Mitos dan Fakta Seputar Rokok

Serba serbi mengenai rokok memang tidak ada habisnya. Bahaya mengenai kebiasaan merokok pun dinilai bisa menimbulkan kondisi kesehatan yang memburuk bahkan berujung kematian. Gaungan untuk berhenti merokok pun semakin dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari individu, komunitas, bahkan pemerintah. Berhenti merokok memang bukan hal yang mudah dilakukan karena adanya efek ketergantungan dari nikotin dalam rokok. Belum lagi adanya withdrawal effect saat awal-awal berhenti merokok akibat putusnya aliran nikotin ke dalam tubuh. Withdrawal effect yang cukup “menyiksa” tersebut bisa menjadi faktor gagalnya seseorang berhenti merokok. Selain itu, ada juga beberapa mitos yang beredar di masyarakat yang menyurutkan langkah perokok untuk berhenti merokok. Berikut ini diuraikan beberapa mitos dan fakta seputar merokok yang perlu Anda ketahui.

  • Sesekali Merokok Tidak Apa-Apa

Saat proses berhenti merokok sebaiknya langsung saja putus asupan rokok ke dalam tubuh tanpa “dicicil”. Orang yang ingin berhenti merokok tetapi menganggap bahwa merokok sesekali tidak apa-apa justru bisa membuat tubuh semakin kecanduan dan sulit benar-benar berhenti merokok. Membiarkan bahan kimia sekecil apapun dari rokok ke dalam tubuh tetap saja bisa membuat kondisi kesehatan tubuh menurun dan bahkan bisa memperpanjang withdrawal effect yang dirasakan sehingga tubuh akan semakin merasa “tersiksa”. Untuk itu, jika Anda memutuskan untuk berhenti merokok, jangan sekali-kali menuruti hawa nafsu untuk sesekali menyulut rokok karena itu bisa menggagalkan Anda untuk berhenti merokok.

  • Ada Jenis Rokok yang Aman Dikonsumsi

Semakin berkembangnya teknologi dan industri turut mempengaruhi produksi rokok yang terdiri atas berbagai jenis. Ada jenis rokok baru yakni rokok mild dan rokok elektrik yang dianggap perokok aman untuk dikonsumsi karena mengandung tar dan nikotin yang lebih sedikit. Faktanya, walaupun rokok mild dan rokok elektrik mengandung nikotin yang lebih sedikit tetap saja bisa menimbulkan efek ketergantungan dan bisa membuat perokok menghisap rokok lebih dalam untuk mendapatkan tingkat kepuasan tertentu. Tar dan zat kimia lain dalam rokok tersebut juga sama bahayanya dengan jenis rokok lain jika masuk ke dalam tubuh. Walaupun diklaim mengandung nikotin, tar, dan zat kimia lain yang lebih sedikit, mengonsumsi rokok mild dan rokok elektrik terlalu sering juga menjadikan racun bertumbuk dalam tubuh.

  • Merokok yang Diimbangi Olahraga Bisa Membuat Tubuh Tetap Sehat

Sebagian besar perokok percaya bahwa kebiasaan merokok yang diimbangi dengan olahraga teratur dan mengonsumsi makanan sehat bisa menetralisir racun rokok sehingga tubuh tetap sehat. Mitos tersebut membuat seseorang dengan santai terus merokok karena merasa sudah rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat sehingga tubuh tetap baik-baik saja. Akan tetapi, olahraga teratur ataupun makanan bergizi belum cukup kuat untuk menetralisir racun rokok, apalagi racun rokok yang menumpuk terlalu banyak. Racun rokok akan semakin menumpuk seiring dengan kebiasaan merokok itu sendiri. Oleh karena itu, cara menghilangkan racun rokok dalam tubuh yang paling efektif adalah dengan berhenti merokok.

  • Filter Rokok Bisa Melindungi Perokok

Anggapan bahwa filter rokok bisa menyaring racun sehingga meminimalisir masuknya bahan kimia rokok ke dalam tubuh membuat perokok menjadi lebih tenang. Akan tetapi, filter rokok tersebut sebenarnya berfungsi untuk mengecilkan partikel asap saja. Partikel asap yang menjadi kecil justru bisa membuat nikotin mudah masuk dan terserap ke dalam otak sehingga menimbulkan kecanduan.

  • Nikotin adalah Senyawa Alami

Anggapan bahwa nikotin adalah senyawa alami memang benar. Nikotin merupakan senyawa yang dihasilkan dari tembakau dan beberapa tumbuhan lain, seperti tomat, terong, dan sebagainya. Akan tetapi, nikotin dalam tembakau merupakan senyawa alami yang tidak aman dikonsumsi tubuh. Nikotin dapat merangsang adrenalin sehingga membuat detak jantung dan aliran darah meningkat serta bisa menyebabkan tempo bernapas menjadi lebih cepat. Kondisi tersebut tentu bukanlah kondisi yang aman bagi tubuh.

  • Sudah Terlanjur Merokok, Buat Apa Berhenti? Percuma

Mitos yang sering dipercayai perokok adalah bahwa mereka yang memiliki kebiasaan merokok mengganggap bahwa berhenti merokok adalah percuma dan tidak akan mengembalikan kondisi kesehatan. Oleh karena itu, mereka “sekalian saja” meneruskan kebiasaan merokok. Akan tetapi, berhenti merokok tidak pernah terlambat bagi siapapun. Efek kesehatan saat berhenti merokok pun sudah bisa dirasakan sejak 20 menit pertama dan kesehatan akan berangsung membaik seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, semakin cepat berhenti merokok semakin cepat pula kesehatan tubuh dapat diperbaiki.

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!