Tinggal di Lingkungan Perokok? Begini Cara Supaya Tidak Terpapar Asapnya

Asap rokok memang dikenal mengandung beragam zat kimia yang bisa menjadi racun jika masuk ke dalam tubuh. Asap yang berasal dari pembakaran tembakau tersebut mengandung beragam zat kimia, seperti tar, karbon monoksida, hidrogen sianida, arsenik, kromium, kadmium, dan beragam zat beracun lainnya. Zat kimia tersebut jika masuk dan menumpuk dalam tubuh bisa merusak sel, jaringan, dan organ tubuh secara perlahan. Kerusakan sel, jaringan, dan organ tubuh tersebut akan menimbulkan gangguan kesehatan mulai dari penyakit ringan, seperti batuk, hingga penyakit kronis mematikan, seperti serangan jantung dan kanker. Oleh karena itu, merokok termasuk kebiasaan tidak sehat yang bisa merusak kesehatan tubuh sehingga perlu dihentikan dan dihindari.

Asap rokok tidak hanya merugikan perokok itu sendiri, melainkan juga menimbulkan gangguan pada orang lain bukan perokok dan bahkan mencemari lingkungan sekitar. Asap rokok yang dihembuskan kembali oleh perokok juga mengandung beragam zat beracun yang akan mengontaminasi udara di sekitarnya. Asap rokok yang dihembuskan perokok juga mengandung zat beracun yang hampir sama dengan asap rokok yang dihisap perokok, di antaranya benzene, polonium, timbal, ammonia, karbon monoksida, dan hidrogen sianida. Jika udara yang terkontaminasi asap rokok tersebut dihirup oleh orang lain, maka racun dalam asap rokok tersebut juga bisa masuk ke dalam tubuh orang lain tersebut.

Minimnya ruang khusus untuk merokok dan sikap kurang toleran, menyebabkan perokok pasif kadang merokok di sembarang tempat, bahkan di tempat umum, seperti taman kota, kendaraan umum, trotoar, kantor, tempat rekreasi, dan berbagai tempat umum lainnya. Merokok di sembarang tempat tersebut menyebabkan asap rokok menyebar ke lingkungan sekitar dan berpotensi dihirup oleh orang lain yang bukan perokok. Asap rokok tersebut bisa terhirup oleh siapa saja, bahkan anak kecil dan wanita hamil, dan bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Beberapa sumber menyatakan bahwa orang bukan perokok yang sering terpapar asap rokok (perokok pasif) bahkan memiliki risiko kanker paru-paru yang lebih tinggi daripada perokok aktif itu sendiri. Oleh karena itu, jika Anda tinggal di lingkungan perokok aktif, sebaiknya lakukan berbagai cara untuk menghindari paparan asap rokok supaya tubuh Anda tidak turut terkontaminasi zat beracun dari asap rokok. Berikut ini beberapa cara untuk menghindari paparan asap rokok yang bisa Anda praktikkan.

Berikan Tanda Larangan Merokok di Rumah

Rumah merupakan tempat tinggal utama yang seharusnya bersih dan sehat sehingga nyaman ditinggali. Dalam rumah terdapat anggota keluarga dengan beragam usia dan kondisi kesehatan yang berbeda-beda. Jika anggota keluarga Anda tidak ada yang merokok, bukan berarti rumah Anda akan terbebas dari asap rokok karena kemungkinan tamu yang datang ke rumah Anda adalah perokok aktif. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memasang tanda larangan merokok di ruang tamu atau teras rumah dengan kata-kata yang sopan supaya tamu yang berkunjung ke rumah bisa menghargai dan tidak merokok di dalam rumah Anda. Akan tetapi, jika Anda memiliki anggota keluarga perokok, sebaiknya arahkan mereka untuk merokok di luar atau buatkan space khusus bagi mereka untuk merokok supaya asap rokok tidak menyebar ke seluruh bagian rumah.

Pilih Area Dilarang Merokok pada di Tempat Umum

Paparan asap rokok tidak hanya harus diwaspadai di dalam rumah, melainkan juga harus Anda waspadai saat berada di luar rumah. Saat Anda sedang pergi ke tempat umum, misalnya restoran, kafe, tempat rekreasi, dan sebagainya, sebaiknya pilihlah area dengan tanda larang merokok supaya Anda dan keluarga bisa terbebas dari paparan asap rokok. Selain itu, Anda juga bisa meminta ke bagian pelayanan tempat umum yang dikunjungi dengan sopan untuk memilihkan area yang bebas dari asap rokok supaya Anda bisa terhindar dari paparan asap rokok.

Gunakan Masker Saat Berada di Tempat Umum

Gambar ini bersumber dari www.sukajepang.com

Saat berada di tempat umum yang tidak ada larangan merokok, sebaiknya Anda menggunakan masker untuk menghindari asap rokok yang kemungkinan mengontaminasi udara di sekitar Anda. Tempat umum yang perlu Anda waspadai, misalnya kendaraan umum, taman pinggir jalan, food area, atau beragam tempat umum lain yang tidak ada larangan merokok karena kemungkinan ada perokok di sekitar Anda yang bebas kapan saja menyulut rokok. Oleh karena itu, lindungi diri Anda dari paparan asap rokok dengan menggunakan masker.

Jaga Jarak dengan Perokok

Jika lingkungan pertemanan atau lingkungan kerja Anda dekat dengan perokok aktif, ada baiknya Anda menjaga jarak dengan perokok tersebut. Jaga jarak yang dimaksud adalah berusaha menjauh atau menghindar dengan sopan saat mereka akan merokok. Dan jika ada teman atau anggota keluarga yang ingin berhenti merokok, sebaiknya diberikan dukungan supaya mereka bisa berhenti merokok dengan cepat.

Itulah beberapa cara untuk menghindari paparan asap rokok yang bisa Anda terapkan dalam keseharian. Asap rokok memang tidak hanya merugikan perokok aktif, melainkan juga merugikan orang lain bukan perokok. Maka dari itu, berhentilah merokok sekarang juga untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitar.

Apa Benar Rokok Ada Manfaatnya untuk Tubuh?

Rokok merupakan benda yang terbuat dari tembakau yang dicampur dengan bahan-bahan lainnya kemudian dilinting menggunakan kertas rokok. Rokok diklaim oleh banyak orang, termasuk pakar kesehatan, mengandung berbagai zat kimia yang menjadi racun bagi tubuh perokok. Selain bisa meracun perokok itu sendiri, rokok bisa juga meracuni orang lain, khususnya orang lain bukan perokok yang sering terkena paparan asap rokok. Racun dari rokok yang masuk ke dalam tubuh bisa merusak berbagai organ dan jaringan tubuh sehingga muncullah beragam penyakit, mulai dari penyakit ringan, seperti batuk, hingga penyakit mematikan, seperti kanker dan serangan jantung. Gangguan kesehatan yang muncul akibat rokok memang tidak langsung terasa sesaat setelah merokok sehingga banyak perokok yang masih bandel dan masih merokok dengan santai. Efek dari racun rokok tersebut akan terasa jika sudah menumpuk dalam tubuh sehingga akan menyebabkan munculnya beragam jenis gangguan kesehatan yang berbahaya. Maka dari itu, berhenti merokok secepat mungkin adalah pilihan tepat karena tidak ada satu pakar kesehatan pun yang bisa menentukan berapa batas aman untuk mengonsumsi rokok.

Selain dikenal mengandung zat beracun yang berbahaya, ada beberapa orang yang menganggap bahwa rokok memiliki manfaat positif bagi tubuh. Anggapan tersebut bisa muncul karena sebagian orang menganggap tembakau sebagai bahan utama pembuat rokok merupakan bahan alami yang berasal dari alam sehingga aman dikonsumsi. Nikotin yang dianggap sebagai penyebab kecanduan sebenarnya tidak hanya terdapat dalam tembakau, melainkan juga terdapat dalam beberapa tumbuhan lain, seperti tomat, terong, kentang, dan sebagainya. Maka dari itu, beberapa orang menganggap bahwa rokok memiliki manfaat bagi tubuh karena dibuat dari tumbuhan yang merupakan bahan alami. Beberapa manfaat rokok bagi tubuh yang dipercaya oleh sebagian masyarakat, di antaranya bisa menurunkan risiko obesitas, membuat perut kenyang lebih lama, pencegah penurunan alergi ke anak, meningkatkan konsentrasi, dan sebagainya. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada hasil penelitian dari pakar kesehatan yang membuktikan adanya manfaat tersebut dari dalam rokok.

Rokok memang terbuat dari tumbuhan, yakni tembakau yang merupakan salah satu bahan alami. Akan tetapi, tembakau yang ada di dalam rokok sudah mengalami proses pengolahan tertentu dan dicampur dengan bahan tertentu pula sehingga kualitas zat alaminya belum bisa dipastikan. Selain itu, cara mengonsumsi rokok dengan cara tersebut akan menghasilkan asap pembakaran dan asap itulah yang akan dihirup oleh perokok. Asap yang berasal dari pembakaran tembakau tersebut ternyata mengandung berbagai zat kimia yang bisa menjadi racun dalam tubuh, seperti tar, karbon monoksida, hidrogen sianida, kadmium, kromium, arsenik, dan sebagainya. Jadi, meskipun tembakau adalah bahan alami ketika melewati proses pembakaran yang mengeluarkan asap, tetap saja asap pembakaran tembakau tersebut mengandung beragam zat kimia yang bisa menjadi racun jika masuk ke dalam tubuh.

Gambar ini bersumber dari https://pixabay.com

Perdebatan tentang plus dan minus rokok pun masih terus berlanjut hingga saat ini. Ada beberapa orang yang menganggap bahwa jenis rokok tertentu lebih aman dikonsumsi, seperti rokok mild, rokok elektrik atau rokok vape, dan sebagainya. Akan tetapi, anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar karena beberapa jenis rokok tersebut ternyata mengandung zat kimia beracun yang hampir sama dengan rokok konvensional. Anggapan tersebut membuat perokok merasa santai dan leluasa saat menghisap rokok mild atau rokok vape karena dianggap mengandung zat kimia yang lebih sedikit. Perasaan santai tersebut justru bisa mengacaukan kontrol terhadap jumlah dan frekuensi rokok yang dikonsumsi sehingga seseorang akan mengonsumsi rokok yang dianggap aman tersebut dalam jumlah yang lebih banyak. Mengonsumsi rokok dalam jumlah banyak tentunya akan meningkatkan tumpukan racun dalam tubuh sekaligus meningkatkan kecanduan sehingga kebiasaan merokok semakin sulit dihentikan. Maka dari itu, rokok jenis apapun itu sebenarnya tidak benar-benar aman dikonsumsi sehingga pilihan yang paling tepat adalah tidak merokok.

Beberapa anggapan terkait manfaat merokok bagi kesehatan juga belum bisa dipastikan secara akurat oleh pakar kesehatan sehingga sebaiknya Anda periksa dahulu kebenarannya. Sampai saat itu, belum ada satu pihak yang menyatakan bahwa rokok aman dikonsumsi sehingga Anda sebaiknya menghindari rokok atau berhenti merokok sekarang juga. Semakin cepat berhenti merokok, maka semakin cepat pula tubuh akan melakukan perbaikan kesehatan sehingga tubuh bisa segera pulih ke kondisi semula seperti sebelum merokok.

Baca juga:

Benarkah Rokok Mild Lebih Aman Dikonsumsi?

Zat yang Terkandung dalam Rokok Elektrik

Zat Karsinogen dalam Rokok: Ini Jenisnya

Rokok merupakan salah satu benda atau produk yang mengandung berbagai zat berbahaya yang perlu diwaspadai. Zat berbahaya atau racun tersebut berasal dari pembakaran tembakau dan bahan lainnya pada saat rokok dihisap. Walaupun begitu, rokok masih saja dikonsumsi oleh banyak orang karena satu dan beberapa alasan. Rokok terbuat dari tembakau yang dicampur dengan beberapa bahan tertentu kemudian digulung dengan kertas rokok. Beberapa produsen rokok ada yang menambah filter dari busa di ujung batas rokok yang tidak disulut. Filter tersebut bertujuan untuk menyaring racun dari asap rokok supaya jumlah yang masuk ke dalam tubuh bisa diminalisir. Oleh karena itu, beberapa orang menganggap bahwa rokok filter aman dikonsumsi sehingga banyak perokok yang merasa santai mengonsumsi rokok filter tersebut. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena rokok filter sama bahayanya dengan jenis rokok lain sehingga tidak aman dikonsumsi. Penjelasan mengenai dampak rokok filter bisa Anda baca di sini.

Pembakaran tembakau dari rokok memang sudah diketahui masyarakat luas dapat menghasilkan berbagai zat kimia berbahaya yang menjadi racun bagi tubuh. Zat kimia tersebut akan menumpuk dalam tubuh yang jumlahnya bisa semakin banyak seiring dengan jumlah rokok yang terus dikonsumsi setiap hari. Salah satu zat kimia berbahaya yang terkandung dalam rokok dan asap rokok adalah zat karsinogen. Zat karsinogen merupakan zat yang bisa menyebabkan kanker sehingga perlu diwaspai sumber dan keberadaannya. Zat karsinogen bisa merangsang pertumbuhan sel kanker dalam tubuh yang bisa mengubah DNA dalam sel tubuh sehingga proses biologis menjadi terganggu. Zat karsinogen tersebut bersifat mengendap yang kemudian akan merusak organ-organ vital pada tubuh. Oleh karena itu, zat karsinogen adalah penyebabkan kanker yang paling mudah mengendap dan merusak tubuh dengan perlahan. Zat karsinogen perlu diwaspadai karena berada di lingkungan dekat dengan tempat tinggal manusia, salah satunya adalah rokok.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa zat karsinogen bisa berasal dari berbagai sumber, tetapi sumber yang mengandung zat karsinogen paling banyak adalah rokok. Rokok memang mengandung berbagai zat kimia yang jumlahnya sangat banyak dan 70 jenis zat di antaranya merupakan zat karsiogen yang menyebabkan kanker. Jadi, zat karsiogen yang terdapat dalam rokok jumlahnya sangat banyak sehingga merokok bisa meningkatkan risiko tubuh terkena kanker. Meningkatnya risiko kanker tersebut tidak hanya berlaku pada perokok, tetapi juga berlaku pada orang lain bukan perokok yang sering terpapar asap rokok karena zat karsinogen tersebut masih ada dalam asap yang dihembuskan oleh perokok. Zat karsinogen dalam rokok tersebut dianggap bisa memicu tumbuhnya beragam jenis kanker yang berbeda. Beberapa sumber menyebutkan bahkan jenis kanker yang bisa dipicu oleh rokok mencapai 14 jenis. Oleh karena itu, tidak heran jika larangan untuk segera berhenti merokok semakin kencang digaungkan.

Zat karsinogen yang terkandung dalam rokok sangat besar jumlahnya, tetapi yang paling berbahay bisa merangsang pertumbuhan sel kanker, di antaranya adalah nikotin, karbon monoksida, ammonia, formal dehida, arsenik, timah, unsur radioaktif uranium, hydrogen sianida, benzene, hidrokarbon aromatic polisiklik, nikel, kadmium, kromium, etilen oksida, vinil klrorida, nitrosamine, dan masih banyak lagi. Zat karsinogen tersebut tersebut bisa merusak DNA sehingga kerja sel-sel dalam tubuh menjadi terganggu dan bisa mengalami kerusakan. Selain itu, zat karsinogenik tersebut juga bisa memicu tumbuhnya sel kanker dengan cara memecah dan menggandakan sel lebih cepat daripada keadaan normal sehingga bisa mengubah DNA. Perubahan DNA tersebutlah yang bisa menyebabkan munculnya penyakit kanker.

Zat karsinogen yang terkandung dalam rokok tersebut bisa memicu tumbuhnya sel kanker pada organ atau jaringan tubuh yang berbeda. Kanker paru-paru bisa disebabkan oleh beberapa zat karsinogenik dalam tubuh, di antaranya arsenik, asbes, berkelium, kromium, nikel, radon, dan sebagainya. Selain kanker paru-paru, zat karsinogen dalam rokok juga ada yang bisa menyebabkan kanker hati, yakni vinil klorida. Kanker kulit juga bisa dipicu oleh zat karsinogen dalam rokok, yakni arsenik. Selain itu, zat karsinogen dalam rokok ada yang bisa memicu kanker darah, yakni bensol dan ada yang bisa memicu kanker kandung kemih, yakni IC. Jenis kanker yang bisa dipicu oleh zat karsinogen dalam rokok memang beragam bergantung pada kondisi organ tubuh manusia yang paling lemah. Setiap zat karsinogen memiliki karakteristik dan cara kerja yang berbeda hingga bisa menyebabkan kanker. Beberapa zat karsinogen bisa memicu kanker meskipun hanya dalam paparan yang sedikit. Sementara itu, beberapa zat karsinogen yang lain baru bisa memicu kanker jika tubuh sudah terpapar terus menerus dalam jangka panjang. Walaupun begitu, meminimalisir dan menghindari paparan zat karsinogen jenis apapun adalah cara bijak untuk menurunkan risiko tubuh terkena kanker.

Zat karsinogen merupakan zat yang bisa memicu tumbuhnya sel kanker dalam tubuh yang salah satunya berasal dari rokok. Kanker merupakan penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian sehingga segala pemicu atau penyebabnya sebaiknya dihindari. Maka dari itu, berhentilah merokok sekarang juga karena rokok mengandung zat karsinogen yang bisa memicu tumbuhnya sel kanker yang berbahaya bagi tubuh, baik tubuh perokok itu sendiri ataupun tubuh orang lain bukan perokok yang sering terpapar asap rokok.

Artikel terkait:

Mengapa Rokok Bisa Menyebabkan Kanker?

Pengaruh Rokok pada Kondisi Paru-Paru

Merokok sudah dikenal sebagai salah satu aktivitas, perilaku, atau kebiasaan yang tidak baik karena bisa membahayakan kesehatan tubuh. Rokok terbuat dari tembakau sebagai bahan utama lalu dicampur dengan bahan lain yang jika dibakar akan menghasilkan racun yang berbahaya bagi tubuh. Walaupun demikian, penikmat rokok pun masih banyak dan sebagian dari perokok tersebut masih merasa kesulitan untuk berhenti merokok. Tembakau yang digunakan sebagai bahan utama pembuat rokok mengandung nikotin yang bisa masuk ke dalam tubuh saat seseorang menghisap rokok. Nikotin tersebut akan masuk ke saluran pernapasan lalu masuk ke darah dan dialirkan ke berbagai organ tubuh, termasuk otak. Nikotin yang masuk ke otak akan merangsang produksi dopamine sehingga perokok merasakan efek senang atau bahagia. Akan tetapi, efek senang tersebut hanya berlangsung beberapa saat sehingga setelah efek tersebut hilang otak akan merangsang tubuh untuk kembali menyulut rokok. Maka dari itu, kecanduan rokok pun merokok hal yang sulit dihindari dan membuat perokok menjadi mengonsumsi rokok secara rutin setiap hari.

Selain mengandung nikotin, rokok juga mengandung zat kimia beracun yang dihasilkan dari pembakaran tembakau yang masuk ke dalam tubuh. Zat kimia yang terkandung dalam rokok tersebut akan semakin menumpuk seiring dengan tingkat kecanduan seorang perokok. Semakin sering seseorang mengonsumsi rokok, maka semakin cepat pula zat kimia tersebut menumpuk dalam tubuh. Efek negatif dari zat kimia tersebut memang tidak terasa seketika setelah merokok, melainkan akan terasa setelah racun menumpuk dan merusak berbagai sel dalam tubuh. Penumpukan racun rokok dalam tubuh bisa menyebabkan munculnya berbagai gangguan kesehatan yang mengancam perokok. Gangguan kesehatan tersebut tidak hanya gangguan kesehatan ringan, melainkan gangguan kesehatan kronis yang bisa berujung pada kematian, seperti hipertensi, stroke, serangan jantung, gangguan pernapasa, bahkan kanker.

Bagian tubuh yang pertama kali bersentuhan dengan zat kimia rokok adalah organ pernapasan, mulai dari mulut, hidung, kerongkongan, hingga paru-paru. Paru-paru menjadi tempat menumpuknya racun rokok tersebut sehingga paru-paru perokok memang rentan mengalami kerusakan. Kerusakan pada paru-paru bisa menyebabkan gangguan pada pernapasan dan asupan oksigen sehingga jika dibiarkan akan menjalar ke berbagai organ tubuh yang lain. Zat kimia berbahaya yang terkandung dalam rokok yang berpengaruh pada kondisi dan kerja paru-paru, di antaranya tar, karbon monoksida, vinil klorida, arsenic, kromium, cadmium, benzene, nikel, dan berbagai zat kimia lain. Zat kimia tersebut akan masuk ke dalam paru-paru dengan mudah dan akan terus menumpuk seiring dengan kebiasaan merokok dari seorang perokok.

Racun rokok yang masuk ke paru-paru bisa menyebabkan terjadinya penebalan saluran napas atau yang dalam istilah medis disebut sebagai emfisema. Penebalan saluran napas tersebut akan membuat stamina seseorang menjadi menurun sehingga tingkat produktivitas dan kualitas aktivitas harian bisa terganggu. Kondisi tersebut bisa terjadi karena paru-paru menjadi bekerja tidak maksimal sehingga asupan oksigen ke darah menjadi turut berkurang. Darah mengandung oksigen dalam jumlah tersebut akan diedarkan ke seluruh organ tubuh dan akan menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Maka dari wajar saja jika tubuh merasa lelah atau lemas karena memang kekurangan oksigen. Maka dari itu, sebaiknya hentikan kebiasaan merokok sekarang juga.

Selain bisa menimbulkan penebalan saluran napas, racun dalam rokok tersebut juga bisa menimbulkan gangguan paru-paru yang beragam. Beragam jenis gangguan paru-paru yang risikonya meningkat seiring dengan meningkatnya racun rokok, diantaranya penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, bahkan hingga kanker paru-paru. PPOK merupakan penyakit baru yang muncul akibat kombinasi penyakit bronchitis kronis dan emfisema. PPOK tersebut bisa menyebabkan pertukaran udara, yakni karbon dioksida dan oksigen, menjadi kurang efektif sehingga akan membuat tubuh kekurangan oksigen. Selain itu, merokok juga bisa meningkatkan risiko kanker karena racun rokok bisa menghancurkan sel ataupun jaringan dalam paru-paru sehingga menimbulkan gejala kanker. Berbagai gangguan paru-paru tersebut lebih banyak disebabkan oleh munumpuknya tar dalam paru-paru.

Paru-paru merupakan organ vital yang berfungsi untuk memproduksi oksigen yang sangat penting bagi tubuh. Maka dari itu, jika paru-paru mengalami gangguan, maka siklus kerja organ tubuh yang lain juga turut terhambat. Organ vital yang juga bisa terkena dampak dari menurunkan kondisi dan kerja paru-paru adalah jantung. Paru-paru yang sudah terkontaminasi racun rokok dan mengalami penurunan kerja akan membuat produksi oksigen juga turut menurun. Kadar oksigen yang di bawah rata-rata tersebut bisa menyebabkan asupan oksigen ke jantung juga turut berkurang sehingga jantung bisa mengalami penurunan kekuatan untuk memompa darah. Aliran darah mengandung oksigen ke seluruh tubuh menjadi terhambat sehingga lama-kelamaan tubuh akan kekurangan asupan oksigen. Oleh karena itu, organ lain dalam tubuh juga bisa terkena imbas dari gangguan paru-paru akibat penumpukan racun rokok.

Oleh karena itu, untuk menghindari gangguan paru-paru dan jantung seperti yang dijelaskan sebelumnya, maka langkah yang tepat adalah berhenti merokok sekarang juga. Semakin cepat Anda berhenti merokok, maka semakin cepat pula proses pemulihan kondisi paru-paru hingga bisa bekerja kembali dengan maksimal.

Artikel terkait:

Beragam Zat yang Terkandung dalam Rokok

Ini Alasan Rokok Sebabkan Serangan Jantung

 

Mengapa Rokok Bisa Mengganggu Organ Reproduksi?

Sudah diketahui oleh masyarakat umum bahwa merokok adalah kebiasaan buruk yang bisa menggangu kerja dan kesehatan tubuh. Rokok memang mengandung racun yang mengintai kesehatan tubuh. Racun yang terkandung dalam rokok akan masuk ke dalam tubuh yang kemudian akan menempel bahkan merusak sel dalam tubuh secara perlahan. Bahaya atau dampak negatif dari rokok memang tidak dirasakan seketika setelah merokok, melainkan akan dirasakan ketika racun rokok menumpuk dalam tubuh. Racun rokok yang kian menumpuk tersebut akan menyebabkan kerusakan sel pada organ tubuh dan bisa menyebabkan munculnya penyakit kronis yang berbahaya. Maka dari itu, tidak heran sosialisasi seputar bahaya merokok gencar dilakukan dan bahkan dipublikasikan pada bungkus rokok itu sendiri.

Tembakau yang digunakan sebagai bahan baku pembuat rokok mengandung zat adiktif bernama nikotin. Nikotin bisa masuk ke dalam otak dan merangsang produksi dopamin yang bisa membuat seseorang merasa lebih bahagia. Efek bahagia yang ditimbulkan nikotin tersebut hanya berlangsung sesaat dan setelah efek tersebut hilang, maka otak akan merangsang tubuh untuk kembali memberikan asupan nikotin. Maka dari itu, seseorang menjadi kecanduan atau ketergantungan terhadap nikotin. Kecanduan tersebut membuat seseorang menghisap rokok dengan terus menurus setiap hari untuk memenuhi asupan nikotin. Padahal, selain nikotin, banyak zat beracun lain yang turut masuk ke dalam tubuh saat menghisap rokok. Zat beracun tersebut akan semakin bertambah seiring dengan semakin tingginya frekuensi merokok. Zat beracun yang sudah menumpuk tersebut kemudian akan merusak sel dan organ tubuh sehingga menimbulkan gangguan kesehatan yang merugikan tubuh.

Salah satu gangguan tubuh yang bisa ditimbulkan akibat kebiasaan merokok adalah gangguan pada alat reproduksi. Gangguan pada alat reproduksi tersebut merupakan dampak negatif dari rokok yang sudah diketahui oleh banyak orang dan bahkan juga dipublikasikan pada bungkus rokok itu sendiri. Gangguan organ reproduksi yang diakibatkan oleh racun rokok, di antaranya menurunkan kesuburan dan penurunan kemampuan ereksi. Racun rokok yang masuk ke dalam darah akan dialirkan ke berbagai organ tubuh, termasuk organ reproduksi, melalui aliran darah. Maka dari itu, racun tersebut bisa mengganggu kerja organ reproduksi menjadi kurang maksimal.

Rokok mengandung berbagai racun yang bisa mengganggu kerja organ reproduksi, seperti tar, nikotin, karbon monoksida, sianida, hydrogen, nitrogen oksida, ammonia, asetilen, benzaldehida, benzene, methanol, dan sebagainya. Karbon dioksida dalam rokok jika masuk ke dalam tubuh akan mengurangi kemampuan sel darah merah untuk mengikat oksigen sehingga tubuh berpotensi mengalami kekurangan oksigen. Sementara itu, selain bisa menyebabkan kecanduan, nikotin yang masuk ke dalam tubuh juga akan dialirkan ke berbagai organ tubuh, termasuk organ reproduksi. Nikotin yang masuk ke organ reproduksi akan berpengaruh pada spermatogenesis atau terjadinya pembelahan sperma pada laki-laki perokok. Spermatogenesis tersebut akan membuat kualitas dan kuantitas sperma menjadi menurun sehingga dikhawatirkan bisa menghambat seseorang untuk memiliki keturunan karena sperma tidak mampu membuahi sel telur.

Selain berpengaruh pada kuantitas dan kualitas sperma, racun dalam rokok juga bisa meningkatkan risiki terjadinya disfungsi seksual. Gangguan disfungsi seksual yang berpotensi dialami oleh laki-laki perokok, di antaranya gangguan ereksi, ejakulasi, libido, dan gangguan orgasme. Racun rokok juga bisa membuat gangguan disfungsi seksual menjadi semakin parah sehingga sulit disembuhkan. Gangguan reproduksi akibat rokok tidak hanya diderita oleh pria, tetapi juga bisa diderita oleh wanita perokok atau wanita bukan perokok yang sering terpapar asap rokok. Gangguan reproduksi pada wanita tersebut, di antaranya gangguan haid, early menopause, kesulitan hamil, keguguran, dan bahkan bisa menyebabkan kecacatan janin. Maka dari itu, kebiasaan merokok harus segera dihentikan karena bisa berbahaya pada kondisi organ reproduksi. Organ reproduksi yang mengalami gangguan dan tidak bisa bekerja dengan maksimal akan membuat pasangan lebih sulit mendapatkan keturunan.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa tidak ada batas aman terhadap racun rokok atau paparan asap rokok yang masuk ke dalam tubuh. Artinya, racun dari rokok tersebut bisa menyebabkan munculnya gangguan kesehatan kapan pun dan bagi siapapun. Gangguan kesehatan organ reproduksi bisa diatasi dengan menghentikan merokok secepat mungkin. Berhenti merokok berarti menghentikan pula racun rokok yang masuk ke dalam tubuh sehingga organ reproduksi yang terganggu tersebut bisa segera pulih. Gangguan organ reproduksi akibat merokok tidak boleh disepelakan karena bisa menyebabkan seseorang kesulitan mendapatkan keturunan atau bahkan bisa menyebabkan bayi lahir cacat.

Baca juga:

Bagaimana Kecanduan Rokok Bisa Terjadi?

Mengapa Rokok Bisa Menyebabkan Stroke?

Rokok mengandung berbagai zat kimia yang bisa membahayakan tubuh. Bahaya rokok pun sudah digaungkan sejak lama, bahkan pada bungkus rokok itu sendiri, untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat terkait bahaya tersebut. Zat kimia yang terkandung dalam rokok dinilai bisa menjadi racun jika masuk ke dalam tubuh. Racun rokok tersebut bisa merusak berbagai organ tubuh secara perlahan. Efek dari racun rokok memang tidak bisa dirasakan seketika setelah merokok, melainka racun rokok tersebut akan menumpuk terlebih dahulu lalu kemudian akan merusak organ tubuh secara perlahan hingga muncullah penyakit kronis yang serius. Gangguan kesehatan yang diakibatkan racun rokok bukanlah penyakit sepele, melainkan penyakit kronis yang berbahaya, membutuhkan perawatan dengan biaya mahal, bahkan bisa mengancam nyawa. Racun rokok tidak hanya mengincar perokok aktif, melainkan juga mengincar orang bukan perokok yang terpapar asap rokok. Maka dari itu, merokok adalah kebiasaan yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain sehingga perlu segera dihentikan.

Kebiasaan merokok memang tidak mudah dihentikan dengan begitu saja, melainkan membutuhkan tekad, komitmen, dan dukungan dari orang-orang sekitar. Merokok menjadi sulit dihentikan karena rokok mengandung zat adiktif berupa nikotin yang bisa menimbulkan kecanduan. Orang yang kecanduan rokok akan mengarasakan withdrawal atau efek balikan ketika asupan nikotin dihentikan. Efek balikan tersebut berupa reaksi tubuh yang menimbulkan ketidaknyamanan bahkan dirasa cukup “menyiksa”, seperti perasaan mudah marah, cemas, gelisah, sedih, pusing, mual, konsentrasi menurun, dan bahkan kesulitan tidur. Maka dari itu, tidak jarang ada beberapa orang yang gagal berhenti merokok karena merasa tidak kuasa menahan dan melewati efek balikan tersebut. Akan tetapi, sesulit apapun efek balikan tersebut sebaiknya ditahan dan dihadapi karena tubuh akan semakin tersiksa jika tidak segera berhenti merokok. Rasa “menyiksa” dari efek balikan tersebut tidak seberapa dibandingkan dengan rasa sakit akibat rokok yang bahkan bisa mengancam nyawa.

Salah satu gangguan kesehatan kronis yang ditimbulkan dari kebiasaan merokok adalah penyakit stroke. Penyakit stroke bisa terjadi karena aliran darah menuju otak terhambat sehingga otak mengalami kekurangan darah, oksigen, dan nutrisi yang diperlukan untuk menjalankan fungsinya. Merokok bisa menaikkan risiko tubuh terkena stroke hingga 2-6 kali lebih besar dibandingkan orang yang tidak merokok. Risiko tersebut bisa semakin meningkat seiring dengan semakin meningkatnya intensitas rokok yang dihisap setiap harinya. Maka dari itu, tidak heran jika perokok aktif maupun pasif lebih rentan mengalami penyakit stroke daripada orang lain yang tidak merokok. Lalu, bagaimana rokok bisa menyebabkan stroke?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, stroke bisa terjadi karena terganggunya aliran darah menuju otak. Terganggungan aliran darah menuju otak tersebut bisa disebabkan oleh zat kimia dalam rokok yang membuat prosed dan laju metabolisme dalam tubuh menjadi terhambat. Rokok diketahui mengandung lebih dari 7000 jenis zat kimia dan sebagian besar zat kimia tersebut bisa merusak dan menghambat kerja organ tubuh yang bisa menyebabkan stroke. Beberapa organ tubuh yang bisa dirusak racun rokok, di antaranya paru-paru, pembuluh darah, dan jantung yang bisa menyebabkan gangguan pada aliran darah menuju otak.

Zat berbahaya dalam rokok yang berperan menyebabkan stroke salah satunya adalah karbon mononiksa. Karbon monoksida yang masuk ke saluran pernapasan akan mengikat oksigen dalam darah sehingga kandungan oksigen dalam darah turut berkurang. Asupan oksigen yang menurun tersebut bisa menyebabkan otak kekurangan oksigen dan bisa meningkatkan risiko stroke.Selain karbon monoksida, zat kimia lain dalam rokok yang turut berperan meningkatkan risiko stroke adalah nikotin. Nikotin bisa mengganggu irama jantung lalu menyebabkan tekanan darah menjadi meningkat. Beberapa zat kimia lain juga bisa menyebabkan darah menjadi mengental karena zat kimia tersebut mengganggu komponen darah. Selain itu, zat kimia rokok juga bisa menjadi plak yang menyumbat pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi terganggu. Kondisi tersebut bisa membuat aliran darah menuju otak menjadi terganggu sehingga bisa meningkatkan risiko stroke.

Racun tersebut tidak hanya mengendap pada tubuh perokok aktif, melainkan juga bisa masuk dan mengendap di tubuh orang bukan perokok yang terkena paparan asap rokok. Asap rokok bisa meningkatkan risiko stroke sampai 1,82 kali lebih besar sehingga perokok pasif juga rentan mengalami stroke. Perokok aktif maupun perokok pasif memiliki risiko yang tinggi terkena stroke. Maka dari itu, hentikan dan jauhi rokok mulai dari sekarang untuk mencegah tubuh terkena stroke dan berbagai gangguan kesehatan lain.

Artikel Terkait:

Mengapa Rokok Bisa Menyebabkan Kanker?

Ini Alasan Rokok Sebabkan Serangan Jantung

Mengapa Rokok Bisa Menyebabkan Kanker?

Rokok memang sudah dikenal mengandung berbagai zat berbahaya dalam tubuh. Sosialisasi seputar bahaya merokok dan ajakan untuk berhenti merokok pun semakin gencar dilakukan. Racun yang terkandung dalam rokok dianggap bisa merusak berbagai organ tubuh secara perlahan-lahan dan pada beberap kasus terjadi tanpa ditandai gejala awal. Meskipun sosialisasi gencar dilakukan, tetepi masih banyak perokok yang belum bisa menghentikan kebiasaan merokok. Menghentikan kebiasaan merokok memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Untuk bisa benar-benar berhenti merokok dibutuhkan tekad dan komitmen yang kuat serta dukungan dari orang-orang sekitar.

Kebiasaan merokok sulit dihentikan karena merokok mengandung zat adiktif berupa nikotin yang berasal dari tembakau. Nikotin dalam rokok bisa dengan cepat masuk ke dalam otak, bahkan tidak lebih dari 20 detik sejak rokok dihirup. Nikotin yang masuk ke dalam otak memang bisa menimbulkan perasaan tenang dan suasana hati yang bahagia, namun hanya dalam sesaat. Ketika efek nikotin tersebut hilang, maka otak akan memberikan sinyal kepada tubuh untuk kembali mendapatkan asupan nikotin. Setelah itu, perokok pun akan mulai menyulut kembali rokok untuk memenuhi kebutuhan nikotin. Hal tersebutlah yang dinamakan dengan kecanduan rokok. Kecanduan rokok memang tidak mudah dihilangkan karena jika asupan nikotin ke otak terputus, maka tubuh akan mengeluarkan reaksi yang disebut efek balikan. Efek balikan yang dikeluarkan tubuh, di antaranya perasaan gelisah, panik, emosi tidak terkontrol, konsentrasi menurun, sulit tidur, pusing, mual, dan sebagainya. Efek balikan tersebut dianggap menyiksa sehingga banyak orang yang gagal berhenti merokok karena tidak kuasa menahan efek balikan tersebut.

Perokok yang terus merokok setiap hari akan membuat racun rokok bertumpuk dalam tubuh. Racun rokok tersebut bisa merusak berbagai organ dalam tubuh sehingga muncullah berbagai penyakit. Penyakit yang ditimbulkan oleh racun rokok bukan hanya penyakit ringan, melainkan meliputi penyakit kronis yang bisa menimbulkan kematian. Beberapa penyakit yang timbul akibat penumpukan racun rokok cukup kompleks, di antaranya hipertensi, penyakit jantung, gangguan alat reproduksi, stroke, dan kanker. Kanker merupakan penyakit berbahaya tidak menular yang bisa mengancam nyawa manusia.

Mengapa rokok bisa menyebabkan kanker?

Sebagian masyarakat awam memahami bahwa kanker adalah penyakit berbahaya yang sulit disembuhkan dan bisa menyebabkan kematian. Kanker bisa terjadi karena adanya kerusakan sel dalam tubuh. Kerusakan sel tersebut bisa dipicu oleh berbagai hal, misalnya radikal bebas dan racun dari rokok. Rokok mengandung berbagai zat kimia yang tidak seharusnya masuk ke dalam tubuh karena jika masuk ke tubuh bisa menyebabkan rusaknya sel dalam tubuh. Racun rokok bahwa dianggap bisa memicu munculnya 14 jenis kanker yang berbahaya bagi kelangsungan hidup diri sendiri.

Beberapa racun rokok yang bisa menjadi pemicu kanker, di antaranya benzene, polonium-210, benzoa pyrene, nitosenin, kromium, arsenik, dan sebagainya. Racun tersebut berasal dari pembakaran tembakau yang kemudian dihirup masuk ke dalam tubuh. Racun yang masuk tersebut kemudian akan masuk ke dalam darah sehingga akan dialirkan ke seluruh tubuh. Berbagai zat kimia berbahaya tersebut kemudian akan merusak DNA, termasuk merusak gen kunci dalam tubuh yang bisa melindungi tubuh dari kanker. Kromiun yang terkandung dalam rokok akan membuat racun rokok, seperti benzoa pyrene, menempel lebih kuat pada DNA sehingga memperbesar kemungkinan rusaknya DNA dan sel dalam tubuh. Selain itu, kandungan arsenik dan nikel dalam rokok juga akan menghambat jalur gen yang bertugas memperbaiki DNA yang rusak sehingga sel-sel tubuh yang rusak tersebut akan berubah menjadi sel kanker. Zat kimia berbahaya dalam rokok tersebut juga menurunkan kemampuan tubuh untuk menetralisir bahan-bahan beracun sehingga membuat sistem kekebalan tubuh menjadi kurang efektif.

Kerusakan DNA akibat rokok memang tidak bisa tampak sesaat setelah menghisap rokok, melainkan baru terasa pada waktu yang cukup lama. Tubuh manusia sebenarnya memiliki kemampuan alami untuk mengatasi kerusakan, tetapi kerusakan yang diakibatkan oleh zat kimia rokok sulit diatasi oleh tubuh secara alami. Maka dari itu, kerusakan DNA akibat racun rokok akan semakin menumpuk sehingga bisa berubah menjadi sel kanker yang menggerogoti tubuh. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa 15 batang rokok yang dihisap mampu merusak DNA yang dapat menyebabkan sel berubah menjadi kanker. Maka dari itu, sebaiknya segeralah berhenti merokok sekarang juga supaya DNA yang rusak bisa segera diperbaiki sehingga risiko kanker bisa diturunkan.

Kanker tidak hanya mengancam perokok aktif, melainkan juga mengancam perokok pasif, yakni orang bukan perokok yang terpapar asap rokok. Perokok pasif turut memiliki risiko terkena kanker 25% lebih besar daripada orang nonperokok yang tidak terpapar asap rokok. Asap rokok yang terpapar ke perokok pasif turut masuk ke dalam tubuh dan bisa merusak DNA. Kanker yang kemungkinan diderita oleh perokok pasif adalah kanker laring dan kanker faring. Dengan begitu, bisa dipahami bahwa rokok bisa meningkatkan risiko kanker bukan hanya pada perokok aktif, melainkan juga pada orang bukan perokok yang turut terpapar asap rokok. Maka dari itu, hentikan kebiasaan merokok sekarang juga untuk menurunkan risiko kanker, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.

Baca juga:

Penyakit Mematikan Akibat Merokok

Dampak Merokok pada Penampilan Fisik

Rokok Kretek: Pengertian dan Dampaknya bagi Kesehatan

Rokok merupakan benda yang sebenarnya tidak sehat tetapi masih sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Sebagian besar perokok juga sudah mengetahui dampak negatif dari rokok, tapi sebagian besar perokok tersebut merasa kesulitan menghentikan kebiasaan merokok. Kesulitan berhenti merokok tersebut disebabkan karena tembakau dalam rokok mengandung nikotin yang bisa menimbulkan kecanduan atau ketergantungan. Maka dari itu, untuk menghentikan kebiasaan merokok memang perlu tekad dan komitmen yang kuat. Walaupun sulit, bukan berarti kebiasaan merokok tidak bisa dihilangkan. Tercipta beberapa metode atau tips yang bisa membantu perokok untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan kebiasaan merokok.

Rokok yang dikonsumsi masyarakat Indonesia terdiri atas berbagai jenis. Masing-masing jenis rokok tersebut tentu sama-sama berbahaya, hanya saja tingkat bahayanya berbeda-beda. Salah satu jenis rokok yang populer di kalangan masyarakat Indonesia adalah rokok kretek. Rokok kretek merupakan jenis rokok asli Indonesia yang pertama kali dicetuskan oleh masyarakat Kudus. Rokok kretek dibuat dari campuran tembakau yang dikeringkan, cengkeh, dan berbagai rempah-rempah lain khas Indonesia. Rokok tersebut ketika disulut dengan api akan mengeluarkan bunyi “kretek kretek” yang berasal dari bunyi cengkeh yang dibakar. Maka dari itu, rokok tersebut dinamai dengan rokok kretek.

Rokok kretek masih eksis di kalangan masyarakat Indonesia di tengah munculnya berbagai jenis rokok baru yang dinilai lebih modern. Bahan yang digunakan untuk membuat rokok kretek berasal bahan alami, seperti tembakau, cenggeh, dan rempah serta tanpa campuran bahan buatan. Rokok kretek yang ada di Indonesia pun kemudian berkembang hingga melahirkan dua jenis rokok, yakni rokok kretek tanpa filter dan rokok kretek dengan filter. Rokok kretek tanpa filter di dalamnya berisi tembakau, cengkeh, dan rempah yang dilinting dalam kertas rokok. Sedangkan rokok kretek dengan filter ditambahi dengan filter yang terbuat dari gabus sebagai saringan nikotin dari pembakaran tembakau dan cengkeh. Pembuatan rokok kretek bisa menggunakan keterampilan tangan atau memanfaatkan mesin atau alat bantu untuk melinting rokok.

Rokok kretek dianggap memiliki cita rasa yang kuat dan mantap karena terbuat dari tembakau murni dan cengkeh. Walaupun terbuat dari bahan-bahan alami, rokok kretek sebenarnya tetap mengandung zat berbahaya yang bisa menjadi racun untuk tubuh. Tembakau yang digunakan sebagai bahan pembuat rokok tetap saja mengandung nikotin yang bersifat adiksi. Nikotin yang dihisap dari rokok kretek cenderung memiliki kadar yang tinggi sehingga seseorang bisa lebih mudah merasakan kecanduan. Rokok kretek mempunyai kandungan tembakau lebih banyak sehingga kadar nikotin yang terhisap semakin tinggi. Selain nikotin, rokok kretek juga mengandung tar, karbon monoksida, dan berbagai zat berbahaya lainnya akibat dari proses pembakaran.

Rokok kretek dinilai bisa menimbulkan efek kecanduan yang lebih dalam karena kandungan nikotin yang tinggi di dalamnya. Orang yang menghisap rokok kretek otomatis akan menghisap nikotin lebih banyak sehingga tingkat kecanduan juga semakin tinggi. Kondisi tersebut bisa membuat seseorang lebih sulit menghentikan kebiasaan merokok. Seseorang akan “dipaksa” untuk memberikan asupan nikotin setiap hari sehingga frekuensi rokok yang dihisap setiap harinya juga berpotensi meningkat. Peningkatan jumlah rokok yang dikonsumsi setiap hari akan meningkatkan kadar nikotin serta membuat racun rokok semakin banyak menumpuk dalam rokok.

Rokok kretek memang sudah mengalami inovasi dengan ditambahi filter yang “katanya” membuat rokok menjadi lebih aman dikonsumsi. Faktanya, rokok kretek yang dibuat dengan ditambahi filter justru menyebabkan seseorang menghisap nikotin lebih dalam sehingga kadar nikotin yang masuk juga tetap sama. Selain itu, embel-embel bahwa rokok dengan filter “lebih aman” membuat perokok merasa lebih leluasa menghisap rokok dengan leluasa karena merasa aman. Padahal, kebiasaan tersebut bisa membuat kontrol untuk menghidap rokok menjadi kacau sehingga frekuensi rokok yang dihisap juga semakin banyak. Perilaku tersebut tentu bisa membuat kadar racun rokok menumpuk semakin banyak dalam tubuh.

Racun rokok yang menumpuk dan sudah tidak bisa ditoleransi tubuh bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, di antaranya hipertensi, stroke, penyakit jantung, sesak napas, radang paru-paru, gangguan organ reproduksi, bahkan kanker. Bahaya rokok tidak hanya mengincar perokok aktif, tetapi juga bisa berdampak pada orang lain bukan perokok yang terpapar asap rokok. Maka dari itu, segera hentikan kebiasaan merokok sekarang juga. Rokok dengan jenis apapun itu sebenarnya tidak baik dikonsumsi sehingga perlu dicoret dari kehidupan pribadi Anda.

Baca juga:

Benarkah Rokok Mild Lebih Aman Dikonsumsi?

Apa Itu Rokok Herbal?

Tubuh Harus Berhenti Merokok Saat Mengalami Gejala Ini

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Berhenti Merokok?

Rokok sudah dikenal oleh masyarakat luas sebagai benda yang mengandung racun. Racun dalam rokok termasuk jenis racun yang bisa mengganggu kesehatan tubuh saat menumpuk banyak dalam tubuh. Sebagian besar perokok bahkan sudah mengetahui ancaman atau bahaya yang ditimbulkan rokok pada tubuh. Akan tetapi, para perokok tersebut masih merasa sulit untuk berhenti merokok karena adanya efek kecanduan dari rokok itu sendiri. Tembakau yang digunakan sebagai bahan baku pembuat rokok mengandung senyawa nikotin yang bisa menimbulkan efek kecanduan sehingga seseorang yang terlanjur menghisap rokok akan memiliki keinginan untuk menghisap rokok kembali. Efek kecanduan tersebutlah yang membuat perokok sulit untuk menghentikan kebiasaan merokok.

Saat seseorang berhenti merokok, efek kecanduan tersebut juga akan mengeluarkan reaksi fisik dan psikis pada tubuh akibat terputusnya asupan nikotin ke dalam tubuh. Reaksi fisik dan psikis yang muncul karena berhenti merokok disebut withdrawal effect atau efek balikan. Efek balikan yang dirasakan tubuh, di antaranya mudah marah, emosi dan suasana hati tidak terkontrol, nafsu makan tidak teratur, pusing, mual, demam, sulit tidur, sulit konsentrasi, dan sebagainya. Efek balikan tersebut dianggap “sangat menyiksa” sehingga banyak perokok yang gagal melewati masa efek balikan tersebut. Maka dari itu, berhenti merokok bukanlah hal yang mudah dilakukan.

Berhenti merokok butuh tekat, niat, dan komitmen yang kuat supaya bisa melewati efek kecanduan tersebut. Bagi mereka yang berhasil berhenti merokok tubuh akan melakukan perbaikan kesehatan secara alami, bahkan sejak dua puluh menit pertama. Tubuh secara bertahap akan memperbaiki kondisi tubuh hingga kembali pulih. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk tubuh bisa kembali sehat seperti sediakala sebelum merokok. Maka dari itu, setelah berhenti merokok perokok sebaiknya melakukan beberapa usaha tertentu untuk membantu tubuh menghilangkan racun rokok yang sudah menumpuk dalam tubuh secara lebih cepat. Beberapa usaha yang bisa ditempuh seseorang setelah berhenti merokok diuraikan sebagai berikut.

Melakukan Olahraga untuk Melatih Paru-Paru

Paru-paru yang kotor akibat racun rokok bisa dibantu dipulihkan dengan cara olahraga. Olahraga yang dipilih sebaiknya adalah olahraga yang menekankan kerja paru-paru, di antaranya bermain terompet, meniup peluit, seruling, dan sebagainya. Aktivitas tersebut bisa menjadi alternatif olahraga untuk melatih paru-paru kembali bekerja dengan maksimal. Paru-paru yang kembali bekerja dengan maksimal bisa menyuplai oksigen ke dalam darah dengan maksimal pula sehingga perbaikan berbagai organ tubuh yang lain bisa berjalan lancar.

Mengonsumsi Makanan Mengandung Omega 3

Organ tubuh yang merasakan dampak merokok paling parah adalah paru-paru. Paru-paru perokok menjadi tempat tertumpuknya racun rokok sehingga rentan mengalami gangguan kesehatan. Maka dari itu, orang yang sudah berhenti merokok dianjurkan untuk mengonsumsi makanan mengandung omega 3 untuk membantu tubuh membersihkan paru-paru dari zat berbahaya rokok. Omega 3 bisa mengurangi kadar lendir berlebihan yang menyumbat paru-paru serta bisa mempercepat proses perbaikan paru-paru yang rusak akibat racun rokok. Makanan mengandung omega 3 yang direkomendasikan untuk dikonsumsi setelah berhenti merokok, di antaranya ikan salmon, tuna, sarden, kerang, lobster, dan ikan teri.

Konsumsi Makanan Mengandung Selenium

Racun rokok yang bersarang dalam tubuh bisa diminimalisir dengan mengonsumsi makanan mengandung selenium. Selenium merupakan salah satu jenis mineral yang bisa merangsang enzim dan vitamin E untuk bekerja sama memperkuat membrane paru-paru. Asupan selenium yang masuk ke dalam tubuh juga bisa menghambat pertumbuhan sel kanker yang mungkin saja sudah muncul benihnya saat masih merokok. Makanan mengandung selenium yang dianjurkan untuk dikonsumsi setelah tubuh berhenti merokok, di antaranya telur, daging, ikan tuna, kerang, almon, brokoli, kembang kol, sereal, jagung, serta makanan hasil fermentasi.

Konsumsi Makanan Mengandung Vitamin C

Makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi setelah berhenti merokok adalalh makanan mengandung vitamin C. Vitamin C bisa membantu meningkatkan metabolisme tubuh sehingga nikotin dan racun rokok lain yang mengendap dalam tubuh bisa segera dikeluarkan. Makanan mengandung vitamin C yang bisa dikonsumsi, di antaranya jeruk, pepaya, apel, tomat, lemon, dan beberapa jenis buah yang lain.

Perbanyak Minum Air Putih

Aktivitas yang perlu dilakukan setelah tubuh berhenti merokok adalah dengan memperbanyak minum air putih. Air putih bisa membantu tubuh untuk mengeluarkan racun yang ditimbulkan dari rokok yang selama ini dikonsumsi. Mengonsumsi air putih juga bisa mencegah timbulnya hasrat untuk kembali merokok. Maka dari itu, minumlah air putih sebanyak 2 liter sehari untuk membantu tubuh menghilangkan racun rokok.

Konsumsi Teh Hijau

Selain air putih, minuman yang direkomendasikan untuk dikonsumsi setelah tubuh berhenti merokok adalah teh hijau. Teh hijau mengandung antioksidan yang bisa membantu tubuh menghilangkan racun rokok. Selain itu, teh hijau juga bisa membantu mengembalikan kondisi kesehatan hati dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Teh hijau bisa diminum di malan hari sebelum tidur untuk membantu membersihkan paru-paru dari racun rokok.

Setelah berhenti merokok, tubuh memang akan melakukan perbaikan dengan alami. Akan tetapi, dengan melakukan berbagai kebiasaan tersebut, perbaikan kesehatan oleh tubuh bisa berjalan lebih cepat sehingga tubuh bisa segera pulih dan terbebas dari racun rokok.

Apa Itu Rokok Herbal?

Rokok memang sudah dikenal oleh masyarakat luas mengandung berbagai zat kimia yang berbahaya bagi tubuh. Zat kimia dalam rokok bisa menjadi racun yang perlahan-lahan akan menggerogoti kesehatan tubuh. Racun rokok yang sudah menumpuk dalam tubuh juga dinilai bisa menimbulkan berbagai penyakit kronis yang berbahaya bagi tubuh, di antaranya hipertensi, stroke, serangan jantung, gangguan reproduksi, kanker, bahkan bisa berujung pada kematian. Bahaya rokok tersebut sebenarnya sudah diketahui oleh masyarakat luas, termasuk perokok itu sendiri. Walaupun sudah mengetahui bahaya merokok, perokok tetap merasa sulit untuk menghentikan kebiasaan merokok karena adanya efek ketergantungan yang ditimbulkan dari nikotin dalam rokok. Efek ketergantungan tersebutlah yang membuat seseorang menghisap rokok setiap hari sehingga racun rokok bisa menumpuk dalam tubuh.

Rokok masih populer di kalangan masyarakat karena masih banyak orang yang belum bisa menghentikan kebiasaan menghisap rokok. Produsen rokok pun mulai melakukan inovasi dengan memproduksi berbagai jenis rokok yang diklaim lebih aman untuk dikonsumsi. Rokok mild dan rokok elektrik pun diproduksi dan dianggap aman untuk dikonsumsi karena mengandung nikotin dalam jumlah sedikit. Akan tetapi, rokok mild dan rokok elektrik ternyata juga sama bahayanya dengan rokok konvensional sehingga sama-sama tidak aman untuk dikonsumsi. Selain itu, muncul satu jenis rokok lagi yang “katanya” aman dikonsumsi, yakni rokok herbal. Apakah benar?

Rokok herbal memang tidak menggunakan tembakau sebagai bahan pembuat rokok. Tembakau diganti dengan beberapa jenis tanaman herbal sehingga dianggap lebih sehat. Tanaman herbal yang digunakan untuk membuat rokok, di antaranya kayu manis, sereh, daun mint, rambut jagung, dan jenis tanaman herbal lain yang aman dikonsumsi. Tanaman herbal tersebut kemudian juga dicampur dengan jenis tanaman lain, seperti cengkeh, ampas tebu, kelopak bunga mawar, kelopak bunga melati, ginseng, daun selada yang dikeringkan, daun teratai, dan lain-lain. Beberapa tanaman tersebut kemudian dicampur menjadi sebuah rokok yang bisa disulut seperti rokok konvensional pada umumnya. Beberapa orang menganggap bahwa rokok herbal aman dikonsumsi dan bahkan dianggap bisa menetralisir racun rokok konveksional yang dikonsumsi sebelumnya. Rokok herbal juga dianggap bisa membuat perokok berhenti merokok dengan lebih cepat. Apakah benar demikian?

Rokok herbal dianggap aman dikonsumsi karena tidak menggunakan tembakau sehingga terbebas dari kandungan nikotin yang bisa menyebabkan kecanduan. Beberapa perokok kemudian beralih memilih mengonsumsi rokok herbal karena dianggap bebas dari nikotin. Anggapan tersebut memang benar, akan tetapi rokok herbal ternyata tetap tidak aman dikonsumsi. Walaupun tidak mengandung nikotin, rokok herbal tetap saja mengandung racun yang berbahaya dari tubuh. Tanaman herbal yang dijadikan komposisi pembuat rokok jika dibakar tetap akan menghasilkan zat berbahaya, seperti tar dan karbon monoksida yang bisa merusak paru-paru. Maka dari itu, rokok herbal tetap saja berpotensi mengganggu kesehatan tubuh meskipun tidak menggunakan tembakau sebagai bahan pembuatnya.

Bahan-bahan herbal yang digunakan untuk membuat rokok herbal sebenarnya tidak berbahaya. Beberapa bahan herbal tersebut juga biasa digunakan sebagai rempah untuk memasak makanana. Akan tetapi, yang menjadikan bahan herbal tersebut menjadi berbahaya adalah cara mengonsumsinya, yakni dengan dibakar. Bahan herbal yang dibakar tersebut akan menghasilkan tar dan karbon monoksida yang tidak baik bagi tubuh. Bahan herbal yang digunakan untuk membuat rokok tersebut mengandung asam dan basa sehingga menghasilkan asap pembakaran yang lebih banyak. Maka dari itu, kadar tar dan karbon monoksida yang ditimbulkan dari pembakaran rokok herbal dinilai lebih tinggi daripada rokok konvensional.

Kandungan tar dan karbon monoksida dalam rokok herbal tersebut merupakan racun yang bisa membahayakan kesehatan tubuh. Mengonsumsi rokok herbal dalam jumlah banyak juga bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, yakni sesak napas, asma, infeksi paru-paru, dan juga berpotensi menyebabkan kanker. Rokok herbal yang terbebas dari nikotin tetap saja berbahaya bagi tubuh karena sejatinya nikotin sebenarnya tidak menimbulkan kerusakan tubuh, tetapi hanya menimbulkan kecanduan. Zat yang bisa menimbulkan kerusakan pada tubuh adalah zat lain, seperti tar, karbon monoksida, dan berbagai zat karsinogenik yang dihasilkan dari pembakaran rokok herbal. Jadi, rokok herbal tetaplah tidak aman untuk dikonsumsi.

Cara aman untuk menjaga kesehatan tubuh dan menghindari berbagai penyakit adalah dengan berhenti merokok. Hindari mengonsumsi rokok jenis apapun karena ujung-ujungnya tetap berdampak negatif pada tubuh.

Baca juga:

Benarkah Rokok Mild Lebih Aman Dikonsumsi?

Zat yang Terkandung dalam Rokok Elektrik