Kenali Lebih Jauh Batu Empedu

Faktor Risiko

Seseorang lebih mungkin untuk menderita batu empedu apabila:

  • Obesitas. Ini adalah salah satu faktor risiko terbesar. Obesitas dapat meningkatkan kadar kolesterol  dan juga membuat kandung empedu lebih sulit dikosongkan sepenuhnya.
  • Mengonsumsi pil KB, terapi penggantian hormon untuk gejala menopause, atau sedang hamil. Estrogen ekstra merupakan masalahnya. Hal ini dapat meningkatkan kolesterol dan membuat kantong empedu lebih sulit dikosongkan.
  • Menderita diabetes. Orang dengan kondisi ini cenderung memiliki kadar trigliserida yang lebih tinggi (sejenis lemak darah), yang merupakan faktor risiko batu empedu.
  • Mengonsumsi obat untuk menurunkan kolesterol. Beberapa obat ini meningkatkan jumlah kolesterol dalam empedu, yang dapat meningkatkan peluang terkena batu empedu.
  • Kehilangan berat badan terlalu cepat. Hal ini dikarenakan hati membuat kolesterol ekstra, yang dapat menyebabkan batu empedu.
  • Berpuasa. Kantung empedu mungkin tidak teremas terlalu banyak.

Batu empedu juga lebih mungkin terjadi karena faktor genetik, dan mereka lebih sering menyerang wanita, orang tua, dan beberapa kelompok etnis, termasuk penduduk asli Amerika dan Meksiko-Amerika.

Kapan harus ke dokter

Buat janji dengan dokter  jika Anda memiliki tanda atau gejala yang membuat Anda khawatir.

Cari perawatan segera jika Anda mengembangkan tanda dan gejala komplikasi batu empedu yang serius, seperti:

  • Nyeri perut begitu hebat sehingga tidak bisa duduk diam atau menemukan posisi yang nyaman
  • Kulit dan bagian putih mata menguning
  • Demam tinggi dengan menggigil

Jenis batu empedu

Jenis batu empedu yang dapat terbentuk di kantong empedu meliputi:

  • Batu empedu kolesterol. Jenis batu empedu yang paling umum, yang disebut batu empedu kolesterol, sering tampak berwarna kuning. Batu empedu ini sebagian besar terdiri dari kolesterol yang tidak larut, tetapi mungkin mengandung komponen lain.
  • Batu empedu pigmen. Batu-batu coklat atau hitam gelap ini terbentuk ketika empedu mengandung terlalu banyak bilirubin.

Source: mayoclinic.org, nhs.uk, webmd.com

Baca Juga:

Batu Ginjal: Risiko, Gejala dan Pencegahan

Infeksi Kandung Kemih

Mengenal Apendisitis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *