Berat Badan Sudah Ideal? Begini Cara Mempertahankannya

Hasil dari diet yang paling memuaskan adalah turunnya berat badan menjadi ideal. Saat seseorang bersusah payah melakukan diet dan rutin berolahraga, berat badan yang menjadi ideal adalah bayaran yang membanggakan. Untuk mengetahui apakah berat badan sudah ideal atau belum Anda bisa mengukurnya melalui kalkulator BMI. Akan tetapi, ada beberapa orang berat badannya akan kembali naik setelah menghentikan program diet. Hal tersebut dipicu oleh kebiasaan lama yang kurang mengontrol jenis dan porsi makanan yang dikonsumsi. Mempertahankan berat badan tetap ideal bisa saja menjadi lebih sulit daripada menurunkan berat badan itu sendiri. Oleh karena itu, tujuan diet selain menurunkan berat badan adalah melatih tubuh terbiasa mengonsumsi makanan sehat dalam porsi cukup. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga berat badan tetap ideal pascadiet.

Rutin Mengontrol Berat Badan

Setelah Anda menyelesaikan diet dan mendapatkan berat badan impian, Anda jangan terlalu terlena dan meninggalkan segala kebiasaan sehat saat diet. Anda perlu rutin mengecek berat badan walaupun setelah diet. Pengontrolan tersebut bertujuan supaya berat badan bisa dikontrol sesering mungkin sekaligus bisa menjadi bahan evaluasi apakah makanan atau aktivitas yang dilakukan setelah diet memberikan efek positif atau negatif. Jika ada makanan atau aktivitas yang bisa memicu berat badan kembali naik Anda bisa langsung menghentikannya dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih sehat. Dengan begitu, kenaikan berat badan bisa dicegah sedini mungkin.

Ketahui Jumlah Kalori Harian

Pastikan untuk selalu mengetahui jumlah kalori harian yang dibutuhkan tubuh. Jumlah kalori harian yang dibutuhkan setiap orang berbeda, bergantung pada jenjang usia, jenis kelamin, dan kepadatan aktivitas yang dilakukan. Dengan mengetahui jumlah kalori harian, Anda bisa membatasi dan mencegah tubuh mendapatkan asupan kalori yang berlebihan. Kalori berlebihan yang masuk ke dalam tubuh, sedikit apapun itu, jika berlangsung sering tentu bisa menjadi faktor berat badan kembali naik.

Konsumsi Makanan Bervariasi

Setelah diet selesai, Anda perlu mengonsumsi makanan yang bervariasi dalam porsi cukup. Jangan terpaku pada dua atau tiga jenis makanan saja. Konsumsi makanan yang bervariasi bisa memberikan sumbangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan bisa menjaga berat badan lebih stabil. Pilih makanan sehat yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan serat yang bisa membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Jangan lupa untuk mengonsumsi buah dan sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, hindari mengonsumsi junkfood terlalu sering karena bisa menjadi sumber lemak dan membuat berat tubuh mudah naik.

Jangan Lewatkan Jam Makan

Salah satu faktor yang membuat berat badan naik kembali setelah adalah melewatkan jam makan. Konsumsilah makanan 3x kali sehari pada waktu pagi, siang, dan malam hari. Saat tubuh melewatkan jam makam karena berbagai alasan, tubuh akan merasa lapar sehingga cenderung akan mengonsumsi makanan dalam porsi besar untuk mengatasi hasrat lapar tersebut. Makan dengan porsi yang besar bisa membuat berat tubuh naik cukup signifikan. Oleh karena itu, konsumsi makanan tepat pada waktunya dalam porsi yang cukup akan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama sehingga bisa menekan nafsu makan berlebih.

Minum Air Putih

Setelah diet selesai, Anda tetap harus mengontrol nafsu makan supaya tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan. Cara mengontrol nafsu makan adalah dengan mencukupi kebutuhan air putih minimal 8 gelas per hari atau sesuaikan dengan aktivitas yang Anda lakukan. Minum air putih sebelum makan juga bisa mengontrol nafsu makan dan mencegah tubuh mengonsumsi makanan berlebih. Asupan air putih yang cukup juga bisa melancarkan pencernaan dan metabolisme sehingga makanan bisa dicerna dan diserap dengan maksimal oleh tubuh. Kondisi tersebut akan meminimalisir penumpukan sisa makanan dalam tubuh yang bisa menyebabkan berat badan kembali naik.

Olahraga Teratur

Setelah diet selesai bukan berarti Anda bebas melakukan segala aktivitas sesuka hati. Anda tetap harus rutin melakukan olahraga supaya metabolisme tubuh berjalan baik dan bisa membantu membakar lemak tubuh. Lakukan olahraga ringan setiap hari, seperti jogging atau lari, sekitar 20 menit untuk membantu tubuh tetap bugar dan langsing.

Diet untuk Menaikkan Berat Badan: Apakah Bisa?

Diet identik dengan cara yang dilakukan untuk menurunkan berat badan. Sebenarnya, manfaat diet lebih dari sekadar menurunkan berat badan, melain dapat melatih tubuh untuk terbiasa mengonsumsi makanan sehat dan pola makan yang teratur. Diet juga bisa dilakukan untuk Anda yang memiliki berat badan tertalu rendah untuk membantu meningkatkan berat badan hingg ideal. Ingat, bahwa badan yang ideal itu bukan badan yang terlalu kurus atau terlalu gemuk, tetapi badan yang tinggi dan beratnya seimbang.

Anda yang memiliki tubuh kurus dapat mencoba melakukan diet dengan mengomsumsi makanan tertentu supaya berat badan perlahan naik ke tahap ideal. Selain itu, dampingi dengan olahraga yang teratur dan istirahat cukup untuk menunjang hasil diet yang dilakukan. Berikut ini adalah beberapa langkah diet untuk membantu Anda menaikkan berat badan.

  • Tingkatkan Frekuensi Makan

Cara pertama untuk membantu menaikkan berat badan adalah dengan meningkatkan frekuensi makan. Jika pada hari biasa Anda makan 2-3 kali sehari, maka pada saat menjalani diet penambahan berat badan Anda bisa makan 3-5 kali sehari dengan porsi kecil. Jangan lupa untuk mengatur waktu dan pilihan makanan yang tepat supaya kenaikan berat badan bisa terjadi tetapi tidak sampai naik di luar kendali. Bagi yang memiliki tubuh terlalu kurus karena faktor stres Anda bisa makan lebih sering dengan porsi sedikit supaya perlahan-lahan berat badan bisa naik ke titik seimbang. Makan lebih sering dengan porsi kecil lebih sehat dilakukan untuk menaikkan berat badan daripada makan dalam frekuensi normal tetapi dengan porsi yang berlebih.

  • Pilih Makanan dengan Nutrisi Seimbang

Selain frekuensi makan yang ditingkatkan, Anda sebaiknya juga memperhatikan kandungan nutrisi yang ada dalam makanan yang dikonsumsi. Makanan seimbang yang sebaiknya dikonsumsi untuk menambah berat badan adalah makanan yang mengandung protein, karbohidrat, vitamin, mineral, serat, dan lemak baik. Anda juga perlu mengetahui berapa jumlah kalori harian yang dibutuhkan supaya bisa mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang sesuai. Anda juga bisa mengonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi dan rendah lemak, misalnya tempe, daging ayam, atau tahu. Konsumsi juga buah dan sayur pada setiap porsi makanan supaya kebutuhan vitamin terpenuhi. Usahakan untuk tidak terlalu sering mengonsumsi junkfood atau fastfood karena dua makanan tersebut mengandung lemak yang kurang baik untuk tubuh dan mengandung penyedap buatan. Ada baiknya jika Anda berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu untuk membantu pilihan makanan yang bisa dikonsumsi untuk menambah berat badan secara lebih spesifik sesuai kondisi kesehatan Anda.

  • Makan Camilan

Selain mengonsumsi makanan pokok, Anda bisa mengonsumsi camilan sehat di sela-sela jam makan untuk menaikkan berat badan. Pilihlah camilan sehat yang tidak goreng, misalnya buah kurma, kacang kedelai, buah alpukat, atau jagung rebus. Mengonsumsi camilan yang sehat dapat membantu menaikkan berat badan dan mengontrolnya agar tidak berlebihan.

  • Olahraga Teratur

Selain konsumsi makanan yang cukup, menaikkan berat badan juga dilakukan dengan berolahraga secara teratur, misalnya lari, berenang, bersepeda, angkat beban, atau senam. Olahraga tersebut dapat membantu meningkatkan massa otot dan membantu tubuh menyerap nutrisi dari makanan lebih maksimal. Olahraga juga mampu membangkitkan selera makan bagi Anda sedang mengalami kurang nafsu makan sehingga secara perlahan berat badan akan bertambah.

  • Istirahat Cukup

Kualitas istirahat yang baik dan cukup dapat membantu merelaksasi tubuh dan pikiran sehingga menjauhkan tubuh dari stres karena stres merupakan salah satu faktor seseorang mempunyai berat badan yang kurus. Tidur yang cukup dan berkualitas juga dapat membantu melancarkan proses metabolisme sehingga berat badan bisa naik ke titik seimbang.

Jika Anda sudah mencoba beberapa langkah tersebut dalam waktu yang relatif lama tetapi berat badan tidak kunjung naik dan justru malah terus turun, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Siapa Saja yang Boleh dan Tidak Boleh Diet?

Diet adalah salah satu pola hidup sehat yang umumnya dilakukan oleh seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Orang yang memiliki berat badan berlebih umumnya melakukan diet untuk menurunkan berat badan agar ideal. Akan tetapi, tujuan diet sebenarnya lebih dari itu. Diet juga bermanfaat melatih tubuh untuk terbiasa mengonsumsi makanan sehat dalam porsi yang cukup. Diet juga bisa merangsang rasa lapar tubuh agar datang di waktu yang tepat dan menekan nafsu makan berlebih yang sebenarnya tidak diperlukan tubuh. Diet akan menghasilkan manfaat baik tersebut jika dilakukan dengan tepat dan dilakukan oleh orang yang tepat pula.

Diet untuk menurunkan berat badan tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang karena diet dengan tujuan tersebut biasanya dilakukan dengan mengurangi porsi makanan. Oleh karena itu, tidak semua orang boleh melakukan diet karena kondisi kesehatan setiap orang tidak sama. Siapa saja yang boleh dan tidak boleh diet? Simak ulasannya berikut.

Orang yang Boleh Diet

Orang yang boleh melakukan diet untuk menurunkan berat badan tentunya adanya orang yang memiliki berat badan berlebih atau orang yang mengalami obesitas. Penderita obesitas dianjurkan untuk diet dengan mengonsumsi makanan rendah lemak dan porsi yang cukup. Selain diet, penderita obesitas juga bisa melakukan olahraga teratur untuk membantu diet menghasilkan berat badan yang ideal. Obesitas yang dibiarkan begitu saja dapat menimbulkan munculnya penyakit yang lebih berbahaya, misalnya penyakit jantung, kolesterol berlebih, dan penyakit lain.

Selain penderita obesitas, orang yang diperbolehkan untuk diet adalah yang kekurangan berat badan. Perlu diketahui bahwa diet bukan hanya bermanfaat untuk menurunkan berat badan, tetapi juga bisa menambah berat badan. Orang yang terlalu kurus sebaiknya juga melakukan diet dengan mengonsumsi daging, telur, atau makanan berprotein tinggi yang lain untuk menambah berat badan sampai ideal.

Diet sebaiknya juga dilakukan setelah menginjak usia dewasa minimal setelah masa pertumbuhan dan masa pubertas awal sudah lewat. Pastikan bahwa sebelum diet Anda memiliki kondisi kesehatan yang fit. Jangan sampai diet yang Anda lakukan justru bisa semakin menurunkan kesehatan. Usahakan untuk mengatur pilihan makanan agar tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak, melainkan sebaiknya konsumsi makanan variatif yang mengandung gizi seimbang supaya kebutuhan nutrisi dan energi tubuh tetap terpenuhi.

Orang yang Dianjurkan Menunda Diet

Walaupun diet bisa melatih tubuh untuk hidup lebih sehat, tetapi pada beberapa kondisi tertentu seseorang justru dilarang diet. Orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu sebaiknya hati-hati sebelum diet dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi supaya tidak salah memilih jenis diet yang ingin dilakukan.

Diet untuk menurunkan berat badan sebaiknya tidak dilakukan oleh anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Anak yang mempunyai berat badan berlebih memang disarankan melakukan diet untuk mengatur pola dan porsi makan yang lebih tepat supaya berat badan dapat terkontrol. Akan tetapi, diet ketat untuk menurunkan berat sebaiknya tidak dilakukan oleh anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan karena tubuh memerlukan banyak nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan. Lemak tubuh yang meningkat pada tubuh anak-anak bisa dimanfaatkan sebagai bahan pertumbuhan dan perkembangan sehingga berat badan akan turun dengan sendirinya menyesuaikan dengan tinggi badan. Oleh karena itu, anak-anak yang terlihat gemuk kadang bisa tumbuh menjadi lebih langsing tanpa melakukan diet apapun. Akan tetapi, tetap awasi makanan dan porsi makan anak untuk mencegah anak mengalami obesitas.

Diet untuk menurunkan berat badan juga sebaiknya ditunda terlebih dahulu saat wanita dalam masa kehamilan dan menyusui. Pada saat hamil, wanita memang membutuhkan asupan energi dan gizi yang cukup untuk tumbuh kembang janin yang dikandungnya. Kondisi tersebut dapat membuat wanita hamil mengalami kenaikan berat badan yang cukup signifikan dari biasanya. Kenaikan berat badan saat hamil tergolong normal dan bisa turun sendiri setelah melahirkan jika diiringi dengan pola hidup sehat.

Selain wanita hamil, wanita menyusui juga sebaiknya menunda program diet untuk menurunkan berat badan terlebih dahulu. Pada sebagian wanita, badan kadang masih tetap saja gemuk meskipun setelah melahirkan. Kondisi tersebut sebenarnya normal dan umumnya berat badan akan turun sendiri selama masa menyusui. Wanita menyusui sebaiknya menunda diet minimal sampai bayi berumur 6 bulan karena pada usia sebelum 6 bulan bayi membutuhkan asupan ASI eksklusif untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Pada saat menyusui, umumnya wanita membutuhkan asupan kalori lebih besar karena akan dibagi kepada sang bayi dalam bentuk ASI sehingga sebaiknya tidak diet terlebih dahulu. Menyusui juga dapat membakar lemak dalam tubuh yang memang dipersiapkan sebagai sumber pembentukan ASI sehingga lama-kelamaan tubuh akan kembali ke bentuk semula.

Penyebab Umum Gagalnya Diet

Diet dilakukan untuk berbagai tujuan, misalnya untuk menurunkan berat badan, menjaga bentuk tubuh ideal, dan menjaga kesehatan. Setiap orang yang melakukan diet pastinya mendambakan hasil yang baik. Diet haruskan dilakukan dengan tepat dan teratur agar manfaatnya baiknya dapat dirasakan tubuh. Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan diet gagal. Apa saja? Simak ulasannya berikut.

  1. Makanan yang Tidak Tepat

Pilihan makanan yang tidak tepat dapat memicu gagalnya diet. Menghindari makanan pokok tidak sepenuhnya benar dilakukan ketika diet karena membuat tubuh kekurangan nutrisi dan gizi. Setiap harinya, tubuh membutuhkan asupan karbohidrat sebagai sumber energi dan lemak sebagai pelarut vitamin. Tidak mengonsumsi lemak dan karbohidrat sama sekali secara bersamaan dan berlarut-larut justru dapat menurunkan kondisi kesehatan dan bahkan bisa membuat Anda jatuh sakit.

  1. Tidak Memperhatikan Porsi Makan

Saat diet, seseorang kadang mengonsumsi makanan tertentu yang dianggap sehat dan kadang juga mengonsumsi makanan pengganti sebagai asupan energi untuk tubuh. Akan tetapi, jika makanan tersebut dikonsumsi dengan porsi berlebih justru bisa membuat berat badan naik. Orang yang sedang diet umumnya mengganti karbohidrat dengan protein sebagai asupan energy, tetapi konsumsi protein yang berlebihan justru bisa mempercepat kenaikan berat badan. Idealnya satu hari tubuh cukup mengonsumsi 3 ons protein per hari. Usahakan juga untuk tidak mengonsumsi wortel terlalu banyak karena bisa menambah kalori dalam tubuh.

  1. Kurang Istirahat

Kurang istirahat atau kurang tidur justru bisa membuat tubuh mengalami kenaikan berat badan. Orang yang terlalu sering begadang malam justru akan sering merasa lapar sehingga umumnya akan mengonsumsi makanan apa saja yang ada di sekitarnya. Orang yang kurang istirahat juga cenderung lebih mudah terkena stress dan jika stress sudah melanda maka produksi hormone kortisol semakin meningkat. Produksi horman kortisol yang berlebih akan membuat tubuh menimbu dan sulit mencerna lemak sehingga berat badan sulit turun, justru rawan mengalami kenaikan berat badan. Selain itu, kurang tidur juga akan membuat tubuh mengalami fluktuasi hormon leptin yang membuat tubuh mudah lapar.

  1. Tidak Memiliki Perencanaan Diet

Menjalani program diet tanpa target tertentu dapat menjadi pemicul kegagalan diet. Melakukan diat tanpa mengatur pola makan dan olahraga dengan teratur dapat mempersulit penurunan berat badan atau malah bisa menimbulkan tubuh kekurangan gizi. Diet yang dilakukan dengan setengah-setengah atau pendek-pendek justru bisa mengganggu kondisi kesehatan tubuh.

Ragam Olahraga untuk Mendukung Program Diet

Diet dapat menjadi solusi untuk menjaga berat tubuh tetap ideal dan juga berperan penting untuk menjaga kesehatan. Selain pilihan mananan, sukses atau tidaknya diet juga dipengaruhi oleh olahraga. Olahraga secara rutin dan teratur dapat membantu membantu membakar lemak dalam tubuh sehingga ampuh untuk menjaga atau menurunkan berat badan. Olahraga yang cocok untuk program sebaiknya dilakukan di pagi hari karena bisa membakar kalori lebih banyak. Saat diet, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berolahraga, misalnya frekuensi olahraga yang ideal 3-4 kali dalam seminggu dan durasi olahraga yang cukup, yaitu 30-40 menit dalam sekali olahraga.

Anda harus mempertimbangkan jenis olahraga apa yang akan dilakukan karena tidak semua jenis olahraga cocok dan tepat dilakukan saat Anda menjalani program diet. Beberapa pilihan ragam olahraga berikut dapat dicoba untuk menyukseskan program diet Anda.

  • Lari

Lari merupakan olahraga dasar dan ringan yang dapat membantu menurunkan berat badan dengan cepat. Saat berlari, semua anggota badan akan bergerak sehingga pembakaran lemak dan kalori dalam tubuh lebih efektif. Olahraga lari dapat dilakukan dilakukan 3 sampai 4 kali dalam seminggu dengan durasi 30 menit.

  • Senam Aerobik

Senam aerobik sering kali disebut sebagai jenis olahraga yang paling cepat menurunkan berat badan. Senam aerobik yang bisa menurunkan berat badan adalah senam dengan intensitas tinggi yang dilakukan rutin dalam seminggu. Senam aerobik dalam waktu 45-60 menit sehari dapat menurunkan 60-70% dari berat badan, jika dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

  • Lompat Tali

Berdasarkan beberapa penelitian, lompat tali dapat menurunkan kalori sebesar 440-590 kal. Lakukan lompat tali di pagi hari kurang lebih 50-100 kali lompatan untuk membantu membakar kalori dalam tubuh Anda. Lompat tali juga dapat membantu membakar lemak tubuh bersamaan dengan keluarnya keringat.

  • Berenang

Hampir semua anggota tubuh bergerak aktif saat berenang sehingga sangat efektif untuk menurunkan berat badan karena kalori dan lemak dapat terbakar. Renang termasuk olahraga yang membutuhkan banyak energi sehingga perlu diimbangi dengan mengonsumsi buah dan sayur untuk menjaga kebugaran tubuh.

  • Bersepeda

Bersepeda memiliki tingkat keefektifan yang hampir sama dengan berlari untuk menurunkan berat badan. Bersepeda dapat membuat otot betis menjadi kencang dan mengecilkan perut yang buncit. Bersepeda dapat dilakukan sejauh 2-5 km setiap hari untuk membantu melancarkan program diet.

  • Push Up dan Sit Up

Berlatih push up dapat mengencangkan otot lengan, bahu, dan punggung. Sementara sit up berfungsi untuk melatih otot perut dan membakar lemak perut sehingga perut terlihat kencang dan ramping. Usahakan untuk melakukan dua olahraga ini beberapa kali dalam seminggu atau sebelum Anda melakukan jenis olahraga yang lebih berat sebagai bentuk pemanasan.

Dari beberapa jenis olahraga tersebut, pilihlah jenis olahraga mana yang Anda sukai sehingga Anda lebih bisa menikmati dan melakukan olahraga tersebut dengan konsisten.

Makan Siang: Manfaat dan Menu Idealnya

Waktu dan pilihan menu makanan menjadi salah satu penentu kesehatan dan kebugaran tubuh. Makan idealnya dilakukan tiga kali dalam sehari, yakni sarapan, makan siang, dan makan malam. Masuknya makanan dalam tubuh menjadi sumber energi dan nutrisi yang menjadi penunjang kesehatan dan aktivitas tubuh. Selain asupan makanan, pemilihan waktu makan yang tepat juga dapat mempengaruhi kesehatan Anda. Pada siang hari, orang cenderung menomorsekiankan makan siang karena alasan kesibukan, baik sibuk kerja ataupun kuliah. Padahal, pada siang hari tubuh juga memerlukan asupan energi dan nutrisi.

Makan siang merupakan bagian penting dari usaha Anda untuk menjaga kesehatan, apalagi bagi Anda yang memiliki kesibukan tinggi. Waktu ideal makan siang adalah antara pukul 12.00-14.00 atau 4 jam setelah sarapan pagi. Usahakan untuk tidak makan siang melebihi pukul 15.00. Pemilihan waktu makan yang tepat juga sangat penting bagi Anda yang sedang melakukan program diet untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal. Manfaatkan waktu istirahat untuk menyantap makanan lezat dan bergizi seimbang.

Pilihan menu untuk makan siang pun tidak boleh sembarangan. Pada waktu siang sampai sore hari biasanya seseorang memiliki aktivitas yang lebih padat dan sibuk. Oleh karena itu, kelengkapan nutrisi menjadi pertimbangan penting ketika memilih menu untuk makan siang. Perhatikan juga porsi makan siang Anda dan pastikan sesuai dengan jumlah kalori yang dibutuhkan setiap harinya untuk menghindari kegemukan. Berikut ini beberapa pilihan menu makan siang ideal yang bisa Anda konsumsi.

  • Salad, Anda bisa mengombinasikan sayuran segar dan salad untuk makan siang karena makanan tersebut mengandung vitamin dan serat yang bagus untuk tubuh.
  • Sandwich dengan isian ikan dan jamur juga bisa menjadi pilihan karena mengandung protein dan mineral yang bisa menjadi sumber energi harian Anda. Sandwich tidak mengandung kalori berlebih sehingga tidak akan menyebabkan kegemukan.
  • Sup, dalam seporsi sup terdapat berbagai olahan sayuran dan kuah hangat yang bisa memberikan nutrisi sekaligus menyegarkan tubuh.
  • Gado-gado, bagi Anda yang menyukai makanan tradisional, gado-gado cocok dikonsumsi pada hari karena berisi beraneka jenis sayuran dan harganya yang tidak terlalu mahal.
  • Jus atau smoothies, untuk minuman, Anda bisa memilih jus atau smoothies yang menggunakan buah segar karena mengandung serat yang baik untuk pencernaan.
  • Jika Anda tidak memiliki waktu makan yang cukup longgar di siang hari, Anda bisa mengonsumsi beberapa jenis buah-buahan segar untuk memberikan asupan nutrisi untuk tubuh.

Cara mengonsumsi makanan di siang hari juga tidak boleh sembarangan. Sesibuk apapun Anda, usahakan untuk menyantap makanan dengan perlahan supaya perut kenyang lebih lama sehingga menghindarkan Anda dari porsi makan berlebih. Makan siang memiliki manfaat untuk mengembalikan energi tubuh, meningkatkan produktivitas, dan menjaga proses metabolisme agar berlajalan baik. Maka dari itu, jangan lewatkan waktu istirahat siang untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi.