Desain Rumah untuk Iklim Tropis

Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di dekat dengan garis khatulistiwa sehingga memiliki iklim tropis. Negara beriklim tropis mempunya 2 musim, yakni musim hujan dan musim kemarau. Negara iklim tropis mendapatkan sinar matahari terus menerus hingga sepanjang tahun hampir selama 12 jam. Sinar matahari tersebut menyebabkan suhu udara dan kelembapan di negara tropis menjadi tinggi sehingga cuacanya cenderung panas. Selain itu, pada musim hujan negara tropis juga memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Perubahan cuaca yang cukup ekstrem pada dua musim tersebut mempengaruhi bagaimana merangcang rumah yang bisa beradaptasi pada dua cuaca tersebut. Oleh karena itu, hunian atau rumah di iklim tropis sebaiknya memiliki desain khusus yang bisa membuat nyaman penghuninya. Berikut ini ada beberapa konsep yang perlu diperhatikan saat Anda ingin merancang rumah di negara iklim tropis.

  • Terapkan Konsep Open Space

Rumah di iklim tropis sebaiknya dirancang dengan konsep open space yakni rumah yang memiliki banyak bukaan. Bukaan pada rumah tersebut berfungsi untuk mengatur sirkulasi udara dan kelembapan udara di dalam rumah dapat stabil meskipun terjadi perubahan suhu dan cuaca akibat dari perubahan musim. Bukaan pada rumah tropis tersebut membuat ruang gerak penghuninya menjadi lebih leluasa.

  • Ketinggian Atap Rumah

Ketinggian atap rumah di iklim tropis perlu sangat diperhatikan. Usahakan untuk merancang atap dengan ketinggian yang cukup supaya udara di dalam rumah tidak terlalu panas saat musim kemarau. Selain itu, atap yang tinggi juga bisa melancarkan aliran air hujan yang turun pada saat musim hujan. Oleh karena itu, bangunlah atap dengan ketinggian cukup supaya rumah menjadi nyaman dan suhu udara pun stabil.

  • Sirkulasi Udara

Kelancaran sirkulasi pada rumah di iklim tropis menjadi pertimbangan penting. Usahakan untuk membuat jendela atau ventilasi yang bisa membuat angin atau udara keluar masuk lebih lancar. Selain itu, jika masih ada lahan kosong Anda bisa menambahkan kolam renang atau tanaman sebagai kantung udara sehingga pada saat musim kemarau udara yang mengalir di rumah pun tetap sejuk secara alami.

  • Taman

Halaman atau tanah kosong di sekitar rumah dapat dijadikan sebagai taman yang dihiasi dengan berbagai tanaman hijau yang cantik. Tanaman yang ditanam di sekitar rumah tersebut dapat membantu menyuplai oksigen dan kesejukan pada saat musim kemarau. Sementara itu, pada saat musim hujan tanaman tersebut dapat menghalau angin kencang supaya tidak langsung menerpa rumah Anda. Dengan begitu rumah nyaman dan aman baik saat musin kemarau maupun musim hujan. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan tananam hias dengan konsep tanaman vertikal atau tanaman gantung untuk menambah kesan asri pada rumah Anda.

  • Pencahayaan

Pencahayaan rumah di iklim tropis dapat memanfaatkan desain interior dan jendela. Pilihlah desain interior rumah dengan warna cerah, seperti putih, biru, dan sebagainya, supaya rumah terkesan terang dan ceria. Pastikan juga untuk membuat jendela supaya sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah sehingga rumah mendapat pencahayaan alami yang cukup. Pemasangan jendela dan pilihan warna cat tersebut juga bisa membantu menghemat listrik Anda di siang hari karena rumah bisa tetap terang tanpa harus menyalakan lampu. Pencahayaan rumah yang cukup juga mampu membuat penglihatan mata menjadi stabil.

Pilihan desain tersebut dapat menjadi pertimbangan saat ingin membangun rumah di iklim tropis supaya rumah nyaman dan tentunya sehat untuk ditinggali. Udara, suhu, dan cuaca di iklim tropis juga dapat berpengaruh pada kesehatan penduduknya sehingga dengan merancang rumah yang tepat bisa membantu menjaga kesehatan tubuh karena rumah adalah lingkungan terdekat yang berpengaruh pada kesehatan penghuninya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *