Pilihan Snack Sehat

Almond

kacang almond (source: pxhere.com)

Kacang adalah camilan sehat yang enak. Meskipun mereka tinggi lemak, Anda tidak perlu menghindarinya jika Anda mencoba menurunkan berat badan. Satu studi menemukan bahwa orang yang mengunyah almond secara menyeluruh (hingga 40 kunyah) merasa kenyang lebih lama daripada mereka yang mengunyah kacang dengan jumlah yang sama lebih sedikit. Selain itu, almond memberikan serat yang mengenyangkan, protein, dan lemak sehat.

Continue reading “Pilihan Snack Sehat”

Waktu dan Jenis Camilan yang Aman Dikonsumsi

Makanan saat ini tidak hanya dibutuhkan sebagai “pengisi perut”, melainkan juga bisa menjadi jalan eksistensi. Saat ini banyak orang yang membeli makanan lebih dari sekadar untuk dimakan, melainkan juga difoto dan diunggah di media sosial untuk meningkatkan eksistensi. Gaya hidup yang sedang tren tersebut mempengaruhi seseorang untuk membeli makanan lebih sering, tidak terkecuali membeli camilan.

Mengonsumsi camilan sering kali dinggap sebagai “selingan” menyenangkan dan tidak mengenyangkan. Beberapa orang juga mengonsumsi camilan di sela-sela kesibukan dengan alasan untuk menambah energi dan mengurangi stres. Mengonsumsi camilan atau makanan ringan sebenarnya tidak dilarang sepenuhnya, tetapi tetap harus mempertimbangkan kapan dan apa camilan yang akan dimakan. Pertimbangan waktu dan jenis camilan tersebut sangat penting supaya tubuh tidak mendapatkan asupan makanan berlebih yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Jumlah makanan berlebih yang masuk ke tubuh selain bisa menaikkan berat badan juga bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, perhatikan pemilihan waktu dan jenis camilan yang aman dikonsumsi sebagai berikut.

Waktu yang Tepat untuk Makan Camilan

Makan camilan sebenarnya bisa menjadi salah satu jalan bagi tubuh untuk mendapatkan energi tambahan. Akan tetapi, mengonsumsi camilan haruslah mempertimbangkan waktu yang tepat. Sebaiknya hindari mengonsumsi camilan di larut malam sebelum tidur karena makanan akan sulit dicerna tubuh sehingga akan menumpuk dan menaikkan berat badan. Lalu kapan waktu yang tepat untuk nyamil?

  • Setelah Berolahraga

Camilan boleh dikonsumsi saat tubuh selesai berolahraga untuk membantu mengembalikan energi tubuh yang hilang. Camilan boleh dikonsumsi setelah tubuh melakukan olahraga kurang lebih selama 60 menit. Camilan yang direkomendasikan dikonsumsi setelah olahraga, di antaranya smoothie atau kacang-kacangan.

  • 4 Jam Setelah Mengonsumsi Makanan Utama

Waktu yang baik untuk mengonsumsi camilan adalah ketika tubuh merasa lapar tetapi belum tiba waktu makan. Akan tetapi, tidak semua rasa lapar tersebut harus dituruti, melainkan tetap harus diperhatikan kapan rasa lapar tersebut datang. Waktu yang aman untuk mengonsumsi camilan adalah 4 jam setelah makan pagi atau 4 jam setelah makan siang, yakni antara pukul 10.00-11.00 atau pukul 15.00-14.00. Pada waktu tersebut, tubuh sedang melakukan aktivitas yang padat sehingga membutuhkan asupan energi untuk melancarkan aktivitas. Camilan yang dikonsumsi pada waktu tersebut juga akan dicerna tubuh dengan baik karena tubuh aktif beraktivitas.

Jenis Camilan yang Aman Dikonsumsi

Selain waktu yang tepat, jenis camilan yang akan dikonsumsi pun harus diperhatikan. Camilan yang aman dikonsumsi adalah makanan atau minuman yang rendah lemak, tinggi protein, dan memiliki indeks glikemik yang tinggi, misalnya buah-buahan. Hindari mengonsumsi camilan yang mengandung lemak, karbohidrat sederhana, dan garam tinggi, seperti permen coklat, kue, atau makanan instan karena bisa membuat berat badan naik dan menumpuknya zat aditif dalam tubuh. selain itu, camilan yang mengandung karbohidrat tinggi juga bisa membuat tubuh menjadi mengantuk. Oleh karena itu, pilihlah camilan yang sehat supaya bisa menambah asupan energi tetapi tidak membuat berat badan naik secara signifikan. Selain memerhatikan jenis camilan yang akan dikonsumsi, Anda juga perlu memerhatikan jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh setiap harinya untuk menghindari tubuh mendapatkan asupan makanan yang sebenarnya tidak dibutuhkan dan justru bisa menaikkan berat badan.

Nyamil itu Boleh atau Tidak?

“Nyamil” atau makan camilan adalah kegiatan yang sering dilakukan banyak orang, khususnya bagi penyuka jajanan atau kudapan. Kadang-kadang orang lebih sering nyamil kudapan sampai kenyang hingga lupa untuk makan makanan berat. Nyamil sendiri tidak melulu salah, asalkan dilakukan dengan tepat dan tidak berlebihan. Lalu, sebenarnya nyamil itu boleh gak sih? Apa saja yang harus diperhatikan saat nyamil? Ulasan berikut harus benar-benar disimak ya.

Nyamil atau makan camilan sebenarnya boleh-boleh saja dilakukan, tetapi syarat dan ketentuannya berlaku. Hindari membeli produk camilan hanya karena “lapar mata” karena itu dapat menjadi faktor makan Anda kurang terkendali. Beberapa orang terkadang membeli camilan untuk mencoba merasakan makanan baru. Di satu sisi, makan camilan itu perlu untuk menunjang kebutuhan gizi tubuh, tapi di sisi lain juga bisa menjadi penyebab terjadinya kegemukan atau obesitas.

Jika Anda gemar nyamil, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Pertama, perhatikan makanan yang Anda pilih. Usahakan memilih camilan sehat dengan mengonsumsi buah-buahan, makanan atau minuman rendah lemak, dan yang penting hindari terlalu sering makan kudapan yang mengandung zat aditif, seperti pewarna dan pemanis buatan. Anda bisa memilih dan memodifikasi buah-buahan dengan bahan makanan lain agar Anda tidak mudah bosan. Selain itu, kacang hijau dan susu juga bisa menjadi pilihan minuman yang bisa menambah zat besi tetapi tidak menyebabkan gemuk. Usahakan untuk tidak mengonsumsi junk food terlalu sering karena kebiasaan tersebut tidak baik untuk kesehatan.

Selanjutnya, perhatikan waktu ngemil Anda. Makan camilan sebaiknya dilakukan dua jam sebelum makan makanan pokok dan tiga jam setelah makan makanan pokok. Makan camilan juga idealnya dilakukan sebanyak 2 sampai 3 kali dalam satu hari. Hindari makan camilan secara terus menerus dalam seharu atau bahkan berhari-hari karena jika tidak didampingi dengan makanan pokok yang bergizi, maka ada kemungkinan tubuh Anda kekurangan nutrisi.

Lalu bagaimana dengan makan camilan di malam hari? Apakah benar bisa membuat gemuk? Sebenarnya bukan hanya makan di malam hari saja yang bisa membuat gemuk, makan camilan di pagi atau siang hari juga bisa menyebabkan gemuk apabila dilakukan dengan porsi yang berlebihan dan pilihan makanan yang kurang tepat. Jika Anda termasuk orang yang suka ngemil pada malam hari, usahakan memilih buah-buahan sebagai camilan. Anda juga bisa mengolah buah-buahan tersebut menjadi berbagai bentuk, misalnya jus, smoothies, manisan, dan sebagainya. Makan camilan pada malam hari sebaiknya dilakukan 3 sampai jam sebelum tidur supaya sebelum Anda tidur makanan sudah dapat tercerna dengan baik dan pada saat Anda bangun tubuh menjadi lebih segar.

Kurang lebih seperti itulah hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum makan camilan. Pada dasarnya, makan camilan itu boleh, asalkan tidak berlebihan. Makan camilan juga kadang menjadi perlu sebagai penunjang nutrisi disamping makanan pokok. Akan tetapi, yang perlu diingat bahwa tubuh tetap membutuhkan asupan gizi dari makanan pokok, jadi atur pola makanan dan variasi menu Anda supaya tetap sehat dan lezat. Karena makanan yang masuk ke dalam tubuh akan menjadi “bahan” untuk menunjang aktivitas dan produktivitas.