak kotor dan berantakan. Rumah yang bau, kotor, dan berantakan bisa menjadi pemicu masuknya kecoa.

  • Buang Sampah secata Teratur

Sampah yang menumpuk bisa menjadi sumber bakteri sekaligus bisa menjadi tempat bersarangnya kecoa. Oleh karena itu, buanglah sampah secara teratur dan cuci tempat sampah sampai bersih lalu keringkan. Usahakan untuk menutup tempat sampah dengan rapat supaya kecoa tidak bisa masuk ke dalamnya.

  • Gunakan Obat Pengusir Kecoa

Obat yang bisa mengusir atau membasmi kecoa adalah obat yang mengandung insektisida. Pada dasarnya, kecoa adalah serangga yang tahan terhadap pestisida sehingga Anda perlu memilih pestisida yang benar-benar ampuh membasmi kecoa. Pilih obat pembasmi yang mengandung siflutrin sebagai bahan aktif. Kemudian, semprotkan larutan obat tersebut ke sarang kecoa atau tempat-tempat yang mungkin dihuni kecoa. Jauhkan obat pengusir kecoa dari jangkauan anak-anak karena obat tersebut berbahaya jika tertelan manusia. Usahakan untuk cuci tangan dengan bersih setelah menggunakan obat tersebut untuk menyemprot kecoa.

  • Buat Obat Pengusir Kecoa dari Bahan Alami
Daun Salam

Daun salam dapat dimanfaatkan untuk membantu mengusir kecoa dari dalam rumah. Letakkan seikat daun salam di dekat lubang atau retakan tempat kecoa bersarang atau tempat-tempat yang mungkin dilalui kecoa. Seikat daun salam tersebut juga bisa diletakkan di rak buku karena kecoa biasanya juga bersarang di antara buku-buku.

Lemon

Lemon juga bisa digunakan untuk membasmi kecoa karena mengandung senyawa antipathogenic yang bisa mencegah pertumbuhan bakteri. Bau lemon juga tidak disukai kecoa sehingga bisa mencegah masuknya kecoa ke dalam rumah. Peras lemon kemudian campurkan pada air untuk mengepel lantai. Larutan lemon tersebut dapat membantu membunuh bakteri yang menempel di lantai dan mengusir kecoa dari rumah.

Lada

Lada juga bisa dimanfaatkan untuk mengusir kecoa. Campurkan lada dengan bawang putih dan bawang Bombay kemudian haluskan dan tambahkan 1 liter air. Larutan tersebut dapat dicampurkan pada air untuk mengepel lantai atau disemprotkan langsung ke bagian-bagian rumah yang dihuni kecoa. Bau dari larutan tersebut tidak disukai kecoa sehingga bisa membuat kecoa keluar dari rumah. Jika kurang ampuh, tambahkan sabun pada larutan tersebut untuk membantu membasmi kecoa.

Cegah Perkembangbiakan Nyamuk dengan Cara Ini!

Mengapa perkembangbiakan nyamuk di lingkungan tempat tinggal harus dicegah?

Perkembangbiakan nyamuk di sekitar lingkungan kita perlu dicegah dan diberantas karena bisa menjadi sumber penyakit. Lingkungan yang menjadi sarang nyamuk dapat memiliki kemungkinan menjadi tempat berkembangnya nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah atau nyamuk anopheles penyebab penyakit malaria. Untuk itu, sangat penting sekali menjaga lingkungan tetap bersih agar nyamuk-nyamuk tersebut tidak bersarang di sana.

Berdasarkan uraian tersebut, jika ada nyamuk yang bersarang di sekitar lingkungan sebaiknya segera dibasmi supaya terhindari dari berbagai penyakit akibat nyamuk. Berikut ini diuraikan cara untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk supaya lingkungan lebih bersih dan sehat.

  • Hilangkan Genangan Air

Air yang menggenang pada tempat-tempat yang gelap dapat menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk. Hilangkan atau kosongkan air dalam wadah yang dapat menampung air kemudian tutup wadah tersebut dengan rapat. Selain itu, tempat menggenangnya air di kebun atau area sekitar rumah Anda juga perlu dikosongkan, seperti tempat sampah, ban bekas, botol, dan lain-lain. Pastikan Anda juga rajin membersihkan got supaya tidak ada air yang menggenang sehingga lingkungan rumah menjadi semakin bersih.

  • Ganti Penampungan Air dalam Pot

Pot biasanya memiliki tampungan air yang bisa menampung air sisa siraman. Tampungan air tersebut jika dibiarkan dapar menggenang dan bisa menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk. Oleh karena itu, buanglah air dalam tampungan pot tersebut secara berkala beberapa kali dalam seminggu. Pembersihan tersebut juga dapat membantu bunga atau tanaman tumbuh dengan baik. Jika Anda memelihara burung, sebaiknya bersihkan dang anti air dalam tempat minum burung karena jika dibiarkan kotor bisa menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.

  • Tutupi Lubang di Sekitar Rumah

Jika di sekitar rumah Anda terdapat lubang bekas galian atau lubang apapun, sebaiknya segera tutup dengan rapat. Jika lubang tersebut sudah berisi air, maka kuras terlebih dahulu kemudian tutup dengan rapat. Apabila Anda mempunyai kolam renang, pastikan untuk mneguras dan membersihkan kolam renang secara rutin supaya air dalam kolam tetap bersih dan jernih.

  • Kubur Barang Bekas

Selain dapat berkembangbiak di genangan air, nyamuk juga bisa berkembang biak ditumpukan barang bekas. Oleh karena itu, sebaiknya kubur barang bekas Anda, seperti kaleng, botol, atau barang bekas yang lain. Jika barang bekas tersebut memungkinkan untuk didaur ulang sebaiknya dibersihkan dengan baik lalu dimanfaatkan kembali supaya tidak menumpuk dan menjadi tempat bersarangnya nyamuk.

  • Kuras Bak Mandi

Bak mandi yang kotor dan gelap dapat menjadi tempat bersarangnya jentik-jentik nyamuk. Jentik-jentik nyamuk tersebut jika dibiarkan berkembang akan berubah menjadi nyamuk yang jika menggigit Anda bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, rajinlah menguras dan membersihkan bak mandi untuk mencegah atau menghilangkan jentik-jentik nyamuk di dalamnya. Usahakan untuk menyikat dinding bak mandi untuk membasmi jentik-jentik nyamuk yang mungkin menempel. Bila perlu, taburkan bubuk abate dalam bak mandi untuk mencegah berkembangnya jentik-jentik nyamuk.

  • Bersihkan Taman dengan Rutin

Jangan lupa bersihkan taman ruman dengan rutin minimal 1 kali seminggu. Rumput dan semak-semak yang rimbun menjadi tempat yang mungkin dihuni nyamuk. Maka dari itu, potonglah rumput dan rapikan semak-semak supaya tidak menjadi rumah bagi nyamuk.

  • Tanam Bunga Pengusir Nyamuk

Untuk mencegah berkembangnya nyamuk, Anda dapat menanam bunga atau tanaman yang bisa mengusir nyamuk, misalnya bunga lavender atau geranium. Bunga tersebut memiliki aroma yang tidak disukai nyamuk sehingga bisa mencegah berkembanya nyamuk di sekitar rumah Anda. Anda bisa menaruh bunga tersebut dalam pot lalu letakkan di pekarangan atau di tempat yang dekat dengan genangan air.

Penyebab Terjadinya Gigi Berlubang

Pernahkah Anda merasakan sakit gigi yang teramat hebat?

Salah satu penyebab dideritanya sakit gigi adalah karena adanya lubang di gigi atau karies gigi. Lubang tersebut bisa menyebabkan rasa nyeri yang kadang disertai dengan sakit kepala dan mata berair. Beberapa orang yang sudah tidak kuasa menahan sakit gigi biasanya akan memutuskan untuk mencopot gigi yang berlubang tersebut. Akan tetapi, pengangan tersebut harus dilakukan dengan pemeriksaan sebelumnya dan ditangani oleh dokter yang tepat.

Sebaiknya Anda kenali dulu penyebab gigi berlubang supaya bisa melakukan pengobatan atau pencegahan yang tepat. Berikut dijelaskan beberapa penyebab gigi berlubang yang dilansir dari beberapa sumber.

  • Tidak Menjaga Kebersihan Gigi

Tidak sikat gigi dengan rutin dan benar merupakan awal penyebab munculnya lubang di gigi. Jika Anda malas menyikat gigi, maka sisa-sisa makanan yang menempel di gigi tidak akan hilang dan bisa menumpuk hingga menjadi plak. Sisa makanan tersebut juga bisa menjadi bahan makan bakteri yang ada di mulut untuk tumbuh dan terus berkembang. Perkembangan bakteri tersebut lama-lama akan merusak enamel dan jaringan gigi yang lain sehingga membuat gigi berlubang. Usahakan untuk rajin menyikat gigi dengan bersih minimal 2x sehari, yakni setelah makan dan sebelum tidur. Supaya kebersihan gigi semakin terjamin, Anda bisa menggunakan mouth wash setelah menggosok gigi untuk memastikan tidak ada sisa makanan yang tertinggal dan untuk membunuh bakteri yang ada di mulut. Selain itu, Anda juga bisa melakukan flossing, yakni membersihkan gigi dengan benang khusus, supaya sisa-sisa makanan yang ada di sela-sela gigi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi dapat dibersihkan oleh benang khusus tersebut. Malas menggosok gigi tidak hanya menyebabkan gigi berlubang, tetapi bisa menyebabkan bau mulut tidak sedap, gusi bengkak, atau munculnya karang gigi.

  • Timbunan Plak

Penyebab lain terjadinya gigi berlubang adalah timbunan plak di gigi. Plak yang tertempel di gigi mampu menghasilkan asam yang susah dibersihkan hanya dengan sikat gigi. Asam yang diproduksi oleh tersebut akan merusak mineral yang diproduksi secara alami oleh air liur. Jika mineral tersebut rusak, maka kekokohan gigi akan berkurang sehingga memunculkan kemungkinan terjadinya lubang di gigi. Asam yang diproduksi oleh plak tersebut mampu mengeroposkan email gigi sehingga mulai muncul lubang kecil di gigi. Lubang tersebut jika dibiarkan, maka akan semakin melebar dan menimbulkan rasa sakit. Oleh karena itu, jika di gigi Anda terlihat adanya plak sebaiknya segera dibersihkan.

  • Makanan Manis

Makanan manis yang mengandung gula juga menjadi pemicu munculnya lubang di gigi. Gula yang menempel pada gigi akan dijadikan sumber makanan oleh bakteri untuk berkembang biak. Beberapa bakteri juga memanfaatkan gula tersebut untuk menempel pada permukaan sehingga bisa memicu munculnya lubang di gigi.

  • Mulut Kering

Kondisi mulut yang terlalu kering membuat produksi air liur menjadi menurun. Air liur berfungsi untuk mentralisir asam dalam mulut dan memproduksi mineral yang bisa memperkuat email gigi. Berkurangnya produksi air liur karena kondisi mulut yang terlalu kering tersebut tentu bisa menurunkan kerja air liur sehingga lama-lama akan membuat gigi mudah keropos dan berlubang. Maka dari itu, sangat penting minum air putih dalam jumlah cukup agar mulut terhidrasi dengan baik untuk mencegah gigi berlubang atau mencegah munculnya masalah lain di mulut.

Membersihkan Telinga yang Tepat: Begini Caranya

Apakah Anda termasuk orang yang sering mengalami telinga gatal? Jika telinga gatal, bagaimana cara Anda mengatasinya? Apakah dengan mengoreknya menggunakan cotton bud? Apakah cara tersebut sudah benar?

Masalah gatal pada telinga memang masalah yang sering di alami oleh banyak orang. Tidak jarang banyak orang yang akan mengorek telinga jika terasa gatal. Rasa gatal tersebut dapat muncul karena telinga yang kotor atau faktor pemicu lainnya. Telinga umumnya akan memproduksi serumen atau yang biasa dianggap “kotoran telinga” yang berfungsi melindungi telinga dari debu, menghambat pertumbuhan kuman, dan menjaga supaya air tidak masuk ke dalam telinga. Akan tetapi, jika produksi serumen di dalam telingan terlalu banyak, maka dapat menimbulkan rasa gatal bahkan rasa nyeri yang bisa mengganggu pendengaran. Maka dari itu, serumen yang menumpuk terlalu banyak di telinga sebaiknya segera dibersihkan dengan metode yang tepat.

Lalu, bagaimanakah cara membersihkan telinga dengan tepat dan aman?

Berikut dijelaskan beragam cara membersihkan telinga yang aman dan sehat yang dikutip dari berbagai sumber.

Jangan Dikorek

Saat telinga terasa gatal atau nyeri sebaiknya jangan dikorek dengan menggunakan alat manual apapun, termasuk cotton bud. Gagang cotton bud yang kaku dan kasar dapat merusak kulit telinga, gendang telinga, dan ossicles. Mengorek telinga menggunakan cotton bud justru akan mendorong kotoran masuk bagian telinga yang lebih dalam yang bisa menimbulkan benturan atau impaksi. Jika Anda ingin membersihkan telinga dengan cara manual, sebaiknya pergilah ke dokter supaya bisa ditangani dengan tepat.

Gunakan Obat Tetes Telinga

Membersihkan telinga sebaiknya dilakukan dengan menggunakan obat tetes telinga yang dapat dibeli di apotek-apotek terdekat. Obat tetes mata tersebut berfungsi membersihkan kotoran yang menumpuk dalam telinga. Obat tetes telinga umumnya digunakan dengan cara diteteskan secukupnya ke dalam telinga kemudian didiamkan selama kurang lebih 5 miring dengan posisi kepala miring. Setelah itu, tegakkan kembali kepala Anda kemudian cairan tersebut akan keluar dari telinga bersamaan dengan kotoran telinga. Supaya lebih aman, pastikan Anda membaca dan memahami petunjuk penggunaan dan dosis yang dianjurkan yang terdapat dalam kardus pembungkus obat tetes tersebut.

Gunakan Syringe

Pembersihan telinga dapat dilakukan dengan menggunakan syringe, yaitu alat berbentuk bulat yang dapat menyemprotkan cairan hangat ke dalam lubang telinga. Air hangat yag disemprotkan tersebut dapat mencegah rasa pusing pada orang yang memiliki lubang di gendang telinga. Akan tetapi, penggunaan syringe ini juga harus dilakukan dengan hati-hati sesuai anjuran dokter Anda.

Hindari Menggunakan Ear Candle

Metode pembersihan telinga menggunakan ear candle dilakukan dengan memasukkan lilin berongga berbentuk kerucut ke dalam telinga. Pembersihan telingan dengan ear candle tidak direkomendasikan karena bisa menimbulkan risiko terjadinya cidera telinga akibat panas lilin. Metode tersebut juga ebaiknya dihindari karena belum mendapatkan hasil uji yang akurat dari pakar kesehatan.

Telinga sebenarnya mempunyai kemampuan untuk membersihkan kotoran di dalamnya dengan alami. Akan tetapi, jika kotoran telinga tersebut menimbulkan rasa sakit dan mengganggu pendengaran, sebaiknya segera periksakan ke dokter THT supaya mendapatkan pengobatan yang tepat.

Tips Mencuci Buah agar Steril

Saat membeli buah dari pasar atau swalayan sebaiknya dicuci dahulu sebelum dikonsumsi atau sebelum disimpan dalam kulkas. Pencucian buah tersebut berfungsi untuk menghilangkan sisa pestisida yang mungkin masih menempel di kulit buah. Mencuci buah juga tidak boleh dilakukan dengan sembarangan karena ada beberapa buah yang kulitnya mengandung nutrisi yang baik jika dikonsumsi. Maka dari itu, cucilah buah dengan benar agar buah terbebas dari sisa pestisida dan tidak kehilangan nutrisi.

Berikut ini diuraikan bagaimana tips jitu mencuci buah agar tetap steril

  • Cuci Tangan

Pastikan cuci tangan terlebih dahulu sebelum Anda mencuci buah agar tangan terbebas dari kuman atau bakteri. Lakukan hal yang sama ketika Anda selesai mencuci buah. Setelah itu, pisahkan buah dari bahan makanan lain supaya sisa pestisida yang menempel di buah tidak menempel ke bahan makanan lain.

  • Potong Bagian yang Rusak

Jika ada bagian buah yang rusak, sebaiknya dipotong terlebih dahulu. Pemotongan tersebut bertujuan supaya ulat atau organisme dalam buah sudah hilang. Pastikan Anda menggunakan pisau yang bersih ketika memotong bagian buah tersebut.

  • Gunakan Air Mengalir

Cuci buah dengan menggunakan air mengalir supaya sisa pestisida yang menempel di kulit buah luntur dan hilang terbawa aliran air. Jangan menempatkan air dalam satu wadah dan menggunakan untuk mencuci buah. Bersihkan seluruh bagian buah dan jangan sampai ada yang kelewatan. Usahakan untuk mulai membersihkan buah dari bagian yang paling kotor.

  • Cuci dengan Sabun Khusus

Anda bisa menggunakan sabun khusus untuk mencuci buah untuk lebih memastikan buah terbebas dari pestisida yang masih menempel. Pilihlah produk yang mengandung jeruk nipis karena jeruk nipis mengandung agen anti bekteri yang bisa membersihkan bakteri yang mungkin menempel pada buah. Setelah itu, bilas buah sampai bersih menggunakan air mengalir.

  • Gunakan Cuka

Selain menggunakan sabun khusus pencuci buah, Anda juga bisa menggunakan cuka untuk membantu menghilangkan bakteri yang menempel pada buah. Cuka membantu menghilangkan bakteri pada buah dan memecah lapisan lilin pada produk. Cuka dapat disemprotkan ke permukaan kulit buah kemudian dibilas dengan air mengalir sampai bersih. Selain cara tersebut, cuka juga dapat dicampurkan dalam air kemudian digunakan untuk merendam buah selama 10-20 menit. Setelah direndam, jangan lupa bilas buah sampai bersih menggunakan air mengalir.

Setelah buah dibersihkan dengan cara-cara tersebut, Anda bisa mengonsumsi buah tanpa khawatir terpapar sisa pestisida. Pastikan gunakan pisau dan telenan yang bersih untuk memotong buah sebelum dimakan. Jika Anda tidak ingin langsung memakan buah tersebut, buah bisa disimpan dalam kulkas supaya tetap terjaga kesegarannya.