Apa Itu Diet Zona?

Diet merupakan salah satu jalan ampuh yang ditempuh banyak orang untuk menurunkan atau membentuk badan yang ideal. Lebih dari itu, diet juga bisa menjadi sarana melatih tubuh supaya terbiasa mengonsumsi makanan sehat. Beberapa metode diet pun diciptakan dan menyebar di kalangan masyarakat. Salah satu metode diet yang cukup dikenal masyarakat adalah diet zona atau zona diet. Diet Zona pertama kali dicetuskan oleh Barry Sears, seorang ahli biokimia dari Amerika Serikat. Diet tersebut diklaim bisa menurunkan berat badan sampai 3 kilo dalam waktu seminggu. Penurunan berat badan 3 kilo dalam seminggu tergolong proses yang cepat sehingga diet zona diminati oleh banyak orang. Diet Zona berfokus pada peningkatan metabolisme tubuh, terutama pada pembakaran lemak.

Pola Diet Zona

Diet zona dianggap cukup efektif dalam menurunkan berat badan berlebih karena proses pembakaran lemak saat diet terus berlangsung, bahkan pada waktu tubuh tidur. Diet zona fokus pada penuruna berat badan melalui pembakaran lemak, bukan pembakaran massa otot atau air. Diet zona dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki sistem matobolisme tubuh melalui pola makan tertentu. Pola makan diet zona dilakukan untuk menyeimbangkan kadar hormon insulin dan eicosanoids dalam tubuh supaya tubuh bisa menghasilkan energi dan membakar lemak lebih maksimal.

Pola makan yang diterapkan pada diet zona menganut perbandingan 40:30:30, yakni 40% karbohidrat, 30% protein, dan 30% lemak. Perbandingan tersebut harus diterapkan pada saat mengonsumsi makanan utama atau pun camilan. Bahan makanan yang dipilih saat melakukan diet zona adalah bahan makanan rendah gula dan minim proses pengolahan. Peserta diet disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan yang diolah dengan cara digoreng atau dipanggang. Selain itu, peserta diet juga sebaiknya menghindari konsumsi karbohidrat yang melalui proses pengolahan, seperti roti atau pasta. Kebutuhan karbohidrat bisa diperoleh melalui sayuran bertepung, seperti umbi-umbian. Sementara itu, sumber protein yang dikonsumsi pun sebaiknya sumber protein rendah lemak, seperti ikan, dada ayam tanpa kulit, dan kacang-kacangan. Kebutuhan lemak harian tubuh juga bisa diperoleh dari bahan makanan yang mengandung lemak tidak jenuh, misalnya kacang-kacangan atau minyak zaitun. Peserta diet juga dianjurkan untuk mengonsumsi buah dan sayur untuk membantu mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh. Sementara itu, peserta diet zona juga sebaiknya menghindari konsumsi garam atau makanan mengandung garam dan zat aditif, seperti pewarna, perasa, atau pengawet makanan, junk food, dan fast food..

Selain bahan makanan, diet zona juga memiliki aturan jam makan. Peserta diet disarankan untuk makan pagi atau sarapan 1 jam setelah bangun tidur. Setelah itu, peserta diperbolehkan makan dalam rentang waktu 5 jam sekali. Peserta diet dilarang tidak mengonsumsi makanan selama lebih dari 5 jam. Peserta diet bisa makan sebanyak 5 kali sehari dengan aturan mengonsumsi makanan pokok sebanyak 3x dan makan camilan sehat sebanyak 2x. Camilan sehat yang boleh dikonsumsi saat melakukan diet zona adalah buah dan sayur untuk memberikan asupan energi pada tubuh. Porsi makanan yang dikonsumsi pun tidak boleh terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Diet zona tidak mutlak baik tubuh karena tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan diet zona adalah mengarahkan peserta diet untuk menerapkan pola makan sehat. Sementara itu, kekurangan diet zona adalah pengaturan asupan makanan yang cukup rumit. Diet zona sebaiknya tidak dilakukan oleh orang yang sedang menderita atau mempunyai riwayat sakit ginjal karena makanan tinggi protein yang dikonsumsi bisa memperberat kerja ginjal. Maka dari itu, sebelum diet, sebaiknya Anda konsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk memilih diet yang sesuai dengan kondisi kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *