Ingin Berhenti Merokok? Coba Konsumsi Makanan Ini

Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang bisa mengancam kesehatan. Rokok mengandung berbagai zat kimia yang bisa mengganggu kesehatan tubuh, di antaranya karbon monoksida, tar, arsenik, dan berbagai zat karsinogen lain yang berbahaya bagi tubuh. Efek dari racun tersebut memang tidak seketika atau langsung terasa, namun akan terasa ketika sudah menumpuk dalam tubuh. Penumpukan zat beracun tersebut sangat mungkin terjadi karena rokok bisa menyebabkan kecanduan atau ketergantungan. Rokok mengandung nikotin yang bisa membuat tubuh menjadi kecanduan sehingga akan mengonsumsi rokok hampir setiap hari. Perokok yang sudah kecanduan membuat racun dalam rokok menumpuk dalam tubuh. Penumpukan racun rokok tersebut bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan yang cukup berbahaya, di antaranya asma, gangguan organ pernapasan, hipertensi, serangan jantung, stroke, bahkan kanker yang bisa mengancam jiwa.

Sebagian besar perokok sudah mengetahui berbagai bahaya yang bisa ditimbulkan oleh rokok. Akan tetapi, sebagian dari perokok tersebut mengaku sulit untuk berhenti merokok karena sudah kecanduan. Kecanduan merokok memang tidak mudah untuk dihentikan karena bisa menimbulkan efek balikan atau withdrawal effect yang bisa membuat perokok merasa tersiksa. Perokok yang sedang menjalani proses berhenti merokok umumnya akan merasakan efek balikan, seperti pusing, mual, mutah, demam, emosi kurang terkontrol, sulit konsentrasi, sulit tidur, dan sebagainya. Efek balikan tersebut dirasakan karena terputusnya asupan nikotin ke otak yang sudah kecanduan rokok. Oleh karena itu, beberapa orang merasa kesulitan untuk berhenti merokok.

Beberapa metode dan trik pun sudah diciptakan untuk membuat seseorang bisa berhenti merokok. Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk mengurangi atau menghilangkan kebiasaan merokok adalah dengan pola makan. Pilihan makanan yang tepat bisa membuat kecanduan nikotin menurun sehingga keinginan merokok pun turut menurun. Berikut ini beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi untuk membantu berhenti merokok.

Air Mineral

Selain bisa menghidrasi tubuh, air mineral ternyata juga bisa dikonsumsi untuk mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok. Air mineral bisa membantu tubuh mendetoksifikasi racun rokok supaya bisa keluar dari dalam tubuh. Selain itu, air mineral juga bisa memberikan efek menenangkan sehingga bisa menekan efek kecanduan nikotin saat proses berhenti merokok. Oleh karena itu, perbanyaklah minum air mineral untuk membantu mengurangi dan menghentikan kebiasaan merokok.

Madu

Madu memang sudah dikenal mengandung nutrisi yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Madu mengandung vitamin yang bisa menurunkan tingkat kecanduan dan menekan keinginan merokok. Maka dari itu, madu cocok dikonsumsi untuk membantu tubuh mengurangi dan menghentikan kebiasaan merokok secara alami.

Jeruk

Jeruk merupakan buah yang mengandung serat, air, dan vitamin C yang tinggi. Kandungan nutrisi pada jeruk tersebut bisa membantu proses metabolisme berjalan dengan lancar. Vitamin C yang terkandung dalam jeruk juga bisa membantu membersihkan kadar nikotin dalam tubuh sehingga bisa menekan keinginan merokok dan mengurangi kecanduan. Jeruk cocok dikonsumsi untuk melancarkan proses berhenti merokok karena bisa mengurangi tingkat kecanduan nikotin.

Kiwi

Kiwi merupakan buah yang mengandung vitamin cukup kompleks, yakni vitamin A, C, dan E. Kandungan vitamin dalam kiwi tersebut bisa membantu menghilangkan nikotin dalam tubuh dengan efektif. Maka dari itu, kiwi cocok dikonsumsi untuk menurunkan tingkat kecanduan nikotin dan membuat perokok lebih cepat menghilangkan kebiasaan merokok.

Wortel

Wortel merupakan salah satu buah yang kaya dengan vitamin. Wortel bisa dikonsumsi untuk menurunkan tingkat kecanduan nikotin supaya seseorang bisa berhenti merokok lebih cepat. Kandungan vitamin dalam wortel bisa menurunkan kecanduan dan menekan keinginan merokok. Wortel bisa dikonsumsi dalam bentuk jus atau campuran sayuran untuk membantu mengurangi tingkat kecanduan merokok.

Oatmeal

Oatmeal merupakan bahan makanan sehat yang bisa membuat tubuh berenergi lebih lama. Selain bisa menambah energi, oatmeal juga bisa menekan keinginan merokok sehingga cocok dikonsumsi perokok. Oatmeal dinilai bisa menurunkan kecanduan nikotin sehingga bisa membantu menekan keingian merokok. Oatmeal direkomendasikan untuk dikonsumsi supaya bisa membantu perokok cepat berhenti merokok.

Bayam dan Brokoli

Bayam dan brokoli merupakan dua jenis sayuran hijau yang digemari banyak orang karena dianggap mengandung nutrisi yang bisa menyehatkan tubuh. Bayam dan brokoli mengandung alkalin yang bisa mengurangi tingkat kecanduan nikotin. Alkali dalam sayuran tersebut bisa menahan nikotin supaya tetap bersikulasi dalam darah sehingga kecanduan tidak terus meningkat. Selain itu, kandungan alkalin dalam sayuran tersebut juga bisa menekan keinginan merokok sehingga seseorang yang sudah berhenti merokok terhindar dari keinginan ingin merokok lagi.

Selain beberapa makanan tersebut, masih ada jenis makanan lain yang bisa dikonsumsi untuk mengurangi kecanduan merokok. Berbagai makanan tersebut, di antaranya permen karet, susu, jahe, delima, stroberi, kayu manis, dan lain-lain. Makanan tersebut bisa dikonsumsi dengan bergantian supaya bisa membantu proses berhenti merokok. Berhentilah merokok sekarang juga supaya kesehatan tubuh bisa pulih lebih cepat.

Hookah: Benarkah Lebih Aman Daripada Rokok?

Hookah atau yang familiar disebut sisha adalah alat penghidap tembakau yang berasal dari Timur Tengah, yakni India. Merokok dengan hookah kini juga sudah menyebar ke berbagai nergara dan mulai menjadi tren di kalangan perokok Indonesia. Hookah berbentuk mirip dengan lampu minyak dengan tabung utama berisi air sebagai tempat asap yang terhubung ke mangkuk dan beberapa pipa penghisap. Dalam tabung utama hookah tersebut terdapat tembakau yang dibuat khusus dan ditambah dengan perasa buah-buahan. Bagian paling atas hookah terdapat papan pemanas yang berfungsi untuk membakar tembakau.

Merokok dengan sisha atau hookah tersebut kini sedang digemari masyarakat karena asapnya memiliki aroma buah-buahan. Beberapa perokok menganggap asap hookah tidak terlalu berbahaya karena racun dalam tembakau telah diserap oleh air yang ada di dalam tabung. Merokok dengan hookah juga dinilai tidak terlalu berbahaya karena mengandung buah-buahan yang dinilai bisa membantu menetralisir racun dalam tembakau. Merokok dengan hookah memang memiliki alur yang lebih rumit daripada rokok pada umumnya oleh karena itu beberapa orang awam menganggap bahwa merokok dengan hookah dinilai lebih aman.

Anggapan bahwa merokok dengan hookah lebih aman ternyata tidak sepenuhnya benar. Hookah atau sisha tetap saja mengandung racun yang sama dengan rokok dan sama-sama memiliki dampak yang berbahaya bagi tubuh. Tembakau yang ada di dalam hookah juga mengandung zat berbahaya yang sama dengan rokok, yakni nikotin, arsenik, dan timah. Asap yang dihasilkan dari hookah juga mengandung tar dan karbon monoksida yang sama dengan rokok. Walaupun kandungan zat yang ada dalam hookah sama dengan rokok, tetapi kadar kandungan zat dalam hookah dinilai lebih tinggi daripada dalam rokok. Maka dari itu, asap hookah dinilai lebih berbahaya daripada asap rokok karena mengandung partikel nikel, arsenik, dan karbon monoksida yang lebih tinggi, yakni 15 kali lebih tinggi daripada rokok pada umumnya.

Menghisap tembakau melalui hookah atau sisha memiliki alur yang panjang karena asap akan mengalir melalui beberapa pipa penghisap terlebih dahulu sebelum bisa masuk ke dalam tubuh. Orang yang menghisap tembakau dengan hookah akan menggunakan waktu yang lebih lama untuk menghisap tembakau daripada ketika menghisap rokok pada umumnya. Oleh karena itu, penghisap hookah akan menghisap tembakau lebih dalam sehingga kandungan racun, seperti nikotin dan zat karsinogen, yang masuk ke dalam tubuh juga lebih banyak. Menghisap hookah selama 1 jam dinilai setara dengan menghisap lima sampai dengan enam bungkus rokok dalam waktu yang sama. Maka dari itu, orang yang menghisap tembakau dengan hookah cenderung memiliki risiko terkena kanker yang lebih tinggi.

Orang yang menghisap tembakau melalui hookah akan menghirup nikotin dalam jumlah yang tinggi sehingga orang tersebut bisa mengalami kecanduan. Kadar nikotin yang terhisap melalui hookah 68% lebih tinggi jika dibandingkan dengan nikotin yang terhisap melalui rokok konvensional. Kecanduan tersebut akan membuat seseorang mencoba hookah dalam frekuensi yang lebih sering untuk memberikan asupan nikotin ke dalam otak. Selain itu, hookah biasanya juga dihisap ramai-ramai bersama dengan teman karena dinilai lebih asyik di lakukan. Menghisap hookah yang sama secara bergantian tersebut berpotensi sebagai media untuk menularkan penyakit dan infeksi dari orang-orang yang menghisap hookah yang sama. Oleh karena itu, menghisap tembakau dengan hookah tidak lebih aman dan justru lebih berbahaya daripada menghisap rokok konvensional.

Kandungan racun yang tinggi dalam hookah yang dihisap bisa menyebabkan beberapa gangguan kesehatan yang berbahaya. Penghisap hookah lebih rentan terkena kanker, seperti kanker paru-paru, lambung, mulut, esophagus, dan kanker kandung kemih. Penghisap hookah juga rentan terserang penyakit jantung, periodontal, penyakit pembuluh darah, dan infeksi. Penyakit menular, seperti influenza, herpes oral, dan pilek, juga bisa ditularkan melalui hookah jika tidak dibersihkan dengan benar. Hookah dan rokok konvensional sama-sama bisa menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan yang berbahaya bagi tubuh sehingga sebaiknya segera dihentikan konsumsinya. Berhenti merokok dan berhenti menghisap hookah lebih cepat akan membuat tubuh memperbaiki kesehatan lebih cepat pula. Ingat, rokok dan hookah bukan hanya menyebabkan gangguan kesehatan pada diri sendiri, tetapi juga bisa mengganggu kesehatan orang di sekitar Anda yang terpapar asap hookah dan asap rokok. Oleh karena itu, berhentilah merokok dan hookah sekarang juga untuk masa depan kesehatan yang lebih baik untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar Anda.

Baca juga:

Benarkah Rokok Mild Lebih Aman Dikonsumsi?

Zat yang Terkandung dalam Rokok Elektrik

Jenis-Jenis Rokok dan Bahayanya

Bagaimana Kecanduan Rokok Bisa Terjadi?

Rokok merupakan benda yang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya para perokok. Rokok dikenal sebagai benda berbahaya karena mengandung berbagai zat kimia yang berbahaya. Kebiasaan merokok digadang-gadang bisa menyebabkan berbagai penyakit kronis yang berbahaya, di antaranya hipertensi, gangguan reproduksi, penyakit jantung, stroke, kanker, bahkan kematian. Meskipun bahaya merokok sudah diketahui oleh banyak orang, tetapi beberapa orang masih juga mengonsumsi rokok di kesehariannya. Kebiasaan merokok yang tidak segera dihentikan tersebut menyebabkan penumpukan racun yang bisa mengganggu kesehatan tubuh dan mendatangkan penyakit berbahaya tersebut.

Beberapa perokok mengaku ingin berhenti merokok, tetapi sulit untuk melakukannya. Berhenti merokok memang tidak mudah untuk dilakukan karena adanya efek kecanduan dari rokok. Kecanduan tersebut akan merangsang otak dan mempengaruhi seseorang untuk menghisap rokok setiap hari. Kandungan dalam rokok yang dinilai menyebabkan kecanduan adalah nikotin. Nikotin akan menyebabkan efek ketergantungan sehingga seseorang “dipaksa” memberikan asupan nikotin ke dalam tubuh setiap hari. Berikut ini dijelaskan alasan dan tahap bagaimana kecanduan rokok bisa terjadi.

Proses Kecanduan Rokok

Salah satu faktor yang bisa menyebabkan kecanduan rokok adalah kandungan nikotin di dalam tembakau rokok itu sendiri. Nikotin merupakan senyawa alami yang terkandung dalam tembakau yang menjadi bahan untuk membuat rokok. Saat rokok dihisap, nikotin akan terbawa masuk ke dalam tubuh melalui partikel asap yang dihirup oleh paru-paru. Nikotin yang masuk ke dalam paru-paru tersebut akan diserap oleh vena pulmonaris paru dengan cepat. Setelah itu, nikotin akan masuk ke dalam arteri dan terbawa aliran darah hingga menuju otak. Nikotin yang masuk ke dalam jaringan otak tersebutlah yang perlahan-lahan akan menimbulkan efek ketergantungan atau kecanduan.

Partikel-partikel nikotin yang masuk ke dalam jaringan otak dalam mengikat reseptor nAChRs, yakni reseptor ionotropik. Reseptor ionotropik adalan reseptor yang terbuka dan memungkinkan kation melewati membran dalam menanggapi lebih banyak pengikatan unsur kimia, seperti neurotransmiter. Salah satu neurotransmiter yang terikat adalah dopamine yang berpengaruh pada suasana hati dan emosi, yakni bisa menimbulkan perasaan senang dan tenang. Perasaan senang dan tenang yang ditimbulkan oleh partikel nikotin tersebut bersifat sementara dan adiktif sehingga saat efek nikotin tersebut menghilang, maka otak akan merangsang tubuh untuk kembali mengonsumsi nikotin. Oleh karena itu, asupan nikotin menjadi sulit dihentikan dan membuat seseorang mengalami kecanduan atau ketergantungan.

Selain nikotin, faktor psikologis dan perilaku dari perokok juga bisa menyebabkan kecanduan. Kondisi psikologis yang menganggap bahwa merokok bisa menjadi jalan supaya diakui “gentle” oleh lingkungan sekitar bisa membuat seseorang sulit untuk menghentikan kebiasaan merokok. Merokok yang dilakukan bersama-sama dengan teman sesama perokok juga bisa menimbulkan persepsi dalam pikiran bahwa merokok merupakan “hal biasa” yang dilakukan banyak. Padahal, merokok merupakan kebiasaan buruk yang bisa merusak kesehatan perokok itu sendiri dan kesehatan orang sekitar yang terpapar asap rokok. Merokok yang sudah menjadi kebiasaan akan menjadi bagian dari gaya hidup yang susah dihilangkan.

Selain bisa menimbulkan efek senang dan tenang dalam waktu singkat, nikotin juga bisa menimbulkan efek waspada pada beberapa orang. Beberapa perokok mengaku bisa berpikir lebih jernih ketika menghisap rokok sehingga rokok dianggap bisa membantu seseorang menyelesaikan tugas-tugas tertentu, baik tugas akademik maupun tugas dalam pekerjaan. Oleh karena itu, seseorang yang sudah kecanduan nikotin akan mengalami penurunan konsentrasi dan mudah merasa panik saat asupan nikotin tersebut dihentikan. Kondisi tersebutlah yang membuat seseorang memiliki ketergantungan terhadap nikotin karena merasa bisa berpikir dengan jernih.

Merokok dalam jumlah kecil jika dilakukan terlalu sering juga bisa menyebabkan seseorang menjadi kecanduan nikotin. Perokok yang mengalami kecanduan ditandai dengan gejala sulit untuk berhenti merokok dan jika asupan rokok dihentikan maka tubuh akan mengeluarkan reaksi fisik tertentu, misalnya gugup, cemas, panik, mudah marah, gelisah, sulit berkonsentrasi, mengalami gangguan tidur, sembelit, diare, sering lapar, dan bahkan bisa mengalami depresi. Kecanduan rokok bisa dihentikan dengan cara berhenti merokok secepat mungkin. Perokok yang berhenti merokok lebih cepat, maka efek kecanduan yang dialami juga semakin ringan. Sebaliknya, perokok yang sudah kencanduan berat akan merasakan efek kecanduan yang lebih “menyiksa” ketika memulai berhenti merokok. Oleh karena itu, buang dan hentikan kebiasaan merokok saat ini supaya tubuh bisa segera memulihkan kesehatan. Beberapa tips yang bisa ditempuh untuk berhenti merokok bisa Anda baca di sini.

Waspada: Ini Penyebab Munculnya Keinginan Merokok

Merokok merupakan kebiasaan buruk yang sebaiknya segera dihentikan. Rokok mengandung zat kimia yang berbahaya jika masuk ke dalam tubuh, seperti hydrogen sianida, karbon monoksida, tar, dan beberapa zat kimia lainnya. Efek dari zat berbahaya tersebut memang tidak langsung terlihat seketika, melainkan akan menumpuk dahulu kemudian akan menyebabkan penyakit kronis. Penumpukan zat kimia tersebut meningkatkan risiko tubuh mengalami hipertensi, gangguan alat reproduksi, serangan jantung, stroke, kanker, dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Salah satu faktor zat berbahaya tersebut bisa menumpuk dalam tubuh adalah faktor kecanduan.

Kecanduan rokok bisa terjadi karena pengaruh zat kimia dalam rokok itu sendiri, yakni nikotin. Nikotin akan mempengaruhi otak untuk terus bergantung pada zat tersebut. Orang yang kecanduan rokok akan menghisap rokok setiap hari untuk memberikan asupan nikotin ke otak sehingga zat kimia rokok pun turut bertumpuk dalam tubuh. Kecanduan merokok memang tidak mudah dilakukan, tetapi bukan berarti tidak mungkin untuk dilakukan. Perokok yang sudah kecanduan biasanya akan merasakan efek balikan atau withdrawal effect ketika memutus asupan nikotin ke dalam tubuh. Efek balikan yang dirasakan masing-masing perokok berbeda, tetapi pada umumnya berupa emosi tidak terkontrol, pusing, sulit konsentrasi, mudah marah, sulit tidur, dan berbagai gejala mengganggu yang lain. Oleh karena itu, berhenti merokok membutuhkan tekad dan usaha yang kuat supaya bisa melewati masa withdrawal effect tersebut. Keinginan untuk merokok ternyata bisa dipicu oleh faktor tertentu, baik faktor dari dalam diri perokok itu sendiri ataupun faktor dari luar diri perokok. Berikut ini dijelaskan beberapa keadaan yang bisa membuat seorang merasa ingin merokok.

Rasa Ingin Tahu dan Coba-Coba

Rasa ingin dan coba-coba merupakan faktor internal dari dalam diri sendiri yang membuat seseorang ingin merokok. Rasa ingin tahu tersebut membuat seseorang ingin menghisap rokok dan bisa menjadi awal terjerumusnya orang tersebut pada kecanduan merokok. Beberapa orang juga menganggap bahwa coba-coba merokok tidak terlalu berbahaya karena rokok yang dihisap jumlahnya sedikit. Nikotin yang masuk ke dalam tubuh, sekecil apapun itu, berpotensi mempengaruhi otak dan membuat otak mengalami ketergantungan. Racun dari rokok yang “coba-coba” dihisap tersebut juga tetap berbahaya jika masuk ke dalam tubuh.

Jenis Kelamin

Di Indonesia, perokok dengan jenis kelamin laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Laki-laki memang lebih rentan mengalami kecanduan akibat dari faktor psikologis yang menganggap bahwa laki-laki yang merokok itu jantan dan gaul. Faktor psikologis dan budaya masyarakat tersebut bisa membuat seorang laki-laki merasa “wajar” jika memiliki kebiasaan merokok. Padahal, merokok merupakan aktivitas berbahaya yang sebaiknya dihindari, baik oleh laki-laki ataupun perempuan.

Lapar

Perokok yang sedang lapar dan tidak ada makanan di sekitarnya biasanya lebih memilih untuk menghisap rokok. Rasa lapar biasanya juga mempengaruhi seseorang yang sedang berusaha berhenti merokok memiliki keinginan untuk menyulut rokok kembali. Rasa lapar cenderung menyebabkan seseorang merasa gelisah sehingga rokok terkadang menjadi pilihan untuk menenangkan pikiran. Menghisap rokok baik saat kenyang maupun saat lapar tetap saja berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, saat lapar tiba, sebaiknya konsumsilah camilan sehat untuk menekan keinginan merokok. Makanan yang bisa dikonsumsi, di antaranya buah atau jus yang bisa menjadi pengganjal perut sehingga lapar dapat diredakan.

Kelelahan

Seseorang yang mengalami kelelahan, misalnya setelah pulang kerja, biasanya juga akan melampiaskan kelelahan tersebut melalui rokok. Rokok dianggap mampu menekan rasa lelah dan membuat tubuh merasa lebih rileks. Akan tetapi, kenyamanan tersebut adalah kenyamanan sesaat yang justru bisa membuat Anda semakin kecanduan. Saat tubuh lelah sebaiknya Anda merebahkan tubuh untuk beristirahat daripada menyulut sebatang rokok.

Stres

Stres juga menjadi faktor yang bisa menimbulkan keinginan untuk merokok. Saat tubuh merasakan stres, tubuh akan otomatis mencari jalan untuk membuat tubuh rileks. Perokok biasanya akan terangsang untuk menyulut sebatang rokok saat stres karena dianggap bisa menenangkan pikiran saat tubuh dilanda stres. Merokok juga dianggap bisa mengurangi reaksi negatif saat stres, misalnya bisa menekan perasaan ingin marah, cemas, gelisah, dan sebagainya. Nikotin dalam rokok yang masuk ke otak bisa berperan menjadi dopemin yang bisa menimbulkan perasaan nyaman. Oleh karena itu, orang yang sedang dilanda stres cenderung memilih menghisap rokok untuk menenangkan pikiran.

Merokok dalam Mobil: Ini Bahayanya

Merokok merupakan kegiatan yang merugikan tubuh dan lingkungan karena rokok mengandung racun berbahaya. Racun dalam rokok tersebut bisa menimbulkan gangguan kesehatan yang serius jika menumpuk terlalu banyak, misalnya hipertensi, stroke, penyakit paru-paru, penyakit jantung, gangguan organ reproduksi, serta kanker yang bisa berujung pada kematian. Bahaya rokok tidak hanya mengincar perokok saja, melainkan juga berdampak pada orang lain bukan perokok yang sering terpapar asap rokok atau yang biasa disebut sebagai perokok pasif. Perokok pasif bahkan dinilai bisa mengalami gangguan kesehatan organ pernapasan lebih parah daripada perokok aktif itu sendiri. Oleh karena itu, kebiasaan merokok sebaiknya segera dihentikan. Selain itu, jika Anda masih kesulitan menghentikan kebiasaan merokok, merokoklah di tempat khusus yang disediakan, serta jangan merokok di sembarang tempat karena asapnya bisa terpapar ke orang lain.

Perokok biasanya memiliki kebiasaan tertentu saat merokok. Selain itu, perokok aktif yang sudah kecanduan juga lebih sering menghisap rokok tanpa memikirkan situasi dan kondisi. Beberapa perokok bahwa tidak tahan untuk menunda menghisap rokok sejenak saat berkendara. Beberapa perokok tersebut ada yang merokok di dalam mobil ketika jalanan sedang macet untuk menghindari kebosanan. Merokok dalam mobil sebenarnya bisa menimbulkan dampak yang berbahaya bagi tubuh. Asap rokok akan terkumpul dalam mobil sehingga bisa mengontaminasi udara yang dihirup. Merokok dalam mobil meskipun kondisi kaca mobil yang terbuka ternyata juga bisa menimbulkan efek yang berbahaya, baik bagi diri sendiri atapun bagi orang lain. Berikut ini beberapa bahaya merokok dalam mobil yang perlu diwaspadai.

Udara dalam Mobil Menjadi Terkontaminasi

Merokok di dalam mobil bisa membuat udara dalam mobil menjadi terkontaminasi. Racun yang terkandung dalam asap rokok akan mengontaminasi udara sehingga ketika udara dihirup racun tersebut akan masuk ke dalam tubuh. Merokok dalam mobil dengan kaca tertutup juga menyebabkan racun racun diserap oleh orang lain yang berada satu mobil dengan perokok. Paparan asap rokok pasif akan menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan yang bersifat akut yang bisa menyebabkan munculnya beberapa penyakit, seperti asma, pneumonia, dan bronchitis. Partikel racun dalam rokok bisa lebih mudah masuk ke dalam paru-paru dan aliran darah sehingga bisa meningkatkan risiko tubuh terkena penyakit yang lebih parah.

Merokok di dalam mobil dengan kaca tertutup juga bisa menyebabkan kerusakan pada sistem pendingin udara. Asap rokok yang dikeluarkan akan masuk ke dalam blower dan akan menempel pada evapotator. Polutan dari asap rokok tersebut akan bertahan lama di dalam evaporator sehingga evaporator menjadi lebih kotor. Selain itu, racun dalam asap rokok juga bisa menempel pada bagian-bagian mobil, seperti kemudi, bangku, dan bagian mobil lain. Merokok dalam mobil dengan kaca terbuka juga bisa berdampak buruk karena asap rokok akan menyebar keluar mobil dan mengganggu pengendara lain yang berada di dekat mobil.

Terjadinya Kadar Peningkatan Racun

Rokok yang dihisap dalam mobil juga bisa mengalami peningkatan kadar racun. Asap rokok yang dihirup oleh penumpang lain dalam mobil bisa menyebabkan kadar zat karsinogen dalam rokok menjadi meningkat. Zat karsinogen, seperti butadeina, benzene, etilen oksida, dan akrilonitril, bisa terhirup dalam tubuh yang juga bisa menyebabkan zat karsinogen dalam urin turut meningkat. Mobil merupakan ruangan tertutup yang tidak terlalu luas sehingga kadar racun dalam rokok dapat meningkatkan dalam ruangan sempit dalam mobil. Merokok dalam mobil juga bisa menyebabkan seseorang mengalami keracunan yang bisa berakibat fatal pada kesehatan.

  • Merokok dalam ruang tertutup yang sempit, seperti mobil ternyata jauh lebih berbahaya daripada merokok di ruang tertutup yang luas. Racun dari asap rokok akan mengontaminasi udara dalam mobil dan kadar racunnya menjadi meningkat sehingga jika terhirup bisa berbahaya bagi tubuh. Kebiasaan merokok dalam mobil bisa berdampak buruk pada perokok itu sendiri, penumpang lain dalam mobil, serta pada pengendara lain yang berada di sekitar mobil. Oleh karena itu, pemerintah di beberapa negara menerapkan aturan melarang merokok dalam mobil karena berdampak berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan saat berkendara. Cara yang paling tepat untuk menghindari bahaya tersebut adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok secepat mungkin.

Inilah Alasan Rokok Sebabkan Serangan Jantung

Rokok memang mengandung zat berbahaya yang bisa menjadi racun bagi tubuh. Walaupun banyak perokok sudah mengetahui racun tersebut, mereka tetap sulit berhenti untuk merokok karena efek kecanduan yang ditimbulkan oleh nikotin dalam rokok. Rokok yang dihisap setiap hari, walaupun sedikit jumlahnya, bisa menyebabkan tumpukan racun dalam tubuh. Racun dari rokok tersebut perlahan akan menggeroti organ-organ tubuh dan menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan yang ditimbulkan oleh rokok pun bisa dari penyakit ringan, seperti batuk dan sesak napas, sampai penyakit mematikan seperti hipertensi, stroke, bahkan serangan jantung. Kebanyakan orang lebih memahani bahwa rokok bisa menyebabkan kanker dan gangguan paru-paru, tetapi ternyata rokok juga bisa memicu terjadinya serangan jantung.

Racun yang terkandung dalam rokok perlahan-lahan bisa memicu timbulnya penyakit kardiovaskular yang bisa saja berujung pada serangan jantung. Serangan jantung merupakan gangguan kesehatan yang parah karena sebagian besar bisa menimbulkan kematian. Racun rokok akan merusak pembuluh darah hingga jantung secara perlahan sehingga tidak menutup kemungkinan bisa menyebabkan serangan jantung. Berikut ini dijelaskan mekanisme bagaimana rokok bisa menyebabkan serangan jantung.

Rokok Mengganggu Aliran Darah dan Tekanan Darah

Beberapa zat yang terkandung dalam rokok bisa menganggu aliran darah dalam tubuh. Zat nikotin dan karbon monoksida bisa mengontaminasi darah yang mengalir, baik mengalir ke jantung maupun ke seluruh tubuh. Jantung sisi kanan akan mengambil darah yang tidak mengandung oksigen kemudian memompanya ke paru-paru untuk proses oksigenasi. Setelah itu, darah yang sudah mengandung oksigen tersebut akan kembali masuk ke jantung melalui jantung sisi kiri. Setelah itu, darah mengandung oksigen akan di alirkan ke seluruh jaringan dan organ tubuh. Jika Anda menghisap rokok, maka proses aliran darah tersebut menjadi terganggu. Karbon monoksida dalam rokok bisa mengikat oksigen dalam hemoglobin, di mana hemoglobin merupakan sel darah merah yang mengangkut oksigen. Karbon monoksida akan mengikat dan mengurangi oksigen dalam hemoglobin sehingga darah yang dialirkan tidak cukup oksigen. Sementara itu, nikotin yang terkandung dalam rokok akan merangsang produksi hormone adrenalin yang bisa membuat jantung berdetak lebih kencang sehingga tekanan darah menjadi meningkat. Tekanan darah yang terlalu tinggi tentu bisa menyebabkan pembuluh darah pecah yang berisiko pada serangan jantung.

Rokok Menyumbat Pembuluh Darah

Rokok mengandung zat berbahaya yang bisa menyumbat pembuluh darah. Rokok akan meningkatkan produksi kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). LDL yang menumpuk akan menjadi plak yang bisa menyumbat pembuluh darah. Plak yang tertimbun dalam pembuluh darah tersebut menyebabkan pembuluh daras mengeras, mudah rusak, dan menjadi sempit. Kondisi tersebut lama-kelamaan akan berubah menjadi atherosclerosis, yakni terjadinya penumpukan lemak di dalam pembuluh darah yang menyebabkan terjadinya penyempitan. Pembuluh darah yang menyempit akan menyebabkan kurangnya aliran darah ke jantung sehingga bisa memicu timbulnya penyakit jantung coroner. Selain itu, pembuluh darah yang menyempit membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga dada menjadi nyeri. Jika pembuluh darah sudah tersumbat total, maka tubuh berpotensi mengalami serangan jantung.

Rokok Menyebabkan Kerusakan Endotel

Zat berbahaya dalam rokok bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang bisa menyebabkan endotel atau dinding pembuluh darah mengalami kerusakan. Endotel tidak bisa memperbaiki diri sendiri jika terjadi kerusakan sehingga tidak mudah untuk disembuhkan. Endotel yang rusak akan menyebabkan masuknya molekul ke dalam pembuluh darah. Molekul yang masuk ke dinding pembuluh darah tersebut akan menempel dan bertumbuh semakin besar hingga membentuk benjolan. Benjolan tersebut jika pecah akan menyumbat pembuluh darah dan menghentikan aliran darah ke jantung sehingga tubuh akan mengalami serangan jantung.

Jantung merupakan organ vital dalam tubuh karena berfungsi untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Jantung yang tidak atau bahkan rusak bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang berbahaya, termasuk serangan jantung yang berujung pada kematian. Oleh karena itu, hentikan kebiasaan merokok sekarang juga supaya jantung dan organ tubuh yang lain bisa segera memperbaiki diri. Menghentikan kebiasaan merokok memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin dilakukan. Ada beberapa metode yang bisa ditempuh untuk membantu seseorang berhenti merokok. Metode berhenti merokok tersebut bisa Anda baca di sini.

Dampak Karbon Monoksida dalam Rokok pada Kesehatan

Rokok memang sudah dikenal mengandung berbagai zat yang berbahaya bagi tubuh. Zat tersebut bisa berada dalam asap rokok yang terhirup ke dalam tubuh perokok sehingga menimbulkan timbunan racun dalam tubuh. Selain itu, asap rokok juga bisa menyebar di lingkungan sekitar sehingga bisa mencemari udara. Udara yang tercemar asap rokok tersebut juga akan berbahaya jika terhirup oleh orang lain yang bukan perokok. Oleh karena itu, dampak buruk dari kebiasaan merokok bukan hanya menyerang perokok itu sendiri tetapi juga bisa membahayakan orang sekitar.

Baca juga:

Penyakit Mematikan Akibat Merokok

Jenis-Jenis Rokok dan Bahayanya

Dampak Merokok pada Penampilan Fisik

Salah satu kandungan zat berbahaya dalam rokok adalah karbon monoksida atau CO. Karbon monoksida merupakan zat sisa pembakaran yang tidak sempurna. Keberadaan karbon monoksida dalam udara memang sulit dideteksi karena tidak memiliki bau, rasa, dan warna pada suhu udara normal. Karbon monoksida yang masuk ke dalam tubuh manusia bisa menjadi senyawa racun karena bisa mengikat sel darah merah yang mengandung oksigen, yakni hemoglobin. Oleh karena itu, terpapar karbon monoksida yang terlalu sering dari asap rokok bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang fatal. Berikut ini beberapa gangguan kesehatan yang timbul akibat karbon monoksida yang terhirup ke dalam tubuh.

Sesak Napas

Dampak dari paparan gas karbon monoksida pada tubuh adalah menimbulkan sesak napas. Sesak napas merupakan akibat dari paparan karbon monoksida dalam jumlah ringan. Karbon monoksida tersebut akan mengikat oksigen sehingga tubuh kesulitan bernapas. Kekurangan oksigen tersebut jika dibiarkan akan membuat tubuh pusing bahkan pinsang.

Menghambat Aliran Oksigen

Gas karbon monoksida yang terhirup dan masuk ke dalam tubuh bisa mengikat hemoglobin dalam darah. Hemoglobin tersebut merupakan pigmen darah yang mengandung oksigen sehingga jika terikat oleh karbon monoksida bisa menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Oksigen akan kalah dengan karbon monoksida sehingga bisa menurunkan kadar oksigen dalam darah dan akan digantikan oleh karbon monoksida. Karbon monoksida yang ikut mengalir dalam darah tersebut akan mengganggu proses metabolisme sel, jaringan, dan organ dalam tubuh. Karbon monoksida dalam rokok memang memiliki kadar yang kecil, tetapi jika terus menerus terhirup dan masuk ke dalam darah lama-kelamaan akan menurunkan matabolisme tubuh sehingga kesehatan tubuh menjadi terganggu. Tubuh yang sering terpapar karbon monoksida juga bisa membuat pembuluh darah mudah rusak dan menghambat kerja jantung sehingga bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular yang bisa menjadi ancaman bagi tubuh.

Menghambat Respirasi

Selain menghambat aliran darah, gas karbon moniksida juga bisa menghambat proses respirasi atau oksidasi sitokrom dalam tubuh. Proses respirasi yang terhambat akan menyebabkan pembentukan energi tidak maksimal. Selain itu, gas karbon monoksida juga bisa berikatan langsung dengan sel tulang dan sel otot jantung yang bisa merembet pada sistem saraf. Oleh karena itu, tepapar asap rokok terlalu lama bisa menyebabkan gangguan jantung dan saraf.

Karbon monoksida hanya satu dari beberapa zat berbahaya yang terkandung dalam rokok. Kadar karbon monoksida dalam rokok memang tergolong kecil, tetapi tetap saja berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan yang mengancam. Tubuh yang sering terpapar karbon monoksida cenderung lebih lemas dan sulit berkonsentrasi karena kebutuhan oksigen ke otak menjadi berkurang. Karbon monoksida dalam rokok juga bisa memicu munculnya berbagai penyakit berbahaya, seperti gangguan paru-paru, tekanan darah tidak normal, asma, serta penyakit jantung dan pembuluh darah. Terpapar karbon monoksida dalam kadar tinggi bahkan bisa menyebabkan tubuh semakin lemas, kesulitan bernapas, dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Selain berbahaya bagi tubuh perokok, karbon monoksida juga bisa terpapar ke orang lain yang bukan perokok dan turut membahayakan mereka. Rokok memang berbahaya bagi perokok dan orang di sekitar perokok. Oleh karena itu, berhentilah merokok sekarang juga.

Waspada: Ini Bahaya Rokok pada Wanita Hamil

Bahaya merokok memang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat luas. Peringatan mengenai bahaya merokok pun sudah sering disosialisasikan dan terdapat pada bungkus rokok itu sendiri. Akan tetapi, merokok memang kebiasaan yang tidak mudah dihentikan akibat efek ketergantungan dari nikotin yang terkandung dalam rokok. Ketergantungan tersebut menyebabkan seseorang menghisap rokok hampir setiap hari sehingga racun dari zat kimia dalam rokok pun semakin menumpuk. Racun tersebut bisa menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit berbahaya pada tubuh, misalnya jantung, stroke, ginjal, dan kanker yang bisa mengancam nyawa.

Kebiasaan merokok tidak hanya dilakukan oleh laki-laki, tetapi ada beberapa wanita yang juga turut menghisap rokok. Wanita hamil yang tetap menghisap tentu bisa membahayakan kesehatan diri sendiri dan juga kesehatan janin. Kandungan nikotin, karbon moniksida, tar, dan berbagai zat kimia lain dalam rokok bisa masuk ke aliran darah sehingga bisa mengenai janin yang sedang berada di kandungan. Selain itu, wanita yang tidak merokok tetapi sering terpapar asap rokok juga memiliki risiko yang sama wanita yang merokok. Berikut ini beberapa bahaya yang bisa timbul pada wanita merokok atau terpapar asap rokok saat hamil.

Komplikasi Kehamilan

Wanita yang merokok atau terpapar asap rokok saat hamil rentan mengalami gangguan komplikasi kehamilan. Wanita hamil tersebut rentan menderita abrupsio plasenta atau plasenta previa yang bisa menyebabkan pendarahan hebat saat proses persalinan. Kondisi tersebut juga bisa meningkatkan risiko kematian, baik bagi ibu ataupun bayi.

Meningkatkan Risiko Keguguran

Merokok atau sering terpapar asap rokok saat hamil bisa meningkatkan risiko keguguran. Janin yang terpapar racun rokok bisa terhambat pertumbuhan dan perkembangannya sehingga bisa menyebabkan keguguran. Selain itu, racun rokok yang masuk ke tubuh saat hamil juga bisa menyebabkan bayi lahir prematur yang umumnya perkembangan tubuhnya belum sempurna sehingga bayi mudah terinfeksi penyakit atau cenderung lebih lemah.

Meningkatkan Risiko Bayi Lahir Cacat

Selain bisa meningkatkan risiko keguguran, racun rokok juga bisa meningkatkan risiko bayi lahir cacat. Saat masih berada dalam kandungan, bayi akan menerima asupan makanan yang sama dengan yang diterima sang ibu. Jika sang ibu merokok atau sering terpapar asap rokok, maka racun dari rokok pun bisa terhisap oleh janin. Kandungan zat kimia berbahaya dalam rokok bisa menyebabkan mutasi gen yang bisa meningkatkan risiko bayi lahir cacat. Selain itu, racun rokok dapat menyebabkan berkurangnya pasokan darah ke plasenta yang menjadi jalan makanan bayi. Kondisi tersebut menyebabkan gangguan pertumbuhan janin karena bisa menyebabkan rusaknya sistem kardiovaskular, sistem saraf, sistem pernapasan, dan sistem pencernaan janin. Oleh karena itu, racun rokok bisa meningkatkan risiko bayi lahir cacat fisik ataupun psikis karena pertumbuhan dan perkembangan janin terganggu. Risiko bayi lahir cacat lebih tinggi pada wanita hamil yang terpapar asap rokok daripada wanita hamil perokok aktif.

Bayi Lahir dengan Berat Rendah

Wanita hamil yang merokok atau sering terpapar asap rokok bisa menyebabkan bayi yang kelak dilahirkan mempunyai berat badan rendah. Racun dari rokok yang masuk ke dalam tubuh bisa menghambat aliran darah yang mengandung oksigen dan nutrisi ke janin. Terhambatnya aliran darah tersebut menyebabkan janin kekurangan nutrisi sehingga berisiko lahir dengan berat rendah.

Bayi Rentan Terkena Infeksi

Wanita yang menjadi perokok aktif atau perokok pasif juga bisa menyebabkan bayi mudah mengalami infeksi. Organ tubuh bayi yang rentan mengalami infeksi akibat paparan racun rokok adalah saluran pernapasan. Selain itu, racun rokok juga bisa menyebabkan paru-paru janin tidak tumbuh dengan sempurna. Kondisi tersebut menyebabkan bayi rentan mengalami sakit paru-paru, asma, atau gangguan pernapasan lain sejak lahir.

Racun dalam rokok memang berbahaya bagi wanita hamil, baik pada kesehatan wanita tersebut ataupun pada tumbuh kembang janin. Oleh karena itu, segera hentikan kebiasaan merokok Anda, terutama saat hamil. Atau bagi Anda yang memiliki istri, teman, saudara, kerabat, atau berada di dekat wanita hamil sebaiknya tidak merokok untuk menghargai hak hidup sehat mereka.

Filter Rokok: Benarkah Bisa Membuat Rokok Lebih Aman?

Semakin berkembangnya zaman, semakian berkembang pula inovasi pada beberapa produk rokok. Saat ini banyak bermunculan rokok dengan filter yang digembar-gemborkan bisa membuat merokok jadi lebih aman. Apakah benar?

Satu batang rokok mengandung zat-zat kimia yang jika sudah menumpuk, bisa menyebabkan masalah kesehatan serius pada tubuh, misalnya kanker, penyakit jantung, penyakit organ reproduksi, dan sebagainya. Beberapa zat kimia yang terkandung dalam rokok, di antaranya tar, karbon monoksida, hydrogen sianida, polonium, arsenic, dan banyak zat kimia yang lain. Rokok juga mengandung nikotin yang berasal dari tembakau yang menyebabkan ketergantungan sehingga kebiasaan merokok sulit dihentikan. Ketergantungan tersebut akan membuat perokok menghisap rokok semakin banyak sehingga racun dari zat kimia tersebut semakin menumpuk dalam tubuh. Menghadapi probematika tersebut, produsen rokok kemudian memproduksi rokok dengan filter yang dianggap sebagai penyaring sehingga meminimalisir jumlah zat kimia yang terhirup saat merokok. Akan tetapi, anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar.

Filter rokok berada di salah satu ujung rokok yang tidak disulut dan biasanya menempel langsung di mulut. Keberadaan filter tersebut dianggap sebagai penyaring untuk meminimalisir masuknya racun ke dalam tubuh sehingga membuat perokok merasa santai saat menghisap rokok. Rokok yang menggunakan filter pun mendapatkan sebutan sebagai “rokok ringan” yang biasanya ditambahi istilah mild atau light. Filter pada rokok sebenarnya tidak membuat rokok menjadi lebih aman apalagi lebih sehat, justru bisa menyebabkan tingkat ketergantungan menjadi naik sehingga kebiasaan merokok sulit dihilangkan.

Filter rokok memiliki rongga-rongga halus di dalamnya yang berfungsi untuk memasukan lebih banyak udara saat seseorang menghirup rokok. Rongga tersebut juga membuat kandungan nikotin dan beberapa zat karsinogen yang terhirup menjadi lebih rendah karena membuat proses pembakaran tembakau berlangsung lebih lama. Akan tetapi, perokok justru akan menghirup rokok lebih dalam untuk memberikan asupan nikotin yang konstan ke dalam tubuh sehingga asupan zat kimia yang masukpun menjadi lebih banyak. Selain itu, perasaan “santai” ketika menikmati rokok dengan filter menyebabkan perokok terlena sehingga mereka leluasa menghisap rokok sesuka hati. Kondisi tersebut bisa menyebabkan kenaikan tingkat ketergantungan sehingga merokok sulit dihentikan.

Filter rokok tidak mampu menyaring seluruh bahan kimia yang terkandung dalam rokok. Walaupun bisa menyaring zat karsinogen, filter rokok tersebut tidak bisa menyaring komponen asap dari rokok. Rongga dalam filter tersebut justru menyebabkan asap yang masuk ke dalam tubuh menjadi lebih mudah. Asap rokok diketahui mengandung tar dan berbagai zat kimia yang bisa mengganggu saluran pernapasan. Komponen asap rokok yang masuk ke dalam saluran napas perifer bisa meningkatkan risiko tubuh terkena kanker paru-paru dan kanker sel skuamosa pusat. Ventilasi atau rongga pada filter tersebut menyebabkan peningkatan adenokarsinoma dalam tubuh yang bisa menyebabkan kematian. Selain itu, serat-serat halus pada filter juga kemungkinan bisa terhirup dan masuk ke dalam tubuh sehingga bisa meningkatkan risiko kanker atau bisa membuat kanker menjadi lebih parah. Oleh karena itu, rokok berfilter sebenarnya juga tidak aman dikonsumsi karena bisa menyebabkan muncul penyakit berbahaya seperti jenis rokok pada umumnya.

Selain beberapa dampak tersebut, filter juga bisa menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan, khususnya tanah. Perokok yang membuang putung rokok tidak pada tempatnya membuat putung rokok berserakan di tanah. Filter rokok mengandung plastik yang tidak bisa terurai dengan cepat, baik di tanah maupun di air. Filter rokok yang sulit diuraikan tersebut membuat tanah terkontaminasi dengan kandungan zat kimia di dalamnya sehingga bisa menurunkan kesuburan tanah. Filter rokok yang terbawa aliran air hujan hingga ke sungai atau ke laut juga bisa menyebabkan hewan atau biota laut meninggal karena terpapar racun yang terkandung dalam filter tersebut.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat diketahui bahwa filter rokok sama berbahayanya dengan batang rokok itu sendiri. Selain bisa mengancam kesehatan perokok, putung rokok juga bisa menyebabkan pencemaran lingkungan yang merugikan banyak orang. Oleh karena itu, segera hentikan kebiasaan merokok secepat mungkin untuk masa depan diri sendiri dan lingkungan yang lebih baik.

Mengapa Kebiasaan Merokok Sulit Dihentikan?

Merokok merupakan kebiasaan tidak sehat yang bahayanya sudah diketahui banyak orang, termasuk perkokok itu sendiri. Rokok memang diketahui bisa menyebabkan kesehatan tubuh menurun dan menyebabkan munculnya berbagai penyakit kronis yang bisa menyebabkan kematian.

Lalu mengapa seseorang tidak segera berhenti merokok?

Berhenti merokok memang tidak bisa dilakukan dengan sesederhana itu. Rokok memang sudah dikenal bisa menyebabkan candu yang bisa membuat perokok merasa ketergantungan. Sebenarnya ada beberapa faktor lain yang membuat seorang perokok sulit menghentikan kebiasaan merokok, walaupun sebenarnya dia juga ingin menghentikannya. Faktor yang membuat orang sulit berhenti merokok bisa berasal dari kandungan zat dalam rokok, kondisi fisik dan psikis perokok, serta lingkungan sekitar perokok. Berikut dijelaskan beberapa faktor yang bisa membuat seseorang sulit menghentikan kebiasaan merokok.

Nikotin

Nikotin merupakan senyawa kimia yang terkandung dalam tembakau pada rokok. Nikotin merupakan salah satu zat berbahaya yang terkandung dalam rokok dan menyebabkan efek kecanduan. Kecanduan nikotin tersebut membuat perokok sulit menghentikan kebiasaan merokok karena nikotin bersifat adiktif dan psikoaktif. Nikotin yang dihisap melalui rokok bisa merangsang otak memproduksi dopamin yang bisa menimbulkan efek “senang” dan nyaman pada tubuh. Efek senang atau nyaman tersebut hanya berlangsung sementara sehingga ketika efek tersebut reda atau hilang, maka otak akan merangsang tubuh untuk mengonsumsi nikotin kembali. Tubuh yang terbiasa mendapatkan asupan nikotin, maka semakin hari akan membutuhkan asupan nikotin lebih banyak sehingga bisa membuat frekuensi merokok juga bertambah.

Kondisi Psikoligis

Selain zat yang terkandung dalam rokok, kondisi psikoloigis perokok juga bisa menyebabkan sulitnya berhenti merokok. Perokok yang mengalami gangguan psikologis, seperti stres, cenderung lebih sulit menghentikan kebiasaan merokok karena rokok bisa menimbulkan rasa senang dan nyaman sehingga bisa mengalihkan stres, walaupun sifatnya hanya sementara. Selain stres, pandangan bahwa berhenti merokok adalah tindakan “percuma” karena perokok merasa bahwa racun yang sudah menumpuk tidak bisa hilang dan sehingga walaupun rokok dihentikan mereka akan tetap bisa merasakan dampak negatif perokok. Anggapan tersebut senarnya salah karena 20 menit sejak perokok memutuskan untuk berhenti merokok, tubuh akan langsung melakukan perbaikan dan pemulihan kesehatan secara bertahap sehingga racun bisa dibuang dan kesehatan tubuh perlahan pulih. Oleh karena itu, semakin cepat seseorang berhenti merokok, maka semakin cepat pula kesehatan bisa dipulihkan.

Efek Balikan (Withdrawal Effect)

Berhenti merokok menjadi sulit dilakukan karena adanya efek balikan atau withdrawal effect dari tubuh. Efek balikan tersebut muncul karena terputusnya asupan nikotin yang biasanya masuk ke dalam tubuh. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, nikotin dalam rokok akan menyebabkan kecanduan sehingga ketika asupan nikotin dihentikan tubuh akan melakukan “protes”. Efek balikan yang umum dirasakan perokok di awal-awal masa berhenti merokok adalah, emosi tidak terkontrol, mudah marah tanpa adanya alasan yang jelas, gelisah, pusing, mual, muntah, diare, sembelit, kurang konsentrasi, nafsu makan menurun, tubuh mudah lemas, tidur terganggu, bahkan insomnia. Efek balikan tersebut biasanya terjadi satu sampai dua minggu pada awal masa berhenti merokok. Efek balikan tersebut dianggap “menyiksa” sehingga tak jarang banyak perokok yang gagal berhenti karena tidak kuat menahan withdrawal effect tersebut. Oleh karena itu, diperlukan niat dan komitmen yang kuat serta terapi khusus untuk membantu melewati masa efek balikan tersebut supaya kebiasaan merokok bisa dihentikan.

Banyak Teman yang Merokok

Niat, komitmen, dan jadwal yang disusun rapi untuk berhenti merokok bisa menjadi tidak manjur karena lingkungan yang kurang mendukung, salah satunya sering bergaul dengan teman sesama perokok. Bergaul dengan sesama perokok merupakan salah satu pemicu timbulnya keinginan untuk merokok sehingga Anda menjadi lebih “tergoda” untuk merokok. Oleh karena itu, ketika Anda memutuskan akan berhenti merokok sebaiknya mintalah dukungan dari teman atau keluarga sehingga mereka bisa membantu Anda melewati masa berat saat berhenti merokok.