Cara Alami Memutihkan Gigi

Memiliki gigi yang sehat tentu menjadi impian banyak orang karena bisa membuat proses mengunyah makanan menjadi lancar. Gigi sehat sering diidentikkan dengan gigi yang berwarna putih, bersih, dan tidak berlubang. Gigi putih tersebut juga bisa menambah kepercayaan diri seseorang ketika berbicara. Gigi yang berwarna kekuning-kuningan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya faktor genetik, jarang menyikat gigi atau kurang bersih saat menyikat gigi, terlalu sering mengonsumsi kopi atau alkohol, merokok, dan faktor yang lain.

Cara utama untuk menjaga kesehatan dan warna gigi adalah dengan rajin membersihkan gigi yang bisa dilakukan dengan gosok gigi, flosing, atau menggunakan mouth wash setelah gosok gigi. Selain cara tersebut, ada sebagian orang yang berusaha melakukan perawatan gigi, baik di klinik atau di rumah sakit, untuk mendapatkan gigi yang putih. Perawatan gigi tersebut tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ada beberapa bahan alami yang bisa dimanfaatkan untuk membuat tampilan gigi menjadi putih. Bahan alami tersebut dinilai aman digunakan karena minim kandungan bahan kimia buatan dan minim efek samping. Berikut ini beberapa bahan alami yang bisa membantu memutihkan warna gigi dan bisa dipraktikkan di rumah.

Siwak

Siwak merupakan jenis kayu yang dikenal sebagai obat herbal untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Kayu siwak bisa membantu menghambat pertumbuhan bakteri, mengurangi plak, serta bisa mencegah gigi berlubang. Kayu siwak bisa digunakan setelah Anda menggosok gigi untuk mendukung supaya gigi bersih maksimal. Anda bisa membersihkan dan menghaluskan permukaan kayu siwak lalu digosokkan pada gigi seperti saat menggunakan sikat gigi. Selain cara tersebut, kayu siwak juga dapat dibersihkan lalu dihaluskan kemudian dioleskan pada gigi. Setelah itu, berkumurlah dengan air bersih. Kayu siwak bisa membantu membunuh bakteri di gigi, menghilangkan plak, serta membuat warna gigi menjadi putih bersih.

Daun Sirih

Beberapa orang tua biasanya menguyah daun sirih dengan mulut atau yang biasa disebut nginang. Daun sirih mengandung senyawa yang bisa membantu menguatkan gigi, menghentikan pendarahan pada gusi, mencegah bau mulut, serta bisa membuat gigi tampak putih. Daun sirih dapat direbus kemudian air rebusannya digunakan untuk berkumur. Selain itu, Anda bisa menumbuk daun sirih sampai halus lalu dioleskan ke gigi kemudian berkumur sampai sisa tumbukan daun siring bersih dari mulut dan gigi.

Minyak Kepala

Minyak kelapa dapat dimanfaatkan untuk memutihkan gigi dan membuat gigi sehat secara alami. Minyak kelapa mengandung antibakteri yang bisa membantu membersihkan gigi dan gusi dari bakteri yang membuat gigi menjadi kuning. Setelah sikat gigi, oleskan minyak kelapa pada gigi dan diamkan selama 5-20 menit supaya nutrisi minyak kelapa bisa terserap dalam gigi. Setelah itu berkumurlah untuk membersihkan minyak kelapa dari mulut.

Lemon

Bagian lemon yang bisa dimanfaatkan untuk memutihkan gigi adalah kulitnya. Kulit lemon mengandung minyak esensial dan asam yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan memutihkan gigi. Cuci bersih kulit lemon lalu gosokkan pada gigi. Setelah itu, kumur dengan air sampai bersih. Kandungan asam yang terkandung dalam kulit lemon adalah asam tinggi yang selain bisa membunuh bakteri juga bisa mengikis email gigi. Oleh karena itu, gosokkan kulit lemon dengan lembut dan perlahan-lahan lalu jangan lupa untuk berkumur.

Biji Pinang

Biji pinang juga bisa dimanfaatkan untuk membuat gigi tampak putih. Bakar biji pinang hingga hangus lalu haluskan sampai lembut. Oleskan dan gosokkan bubuk biji pinang tersebut pada gigi kemudian berkumurlah sampai bersih.

Gejala dan Penyebab Gigi Sensitif

Pernahkah Anda merasakan ngilur di gigi setelah mengonsumsi makanan dingin atau panas? Kondisi tersebut dinamakan apa?

Kondisi gigi yang menimbulkan rasa ngilu saat terkena makanan panas atau dingin memang menjadi salah satu gejala gigi sensitif. Ngilu tersebut disebabkan oleh rasa dingin oleh makanan atau minuman yang terkena enamel gigi. Gigi menjadi sensitif atau hipersensitif apabila enamel gigi terkikis sehingga reseptor lebih terbuka sehingga menyebabkan berbagai keluhan. Selain rasa ngilu karena terkena makanan dingin, gigi sensitif juga ditandai oleh gejala lain sebagai berikut.

Gejala

  • Ngilu Saat Terpapar Asam

Minuman atau makanan yang mengandung asam jika dikonsumsi akan menimbulkan rasa ngilu. Asam yang terkandung dalam makanan atau minuman tersebut membuat saraf gigi terganggu sehingga timbul rasa ngilu.

  • Ngilu Saat Mengambil Napas Dari Mulut

Saat mulut digunakan untuk menarik napas, gigi yang sensitif akan mengalami ngilu atau rasa tidak nyaman lainnya, apalagi jika udara yang digunakan untuk bernapas memiliki suhu yang dingin.

  • Ngilu Saat Terkena Makanan Manis

Makanan atau minuman manis juga bisa menimbulkan rasa ngilu pada gigi sensitif. Makanan manis dapat mengganggu saraf gigi sehingga muncul rasa ngilu.

  • Ngilu Saat Dibersihkan

Ngilu pada gigi sensitif bisa muncul saat proses pembersihan gigi, baik melalui sikat gigi ataupun flossing. Ngilu tersebut muncul karena gigi mengalami tekanan dari sikat gigi saat dibersihkan. Tekanan atau sentuhan dari benang flossing juga bisa menyebabkan saraf gigi mengeluarkan rasa ngilut. Oleh karena itu, berhati-hatilah saat membersihkan gigi, terutama pada gigi sensitive.

  • Gusi Menurun

Kondisi gusi yang menurun memang tidak selalu dialami oleh penderita gigi sensitif, melainkan kondisi gusi menurun tersebut dialami oleh sebagian orang. Penurunan gusi tersebut memicu timbulnya rasa ngilu yang lebih hebat karena leher gigi menjadi keluar ke permukaan sehingga mudah terkena makanan atau minuman yang akan dicerna.

Beberapa gejala tersebut adalah gejala umum munculnya gigi sensitif. Pada beberapa orang, mungkin bisa muncul gejala-gejala lain yang berbeda karena kondisi kesehatan setiap orang tidak dapat disamaratakan. Ngilu yang dirasakan sebab gigi sensitif juga ada yang sebentar dan ada pula yang berkala. Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa gigi sensitif muncul karena enamel gigi yang terkikis sehingga saraf gigi lebih terbuka. Lalu, apakah penyebab enamel gigi tersebut bisa terkikis dan saraf terbuka? Berikut penjelasannya.

Penyebab

  • Pembentukan Email yang Kurang Sempurna

Pembentukan lapisan email gigi yang kurang sempurna dapat menjadi penyebab munculnya gigi sensitif. Lapisan email gigi yang kurang sempurna bisa memicu enamel gigi mudah terkikis dan reseptor gigi terbuka.

  • Tekanan Berlebih Saat Menggosok Gigi

Tekanan berlebihan saat menggosok gigi dapat menyebabkan iritasi dan gusi menurun sehingga leher gigi tampak ke permukaan sehingga lama-kelamaan akar gigi akan terbuka. Kondisi tersebut menyebabkan email gigi terkikis sehingga gigi merasa ngilu saat terkena makanan atau minuman tertentu.

  • Penumpukan Sisa Makanan

Penumpukan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi menjadikan gigi tersebut tidak bersih maksimal saat disikat karena sikat gigi tidak dapat menjangkau sisa makanan si sela-sela gigi. Penumpukan sisa makanan di sela-sela gigi lama-kelamaan akan masuk ke leher gigi dan bisa menekan saku gusi semakin dalam dari posisi normalnya. Kondisi tersebut dapat membuat saraf gigi terbuka dan apabila terkena makanan atau minuman tertentu bisa menimbulkan rasa ngilu atau rasa tidak nyaman lainnya.

  • Penumpukan Karang Gigi

Penumpukan karang gigi yang mengeras dapat menjadi sarang berkembangnya bakteri di mulut dan gigi. Jika biarkan begitu saja, karang gigi dapat membuat gusi iritasi dan mudah berdarah serta menimbulkan bau mulut yang tidak sedap.

Secara umum, penyebab gigi sensitif adalah pola hidup yang tidak sehat dan tidak bersih. Oleh karena itu, ubah pola hidup dengan membersihkan dengan teratur dan tidak terlalu banyak tekanan serta konsumsi makanan yang bisa membantu memperkuat lapisan gigi. Jika Anda sudah terlanjur menderita gigi sensitif, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter supaya dapat diobati dengan tepat.

Tips Ajari Anak Gosok Gigi

Menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dapat dilakukan dengan beberapa motode, salah satunya adalah dengan menggosok gigi secara teratur. Gosok gigi hendaknya dibiasakan sejak usia sedini mungkin untuk membantu menjaga kebersihan gigi dan supaya terhindari dari gangguan kesehatan gigi. Oleh karena itu, sangat penting mengajari dan membiasakan sikat gigi sedini mungkin.

Apakah anak-anak juga harus gosok gigi?

Tentu saja ya. Apalagi bagi anak yang sudah mulai tumbuh giginya. Anak sebaiknya mulai diajari sikat gigi sejak giginya tumbuh atau saat anak sudah bisa duduk dan bisa memasukkan benda yang dipegangnya ke dalam mulut.

Bagaimanakah langkah-langkah untuk mengajari anak gosok gigi?

  • Pilih Sikat dan Pasta Gigi Khusus Anak

Sikat dan pasta gigi untuk anak tentunya berbeda dengan sikat dan pasta gigi yang digunakan oleh orang dewasa. Usahakan untuk mengajak anak memilih sikat dan pasta gigi untuk dirinya sendiri supaya anak lebih tertarik untuk rajin gosok gigi. Jangan lupa, pastikan bahwa sikat dan pasta gigi yang dipilih adalah sikat dan pasta gigi khusus untuk anak-anak. Sikat gigi anak harus memiliki bulu yang lembut dan berjarak renggang. Pasta gigi untuk anak juga terkadang memiliki rasa buah-buahan supaya tidak terlalu basa di mulut anak. Ajaklah anak untuk memilih bentuk sikat dan rasa pasta gigi yang diinginkan supaya gosok gigi menjadi rutinitas yang menyenangkan.

  • Gosok Gigi di Depan Cermin

Ajari anak untuk gosok gigi di depan cermin supaya anak dapat belajar menggosok gigi dengan benar. Ajari anak untuk menyikat permukaan seluruh gigi dengan menggerakkan sikat gigi mulai dari gigi depan ke atas dan ke bawah. Lalu, ajari anak menggerakkan sikat gigi dengan gerakan memutar di gigi bagian samping kiri dan kanan. Setelah itu, ajari anak berkumur sampai busa dan sisa-sisa pasta gigi hilang dari mulutnya.

  • Ajari Pentingnya Gosok Gigi Lewat Cerita

Anda bisa menggunakan media cerita untuk memberikan edukasi kepada anak tentang pentingnya sikat gigi. Anak cenderung lebih suka mendengarkan petuah yang disampaikan lewat cerita daripada ceramah. Setelah anak memahami pentingnya sikat gigi dengan teratur, maka pengetahuan tersebut dapat mendorong anak untuk sikat gigi dengan teratur.

  • Berikan Teladan Langsung

Cara yang paling penting untuk mengajari anak terbiasa sikat gigi adalah dengan memberikan teladan langsung. Seperti yang sudah diketahui banyak orang, anak adalah peniru ulung. Maka dari itu, ajaklah anak sikat gigi bersama-sama supaya ia dapat melihat cara menggosok gigi yang benar dan terbiasa menggosok gigi dengan teratur. Ajak anak sikat gigi bersama-sama minimal 2x sehari, yakni pada saat setelah makan dan sebelum tidur.

Selain beberapa tips tersebut, jangan lupa memberikan pujian kepada anak jika ia rajin menggosok gigi dan giginya tampak bersih. Pujian tersebut dapat menstimulasi anak untuk rajin menggosok gigi. Menggosok gigi harulah diajarkan dan dibiasakan sedini mungkin untuk menjaga gigi tumbuh sehat dan untuk menghindari berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut.

Penyebab Terjadinya Gigi Berlubang

Pernahkah Anda merasakan sakit gigi yang teramat hebat?

Salah satu penyebab dideritanya sakit gigi adalah karena adanya lubang di gigi atau karies gigi. Lubang tersebut bisa menyebabkan rasa nyeri yang kadang disertai dengan sakit kepala dan mata berair. Beberapa orang yang sudah tidak kuasa menahan sakit gigi biasanya akan memutuskan untuk mencopot gigi yang berlubang tersebut. Akan tetapi, pengangan tersebut harus dilakukan dengan pemeriksaan sebelumnya dan ditangani oleh dokter yang tepat.

Sebaiknya Anda kenali dulu penyebab gigi berlubang supaya bisa melakukan pengobatan atau pencegahan yang tepat. Berikut dijelaskan beberapa penyebab gigi berlubang yang dilansir dari beberapa sumber.

  • Tidak Menjaga Kebersihan Gigi

Tidak sikat gigi dengan rutin dan benar merupakan awal penyebab munculnya lubang di gigi. Jika Anda malas menyikat gigi, maka sisa-sisa makanan yang menempel di gigi tidak akan hilang dan bisa menumpuk hingga menjadi plak. Sisa makanan tersebut juga bisa menjadi bahan makan bakteri yang ada di mulut untuk tumbuh dan terus berkembang. Perkembangan bakteri tersebut lama-lama akan merusak enamel dan jaringan gigi yang lain sehingga membuat gigi berlubang. Usahakan untuk rajin menyikat gigi dengan bersih minimal 2x sehari, yakni setelah makan dan sebelum tidur. Supaya kebersihan gigi semakin terjamin, Anda bisa menggunakan mouth wash setelah menggosok gigi untuk memastikan tidak ada sisa makanan yang tertinggal dan untuk membunuh bakteri yang ada di mulut. Selain itu, Anda juga bisa melakukan flossing, yakni membersihkan gigi dengan benang khusus, supaya sisa-sisa makanan yang ada di sela-sela gigi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi dapat dibersihkan oleh benang khusus tersebut. Malas menggosok gigi tidak hanya menyebabkan gigi berlubang, tetapi bisa menyebabkan bau mulut tidak sedap, gusi bengkak, atau munculnya karang gigi.

  • Timbunan Plak

Penyebab lain terjadinya gigi berlubang adalah timbunan plak di gigi. Plak yang tertempel di gigi mampu menghasilkan asam yang susah dibersihkan hanya dengan sikat gigi. Asam yang diproduksi oleh tersebut akan merusak mineral yang diproduksi secara alami oleh air liur. Jika mineral tersebut rusak, maka kekokohan gigi akan berkurang sehingga memunculkan kemungkinan terjadinya lubang di gigi. Asam yang diproduksi oleh plak tersebut mampu mengeroposkan email gigi sehingga mulai muncul lubang kecil di gigi. Lubang tersebut jika dibiarkan, maka akan semakin melebar dan menimbulkan rasa sakit. Oleh karena itu, jika di gigi Anda terlihat adanya plak sebaiknya segera dibersihkan.

  • Makanan Manis

Makanan manis yang mengandung gula juga menjadi pemicu munculnya lubang di gigi. Gula yang menempel pada gigi akan dijadikan sumber makanan oleh bakteri untuk berkembang biak. Beberapa bakteri juga memanfaatkan gula tersebut untuk menempel pada permukaan sehingga bisa memicu munculnya lubang di gigi.

  • Mulut Kering

Kondisi mulut yang terlalu kering membuat produksi air liur menjadi menurun. Air liur berfungsi untuk mentralisir asam dalam mulut dan memproduksi mineral yang bisa memperkuat email gigi. Berkurangnya produksi air liur karena kondisi mulut yang terlalu kering tersebut tentu bisa menurunkan kerja air liur sehingga lama-lama akan membuat gigi mudah keropos dan berlubang. Maka dari itu, sangat penting minum air putih dalam jumlah cukup agar mulut terhidrasi dengan baik untuk mencegah gigi berlubang atau mencegah munculnya masalah lain di mulut.

Jenis-Jenis Kerusakan pada Gigi Anak

Jika tidak dirawat dengan baik, gigi anak cenderung lebih mudah mengalami kerusakan. Kerusakan gigi pada anak tersebut biasanya disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan manis mengandung gula dan belum terbiasanya sikat dengan benar dan teratur. Kerusakan gigi anak ditandai dengan berubahnya warna gigi menjadi kekuningan atau munculnya bitnik putih pada gigi. Kerusakan gigi sebenarnya memiliki banyak jenis, misalnya gigi berlubang, gigi keropos, nyeri gigi, gigi sensitive atau ngilu, dan lain-lain. Akan tetapi, ada beberapa jenis kerusakan gigi yang biasa terjadi pada gigi anak.

Berikut ini adalah beberapa jenis kerusakan gigi yang umumnnya terjadi pada gigi anak.

  1. Gigi Karies

Gigi karies atau yang umum disebut gigi berlubang ditandai dengan munculnya bitnik putih pada gigi dan perubahan warna menjadi kekungingan. Gigi karies atau gigi berlubang pada anak biasanya disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi makanan manis mengandung gula. Sisa makanan tersebut akan menempel di gigi dan dijadikan makanan bakteri untuk berkembang biak. Bakteri tersebut dapat merusak enamel gigi dan bisa menyebabkan pembusukan hingga akhirnya membuat gigi berlubang. Jika tidak segera diobati, lubang pada gigi susu anak dapat berpindah ke gigi permanen karena jika gigi susu rusak, maka tidak dapat membantu gigi permanen tumbuh di area yang tepat. Selain itu, gigi berlubang yang dibiarkan begitu saja dapat menyebabkan infeksi menyebar ke area lain dalam mulut.

  1. Gigi Keropos

Gigi susu anak lebih rentan mengalami pengeroposan dibandingkan gigi orang dewasa karena lapisan pelindung pada gigi susu anak lebih tipis. Pengeroposan gigi anak jika dibiarkan akan menimbulkan masalah gigi yang lebih serius, seperti gigis dan merusak tampilan gigi menjadi hitam. Oleh karena itu, perhatikan makanan yang dikonsumsi anak karena gigi anak memiliki lapisan pelindung yang tipis sehingga mudah keropos.

  1. Baby Bottle Mouth

Baby bottle mouth adalah masalah gigi yang diakibatkan oleh kebiasaan minum susu melalui botol susu secara berlebihan. Minum susu dengan botol dengan posisi tubuh terbaring dapat menimbulkan masalah pada gigi anak. Kondisi tersebut menyebabkan susu menggenang lebih lama pada area gigi yang bisa membuat gigi terkena bakteri dan asam. Kandungan gula dalam susu dapat menempel di gigi dan bisa menjadi bahan makanan oleh bakteri sehingga lama-kelamaan dapat merusak gigi. Jika anak sudah beranjak besar, sebaiknya diajari untuk minum susu menggunakan gelas karena minum susu dengan botol terlalu sering dapat menimbulkan masalah kesehatan gigi.

  1. Peradangan Gusi

Peradangan gusi atau gingtivis juga merupakan salah satu masalah gigi yang sering dialami anak. Gingtivis disebabkan oleh sisa gula dari makanan manis yang dikonsumsi anak menempel di gigi terlalu banyak dan lama. Selain itu, gingtivis pada anak juga disebabkan oleh munculnya plak dan bakteri yang berkembang biak di area gigi. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan kebiasaan anak yang belum bisa sikat dengan benar dan teratur sehingga sisa makanan, plak, dan bakteri tersebut menumpuk dan menyebabkan peradangan pada gusi. Jika gusi anak bengkak atau bahkan sampai berdarah sebaiknya segera periksakan ke dokter supaya segera mendapatkan pengobatan yang tepat.

Tips Membersihkan Karang Gigi dengan Bertahap

Karang gigi tidak boleh dibiarkan begitu karena dapat menyebabkan masalah mulut yang lebih serius. Bahaya atau efek samping dari karang gigi sudah dijelaskan pada ulasan sebelumnya. Karena ada efek samping yang bisa mengganggu kesehatan dan kepercayaan diri, sebaiknya Anda segera membersihkan karang gigi sebelum menumpuk terlalu banyak.

Tips berikut dapat dipraktikkan untuk membersihkan karang gigi Anda. Yang perlu diperhatikan adalah karang gigi tidak dapat dihilangkan hanya dengan sekali usaha, melainkan Anda harus rutin membersihkannya setiap hari. Membersihkan karang gigi dapat memanfaatkan bahan dan cara-cara sebagai berikut.

1. Rajin Menggosok Gigi

Cara pertama untuk menghilangkan karang gigi adalah dengan rajin menggosok gigi secara tepat dan teratur. Gosok gigi dilakukan minimal 2 kali sehari. Dengan menggosok gigi, sisa-sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi dapat terangkat. Cara menggosok gigi yang tepat adalah dengan menggosok dari bawah ke bawah secara memutar. Gosok dengan lembut dan merata kemudian berkumur sampai bersih. Usahakan pilihlah pasta gigi khusus untuk menghilangkan karang gigi dengan memilih pasti gigi yang mengandung fluroid atau tartar control. Anda juga bisa menggunakan cairan mouth wash setelah gosok gigi supaya mendapatkan hasil yang maksimal.

2. Bersihkan Gigi dengan Kulit Jeruk

Kulit jeruk mengandung vitamin C yang dapat dimanfaatkan untuk membersihkan karang gigi karena bisa melawan mikroorganisme dan menghilang plak. Kulit jeruk juga bisa memutihkan gigi dan menyegarkan bau mulut. Pengaplikasiannya pun tidak sulit. Ambil kulit dari satu buah jeruk kemudian gunakan bagian dalam kulit jeruk untuk menggosok gigi. Lakukan cara tersebut secara rutin dan teratur agar karang gigi bisa berkurang.

3. Bersihkan Gigi dengan Cengkeh dan Air Lemon

Tumbuk sampai halus 4-5 butir cengkeh kemudian tambahkan satu sendok makan perasan buah lemon dan aduk sampai merata. Setelah itu, olehkan larutan tersebut pada gigi dan gosok dengan sikat gigi. Lakukan hal tersebut secara rutin dan berkala agar mendapatkan hasil yang maksimal.

4. Flossing

Flossing adalah membersihkan gigi dengan menggunakan benang khusus gigi. Flossing dapat dilakukan 1 kali sehari untuk membersihkan sisa-sisa makanan pada sela-sela gigi. Flossing juga dapat membantu bakteri yang ada pada gigi dan mulut.

Beberapa cara tersebut dapat diaplikasikan secara rutin untuk membersihkan karang gigi. Apabila karang gigi tersebut sulit dibersihkan dan mengganggu kesehatan mulut, sebaiknya segera Anda periksakan ke dokter supaya mendapatkan penanganan yang tepat.