Apa yang Terjadi Ketika Menerima Emosi Negatif

Jika kita ingin hidup lebih sempurna dan menjadi diri sendiri, kita perlu melihat ke arah rasa sakit kita, bukan berusaha menekannya. Tapi apa yang bisa membantu kita sampai di sana?

Alat yang digunakan ialah perhatian penuh, belas kasih diri, dan penerimaan  yang semuanya datang  bersama – sama. Hal ini isebut sebagai “The door” atau pintu.

Untuk melakukan latihan ini sendiri, pastikan untuk memulai dengan emosi yang tidak terlalu kuat. Anda mungkin ingin bekerja dengan terapis yang terampil, terutama untuk emosi yang lebih kuat. Inilah yang melibatkan The Door.

Langkah 1: Kembangkan keinginan untuk membuka pintu

Bayangkan bahwa Anda membuka pintu dan menyambut emosi Anda, untuk datang dan duduk di suatu tempat di ruangan itu.

Anda dapat membayangkan kursi ini sedekat atau sejauh mungkin dari Anda. Dari perspektif ini, Anda dapat melihat dengan perlahan dan ingin tahu apa yang ada di sana.

Seringkali orang akan menggambarkan emosi mereka sebagai memiliki semacam warna atau bentuk. Kadang-kadang mereka membayangkan emosi mereka sebagai karakter kartun atau sebagai bagian yang lebih muda dari diri mereka sendiri.

Bagian dari praktik ini hanyalah menerima apa pun yang datang.

Ini adalah pengalaman baru bagi kebanyakan orang. Siapa yang ingin membiarkan kecemasan berada di depan pintu? Siapa yang ingin menyambut dalam kesedihan atau kemarahan?

Tetapi ketika kita membiarkan masuk apa pun yang datang dan melihatnya dari kejauhan, kita dapat melihat dengan menjelajahi apa yang ada di sana.

Langkah 2: Lihatlah dengan penuh rasa ingin tahu apa pun yang berjalan di pintu

Dengan mengamati dengan seksama apa yang kita rasakan dapat membantu kita mengatasi apa pun yang ada di hadapan kita. Mungkin bermanfaat untuk mengatakan perasaan kita yang sebenarnya, tidak perlu untuk berpura – pura dengan diri sendiri.

Penting untuk memberi label bahwa emosi negatif saat itu adalah “tamu”. Tambahkan dengan kalimat, “saat ini” untuk beberapa statement seperti “Saat ini saya sedang marah, sakit atau stres”.

Kalimat tersebut dapat membuat kita tidak merasakan hal secara berlebihan.

Langkah 3: Beri diri Anda hadiah kasih sayang

Selain menyingkirkan perasaan tidak nyaman, banyak dari kita telah terbiasa untuk menilai emosi dengan cara negatif.

Beberapa orang menilai jika menunjukkan kesedihan adalah sebuah tanda kelemahan.

Atau kita adalah orang yang tidak baik jika merasa marah atau cemburu dan ketika kita harus “move on” ketika baru saja kehilangan.

Ketika kita berhadapan langsung dengan emosi yang sulit, kita sering mengatakan pada diri sendiri untuk menyerah dan berhenti bersikap konyol atau bahwa ada sesuatu yang salah dengan diri kita.

Coba untuk melihat bahwa manusia lain juga mengalami masalah walaupun dengan cara yang berbeda. Hal ini dapat membuat kita berbelas kasih pada diri sendiri.

Untuk mempraktikkan belas kasihan pada diri sendiri, coba bayangkan duduk bersama teman baik dan dia sedang menderita.

Saat itu piikirkan bagaimana Anda akan bersikap belas kasihan kepanyanya. Seperti apa bahasa tubuh yang akan digunakan, bagaimana Anda akan berbicara atau bagaimana perasaan Anda saat itu.

Sekarang bayangkan orang itu menyampaikan rasa kasih sayangnya kepada Anda. Apa yang mungkin mereka katakan atau lakukan? Kata-kata apa yang Anda inginkan supaya lebih terhibur dan tenang?

Mereka mungkin akan tidak menyuruh Anda melakukan sesuatu, tetapi hanya mendengarkan dan menemani ketika sulit.

Ketika mempelajari hal tersebut, kita seperti membawa teman. Teman yang membawa rasa kasih sayangnya kepada kita dan peduli dengan apa yang kita alami.

Belajar untuk berada di sana untuk diri kita sendiri, melalui saat-saat positif dan juga yang menyakitkan, dapat menjadi penyembuhan yang luar biasa.

Source: Healthline.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *