Ini Dampaknya Jika AC Mobil Dibiarkan Kotor

Mobil merupakan jenis kendaraan roda empat yang dimiliki oleh banyak orang Indonesia. Jumlah mobil setiap tahunnya juga turut meningkat karena semakin meningkat pula minat masyarakat terhadap mobil. Mobil dinilai sebagai kendaraan pribadi yang nyaman karena bisa melindungi tubuh dari teriknya sinar matahari, paparan polusi, dan kotoran selama digunakan untuk berkendara. Selain itu, mobil juga bisa menampung kira-kira sebanyak 6-8 orang sehingga dinilai efektif untuk membawa anggota keluarga saat bepergian jauh. Mobil juga dianggap nyaman digunakan untuk berkendara karena memiliki ruang luas dan fitur khusus yang bisa membuat berkendara menjadi nyaman dan aman. Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang memilih menggunakan mobil sebagai sarana kendaraan dianggap bisa mendukung mobilitas berjalan nyaman dan aman.

Gambar ini bersumber dari https://pixabay.com

Mobil yang berkembang saat ini dilengkapi dengan vitur yang bervariasi dengan tujuan untuk membuat pengendara dan penumpang lain merasa nyaman saat dalam perjalanan. Fitur tambahan yang saat ini wajib ada dalam mobil salah satunya adalah AC. Keberadaan AC dalam mobil bisa membuat suhu dalam mobil menjadi lebih sejuk sehingga penumpang mobil tidak merasa kegerahan. Selain itu, AC juga berfungsi untuk melancarkan sirkulasi udara dalam mobil sehingga udara bisa berjalan lancar dalam ruang tertutup yang tidak begitu luas. Mobil yang dilengkapi AC tersebut laris-manis di pasaran Indonesia karena Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki suhu dan cuaca yang cukup panas. Oleh karena itu, AC dalam mobil sering dinyalakan selama perjalanan supaya suhu dalam mobil menjadi sejuk sehingga perjalanan menjadi nyaman.

AC dalam mobil juga memiliki peran atau pengaruh pada kualitas udara yang bersikulasi dalam mobil. Kebersihan udara dalam mobil harus dijaga dengan baik karena mobil merupakan ruang tertutup yang tidak terlalu luas sehingga jika udara dalam mobil tercemar, maka kemungkinan penularan penyakit menjadi lebih tinggi. Udara dalam mobil yang terkontaminasi patogen bisa menghambat masuknya oksigen ke dalam organ pernapasan yang bisa membuat pernapasan menjadi tidak stabil. Maka dari itu, kebersihan AC dalam mobil harus dijaga dengan intens karena AC yang dibiarkan kotor bisa membuat kualitas udara dalam mobil menjadi memburuk.

Saat berada dalam mobil, orang tidak hanya berkendara, melainkan juga diselingi dengan makan atau minum, bahkan beberapa orang juga memiliki kebiasaan merokok saat berkendara dalam mobil. Makanan yang dikonsumsi dalam mobil tersebut berpotensi menghasilkan remahan atau serpihan yang bisa saja jatuh ke bagian-bagian dalam mobil. Serpihan makanan yang tidak segera dibersihkan tersebut bisa saja mengontaminasi udara dalam mobil karena serpihan makanan yang sangat kecil tersebut bisa saka masuk ke dalam AC. Serpihan makanan, polusi udara, debu, dan berbagai polutan lain tersebut bisa masuk ke dalam filter AC sehingga menyebabkan filter AC menjadi mudah kotor. Filter AC yang dibiarkan kotor terlalu lama bisa ditumbuhi jamur atau bakteri serta bisa saja mengontaminasi udara yang bersirkulasi dalam mobil sehingga dikhawatirkan bisa mengontaminasi pengendara dan penumpang lain yang berada dalam mobil.

Filter AC mobil yang dibiarkan kotor bisa menyebabkan AC berjalan kurang maksimal sehingga udara dalam mobil tidak sejuk. Selain itu, dampak yang lebih besar dari filter AC yang kotor adalah bisa menjadi sarang tumbuhnya jamur atau bakteri. Jamur atau bakteri tersebut bisa saja berpindah ke ruangan mobil ketika AC dinyalakan sehingga berpotensi terhirup oleh saluran pernapasan. Jika filter tersebut dibiarkan kotor terlalu lama, maka jumlah bakteri atau jamur yang kemungkinan terhirup ke dalam saluran pencernaan juga semakin banyak sehingga bisa menumpukan dalam tubuh. Penumpukan jamur atau bakteri tersebut bisa menyebabkan munculnya gangguan pernapasan, seperti batuk, pilek, sesak napas, bahkan kanker. Maka dari itu, sangat penting sekali menjaga kebersihan filter AC dalam mobil.

Membersihkan filter AC dalam mobil bisa dilakukan minimal sebanyak satu atau dua kali dalam satu bulan. Filter AC bisa dibersihkan dengan cara menyemprotkan angin bertekanan tinggi ke dalam filter supaya kotoran yang menempel bisa keluar. Selain itu, Anda juga bisa mencopt filter lalu menyikat atu mencuci filter tersebut supaya bisa bersih dengan maksimal. Jangan lupa untuk membersihkan seluruh bagian mobil supaya tidak terdapat kotoran yang bisa saja tersedot masuk ke dalam filter. Filter yang bersih bisa menyaring udara dari debu atau kotoran dengan maksimal sehingga sirkulasi udara dalam mobil berjalan lancar dan terbebas dari jamur atau bakteri serta bisa membuat udara dalam mobil tidak berbau.

Waspada: Ini Bakteri yang Hidup di Lingkungan Rumah

Gambar ini bersumber dari https://pixabay.com

Bakteri merupakan organisme mikroskopik yang tidak memiliki membran sel dan bersifat parasite. Bakteri bisa hidup di mana saja, misalnya di air, tanah, udara, bahkan bisa hidup di dalam tubuh manusia. Beberapa orang awam menganggap bahwa bakteri adalah sumber penyakit yang bisa menyerang manusia. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Berdasarkan sifatnya, bakteri sebenarnya terdiri atas dua jenis, yakni bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri baik bisa dimanfaat untuk berbagai keperluan, seperti untuk keperluan pangan, pengobatan, dan industri. Sementara itu, bakteri jahat berperan sebagai patogen yang bisa menyerang manusia dan menyebabkan infeksi sehingga bisa mengganggu kualitas seseorang yang terinfeksi bakteri jahat tersebut.

Keberadaan bakteri jahat memang sebaiknya perlu diwaspadai karena bisa merugikan manusia. Bakteri jahat juga bisa tumbuh di mana saja, khususnya di tempat yang lembab atau tempat yang kotor, termasuk tempat tinggal sehari-hari, yakni rumah. Bakteri yang hidup di rumah bisa saja mengontaminasi makanan atau kulit manusia sehingga bisa masuk ke dalam tubuh dan menggerogoti kesehatan. Bakteri bisa dengan mudah tumbuh di bagian-bagian dalam rumah Anda jika tidak dibersihkan secara rutin, misalnya di kamar mandi, dapur, kamar tidur, bahkan bakteri juga bisa tumbuh dalam kulkas dan AC. Keberadaan bakteri tersebut tidak boleh dianggap remeh karena berpotensi mengakibatkan infeksi pada penghuni. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki pengetahuan terkait jenis-jenis bakteri yang hidup di rumah supaya bisa dilakukan langkah tepat untuk membasmi bakteri dari tempat tinggal Anda. Berikut ini diuraikan beberapa jenis bakteri jahat yang tumbuh di lingkungan rumah yang perlu diwaspadai.

Bakteri E. Coli

Bakteri E. coli termasuk jenis bakteri yang mudah tumbuh dan berkembang dalam rumah, khususnya lingkungan yang lembab dan kotor, misalnya kamar mandi. Bakteri E. coli bisa tumbuh dengan leluasa di dalam kamar mandi, khususnya pada toilet dan lantai kamar mandi. Maka dari itu, bersihkan kamar mandi dengan rutin untuk meminimalisir pertumbuhan bakteri E. coli. Bakteri E. coli sebenarnya adalah jenis bakteri baik yang tumbuh dalam saluran pencernaan manusia. Akan tetapi, jika bakteri E. coli yang tumbuh dalam tubuh jumlahnya terlalu banyak, maka bakteri tersebut bisa berubah menjadi bakteri yang berbahaya bagi tubuh. Bakteri E. coli yang terlalu banyak tersebut bisa menginfeksi tubuh yang menyebabkan munculnya gangguan kesehatan, seperti diare, demam, kram perut, bahkan bisa menyebabkan penyakit kolera yang berbahaya bagi tubuh.

Bakteri Legionnella

Selain E.coli, jenis bakteri berbahaya yang juga bisa tumbuh di dalam rumah adalah bakteri Legionnella. Bakteri Legionnella bisa tumbuh di lingkungan yang mengandung air dan lembab, misalnya AC di dalam rumah Anda. Bakteri Legionnella yang berada dalam AC bisa disebarkan ke berbagai ruangan dalam rumah dan bisa saja mengontaminasi makanan yang dibiarkan terbuka. Makanan yang terkontaminasi bakteri Legionnella tersebut jika dikonsumsi bisa menyebabkan bakteri Legionnella masuk dan menginfeksi tubuh. Bakteri Legionnella yang menginfeksi tubuh bisa menyebabkan penyakit pneumonia dan beberapa jenis penyakit lain yang merugikan tubuh.

Bakteri Listeria

Bakteri Listeria juga termasuk jenis bakteri yang bisa tumbuh di dalam rumah Anda, khususnya di dalam kulkas. Kulkas yang sebenarnya berfungsi untuk menjaga makanan agar tetap segar ternyata juga bisa menjadi tempat tumbuhnya bakteri Listeria. Bakteri Listeria bisa mengontaminasi makanan yang disimpan dalam kulkas dan jika makanan tersebut dikonsumsi, maka bakteri Listeria bisa masuk ke dalam tubuh. Bakteri Listeria yang masuk dan menginfeksi tubuh bisa menyebabkan beberapa gangguan kesehatan berupa penyakit listeriosis. Maka dari itu, bersihkan kulkas dengan rutin dengan mengelap bagian interiornya dan jangan lupa untuk mencuci makanan yang dikeluarkan dari kulkas sebelum dikonsumsi.

Bakteri Streptococcus

Bakteri Streptococcus termasuk jenis bakteri yang bisa tumbuh di lingkungan rumah Anda, yakni di dalam kamar mandi. Bakteri Streptococcus memang bisa tumbuh dan berkembang biak dalam waktu cepat pada lingkungan yang lembab dan kotor, misalnya kloset toilet dan sebagainya. Bakteri Streptococcus bisa berpindah ke kulit dan bisa menginfeksi tubuh sehingga menimbulkan gangguan kesehatan. Bakteri Streptococcus yang menginfeksi dan menumpuk dalam tubuh bisa menyebabkan beberapa gangguan kesehatan, di antaranya demam, gangguan tenggorakan, gangguan pernapasan, bahkan gangguan ginjal. Maka dari itu, jangan lupa untuk mencuci tangan sampai bersih setelah menggunakan toilet supaya bakteri Streptococcus tidak turut masuk ke dalam tubuh.

Bakteri Nontuberculous Mycrobacteria (NTM)

Pernahkah Anda menyadari bahwa shower yang digunakan untuk mandi mengandung bakteri. Beberapa orang menggunakan shower saat mandi dengan tujuan untuk membersihkan tubuh lebih ekstra sehingga kotoran yang menempel bisa hilang sehingga tubuh bersih maksimal. Akan tetapi, tahukah And ajika shower yang sudah digunakan dalam jangka waktu lama ternyata bisa ditumbuhi bakteri? Ya, shower yang digunakan terlalu lama dan kotor bisa menjadi tempat tumbuhnya bakteri, yakni bakteri Nontuberculous mycrobacteria (NTM). Bakteri Nontuberculous mycrobacteria bisa berpindah pada kulit saat kulit bersentuhan dengan shower dan berpotensi masuk serta menginfeksi tubuh. Bakteri Nontuberculous mycrobacteria yang menginfeksti tubuh bisa menimbulkan gangguan kesehatan yang cukup serius, yakni infeksi paru-paru, terlebih pada orang yang memiliki sistem imun yang rendah. Maka dari itu, ganti shower yang Anda gunakan untuk mandi secara teratur supaya tidak menjadi sarang tumbuhnya bakteri Nontuberculous mycrobacteria.

Itulah beberapa jenis bakteri yang hidup di rumah yang perlu Anda waspadai. Bersihkan bagian-bagian dalam rumah dengan teratur supaya rumah menjadi bersih, nyaman ditinggali, dan terbebas dari pertumbuhan bakteri.

Baca juga:

Jamur yang Bisa Tumbuh di Dinding Rumah

Ini yang Terjadi Jika Buang Sampah Sembarang

Sampah merupakan jenis limbah yang bisa berasal dari sisa makanan, produk rumah tangga, produksi pabrik, dan sebagainya. Sampah yang tidak dibuang dengan tepat bisa menyebabkan lingkungan menjadi kurang bersih. Lingkungan yang kurang bersih tersebut bisa menjadi tempat bersarangnya kuman, bakteri, atau virus yang bisa mengganggu kesehatan dan kualitas lingkungan itu sendiri. Maka dari itu, banyak sekali ditemukan imbauan untuk buang sampah pada tempat sampah dan melarang buang sampah sembarangan, misalnya pada jalan raya, got, ruang publik, kendaraan umum, toilet, sungai, pantai, gunung, bahkan laut. Sampah yang dibuang sembarangan tersebut bisa menyebabkan lingkungan menjadi tidak bersih sehingga mudah ditumbuhi oleh bakteri, kuman, virus, atau parasit lain yang bisa menyebabkan penyakit.

Penyakit memang bisa bersumber dari sampah, baik melalui kontak langsung maupun kontak tidak langsung. Sampah yang dibuang sembarangan bisa dengan mudah bersentuhan dengan tangan, kaki, atau bagian tubuh lain sehingga menyebabkan bakteri, virus, kuman, atau parasit lain yang ada pada sampah berpindah ke tubuh manusia. Selain itu, sumber penyakit tersebut juga bisa berpindah ke tubuh manusia walaupun tidak melakukan kontak langsung, melainkan melalui perantara. Sampah yang dibuang sembarang dan menjadi berantakan menjadi rumah yang nyaman bagi tumbuhnya bakteri, kuman, virus, atau parasit lain. Sampah yang berserakan tersebut bisa saja dihinggapi lalat dan jika lalat tersebut menempel pada tubuh atau makanan yang Anda konsumsi, maka otomatis parasit penyebab penyakit tersebut juga bisa berpindah ke tubuh Anda.

Sampah yang dibuang sembarangan dan mengalami penumpukan memang bisa menjadi sarang tumbuhnya parasite penyebab penyakit. Selain itu, penyakit yang ditimbulkan akibat infeksi parasit dari sampah sebagian besar adalah penyakit menular. Maka dari itu, buanglah sampah pada tempat sampah yang sudah disedikan supaya sampah tidak berserakan. Sampah yang berserakan secara langsung dan tidak langsung bisa menyebabkan munculnya gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan tersebut bisa terjadi karena perpindahan kuman, bakteri, virus, atau parasit lain dari sampah ke tubuh manusia. Berikut ini diuraikan beberapa penyakit yang bisa muncul akibat infeksi parasit dari sampah yang menumpuk dan berserakan.

Diare

Penyakit yang sering diderita oleh banyak orang yang bisa disebabkan oleh infeksi parasit dari sampah adalah diare. Diare merupakan gangguan kesehatan pada organ pencernan yang ditandai dengan frekuensi buang air besar yang terlalu sering dengan kondisi feses yang cair. Diare bisa menyebabkan seseorang mengeluarkan banyak cairan, baik melalui feses maupun keringat, sehingga berpotensi menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi. Diare disebabkan oleh adanya bakteri jahat dari sampah yang masuk ke usus sehingga bisa mengganggu kerja usus dalam mencerna dan mengeluarkan sisa makanan yang sudah dicerna.

Cacingan

Cacingan juga merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh infeksi parasit yang salah satunya berasal dari sampah yang menumpuk dan berserakan. Parasite yang menyebabkan cacingan adalah cacing tambang atau cacing gelang yang masuk ke dalam saluran pencernaan. Cacing tambang bisa menginfeksi tubuh sehingga menyebabkan seseorang mengalami kekurangan zat besi sehingga berpotensi menimbulkan anemia. Selain itu, cacing tambang yang masuk ke dalam usus juga bisa menyerap protein yang ada dalam usus sehingga penyerapan protein menjadi berkurang. Sementara itu, infeksi cacing bisa menyebabkan terhambatnya proses pertumbuhan dan menurunkan konsentrasi pada anak-anak. Cacing-cacing tersebut bisa menginfeksi tubuh karena disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya lingkungan yang tidak bersih akibat sampah yang berserakan.

Tetanus

Tetanus juga termasuk jenis penyakit yang bisa disebabkan oleh infeksi bakteri tetanus yang bisa berasal dari sampah yang berserakan. Bakteri tetanus tersebut jika masuk ke dalam luka pada tubuh bisa menghasilkan racun yang menyebabkan otot mengalami kontraksi. Tetanus tidak boleh diabaikan dan harus segera dibawa ke dokter supaya bisa diobati dengan tepat.

Tifus

Tifus atau demam tiroid bisa juga disebabkan oleh infeksi bakteri yang berasal dari sampah yang menumpuk dan berserakan. Tifus disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella yang masuk ke dalam saluran pencernaan. Bakteri tersebut bisa menyebabkan tifus yang ditandai dengan gejala demam, mutah, diare, atau kram perut.

Hepatitis

Dampak dari sampah yang menumpuk dan berserakan adalah bisa meningkatkan risiko tubuh terkena hepatitis, khususnya hepatitis A. Virus hepatitis A tersebut bisa berasal dari lingkungan yang tidak bersih, misalnya lingkungan yang sampahnya berserakan. Virus tersebut bisa mengontaminasi makanan, minuman, atau air sehingga bisa masuk dan menginfeksi tubuh.

Selain beberapa penyakit tersebut, sampah yang menumpuk dan berserakan juga berpotensi memunculkan penyakit lain, seperti malaria, demam berdarah, gastroenteritis, disentri, TBC, dan sebagainya. Selain itu, sampah yang berserakan tersebut juga bisa menimbulkan bau yang kurang sedap sehingga lingkungan menjadi kurang nyaman ditinggali. Maka dari itu, buanglah sampah pada tempat sampah yang disediakan supaya sampah tidak berserakan serta tidak menjadi tempat tumbuhnya bakteri, kuman, virus, atau parasit penyebab penyakit.

Artikel terkait:

Bahaya Sampah Plastik

Jenis Sampah yang Bisa Didaur Ulang

Bakteri yang Bisa Tumbuh di Peralatan Kerja

Meja kerja merupakan bagian dari salah satu perangkat rumah atau kantor yang aktif digunakan. Meja kerja digunakan untuk meletakkan seperangkat alat untuk bekerja seperti, laptop, komputer, mouse, kertas, bullpen, dan berbagai alat lain yang bisa mendukung pekerjaan Anda. Selain itu, di atas meja kerja juga sering diletakkan cangkir, gelas, atau minuman supaya seseorang tidak perlu pergi mengambil minuman saat haus di tengah-tengah kesibukan. Secara sekilas, meja kerja memang terlihat bersih karena setiap hari dibersihkan oleh cleaning service kantor atau asisten rumah tangga di rumah. Akan tetapi, meja kerja yang terlihat bersih tersebut sebenarnya tidak benar-benar bersih.

Peralatan kerja yang diletakkan di atas meja kerja sering disentuh langsung menggunakan tangan karena memang aktif digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan. Meja dan peralatan yang ada di atas meja kerja biasanya dibersihkan dengan cara dilap supaya terbebas dari debu dan terlihat lebih mengkilap. Cara pembersihkan tersebut ternyata kurang efektif untuk membersihkan kuman, bakteri, atau mikroorganisme lain yang ada di benda-benda di atas meja kerja tersebut. Barang-barang di atas meja kerja kantor juga terkadang dipinjam atau digunakan bersama teman sehingga rawan ditempeli oleh berbagai bakteri dari tangan orang-orang yang memegangnya. Maka dari itu, meskipun terlihat mengkilap, belum tentu meja kerja dan segala peralatan yang ada di atas bebas dari kuman dan bakteri.

Beberapa penilitian menyebutkan bahwa meja kerja dan alat-alat kerja yang ada di atasnya mengandung kuman 400 kali lebih banyak daripada kuman yang ada di dudukan toilet. Dengan begitu, pekerja bisa memiliki risiko yang tinggi untuk terserang bahkan terinfeksi bakteri yang menempel pada peralatan kerja mereka. Maka dari itu, usahakan untuk membersihkan meja kerja dan alat-alat yang ada di atasnya menggunakan cairan pembersih khusus yang memiliki kemampuan untuk menghilangkan kuman atau bakteri. Alat-alat kerja yang rawan dan paling banyak ditumbuhi bakteri biasanya adalah alat yang terus digunakan untuk mengerjakan tugas harian. Berikut ini diuraikan beberapa peralatan kerja yang rentan di tumbuhi bakteri.

Keyboard

Keyboard merupakan bagian dari komputer atau laptop yang aktif digunakan untuk menyelesaikan berbagai tugas untuk urusan pekerjaan. Keyboard dijalankan dengan melakukan sentuhan dan tekanan pada tombol-tombol alphabet menggunakan jari tangan supaya bisa mengetik teks dengan cepat dan efisien. Karena sering bersentuhan dengan jari tangan, maka keyboard tersebut rawan sekali tertempeli bakteri yang berpindah dari tangan. Bakteri tersebut bisa berpindah dari tangan ke keyboard dan kemudian akan tumbuh dan berkembang pada keyboard tersebut. Selain dari kontak dengan tangan, bakteri yang ada pada keyboard juga bisa berasal dari remahan makanan yang jatuh ke atas keyboard saat seseorang mengetik sambil makan atau nyamil. Jika keyboard tersebut jarang dibersihkan, maka pertumbuhan dan perkembangan bakteri tersebut menjadi lebih cepat.

Mouse

Mouse atau tetikus juga merupakan bagian dari komputer atau laptop yang sering bersentuhan dengan tangan. Mouse digunakan untuk menjalankan kursor pada komputer atau laptop yang dijalankan dengan tangan. Maka dari itu, bakteri dari tangan bisa dengan mudah berpindah ke permukaan mouse dan bisa pula berkembang lebih cepat di permukaan mouse. Mouse yang dipakai bergantian dengan teman kantor juga lebih banyak mengandung bakteri. Bakteri yang bisa menempel pada mouse adalah bakteri yang bisa menyebabkan infeksi pada usus jika tertelan atau masuk ke dalam tubuh dan organ pencernaan.

Bolpoin

Bolpoin juga merupakan salah satu alat kantor yang rentan ditumbuhi bakteri. Bolpoin yang sering dipinjamkan ke rekan kerja juga bisa mengandung bakteri yang lebih banyak dan beragam. Oleh karena itu, hindari menggigit bolpoin dan juga hindari membuka tutup bolpoin menggunakan mulut karena bakteri bisa berpindah dan masuk ke dalam tubuh.

Ponsel

Ponsel saat ini termasuk dari bagian alat kerja karena memiliki fitur-fitur canggih yang bisa memudahkan komunikasi dan menyelesaikan pekerjaan. Ponsel juga memiliki risiko yang sama menjadi tempat tumbuhnya bakteri karena sering bersentuhan langsung dengan tangan. Maka dari itu, bersihkan permukaan ponsel dengan cairan khusus supaya bakteri atau kuman yang menempel bisa lenyap dan hilang.

Kertas

Di meja kerja juga sering sekali bertumpuk kertas yang berisi materi atau tugas kerja yang sudah dicetak. Kertas tersebut memang bukan merupakan sumber penyakit, tetapi tidak menutup kemungkinan kertas tersebut juga bisa tertempeli bakteri jika bersentuhan dengan tangan. Selain itu, kertas juga mudah jatuh sehingga mudah terkena debu atau kotoran yang ada di lantai sehingga permukaan kertas menjadi tidak higienis.

Benda-benda di atas meja kerja tersebut memang rawan ditumbuhi bakteri jika tidak dibersihkan dengan benar. Maka dari itu, usahakan untuk selalu cuci tangan setelah menggunakan alat kerja di kantor untuk menghindari infeksi bakteri yang kemungkinan menempel di tangan.

Baca juga:

Jamur yang Bisa Tumbuh di Dinding Rumah

Bakteri yang Bisa Tumbuh di Tempat Tidur

Cara Jitu Jaga Lantai Rumah Tetap Higienis

Lantai merupakan bagian penting dalam rumah yang berfungsi sebagai alas rumah. Lantai adalah bagian rumah yang mudah terkena kotoran atau ditumbuhi bakteri karena bersentuhan langsung dengan kaki dan alas kaki. Maka dari itu, lantai sebaiknya dibersihkan setiap hari supaya senantiasa bersih serta terbebas dari bakteri atau kuman. Lantai yang kotor bisa menjadi rumah bagi kuman dan jika kuman atau bakteri tersebut menempel pada kaki, maka berpotensi menginfeksi tubuh. Oleh karena itu, kebersihkan lantai perlu dijaga supaya bersih, higienis, dan memiliki permukaan yang mengkilap sehingga sedap dipandang mata dan nyaman digunakan untuk berjalan.

Menjaga kebersihan lantai bisa dilakukan dengan berbagai cara. Cara yang umum dilakukan untuk membuat lantai bersih adalah menyapu dan mengepel lantai. Menyapu lantai berfungsi untuk membersihkan kotoran, seperti debu atau sisa makanan yang kemungkinan beserakan di lantai. Akan tetapi, menyapu lantai tidak terlalu efektif mengusir kuman atau bakteri yang kemungkinan menempel di lanatai. Maka dari itu, setelah disapu lantai sebaiknya dipel hingga bersih supaya kuman dan bakteri bisa terusir maksimal. Mengepel lantai tidak bisa dilakukan dengan sembarangan karena jika tidak tepat justru bisa membuat lantai menjadi licin dan bau. Oleh karena itu, perhatikan cara menjaga kebersihan lantai rumah dengan cara-cara berikut.

Pilih Sapu yang Kuat

Sapu merupakan alat penting yang digunakan untuk membersihkan lantai dari debu, sisa makanan, atau kotoran lain. Akan tetapi, pilihan sapu yang tidak tepat justru bisa menambah jumlah kotoran di lantai. Sapu yang tidak memiliki kualitas baik justru bisa meninggalkan remah dari bahan sapu atau dari helai sapu yang rontok. Kondisi tersebut justru bisa membuat kondisi lantai menjadi semakin kotor. Maka dari itu, pilih dan gunakan sapu dengan kualitas baik dan tekstur yang kuat supaya tidak mudah rontok. Sebagai referensi, Anda bisa memilih sapu yang terbuat dari microfiber yang menangkap dan membersihkan debu dan kotoran dengan efektif.

Pel Lantai dari Ruang yang Tidak Terlalu Kotor

Setelah lantai disapu, langkah selanjutnya adalan mengepel permukaan lantai untuk membasmi kuman atau bakteri yang kemungkinan masih menempel di lantai. Saat mengepel, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya lantai bisa bersih maksimal, misalnya urutan mengepel. Sebaiknya pel lantai mulai dari bagian rumah yang memiliki tingkat kekotoran paling rendah menuju ke bagian rumah yang memiliki tingkat kekotoran tinggi, misalnya dari kamar tidur, ruang tamu, kemudian dapur. Mulailah mengepel dari pojok ruangan hingga ke pintung. Gunakan gerakan zigzag saat mengepel karena dinilai bisa membuat lantai menjadi bersih maksimal. Jangan lupa untuk mengganti air yang digunakan untuk mencelupkan kain pel ketika sudah keruh karena air keruh yang digunakan untuk mengepel tersebut justru bisa membuat lantai menjadi semakin kotor. Selain itu, bedakan pula alat pel yang digunakan di dalam rumah dengan alat pel yang digunakan di bagian luar rumah karena jika dicampur justru bisa membuat kotoran atau bakteri berpindah dari satu ruangan ke ruangan yang lain.

Gunakan Cairan Pembersih Lantai

Saat mengepel, Anda bisa menambahkan cairan pembersih lantai untuk membantu membersihkan kotoran dan membasmi bakteri lebih maksimal. Selain itu, cairan pembersih lantai juga bisa membuat lantai beraroma harus sehingga membuat rumah menjadi lebih nyaman ditinggali. Tuangkan cairan pembersih pada air yang digunakan untuk mengepel lantai dengan cukup. Hindari mencampurkan cairan pembersih lantai terlalu banyak karena bisa membuat lantai lengket ketika dipijak. Campurkan cairan pembersih dengan komposisi yang lebih banyak pada ruangan yang mempunyai tingkat kekotoran tinggi, misalnya dapur. Pel lantai dengan merata, termasuk lantai yang tertutupi karpet atau lantai di bawah perabotan rumah supaya lantai menjadi bersih serta terbebas dari bakteri dan kuman.

Saat mengepel, gunakan kain pel yang memiliki tekstur lembut dan mempunyai daya serap yang tinggi. Jangan lupa untuk memeras kain pel setelah dicelup ke air supaya lantai tidak basah berlebih yang membuatnya susah dikeringkan. Mengepel lantai merupakan cara utama untuk menjaga lantai rumah Anda senantiasa bersih dan higienis. Maka dari itu, sapu dan pel lantai rumah Anda secara berkalas supaya bersih, terbebas dari kuman, serta memiliki tampilan yang mengkilap dan menarik.

Baca juga:

Cara Menjaga Kebersihan Kamar Mandi

Jamur yang Bisa Tumbuh di Dinding Rumah

Syarat Memiliki Hunian Sehat

Desain Kamar Anak yang Nyaman dan Sehat

Kamar tidur merupakan bagian yang wajib ada dalam rumah. Kamar tidur merupakan bagian rumah yang berfungsi sebagai tempat istirahat atau tempat bersantai. Kamar yang nyaman dan bersih sedikit banyak akan berpengaruh pada kualitas tidur pemilik kamar. Kamar yang tidak bersih bisa membuat seseorang tidak bisa tidur dengan pulas dan bahkan bisa menjadi sarang tumbuhnya kuman dan bakteri. Selain nyaman dan bersih, keamanan kamar tidur juga turut menjadi perhatian, terutama pada kamar tidur anak-anak.

Anak-anak, terutama yang masih balita, cenderung memiliki sifat hiperaktif sehingga sering bergerak ke sana ke mari tanpa memikirkan bahaya yang ada di depannya. Anak yang dibuatkan kamar tidur sendiri sebenarnya bisa menjadi sarana untuk melatih kemandirian dan keberanian anak. Maka dari itu, anak-anak sebaiknya dibuatkan kamar sendiri sejak kecil. Kamar untuk anak-anak sebaiknya didesain khusus supaya nyaman dan aman ditempati oleh anak-anak karena anak-anak biasanya aktif bergerak. Peletakan barang dan pemilihan furnitur harus diperhatikan supaya tidak berbahaya bagi anak. Berikut diuraikan alternatif desain kamar anak yang nyaman dan sehat.

Gunakan Bahan Bangunan yang Aman

Bahan bangunan merupakan komponen penting yang digunakan untuk membangun rumah, termasuk kamar tidur. Kamar anak dan bagian rumah yang lain yang tidak mengandung timbal. Selain itu, usahakan untuk memilih bahan bangunan yang mengandung antibakteri supaya bakteri tidak mudah tumbuh dan berkembang di dalam kamar bayi. Jangan lupa untuk merawat bangunan, seperti dinding dan lantai, agar tidak mudah lembab karena lingkungan yang lembab lebih rawan ditumbuhi kuman, bakteri, atau mikroorganisme yang lain. Lingkungan kamar yang lembab juga bisa membuat pernapasan bayi menjadi kurang lancar.

Lokasi yang Strategis

Letak kamar anak sebaiknya berada di lokasi yang strategis, yakni yang dekat dengan kamar orang tua supaya ketika bayi atau anak menangis orang tua bisa mendengar dan segera menghampirinya. Selain itu, lokasi kamar anak yang strategis juga mempermudah orang tua atau penghuni rumah mengontrol aktivitas anak. Usahakan untuk membuat kamar anak yang tidak berdekatan dengan tangga karena dikhawatirkan ketika anak Anda sudah bisa berjalan ia akan keluar kamar dan menjangkau tangga yang tentunya tidak aman bagi bayi. Selain itu, jauhkan kamar anak dari ruangan lain yang menjadi sumber suara, misalnya dapur, karena bisa mengganggu ketenangan anak saat tidur.

Sediakan Furnitur yang Dibutuhkan

Furnitur merupakan bagian penting dalam kamar anak untuk mendukung kenyamanan kamar anak. Furnitur yang disediakan dalam kamar anak sebaiknya berbagai barang, di antaranya box atau tempat tidur anak, meja, kursi, lemari pakaian, rak untuk meletakkan mainan anak, dan sebagainya. Usahakan untuk memilih furnitur kamar anank yang memiliki ujung atau sudut tumpul supaya jika anak terbentur furnitur tubuhnya tidak terluka yang parah. Bila perlu, tutupi bagian ujung furnitur dengan penutup khusus yang terbuat dari karet supaya ujung furnitur tidak terlalu tajam. Pilihlah furnitur yang dicat dengan cat yang aman dan tidak mengandung bahan beracun. Selain furniture, usahakan untuk memilih alas tidur anak yang terbuat dari bahan yang nyaman, misalnya katun karena bisa bisa menyerap keringat. Bahan katun juga bisa beradaptasi dengan suhu, yakni hangat saat cuaca dingin dan sejuk saat cuaca panas. Jangan lupa memilih bantal dan guling yang empuk dan halus supaya nyaman digunakan oleh anak. Pemilihan furnitur yang tepat berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan kamar anak Anda.

Sirkulasi Udara yang Lancar

Kamar anak sebaiknya didesain dengan jendela atau ventilasi supaya sirkulasi udara dalam kamar berjalan lancar. Jendela atau bukaan dalam kamar anak sebaiknya dibuat berhadapan supaya udara segar bisa mengalir dengan lancar. Jika Anda memilih menggunakan AC, sebaiknya bukalah jendela di pagi hari supaya ada udara segar alami yang masuk dan mengalir ke dalam kamar anak. Usahakan juga untuk meminimalisir polusi yang kemungkinan masuk ke dalam kamar anak dengan cara menanam tanaman di luar kamar anak supaya bisa menyaring udara sehingga polusi tidak turut masuk ke dalam kamar. Sirkulasi udara yang lancar dan baik akan membuat pernapasan anak menjadi lancar dan sehat.

Pencahayaan Cukup

Selain sirkulasi udara, perhatikan pula pencahayaan dalam kamar anak. Pencahayaan dalam kamar anak bisa berasal dari lampu atau dari sumber cahaya alami. Pencahayaan dari lampu berfungsi untuk menerangi kamar anak saat malam hari. Sementara itu, pencahayaan alami dari alam selain berfungsi untuk menerangi kamar juga berfungsi untuk menunjang pertumbuhan bayi. Sinar matahari pada pukul 10.00 pagi bisa membantu tumbuh kembang anak sehingga usahakan bisa masuk ke dalam kamar dengan membuka jendela kamar pada jam-jam tersebut. Anak yang mendapatkan pancaran sinar matahari pada jam tersebut bisa membuat tumbuh kembangnya berjalan lebih maksimal.

Selain desain kamar, jangan lupa untuk rutin membersihkan kamar anak supaya tidak ada debu, bakteri, kuman, atau mikroorganisme lain yang menempel dan tumbuh di dalam kamar. Pastikan juga merapikan mainan atau barang-barang lain supaya tidak berserakan dan mengganggu gerak anak. Kamar yang nyaman dan bersih merupakan bagian penting dari rumah supaya penghuninya sehat dan terbebas dari penyakit.

Artikel Terkait:

Desain Kamar Tidur yang Nyaman dan Sehat

Bakteri yang Bisa Tumbuh di Tempat Tidur

Jaga Kebersihan Dapur: Begini Caranya

Dapur merupakan bagian dari rumah yang paling aktif digunakan. Dapur digunakan sebagai tempat untuk menyimpan dan mengolah bahan pangan menjadi masakan yang siap dikonsumsi. Dalam dapur terdapat banyak sisa-sisa bahan makanan yang tidak dimasak sehingga frekuensi sampah di dapur juga lebih banyak jika dibandingkan dengan ruangan lain di dalam rumah. Sampah yang ada di dapur juga terdiri atas berbagai jenis, yakni sampah organik yang mudah busuk dan sampah nonorganik, misalnya plastik pembungkus bahan makanan. Selain itu, dapur juga menjadi tempat untuk mencuci dan membersihkan segala peralatan memasak dan peralatan makan. Bagian-bagian dapur menjadi lebih rentan kotor sehingga perlu dibersihkan setiap hari.

Bagian-bagian dapur yang dibiarkan kotor atau tidak dibersihkan dengan maksimal berpotensi menjadi tempat tumbuhnya bakteri. Dapur juga merupakan bagian rumah yang mudah basah dan lembab sehingga bakteri atau kuman bisa dengan mudah tumbuh di dapur. Maka dari itu, menjaga kebersihan dapur menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga kebersihan rumah. Dapur yang bersih juga bisa membuat proses pemasakan makanan menjadi lebih steril sehingga masakan yang dihasilkan juga bersih dan aman dikonsumsi. Berikut ini diuraikan berbagai cara yang bisa ditempuh untuk membuat dapur rumah Anda senantiasa bersih dan terbebas dari kuman serta bakteri.

Buang dan Bersihkan Tempat Sampah

Cara pertama yang bisa ditempuh untuk membuat dapur senantiasa bersih adalah dengan membuang sampah dan membersihkan tempat sampah dengan teratur. Sampah yang ada di dapur lebih banyak berasal dari sisa makanan yang mudah membusuk. Sampah yang mudah membusuk tersebut rentan ditumbuhi bakteri, kuman, dan dihinggapi oleh lalat. Selain itu, sampah tersebut juga bisa menimbulkan bau yang kurang sedap di area dapur. Maka dari itu, buang sampah di dapur dan di bagian lain dalam rumah setiap hari. Setelah sampah dibuang, jangan lupa untuk membersihkan tempat sampah untuk menghilangkan bekas sisa makanan dan bakteri yang kemungkinan masih menempel di tempat sampah.

Lap Permukaan Dapur

Permukaan dapur sering sekali digunakan untuk memotong bahan makanan dan juga sering disentuh oleh banyak orang. Permukaan dapur juga digunakan untuk meletakkan peralatan dapur dan makanan yang selesai dimasak. Maka dari itu, permukaan dapur menjadi mudah kotor dan rawan ditumbuhi kuman serta bakteri. Kebersihan permukaan dapur perlu diijaga dengan baik supaya tidak ditumbuhi bakteri. Lap permukaan dapur sampai bersih setelah selesai memasak. Anda bisa menggunakan cairan pembersih dapur supaya bisa membersihkan kotoran dan bakteri lebih maksimal. Selain itu, sebaiknya gunakan telenan sebagai alas untuk memotong bahan makanan supaya tidak langsung menempel pada permukaan dapur.

Bersihkan Lantai dengan Teratur

Bagian dapur yang juga rentan kotor dan ditumbuhi bakteri adalah lantai dapur. Lantai dapur kemungkinan terkena sisa-sisa makanan yang jatuh atau tumpah sehingga rawan kotor. Tetesan minyak dan debu juga rawan menempel pada lantai dapur sehingga lantai berpotensi menjadi licin dan kotor. Maka dari itu, bersihkan lantai dapur dengan berkala dengan cara disapu dan dipel. Selain bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan bakteri, pembersihan lantai dapur juga bisa menjaga keamanan penghuni rumah supaya tidak mudah terpeleset.

Cuci Makanan Mentah Sebelum Disimpan

Selain digunakan untuk memasak makanan, dapur juga sering dimanfaatkan untuk menyimpan bahan makanan yang masih mentah. Makanan mentah yang sering disimpan di dapur adalah daging, sayur, dan buah-buahan. Bahan makanan mentah yang disimpan tanpa dibersihkan terlebih dahulu justru bisa dengan mudah terkontaminasi virus dan bakteri. Maka dari itu, cuci bersih semua bahan makanan sebelum disimpan di dapur supaya menjadi bersih dan steril sehingga tidak mudah ditumbuhi bakteri dan virus penyebab penyakit.

Tutup Rapat Makanan

Makanan atau masakan yang diletakkan di dapur sebaiknya juga ditutup dengan rapat. Makanan yang dibiarkan terbuka bisa mengundang lalat untuk dihinggap. Lalat tersebut kemudian tidak hanya hinggap di makanan saja, melainkan juga bisa hinggap di berbagai bagian lain dalam dapur. Lalat yang hinggap tersebut bisa saja terkontaminasi virus atau kotoran yang bisa menyebar ke makanan dan berbagai bagian dalam dapur. Maka dari itu, tutup rapat makanan yang ada di dapur supaya tidak mengundang datangnya lalat.

Cuci Tangan

Sebelum dan setelah menggunakan dapur, pastikan Anda cuci tangan dengan bersih. Tangan berpotensi membawa bakteri, kuman, atau virus yang bisa menempel dan menyebar bahan makanan dan bagian dapur yang disentuh. Maka dari itu, cuci tangan terlebih dahulu sebelum mengolah bahan makanan yang ada di dapur. Setelah menggunakan dapur, Anda juga disarankan untuk cuci tangan supaya kebersihan tangan semakin terjaga. Anda bisa menggunakan sabun khusus cuci tangan atau antiseptic supaya kuman atau bakteri yang menempel bisa hilang dengan maksimal.

Cara-cara tersebut bisa ditempuh supaya dapur rumah Anda tetap berada pada kondisi bersih dan bebas kuman. Dapur yang bersih menjadi lebih nyaman ketika digunakan dan bisa mencegah kontaminasi bakteri atau virus pada makanan yang dimasak.

Baca juga:

Menjaga Kebersihan Kamar Mandi

Syarat Memiliki Hunian Sehat

Emisi Gas Rumah Kaca: Apa Pengaruhnya pada Kesehatan?

Gas rumah kaca merupakan beberapa jenis gas yang terperangkap dalam atmosfer bumi yang menyebabkan rumah kaca. Rumah kaca tersebut mampu meneruskan radiasi gelombang panjang matahari, tetapi menangkal radiasi inframerah dari permukaan bumi. Gas rumah kaca tersebut kemudian akan menimbulkan efek rumah kaca yang merupakan sebutan untuk semakin meningkatnya suhu udara dipermukaan bumi. Gas rumah kaca terbentuk secara alami dari lingkungan dan bisa juga terbentuk dari aktivitas manusia. Sebagian besar penyusun gas rumah kaca merupakan uap air dan karbon dioksida. Karbon dioksida merupakan gas alami yang bisa berasal dari pernapasan manusia dan hewan, letusan vulkanik, atau pembakaran material organk. Karbon dioksida sebenarnya bisa didaur ulang oleh tumbuhan berdaun hijau melalui proses fotosintesis yang kemudian akan diubah menjadi oksigen yang bisa dimanfaatkan kembali oleh manusia dan hewan. Jadi, karbon dioksida sebenarnya bukan gas yang berdampak buruk karena bisa diolah kembali oleh tumbuhan untuk dijadikan oksigen.

Akan tetapi, proses fotosistesis tumbuhan bisa jadi terganggu karena beberapa faktor, di antaranya berkurangnya tumbuhan hijau dan pemanasan global. Pemanasan global dan berkurangnya tumbuhan hijau membuat proses fotosintesis terganggu sehingga gas karbon dioksida tidak bisa didaur ulang secara maksimal oleh tumbuhan. Akibatnya, gas karbon dioksida yang sudah dilepaskan akan kembali memantul dan kemungkinan besar akan kembali terhirup oleh manusia yang disebut dengan efek rumah kaca. Efek rumah kaca tersebut memang dikenal berpengaruh pada lingkungan. Dan selain berpengaruh pada lingkungan, efek rumah kaca juga berpengaruh pada kesehatan manusia. Berikut diuraikan beberapa pengaruh emisi gas rumah kaca terhadap kesehatan manusia.

Perubahan Iklim

Gas rumah kaca yang terus terperangkap dan menumpuk di atmosfer bumi bisa menyebabkan perubahan iklim yang ekstrem. Perubahan iklim tersebut akan menyebabkan berubahnya suhu udara dan musim di luar prediksi. Perubahan iklim yang ekstrem membuat suhu udara mudah berubah sehingga bisa berpengaruh pada kesehatan manusia, khususnya bagi orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Beberapa orang akan mudah menderita dan tertular beberapa penyakit, di antaranya demam, flu, batuk, pilek, dan sebagainya. Suhu dan cahaya matahari yang terlalu terik juga bisa menyebabkan kerusakan beberapa organ tubuh karena pancaran terik matahari yang tercampur polusi udara bisa menyebabkan iritasi, di antaranya iritasi mata, iritasi kulit, dan iritasi organ pernapasan. Perubahan iklim yang menyebabkan meningkatnya curah hujan juga bisa mengakibatkan banjir bandang dan pencemaran lingkungan sehingga tubuh rawan terserang penyakit, seperti diare, disentri, dan sebagainya.

Berkurangnya Sumber Air

Karbon dioksida yang terus berada di atmosfer kurang lebih selama 50-200 tahun akan terus meningkatkan suhu permukaan bumi. Kondisi tersebut juga berpotensi menyebabkan terjadinya kekeringan yang mengakibatkan pasokan air besar menjadi berkurang. Air merupakan benda yang berharga untuk manusia karena dimanfaatkan untuk keperluan penting, di antaranya minum, memasak, mencuci, pembuangan saluran sanitasi, dan sebagainya. Berkurangnya sumber air menjadikan manusia kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih sehingga usaha untuk menjaga kesehatan dan kebersihan juga turut terganggu.

Meningkatnya Polusi Udara

Emisi gas rumah kaca bisa menyebabkan kualitas udara menjadi buruk. Karbon dioksida yang terus terperangkap dalam atmosfer terus meningkat sehingga berpotensi dapat terhirup oleh manusia. Karbon dioksida yang kembali terhirup oleh manusia tentu bisa menyebabkan munculnya gangguan pada beberapa organ pernapasan. Organ pernapasan yang terganggu tersebut menyebabkan manusia mudah menderita beberapa penyakit, di antaranya batuk, flu, pilek, iritasi tenggorokan, radang paru-paru, bahkan berpotensi pula menyebabkan penyakit kronis yang lebih parah. Selain bisa merusak organ pernapasan, polusi udara juga bisa merusak kesehatan kulit. Kulit yang terpapar debu pada udara akan menyebabkan kulit menjadi kusam, muncul noda, kerutan, dan bergelambir.

Menurunkan Daya Tahan Tubuh

Emisi gas rumah kaca ternyata juga bisa menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh. Emisi gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim ekstrem, polusi udara, dan peningkatan suhu berpotensi menyebabkan sistem imunitas manusia menjadi melemah. Beberapa orang yang terus terpapar emisi gas rumah kaca, tubuhnya belum bisa beradaptasi dengan baik sehingga rawan terserang penyakit. Polusi udara dan lingkungan yang tercemar juga kemungkinan bisa menyebabkan meningkatnya radikal bebas di lingkungan sekitar. Radikal bebas tersebut jika masuk ke dalam tubuh manusia bisa menyebabkan sistem imunitas melemah dan menyebabkan munculnya beberapa penyakit.

Itulah beberapa efek emisi gas rumah kaca terhadap kesehatan. Oleh karena itu, jaga dengan baik kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, olahraga teratur, dan istirahat cukup supaya daya tahan tubuh bisa bekerja dengan maksimal. Daya tahan tubuh yang bekerja maksimal membuat tubuh selalu fit dan sehat serta bisa terhindar dari serangan penyakit. Gas karbon dioksida yang terus terperangkap dalam atmosfer bumi lama-kelamaan bisa menyebabkan dampak yang lebih parah. Oleh karena itu, jaga perilaku supaya efek rumah kaca tidak terus meningkat demi masa depan yang sehat dan aman.

Baca juga:

Pengaruh Perubahan Iklim pada Kesehatan

Dampak Gelombang Panas pada Kesehatan

Pengaruh Pemanasan Global pada Kesehatan

Bakteri yang Bisa Bersarang di Tempat Tidur

Setiap benda dan perabotan di rumah sebaiknya selalu dijaga kebersihannya karena bisa berpotensi menjadi sarang bakteri atau mikroorganisme lain jika dibiarkan kotor. Salah satu perabotan rumah yang harus dijaga kebersihannya adalah tempat tidur. Tempat tidur berfungsi sebagai media untuk membaringkan tubuh saat terlelap tidur. Tempat tidur yang bersih dan nyaman bisa membuat seseorang tidur dengan pulas dan berkualitas. Sebaliknya, tempat tidur yang kotor bisa membuat tidur menjadi kurang nyaman dan bahkan bisa menjadi sarang tumbuh dan berkembangnya bakteri, virus, atau organisme lain yang berbahaya bagi tubuh. Bagian dari tempat tidur yang perlu dijaga kebersihannya adalah kasur, bantal, guling, selimut, sprei, serta sarung bantal dan guling. Benda-benda tersebut akan menempel di tubuh saat tidur sehingga jika ada bakteri pada benda-benda tersebut, maka bisa berpindah ke tubuh dan menyebabkan gangguan kesehatan. Berikut ini diuraikan beberapa bagian dari tempat tidur yang berpotensi menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya bakteri, virus, atau organisme lain yang perlu diwaspadai.

Artikel terkait:

Desain Kamar Tidur yang Nyaman dan Sehat

Bahaya Lampu Kamar Menyala Saat Tidur

Kasur

Kasur merupakan alat diletakkan di atas tempat tidur untuk menimbulkan sensasi empuk sehingga tidur menjadi nyaman. Akan tetapi, kasur yang dibiarkan kotor dan jarang dibersihkan bisa menjadi tempat tumbuhnya tungau dan kutu. Dua organisme tersebut bisa menjadi masalah bagi kesehatan tubuh. Tungau merupakan serangga yang masih satu kerabat dengan laba-laba yang jika menempel pada kulit bisa memakan sel-sel kulit mati. Kotoran tungau juga bisa menyebabkan seseorang mengalami alergi, bersin, pilek, gatal-gatal, bengkak kulit, iritasi kulit, scabies, bahkan asma. Selain tungau, kutu atau kutu busuk juga bisa tumbuh di kasur yang kotor. Kutu busuk sering tumbuh di lipatan-lipatan kasur. Kutu busuk tersebut bisa mengeluarkan zat anaestesi dan memakan darah manusia. Oleh karena itu, bersihkan kasur yang menjadi alas tidur Anda dengan rutin dan berkala supaya tidak menjadi sarang tumbuh dan berkembangnya organisme tersebut.

Bantal

Selain kasur, bantal juga bisa menjadi tempat tumbuhnya mikroba dan jamur yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan jika dibiarkan kotor. Saat tidur, manusia masih tetap mengeluarkan keringat dan air liur sehingga bisa membuat beberapa bagian tempat tidur menjadi lembab, termasuk bantal. Bantal yang lembab dan kotor bisa menjadi tempat yang nyaman bagi mikroba dan bakteri untuk tumbuh dan berkembang. Mikroba dan jamur yang menempel di bantal bisa berkembang pesat dalam waktu satu minggu dan jika tertempel di kulit bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Mikroba yang ada di bantal bisa dengan mudah masuk ke dalam mulut dan hidung sehingga menyebabkan seseorang mengalami bersin-bersin, flu, pilek, gatal tenggorokan, bahkan asma. Oleh karena itu, bersihkan dan jemur bantal dengan berkala supaya tidak menjadi tempat tumbuhnya mikroba atau jamur yang bisa mengganggu kesehatan.

Sprei dan Sarung Bantal

Sprei dan sarung bantal merupakan benda yang wajib ada di tempat tidur. Sprei dan sarung bantal berfungsi untuk membungkus kasur dan bantal supaya lebih halus sehingga nyaman digunakan untuk tidur. Akan tetapi, sprei dan sarung bantal yang tidak dijaga kebersihannya atau dibiarkan kotor bisa menjadi sarang tumbuhnya bakteri. Bakteri yang sering tumbuh di sprei dan sarung bantal yang kotor adalah Staphylococcus aureus. Bakteri tersebut bisa menempel dan menginfeksi beberapa bagian tubuh, di antaranya hidung dan luka yang ada di kulit. Seseorang yang terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus berpotensi menderita beberapa penyakit tertentu, di antaranya pilek, flu, infeksi kulit, infeksi aliran darah, infeksi saluran kemih, infeksi luka, dan pneumonia. Oleh karena itu, cuci serta ganti sprei dan sarung bantal dengan berkala untuk menghindari pertumbuhan bakteri tersebut sehingga tubuh bisa terhindar dari infeksi bakteri tersebut.

Beberapa bagian lain dalam kamar tidur yang juga berpotensi menjadi tempat tumbuhnya bakteri adalah gagang pintu, karpet, lukisan, dan sebagainya. Kosmetik kadaluarsa yang masih di simpan juga berpotensi menjadi tempat tumbuhnya bakteri dan jamur. Oleh karena itu, bersihkan perabotan atau benda-benda dalam kamar tidur dan tempat tidur dengan berkala supaya kamar tidur menjadi bersih. Kamar tidur yang bersih bisa membuat tidur menjadi nyenyak serta menghindari tumbuh dan berkembangnya bakteri, jamur, atau organisme lain yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan pada tubuh Anda.

Lampu Kamar Menyala Saat Tidur: Ini Bahayanya

Tidur merupakan sifat alamiah pada hampir semua makhluk hidup, termasuk manusia. Tidur bisa memberikan manfaat yang baik bagi tubuh, di antaranya untuk merelaksasi otot dan pikiran, regenerasi sel-sel dalam tubuh, mendukung pertumbuhan, dan sebagainya. Tidur merupakan aktivitas yang sangat diperlukan untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Oleh karena itu, seseorang wajib mendapatkan tidur yang berkualitas untuk menunjang kesehatan.

Salah satu faktor yang berpengaruh pada kualitas tidur seseorang adalah kondisi kamar. Kondisi kamar yang tidak nyaman dan kurang bersih bisa menyebabkan kualitas tidur menjadi menurun. Salah satu kondisi kamar yang bisa membuat kualitas tidur menjadi menurun adalah keadaan lampu yang masih menyala terang saat tubuh tertidur. Lampu yang dibiarkan menyala terang saat tubuh tidur bisa memberikan dampak negatif pada tubuh. Berikut ini beberapa dampak negatif yang timbul pada tubuh akibat lampu kamar yang masih menyala saat tidur.

Insomnia

Lampu kamar yang dibiarkan menyala terang saat tidur bisa memicu seseorang mengalami insomnia. Insomnia merupakan kondisi seseorang yang mengalami kesulitan untuk tidur. Orang yang memiliki kebiasaan membiarkan lampu kamar menyala lebih rentan mengalami insomnia sehingga kualitas dan waktu tidur menjadi terganggu. Lampu yang dibiarkan menyala saat tidur juga bisa menyebabkan seseorang sering terbangun di tengah malam sehingga durasi tidur menjadi terpotong.

Perubahan Hormonal

Tidur dengan lampu kamar yang dibiarkan menyala juga bisa menyebabkan gangguan hormonal. Nyala lampu bisa memancarkan sinar biru yang mengganggu produksi hormone melatonin. Hormone melatonin memiliki manfaat penting bagi tubuh, salah satunya untuk menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh sehingga bisa menurunkan risiko kanker pada tubuh. Cahaya lampu yang mengenai tubuh saat tidur juga bisa memicu bisa meningkatkan pertumbuhan sel kanker pada payudara dan usus besar bagi para wanita. Selain itu, cahaya dari lampu yang dibiarkan menyala juga bisa menyebabkan siklus tidur menjadi terganggu sehingga seseorang tidak bisa tidur dan bangun di waktu yang tepat Oleh karena itu, saat tidur disarankan untuk meredupkan atau mematikan lampu kamar supaya produksi hormone melatonin tidak terganggu dan Anda bisa tidur dengan pulas.

Obesitas

Membiarkan lampu kamar tetap menyala bisa menjadi sebab seseorang mengalami obesitas. Cahaya dari lampur kamar yang masih menyala bisa menurunkan produksi hormone melatonin sehingga proses metabolisme makanan menjadi terganggu. Makanan yang tidak bisa diserap dengan baik karena metabolisme yang terganggu bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Kebiasaan tersebut jika dilakukan terlalu sering bisa menyebabkan seseorang indeks massa tubuh yang berlebihan sehingga rentan mengalami obesitas.

Mengganggu Siklus Metabolisme

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tidur dengan kondisi lampu menyala bisa menyebabkan gangguan pada siklus metabolisme. Siklus metabolisme yang terganggu juga bisa menyebabkan penyerapan nutrisi, seperti vitamin, mineral, dan nutrisi lain menjadi terganggu. Nutrisi yang tidak terserap dengan baik tersebut bisa menyebabkan seseorang mudah merasa lemas, pegal, serta bisa menurunkan konsentrasi. Proses penyerapan nutrisi yang terganggu juga bisa menurunkan daya tahan tubuh sehingga seseorang rawan terserang dan tertular penyakit.

Mata Menjadi Mudah Pegal

Kondisi kamar dengan lampu menyala terang saat tidur juga bisa mengganggu kesehatan mata. Cahaya dari lampu yang menyala terang bisa menyebabkan mata mudah pegal karena otot pada kelopak mata menjadi tegang. Kondisi otot yang tegang tersebut bisa menyebabkan mata menjadi pegal saat bangun di pagi hari. Selain itu, lampu kamar yang menyala saat tidur juga bisa membuat mata gatal dan memerah sehingga bisa menimbulkan gangguan mata yang lebih serius.

Meningkatkan Risiko Depresi

Tidur dengan lampu yang dibiarkan menyala terang ternyata juga bisa mengganggu kesehatan mental. Cahaya dari lampu saat tidur bisa menyebabkan gangguan pada jam biologis tubuh. Sinar terang dianggap sebagai tanda tubuh harus tetap bekerja sehingga bisa menyebabkan kualitas tidur menjadi menurun. Kualitas tidur yang menurun bisa berdampak pada kondisi psikologis dan bisa menyebabkan depresi. Tidur yang kurang berkualitas bisa menyebabkan proses relaksasi tubuh dan pikiran menjadi terganggu sehingga kelelahan dan tekanan yang dialami tidak bisa dihilangkan dengan baik. Oleh karena itu, risiko seseorang mengalami depresi juga turut meningkat.

Itulah beberapa dampak negatif yang diakibatkan dari lampu yang dibiarkan menyala terang saat tidur. Oleh karena itu, redupkan atau matikan lampu saat akan tidur supaya Anda mendapatkan tidur yang berkualitas dan terhindar dari beberapa gangguan kesehatan.