Tips Membuat Bulu Mata Lentik

Memiliki bulu mata yang lebat dan lentik adalah impian sebagian orang guna menunjang penampilan agar lebih menarik. Beruntunglah Anda yang sudah memiliki bulu mata lentik karena visual menjadi lebih menarik dan percaya diri. Bulu mata bisa dibuat semakin dengan memanfaatkan maskara. Menggunakan maskara membutuhkan keterampilan khusus agar tidak mencoret bagian muka yang lain. Namun, bagi Anda yang belum memiliki bulu mata lentik tidak perlu khawatir karena ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk membuat bulu mata lentik secara alami. Bahan-bahan alami berikut dapat dimanfaatkan untuk membuat bulu mata menjadi lentik, kuat, dan tebal.

Minyak Zaitun

Minyak zaitun mengandung vitamin E dan K, klorofil, serta aktioksidan yang menjaga kesehatan rambut dan kulit, tidak terkecuali bulu mata. Oleh karena itu, minyak zaitun dapat dimanfaatkan untuk melentikkan bulu mata secara alami. Sapukan cotton bud yang sudah celupkan ke minyak zaitun pada bulu mata dan diamkan sampai semalaman supaya nutrisi minyak zaitun dapat diserap oleh bulu mata. Keesokan harinya, basuh area kelopak mata dengan air hangat sampai bersih. Lakukan perawatan tersebut sebelum tidur sebanyak 2-3 dalam seminggu untuk mendapatkan bulu mata yang lentik.

Minyak Kastor

Selain minyak zaitun, minyak kastor juga dapat dimanfaatkan untuk melentikkan bulu mata. Minyak kastor mengandung antioksidan yang bisa membantu menjaga kesehatan rambut dan kulit. Oleskan minyak kastor pada bulu mata dengan cotton bud secara lembut lalu diamkan selama beberapa jam. Setelah itu, segera bersihkan dengan air supaya sisa-sisa minyak tidak menyumbat pori-pori kulit.

Perasan Lemon

Kulit lemon dapat membantu melentikkan bulu mata dengan berbagai nutrisi yang terkandung di dalamnya. Campurkan perasan lemon dengan minyak zaitun dan minyak jarak lalu simpan sampai 4 hari. Setelah itu, gunakan campuran tersebut sebagai masker dengan waktu penggunaan 2 hari sekali untuk hasil yang maksimal.

Madu Murni

Madu murni dapat dimanfaatkan untuk membuat bulu mata menjadi lentik. Madu murni mengandung nutrisi yang bisa membuat bulu mata tumbuh subur dan vitamin yang bisa membuat bulu mata tidak mudah patah. Teteskan batu ke kapas lalu oleskan kapas searah dengan arah tumbuhnya bulu mata. Tunggu hingga kering lalu basuh dengan air sampai bersih. Selain bagus untuk kelentikan bulu mata, madu juga cocok dijadikan masker wajah karena vitamin yang terkandung di dalamnya dapat membantu menjaga kesehatan kulit.

Susu

Susu mengandung protein, vitamin, kalsium, dan fosfor yang bisa merangsang pertumbuhan rambut serta bisa menjaga kelembapan rambut. Susu yang bisa dimanfaatkan untuk membuat bulu mata lebih lentik adalah susu murni yang tidak menggunaka pemanis buatan. Kocok susu sampai berbuih lalu oleskan pada bulu mata. Diamkan sampai kering lalu bilas dengan air dingin sampai bersih.

Bedak Bayi

Bedak bayi mempunyai tekstur yang lembut sehingga mudah melekat pada bulu mata. Penggunaan bedak bayi pada bulu mata tersebut bertujuan supaya bulu mata semakin bervolume dan lentik. Sapukan bedak bayi dengan kuas make up pada bulu mata yang sudah diolesi maskara sebelumnya, kemudian oleskan kembali maskara dengan sekali usap supaya bulu mata tidak lengket dan semakin lentik lebih lama.

Rambut Bercabang? Apa Sebabnya?

Ujung rambut bercabang sebenarnya bukan masalah baru bagi rambut. Rambut bercabang juga umum diderita oleh banyak orang. Rambut yang bercabang bisa mengganggu kesehatan rambut dan juga bisa membuat visual rambut menjadi kurang menarik. Rambut yang bercabang juga menyebabkan rambut menjadi mudah patah dan rontok. Kondisi tersebut tentunya membuat Anda kurang nyaman dan kurang percaya diri dalam berpenampilan.

Rambut bercabang hendaknya jangan dibiarkan berlarut-larut karena bisa memicu timbulnya masalah lain pada rambut. Sebelum jenis perawatan atau pengobatan, sebaiknya kenali terlebih dahulu apa saja penyebab rambut dapat bercabang.

  • Rambut Terlalu Kering

Rambut kering disebabkan oleh kurangnya produksi minyak dari sel-sel rambut. Sel-sel rambut bisa saja rusak sehingga mengganggu siklus produksi minyak rambut dari kulit kepala. Rusaknya sel rambut tersebut dapat disebabkan oleh faktor alami atau faktor dari luar, misalnya terlalu banyak menggunakan produk perawatan rambut yang mengandung bahan kimia atau karena terlalu sering terpapar oleh sinar matahari langsung. Rambut yang terlalu kering tersebut dapat membuat ujung rambut bercabang dan mudah parah. Rambut yang terlalu kering dapat diatasi dengan cara mengoleskan masker rambut yang dijual di toko atau membuat sendiri masker alami berbahan minyak zaitun, madu, lemon, cuka sari apel, atau bahan alami yang lain.

  • Rambut Terlalu Berminyak

Produksi minyak berlebih pada kulit kepala juga bisa membuat ujung rambut bercabang. Rambut yang terlalu berminyak membuat rambut mudah lepek, lengket, bau, bercabang, bahkan berketombe. Produksi bisa berlebih pada kulit kepala dapat diatasi dengan keramas rutin dan teratur untuk membuat rambut bersih dan kadar minyak bisa terkontrol.

  • Rambut Kurang Nutrisi

Rambut yang kekurangan nutrisi juga bisa menyebabkan ujung rambut menjadi bercabang. Nutrisi rambut dapat diperoleh dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari atau dari produk vitamin rambut. Untuk membantu menutrisi rambut, sebaiknya Anda konsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan B serta omega 3, seperti ikan, kacang-kacangan, atau sayuran. Kurang konsumsi air putih juga dapat mengurangi nutrisi rambut karena proses penyerapan nutrisi menjadi terganggu. Produk vitamin rambut juga dapat digunakan untuk menutrisi rambut dan mencegah rambut bercabang. Vitamin rambut dapat digunakan setelah keramas atau 2x sehari pada pagi dan malam hari. Oleh karena itu, untuk mencegah rambut bercabang usahakan untuk makan makanan bergizi, minum air putih yang cukup, dan bila perlu gunakan vitamin rambut.

  • Keramas Berlebihan

Keramas berlebihan juga dapat menyebabkan ujung rambut bercabang. Sampo yang digunakan saat keramas umumnya mengandung bahan kimia yang jika terlalu sering digunakan dapat membuat rambut rusak dan bercabang. Keramas idealnya dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Menyisir rambut yang masih setelah selesai keramas juga bisa membuat ujung rambut bercabang. Menyisir rambut yang masih basah membuat kelembapan rambut berkurang sehingga rambut menjadi kering dan mudah bercabang.

  • Terlalu Sering Mengganti Warna Rambut

Bagi Anda yang mempunyai hobi mewarnai rambut, sebaiknya jangan sering gonta-ganti warna rambut karena dapat membuat rambut bercabang. Produk pewarna rambut mengandung bahan kimia yang jika sering digunakan dapat membuat rambut rusak dan bercabang.

Kurang lebih itulah penyebab mengapa ujung rambut menjadi bercabang. Setelah mengetahui penyabab rambut bercabang, Anda bisa memilih produk perawatan rambut yang tepat supaya rambut sehat dan memiliki visual yang bagus.

Gosok Gigi yang Benar: Begini Caranya

Gosok gigi adalah salah satu cara menjaga gigi dan mulut tetap bersih dan sehat. Karena fungsinya yang begitu vital tersebut, gosok gigi haruslah dilakukan dengan benar supaya gigi dan mulut bersih merata. Gosok gigi yang tidak tepat tidak dapat menjangkau sisa makanan yang ada di sela-sela gigi sehingga kebersihan gigi dan mulut kurang maksimal. Gosok gigi yang kurang benar juga dapat membuat gusi luka bahkan berdarah sehingga bisa memicu terjadinya infeksi. Oleh karena ini simaklah uraian mengenai langkah-langkah gosok gigi yang tepat sebagai berikut.

  1. Pilih Sikat dan Pasta Gigi yang Tepat

Sebelum Anda gosok gigi, pastikan sikat dan pasta gigi yang digunakan sudah tepat. Sikat gigi berfungsi untuk menyikat permukaan gigi dan mengangkat sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi. Pilihlah sikat gigi yang memiliki ujung kepala kecil supaya lebih leluasa bergerak saat digunakan. Sikat gigi dengan gagang yang melengkung juga dapat membantu sikat masuk lebih dalam ke mulut sehingga bisa menjangkau gigi bagian belakang. Pilihlah sikat gigi dengan bulu yang lembut supaya tidak melukai gusi dan gigi saat digunakan. Jangan lupa untuk mengganti sikat gigi minimal 3-4 bulan sekali agar tidak terjadi penumpukan kuman atau bakteri pada sikat. Pastikan untuk menggunakan sikat gigi untuk diri sendiri serta jangan meminjamkannya kepada orang atau meminjam sikat gigi ke orang lain. Usahakan untuk membasuh sikat gigi dengan air mengalir terlebih dahulu sebelum digunakan.

Selain sikat gigi, pemilihan pasta gigi yang tepat juga bisa membuat kebersihan mulut dan gigi terjaga lebih maksimal. Pilihlah pasta gigi yang mengandung zat yang bisa membersihkan plak dan bisa mencegah gigi berlubang. Pastikan juga untuk memilih pasta gigi yang mengandung antibakteri supaya bakteri yang mungkin menempel di gigi dapat dibasmi dengan optimal. Selain itu, pilihlah pasta gigi yang tidak mengandung banyak detergen karena justru bisa merusak lapisan gigi Anda. Jika Anda penderita gigi sensitif, pilihlah pasta gigi khusus untuk gigi sensitif supaya bisa meredakan ngilu yang timbul saat gigi disikat. Selain itu, pilih pasta gigi khusus untuk anak Anda dan jangan berikan pasta gigi orang dewasa untuk anak-anak.

  1. Pilih Waktu Tepat untuk Gosok Gigi

Waktu yang tepat untuk menggosok gigi adalah setelah makan dan sebelum tidur, minimal 2x dalam sehari. Gosok gigi secara rutin dan teratur pada waktu tersebut dapat membuat gigi bersih dan tidak mudah ditumbuhi bakteri yang bisa menyebabkan masalah gigi, seperti gigi berlubang atau gigi keropos.

  1. Perhatikan Durasi Menggosok Gigi

Jangan menggosok gigi terlalu lama dan jangan menggosok gigi terlalu cepat. Oleh karena itu, perhatikan durasi gosok gigi yang bisa dilakukan. Gosok gigi idealnya dilakukan selama 2-3 menit dalam sekali menggosok gigi. Gosok gigi yang terlalu terburu dapat membuat sisa makanan yang berada di sela-sela gigi tidak bisa dibersihkan maksimal sehingga gigi dan mulut kurang bersih. Sikat gigi terlalu lama juga dapat merusak lapisan gigi karena terlalu lama bersentuhan dengan bahan kimia yang terkandung dalam pasta gigi.

  1. Gosok Gigi dengan Teknik yang Tepat

Bagian penting untuk gosok gigi dengan tepat adalah teknik menggosok gigi. Mulailah gosok gigi dari bagian geraham atas atau gigi belakang salah satu sisi mulut dengan gerakan melingkar dari atas ke bawah selama 20 detik untuk setiap bagian. Kemudian, lanjutkan menggosok sampai ke gigi yang dekat dengan pipi serta lidah dan gigi bagian depan. Gosok permukaan gigi dengan merata, baik bagian depan, belakang, atas, atau bawah supaya sisa makanan yang menempel bisa terangkat maksimal. Lalukan gerakan berulang sebanyak 2-3 kali pada setiap bagian gigi yang digosok. Hindari menggosok gigi dengan gerakan kiri-kanan karena dapat merusak lapisan gigi. Gunakan bagian belakang sikat untuk menggosok lidah supaya bakteri yang menempel pada lidah juga ikut hilang. Setelah itu, berkumurlah dengan air bersih sampai sisa pasta gigi hilang menyeluruh. Jangan menggosok gigi terlalu keras atau memberikan tekanan lebih karena bisa merusak lapisan gigi dan mulukai gusi yang bisa menjadi pemicu terjadinya gigi sensitif.

  1. Berkumur dengan Mouthwash

Untuk mendapatkan kebersihan gigi dan mulut yang lebih maksimal, Anda juga bisa menggunakan mouthwash untuk berkumur setelah selesai menggosok gigi. Mouthwash dapat membantu membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi yang tidak terjangkau oleh sikat gigi. Oleh karena itu, penggunaan mouthwash dapat membantu gigi dan mulut bersih sempurna. Pilihlah mouthwash yang mengandung alkohol, astrigents, fluoride, antilaque, dan memiliki aroma harum untuk membantu membunuh bakteri yang tidak bisa dihilangkan oleh sikat gigi dan membuat bau mulut lebih segar.

Withdrawal Effect Saat Berhenti Merokok dan Cara Mengatasinya

Berhenti merokok memanglah tidak mudah dilakukan dalam sejekap, melainkan dibutuhkan tekad dan komitmen yang kuat. Rokok memang tidak baik dikonsumsi oleh oleh tubuh karena mengandung zat berbahaya seperti tar dan karbonmonoksida serta mengandung zak yang bisa menimbulkan adiksi, yaitu nikotin. Nikotin yang terkandung dalam tembakau inilah yang bisa menyebabkan kecanduan rokok dan membuat proses berhenti merokok menjadi tidak mudah. Rokok juga dikaitkan dengan beberapa penyakit mematikan, di antaranya kanker, paru-paru, jantung, tekanan darah tinggi, dan penyakit berbahaya yang lain. Oleh sebab itu, disarankan untuk secepat mungkin berhenti merokok supaya tubuh dapat kembali ke kondisi semula.

Pada saat awal Anda memutuskan berhenti merokok berarti Anda memutuskan asupan nikotin yang biasanya diserap oleh tubuh. Oleh karena itu, tubuh akan menunjukkan reaksi tertentu yang disebut dengan withdrawal effect atau efek balikan saat terjadinya pemutusan nikotin ke tubuh. Tubuh yang sering menyerap nikotin akan mengalami ketergantungan atau kecanduan sehingga saat tiba-tiba tidak ada nikotin masuk justru tubuh akan mengeluarkan gejala tertentu. Withdrawal effect yang muncul di awal masa berhenti merokok ini juga dapat memicu seseorang memutuskan niat untuk berhenti merokok karena tubuh mengalami gejala yang merangsang keinginan merokok terus timbul. Maka dari itu, komitmen dan tekad yang sangat kuat diperlukan saat withdrawal effect ini muncul supaya Anda tidak “tergoda” untuk kembali menyulut sebatang rokok karena hal itu bisa membuat Anda gagal berhenti merokok.

Withdrawal effect saat berhenti merokok umumnya dialami oleh banyak orang. Withdrawal effect tersebut ditandai dengan gejala sebagai berikut.

  • Emosi tidak terkontrol sehingga Anda mudah gelisah dan marah tanpa penyebab yang jelas.
  • Pencernaan terganggu yang ditandai dengan mual, mulas, diare, bahkan sembelit.
  • Gangguan pada siklus tidur yang bisa menimbulkan insomnia dan membuat tidur kurang nyenyak.
  • Nafsu makan tidak terkontrol, yakni kadang sangat tinggi dan kadang menurun drastis sehingga berat badan juga tidak dapat terkontrol dengan stabil.
  • Aliran darah kurang lancar sehingga menimbulkan pusing, kurang konsentrasi, mudah kesemutan di jari kaki dan tangan, serta tubuh terasa lebih kaku.

Withdrawal effect yang dialami masing-masing orang sebenarnya tidak melulu sama, tetapi gejala umum yang dialami kurang seperti yang disebutkan tersebut. Withdrawal effect berlangsung kurang lebih selama 3-4 minggu sejak memutuskan untuk berhenti merokok. Akan tetapi, masa withdrawal effect tersebut juga bisa berlangsung lebih sedikit atau lebih lama dari 3-4 minggu, bergantung dari tingkat kecanduan dan kondisi kesehatan tubuh perokok yang berhenti merokok. Withdrawal effect merupakan sebagian dari proses perbaikan kerusakan tubuh yang diakibatkan oleh merokok. Ketika withdrawal effect sudah berlalu, maka tubuh akan segera dapat merasakan manfaat baik dari berhenti merokok.

Melewati masa withdrawal effect saat berhenti merokok memang tidak mudah. Oleh karena itu, berikut ini diuraikan beberapa cara untuk membantu perokok melewati withdrawal effect yang dilansir dari alodokter.com.

  • Melakukan Terapi Pengganti Nikotin

Anda bisa melakukan terapi pengganti nikotin dengan mengonsumsi makanan mengandung nikotin selain rokok, misalnya permen karet, permen pereda tenggorokan, atau koyo yanga ditempel pada kulit. Nikotin yang terkandung dalam makanan tersebut tidak setinggi yang ada dalam rokok dan juga tidak mengandung zat kimia berbahaya sehingga aman dikonsumsi. Makanan pengganti nikotin tersebut dapat dikonsumsi bersamaan saat proses berhenti merokok dimulai. Terapi ini dapat meredakan gejala yang ditimbulkan oleh withdrawal effect.

  • Mengikuti Terapi Perilaku

Terapi perilaku dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penyebab atau pemicu munculnya keinginan merokok. Setelah mengetahui pemicu tersebut, Anda bisa diarahkan untuk menjauhi pemicu yang bisa menimbulkan keinginan merokok. Terapi ini juga biasanya dilakukan dengan pendampingan konselor untuk membantu menumakan cara meredakan withdrawal effect tanpa rokok.

  • Menerapkan Kombinasi Terapi

Terapi kombinasi dilakukan dengan mengombinasikan dua terapi tersebut secara bermasamaan, misalnya mengonsumsi permen karet bersamaan dengan menjauhi pemicu rokok atau memakai koyo sambil mengunyah permen karet. Kombinasi terapi ini dapat membantu meredakan gejala withdrawal effect yang begitu mengganggu sehingga bisa menahan keinginan merokok.

  • Mengonsumsi Obat

Konsumsi obat-obatan untuk meredakan withdrawal effect haruslah berada dalam pengawasan dokter. Pasien disarankan untuk mengonsumsi obat yang mengandung antidepresan atau obat varenicline yang bisa membantu mengurangi kegelisahan dan menghambat efek nikotin pada otak. Perokok yang mengidap penyakit jantung atau gangguan mental sebaiknya hati-hati ketika mengonsumsi obat tersebut dan dilakukan berdasarkan petunjuk dokter.

Dengan mencoba tips-tips tersebut, withdrawal effect saat awal berhenti merokok dapat dikendalikan. Jika masa withdrawal effect sudah berlalu, maka tubuh akan segera merasakan manfaat baik berhenti merokok dan bisa kembali ke kondisi yang lebih sehat.

Siapa Saja yang Boleh dan Tidak Boleh Diet?

Diet adalah salah satu pola hidup sehat yang umumnya dilakukan oleh seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Orang yang memiliki berat badan berlebih umumnya melakukan diet untuk menurunkan berat badan agar ideal. Akan tetapi, tujuan diet sebenarnya lebih dari itu. Diet juga bermanfaat melatih tubuh untuk terbiasa mengonsumsi makanan sehat dalam porsi yang cukup. Diet juga bisa merangsang rasa lapar tubuh agar datang di waktu yang tepat dan menekan nafsu makan berlebih yang sebenarnya tidak diperlukan tubuh. Diet akan menghasilkan manfaat baik tersebut jika dilakukan dengan tepat dan dilakukan oleh orang yang tepat pula.

Diet untuk menurunkan berat badan tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang karena diet dengan tujuan tersebut biasanya dilakukan dengan mengurangi porsi makanan. Oleh karena itu, tidak semua orang boleh melakukan diet karena kondisi kesehatan setiap orang tidak sama. Siapa saja yang boleh dan tidak boleh diet? Simak ulasannya berikut.

Orang yang Boleh Diet

Orang yang boleh melakukan diet untuk menurunkan berat badan tentunya adanya orang yang memiliki berat badan berlebih atau orang yang mengalami obesitas. Penderita obesitas dianjurkan untuk diet dengan mengonsumsi makanan rendah lemak dan porsi yang cukup. Selain diet, penderita obesitas juga bisa melakukan olahraga teratur untuk membantu diet menghasilkan berat badan yang ideal. Obesitas yang dibiarkan begitu saja dapat menimbulkan munculnya penyakit yang lebih berbahaya, misalnya penyakit jantung, kolesterol berlebih, dan penyakit lain.

Selain penderita obesitas, orang yang diperbolehkan untuk diet adalah yang kekurangan berat badan. Perlu diketahui bahwa diet bukan hanya bermanfaat untuk menurunkan berat badan, tetapi juga bisa menambah berat badan. Orang yang terlalu kurus sebaiknya juga melakukan diet dengan mengonsumsi daging, telur, atau makanan berprotein tinggi yang lain untuk menambah berat badan sampai ideal.

Diet sebaiknya juga dilakukan setelah menginjak usia dewasa minimal setelah masa pertumbuhan dan masa pubertas awal sudah lewat. Pastikan bahwa sebelum diet Anda memiliki kondisi kesehatan yang fit. Jangan sampai diet yang Anda lakukan justru bisa semakin menurunkan kesehatan. Usahakan untuk mengatur pilihan makanan agar tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak, melainkan sebaiknya konsumsi makanan variatif yang mengandung gizi seimbang supaya kebutuhan nutrisi dan energi tubuh tetap terpenuhi.

Orang yang Dianjurkan Menunda Diet

Walaupun diet bisa melatih tubuh untuk hidup lebih sehat, tetapi pada beberapa kondisi tertentu seseorang justru dilarang diet. Orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu sebaiknya hati-hati sebelum diet dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi supaya tidak salah memilih jenis diet yang ingin dilakukan.

Diet untuk menurunkan berat badan sebaiknya tidak dilakukan oleh anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Anak yang mempunyai berat badan berlebih memang disarankan melakukan diet untuk mengatur pola dan porsi makan yang lebih tepat supaya berat badan dapat terkontrol. Akan tetapi, diet ketat untuk menurunkan berat sebaiknya tidak dilakukan oleh anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan karena tubuh memerlukan banyak nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan. Lemak tubuh yang meningkat pada tubuh anak-anak bisa dimanfaatkan sebagai bahan pertumbuhan dan perkembangan sehingga berat badan akan turun dengan sendirinya menyesuaikan dengan tinggi badan. Oleh karena itu, anak-anak yang terlihat gemuk kadang bisa tumbuh menjadi lebih langsing tanpa melakukan diet apapun. Akan tetapi, tetap awasi makanan dan porsi makan anak untuk mencegah anak mengalami obesitas.

Diet untuk menurunkan berat badan juga sebaiknya ditunda terlebih dahulu saat wanita dalam masa kehamilan dan menyusui. Pada saat hamil, wanita memang membutuhkan asupan energi dan gizi yang cukup untuk tumbuh kembang janin yang dikandungnya. Kondisi tersebut dapat membuat wanita hamil mengalami kenaikan berat badan yang cukup signifikan dari biasanya. Kenaikan berat badan saat hamil tergolong normal dan bisa turun sendiri setelah melahirkan jika diiringi dengan pola hidup sehat.

Selain wanita hamil, wanita menyusui juga sebaiknya menunda program diet untuk menurunkan berat badan terlebih dahulu. Pada sebagian wanita, badan kadang masih tetap saja gemuk meskipun setelah melahirkan. Kondisi tersebut sebenarnya normal dan umumnya berat badan akan turun sendiri selama masa menyusui. Wanita menyusui sebaiknya menunda diet minimal sampai bayi berumur 6 bulan karena pada usia sebelum 6 bulan bayi membutuhkan asupan ASI eksklusif untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Pada saat menyusui, umumnya wanita membutuhkan asupan kalori lebih besar karena akan dibagi kepada sang bayi dalam bentuk ASI sehingga sebaiknya tidak diet terlebih dahulu. Menyusui juga dapat membakar lemak dalam tubuh yang memang dipersiapkan sebagai sumber pembentukan ASI sehingga lama-kelamaan tubuh akan kembali ke bentuk semula.

Syarat untuk Memiliki Hunian Sehat

Rumah atau hunian adalah salah satu lingkungan yang harus dijaga kebersihan dan kenyamanannya karena sebagai tempat beristirahat dan berkumpul bersama keluarga. Rumah adalah lingkungan terdekat yang bisa berpengaruh terhadap kesehatan penghuninya. Bersih atau tidaknya rumah dapat menjadi cerminan dari kesehatan penghuninya. Rumah sebaiknya ditata sedemikian sehingga dapat ditinggali dengan nyaman. Kebersihan dan kesehatan lingkungan rumah juga tidak boleh luput dari perhatian. Maka dari itu, pastikan rumah Anda bersih dan nyaman supaya menjadi hunian yang sehat.

Apa saja syarat untuk menjadikan rumah hunian yang sehat?

Berikut ada beberapa syarat yang sebaiknya dipenuhi supaya rumah tampak bersih dan sehat sehingga nyaman untuk ditinggali.

  1. Pilih Bahan dan Perabotan yang Aman

Salah satu ciri rumah yang sehat dan aman ditinggali adalah rumah yang tidak terbuat dari bahan bangunan yang berbahaya dan perabotan yang aman pula. Bahan bangunan dan perabotan yang digunakan sebaiknya bukan bahan yang bisa melepaskan zat-zat berbahaya bagi kesehatan penggunanya. Rumah bisa dikatakan sehat jika mengandung timah hitam tidak lebih dari 300 mg/kg, debu total tidak lebih dari 150 μgm3, asbes bebas tidak melebihi 0,5 fiber/m3/4 jam, serta tidak mudah ditumbuhi jamur dan bakteri. Selain itu, pilihlah perabotan yang aman, apalagi jika di rumah terdapat anak kecil. Usahakan untuk memilih perabotan rumah yang mudah pecah serta tidak berujung tajam atau runcing.

  1. Bersihkan dan Buang Sampah secara Rutin

Kondisi kesehatan rumah dapat dijaga dengan cara dibersihkan secara teratur. Usahakan untuk membersihkan setiap ruangan yang ada di rumah, seperti kamar tidur, ruang tamu, ruang makan, ruang santai, dan gudang. Kebersihan ekstra juga perlu dilakukan di kamar mandi, toilet, dan dapur karena tiga tempat tersebut rawan ditumbuhi bakteri atau kuman. Jangan lupa untuk membersihkan lantai minimal 1 kali seminggu supaya tidak ada kuman dan bakteri yang bersarang, bila perlu gunakan juga cairan khusus pembersih lantai. Selain membersihkan rumah, pastikan untuk membuang sampah setiap hari agar rumah tidak bau dan menjadi sarang bakteri. Pisahkan juga tempat sampah organik dan nonorganik, terutama di dapur Anda.

  1. Memiliki Saluran Pembuangan Air

Rumah yang sehat dan bersih idealnya memiliki saluran pembuangan air yang lancar dan tidak menggenang. Saluran pembuangan air yang tidak lancar dapat menjadi sarang tumbuhnya kuman atau bakteri dan bisa menimbulkan bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, jangan buang sampah ke dalam saluran pembuangan karena bisa membuat saluran tersebut tersendat dan mampet.

  1. Cukup Air

Rumah yang sehat adalah rumah yang memiliki ketersediaan air yang cukup. Air mempunyai fungsi vital bagi kehidupan manusia, di antaranya untuk minum, mandi, dan mencuci. Air yang ada di rumah juga harus dipastikan kebersihan dan kejernihannya supaya aman digunakan. Jika Anda menggunakan tandon, bak, atau drum untuk menampung air pastikan ditutup rapat supaya tidak menjadi sarang nyamuk dan harus rutin dibersihkan.

  1. Memiliki Pencahayaan yang Cukup

Ciri rumah yang sehat adalah rumah yang tidak gelap dan memiliki pencahayaan yang cukup. Pencahayan dalam rumah dapat diperoleh dari pencahayaan alam seperti sinar matahari di siang hari dan pancaran sinar lampu di sore dan malam hari. Atur pencahayaan rumah dengan baik dan jangan sampai menyebabkan mata silau. Pencahayaan rumah yang ideal adalah 60 lux.

  1. Memiliki Sirkulasi Udara yang Baik

Rumah yang sehat adalah rumah yang memiliki sirkulasi udara yang baik dan lancar. Sirkulasi udara yang lancar dapat menjaga suhu rumah menjadi tidak lembab dan segar sehingga aman jika dihirup dan tidak berbahaya untuk paru-paru. Udara lembab yang ada di dalam rumah dapat memicu pertumbuhan bakteri yang bisa mengganggu kesehatan penghuninya. Idealnya setiap ruang atau kamar dalam rumah dilengkapi dengan satu ventilasi untuk mendapatkan aliran udara yang baik.

  1. Tidak Ada Genangan Air

Pastikan bahwa di area rumah Anda tidak terdapat genangan air yang kotor karena bisa menjadi sarang nyamuk yang bisa mengancam kesehatan tubuh. Jika Anda memiliki kolam di luar rumah, usahakan isi kolam tersebut dengan ikan supaya bisa memakan jentik nyamuk yang hidup di dalamnya. Rajinlah untuk mengganti tampungan air pada pot bungan supaya tidak menjadi sarang berkembangbiaknya nyamuk.

Bagaimana Cara Mengatur Pola Makan yang Seimbang?

Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kondisi kesehatan tubuh adalah pola makan. Pola makan yang baik untuk menunjang kesehatan tubuh bukan hanya pola makan yang sehat, tetapi juga harus seimbang. Sedari kecil sebagian besar dari Anda juga diajari mengenai mangonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna yang terdiri atas nasi, sayur, lauk-pauk, buah, dan susu. Makanan seimbang yang bisa dikonsumsi tubuh adalah makanan yang mengandung nutrisi seimbang, misalnya karbohidrat, protein, serat, mineral, dan vitamin. Makanan mengandung gizi seimbang dapat menjadi investasi jangka panjang kesehatan tubuh dan sekaligus bisa mencegah penyakit.

Bagaimana cari mengatur pola makan yang seimbang? Berikut ulasannya.

  • Makan di Waktu yang Tepat

Waktu yang tepat untuk mengonsumi makanan pokok adalah pagi, siang, dan sore, yakni 3 kali sehari. Usahakan sarapan sebelum lewat pukul 07.00, makan siang antara pukul 11.30-12.30, dan makan malam tidak lewat dari pukul 20.00. Makan di waktu yang tepat membuat makanan dapat dicerna dengan baik oleh tubuh. Kebiasaan makan di waktu yang tepat juga bisa membuat Anda kenyang lebih lama sehingga mengurangi nafsu mengemil makanan ringan di sela-sela waktu luang. Mengemil makanan di waktu luang terlalu sering, padahal tubuh belum membutuhkannya dapat menjadi penyebab kegemukan atau obesitas.

  • Perhatikan Porsi Makanan

Selain memerhatikan waktu makan, jangan lupa untuk mengontrol porsi makanan yang dikonsumsi. Usahakan jangan makan terlalu sedikit karena bisa menyebabkan tubuh kekurangan energi dan nutrisi, tetapi juga jangan makan terlalu banyak karena bisa menyebabkan kegemukan. Pilih porsi makan secukupnya dengan gizi seimbang dan sesuai dengan aktivitas atau kesibukan Anda. Sarapanlah dengan makanan berprotein tinggi dan rendah lemak supaya kenyang lebih lama. Anda bisa menambah porsi makanan saat makan siang karena pada jam tersebut tubuh sedang sibuk-sibuknya beraktivitas sehingga membutuhkan asupan energi yang besar pula. Sedangkan pada saat makan malam, jangan mengonsumsi makanan terlalu banyak karena pada malam hari umumnya tubuh sedikit beraktivitas. Porsi makanan yang cukup sesuai kebutuhan nutrisi dan energi dapat menjadikan tubuh sehat dan aktivitas menjadi produktif.

  • Minum Air Putih dengan Cukup

Air putih adalah minuman utama dan pertama yang harus dikonsumsi tubuh. Minum air putih secukupnya umumnya 8 gelas sehari. Akan tetapi, jika Anda seorang olahragawan atau penari, Anda bisa menambah konsumsi air putih karena tubuh bergerak lebih aktif dan mengeluarkan banyak keringat. Air putih yang dikonsumsi dapat membantu menjaga hidrasi tubuh dan menyetabilkan nafsu makan. Konsumsi air putih yang cukup juga bisa membantu menyehatka sistem pencernaan karena bisa membersihkan usus dari sisa makanan yang tidak diperlukan tubuh dan mencegah sembelit.

  • Perhatikan Kandungan Nutrisi dalam Makanan

Makanan yang seimbang adalah makanan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat, vitamin, mineral, serat, protein, dan rendah lemak. Karbohidrat sebenarnya bukanlah penyebab kegemukan, karbohidrat merupakan sumber energi yang dibutuhkan tubuh. Sebaiknya, pilihlah karbohidrat yang tinggi serat dan rendah glukosa, seperti gandum atau beras merah untuk mencukupi kebutuhan energi sekaligus melancarkan pencernaan. Selain itu, pilihlan sumber protein yang bisa membantu pembakaran lemak lebih maksimal, misalnya telur atau daging. Telur atau daging dapat diolah menjadi lauk-pauk untuk manemani nasi. Jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral yang terkandung dalam sayur dan buah.

  • Kurangi Konsumsi Makanan Mengandung Zat Aditif

Mengonsumsi makanan mengandung zat aditif seperti penyedap, pemanis, pengawet, dan pewarna buatan sebenarnya tidak sepenuhnya dilarang. Akan tetapi, jangan terlalu sering mengonsumsi makanan mengandung zat aditif tersebut terlalu sering atau terlalu banyak karena bisa mengganggu kesehatan. Kurangi juga konsumsi makanan cepat karena mengandung lemak tinggi dan penyedap buatan yang bisa membuat berat badan naik. . Makanan tersebut boleh Anda konsumsi beberapa kali dalam sebulan dalam porsi yang cukup.

Selain mengatur pola makan seimbang, kondisi tubuh yang sehat juga harus didukung dengan olahraga teratur dan istirahat yang cukup. Oleh karena itu, biasakan melakukan pola hidup yang sehat dan seimbang agar tubuh sehat dan terhindari dari berbagai penyakit.

Makan Sehat untuk Wanita Hamil

Wanita hamil harus ekstra memperhatikan jenis dan pilihan makanan yang dikonsumsi karena bisa berpengaruh pada tumbuh kembang janin. Makanan yang dikonsumsi wanita hamil akan diserap oleh janin melalui plasenta sebagai sumber nutrisi. Makanan yang dikonsumsi wanita hamil juga bisa memberikan pengaruh saat proses persalinan. Oleh karena itu, wanita hamil sebaiknya mengonsumsi makanan sehat yang bisa menutrisi tubuhnya sekaligus bisa menutrisi janin.

Sebagian wanita hamil juga mengalami ngidam. Ngidam adalah keinginan kuat dari wanita hamil, umumnya pada makanan tertentu, yang “konon” harus dipenuhi supaya bayi tidak ngiler kalau sudah lahir. Menurut medis, ngidam yang terjadi pada wanita hamil dipengaruhi oleh faktor perubahan hormon dan memunculkan keinginan bergantung pada pasangan untuk meminta sesuatu, termasuk makanan. Akan tetapi, jangan sembarang menuruti ngidam istri, perhatikan apakah makanan yang diinginkan tersebut sehat atau tidak untuk kesehatan janin dan juga kesehatan calon ibu.

Makanan dan minuman sehat yang bisa menjadi pilihan wanita hamil diuraikan sebagai berikut.

  • Air Putih

Konsumsi air putih yang cukup bagi wanita dapat membantu menghidrasi tubuh, mencegah terjadinya sembelit atau wasir, dan mencegah terjadinya infeksi pada saluran kemih. Konsumsi air putih yang cukup juga bisa menurunkan risiko bayi lahir premature. Minum air putih kurang lebih sebanyak 8 gelas sehari atau sesuaikan dengan arahan dari dokter Anda.

  • Nasi

Nasi berfungsi sebagai bahan bakar energi karena mengandung karbohidrat tinggi. Nasi yang sebaiknya dikonsumsi wanita hamil adalah nasi merah karena tidak hanya mengandung karbohidrat, tetapi juga mengandung serat, selenium, dan vitamin E untuk mencukupi kebutuhan energi dan kebutuhan nutrisi pada wanita hamil. Selain nasi merah, gandum atau oatmeal juga mengandung nutrisi yang hampir sama sehingga cocok dikonsumsi wanita saat hamil.

  • Daging, Ikan, dan Telur

Daging, ikan, dan telur mengandung protein yang cocok dikonsumsi oleh wanita hamil yang memasuki trimester kedua dan ketiga. Telur yang dikonsumsi wanita hamil dapat membantu menurunkan risiko bayi lahir cacat saraf karena telur mengandung kolin yang baik untuk perkembangan saraf bayi. Sementara itu, ikan yang baik dikonsumsi oleh wanita hamil adalah ikan salmon karena mengandung omega 3 yang baik untuk perkembangan bayi. Akan tetapi, jangan mengonsumsi ikan salmon terlalu banyak karena beredar kabar terdapat paparan merkuri pada ikan tersebut. Maka dari itu, sebaiknya konsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.

  • Sayur dan Buah

Sayur dan buah mengandung vitamin, serat, mineral, dan asam folat yang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh pada wanita hamil dan membantu tumbuh kembang bayi berjalan baik. Serat yang terkandung dalam buah dan sayur juga bisa mencegah terjadinya sembelit pada wanita hamil. Sayur dan buah yang baik dikonsumsi wanita hamil, di antaranya brokoli, wortel, jagung, jeruk, dan alpukat karena buah dan sayur tersebut juga mengandung folic acid yang bisa membantu mencegah terjadinya penyakit spina bifida pada bayi.

  • Kacang-kacangan

Kacang-kacangan mengandung serat tinggi yang bisa membantu melancarkan sistem pencernaan wanita hamil. Pada saat hamil, wanita cenderung lebih mudah mengalami sembelit sehingga konsumsi kacang-kacangan diperlukan sebagai pencegahan atau pengobatan.

  • Susu

Susu dapat diminum secara rutin dan teratur oleh wanita hamil karena dapat membantu pertumbuhan jaringan baru pada janin. Susu mengandung protein dan mineral yang bisa membantu pembentukan otot janin dan melancarkan aliran oksigen ke janin. Saat ini sudah tersedia berbagai susu khusus untuk wanita hamil yang bisa Anda konsumsi. Selain itu, Anda juga bisa memilih susu kedelai karena mengandung vitamin D yang baik untuk tumbuh kembang bayi.

Beberapa makanan tersebut dapat Anda konsumsi saat memasuki masa kehamilan. Pilihlah jenis makanan mana yang disukai, tetapi tetap perhatikan kandungan gizi dan kebersihannya. Sebaiknya Anda juga rajin berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi supaya tidak salah pilih makanan saat sedang hamil.

Suka Berjemur di Pantai? Ini Manfaatnya

Apakah Anda termasuk orang yang suka memilih pantai sebagai destinasi wisata?

Apa yang Anda lalukan jika mengunjungi pantai?

Sebagian besar orang dewasa umumnya akan memanfaatkan liburan ke pantai untuk menjemur diri. Berjemur di pantai ternyata memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan dan kecantikan.

Akan tetapi, sebelum berjemur di pantai Anda perlu memerhatikan berbagai pertimbangan sebagai berikut.

  • Pilih pakaian yang tidak terlalu tebal supaya keringat mudah tercucur keluar dan sinar matahari dapat mengenai kulit.
  • Gunakan sunblock atau tabir surya di seluruh tubuh supaya kulit tidak terpapar sinar matahari terlalu banyak.
  • Gunakan kaca mata untuk melindungi mata agar tidak silau atau perih.
  • Gunakan topi supaya terik matahari tidak mengenai ubun-ubun atau kepala.
  • Pilihlah waktu berjemur antara pukul 09.00-12.00 atau mulai pukul 16.30-matahari terbenam karena pada waktu tersebut matahari tidak memancarkan sinar ultraviolet. Jangan terlalu lama berjemur karena justru bisa mengganggu kesehatan kulit.

Persiapan-persiapan tersebut sebaiknya dilakukan dengan baik supaya Anda mendapatkan hasil yang baik dari berjemur.

Setelah mengetahui persiapan penting sebelum berjemur di pantai, kini saatnya Anda menyimak apa saja manfaat berjemur di pantai bagi kesehatan dan kecantikan.

  • Menstimulasi Pertumbuhan Rambut

Berjemur di tepi pantai ternyata juga bisa menstimulasi pertumbuhan dan mencegah rambut rontok. Sinar matahari dapat merangsang tubuh memproduksi vitamin D sehingga bisa memicu pertumbuhan rambut.

  • Menyehatkan Kulit

Berjemur di pantai dengan cara yang tepat dapat membantu menyehatkan kulit dan bisa mengatasi beberapa masalah kulit, seperti jerawat, psoriasis, atau gangguan kulit lainnya. Selain itu, berjemur di bawah sinar matahari dapat membantu kulit mengatasi infeksi jamur sehingga kulit menjadi lebih sehat dan bersih. Akan tetapi, Anda perlu mengatur durasi berjemur agar tidak terlalu lama karena terlalu lama terpapar sinar matahari justru bisa membuat kulit terbakar bahkan bisa menjadi pemicu kanker kulit.

  • Menyehatkan Jantung

Berjemur di pantai dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan membantu mencegah tubuh terkena penyakit kardiovaskular. Sinar matahari dapat merangsang tubuh memproduksi vitamin D secara alami yang bisa membuat aliran darah menjadi lancar sehingga jantung sehat. Vitamin D yang dihasilkan tubuh tersebut juga bisa menyerap kalsium untuk kesehatan otot dan tulang. Oleh karena itu, berjalan santai di pantai juga dapat membantu membuat tulang dan otot lebih sehat.

  • Menyetabilkan Kondisi Mental

Berjemur di pantai ternyata juga bisa membuat kondisi mental lebih baik. Sinar matahari bisa menstimulasi hormon tubuh dan memicu melepaskan serotonin dari otak yang bisa menjadikan mood lebih tenang dan bahagia. Berjemur di pantai juga bisa membuat siklus tidur berjalan baik karena merangsang kepekaan tubuh terhadap waktu terbit dan terbenamnya matahari. Siklus tidur yang berjalan baik dapat membuat kualitas tidur menjadi baik pula sehingga bisa merelaksasi tubuh dan pikiran.

Jenis Olahraga untuk Kesehatan Mental

Menjaga kesehatan mental atau kesehatan psikis sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Kondisi mental yang kurang sehat akibat banyak pikiran atau tekanan yang tinggi bisa menjadi pemicu munculnya stres atau bahkan depresi. Orang yang menderita gangguan mental juga cenderung mudah gelisah, marah, dan sulit merasakan kebahagiaan. Keadaan mental atau psikis yang kurang sehat juga bisa menjadi pemicu munculnya penyakit fisik, misalnya aliran darah yang tidak lancar, detak jantung yang tidak stabil, gangguan sistem pernapasan, dan gangguan kesehatan yang lain.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa menjaga kesehatan mental menjadi amat penting. Kesehatan mental yang stabil dapat dijaga dengan melakukan olahraga rutin dan teratur. Olahraga tiga kali seminggu secara rutin dapat mencegah tubuh mengalami stres atau depresi. Ada beberapa pilihan olahraga yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental sebagai berikut.

  1. Yoga

Olahraga yoga sudah cukup terkenal dapat membantu mengurangi kadar stres dan menenangkan sistem saraf. Yoga dilakukan dengan mengatur teknik pernapasan sehingga bisa menstimulasi sistem saraf parasimpati untuk membantu menenangkan pikiran. Meditasi yang dilakukan saat yoga bisa menjadi obat seperti antidrepresan yang bisa mengobati depresi dan perasaan gelisah. Gerakan lambat yang dilakukan saat yoga juga bisa membantu merelaksasi tubuh dan sistem saraf. Gerakan yang dilakukan saat yoga juga bervariasi sehingga bisa membantu kesehatan tulang dan otot. Yoga juga bisa dilakukan oleh orang yang memiliki ketergantungan pada rokok atau obat-obatan terlarang untuk membantu mengurangi ketergantungan tersebut.

  1. Pilates

Hampir sama dengan yoga, pilates dilakukan dengan fokus pada teknik pernapasan. Teknik tersebut dapat membantu mengontrol kondisi dan psikis menjadi lebih tenang dan stabil sehingga bisa mengurangi stres. Pilates yang dilakukan dengan teratur juga dapat membantu mengaktifkan saraf parasimpati yang bisa membuat tidur lebih berkualitas. Selain baik untuk kesehatan psikis, pilates juga turut menjaga kesehatan dan kekuatan tulang belakang sehingga fisik juga menjadi bugar.

  1. Tinju

Tinju dapat menjadi pilihan olahraga untuk melepaskan emosi. Dengan melakukan tinju emosi dapat diluapkan pada bantalan samsak yang empuk. Jika bertinju dilakukan dengan lawan manusia, seseorang bisa fokus pada lawannya sehingga bisa menekan munculnya stres.

  1. Bersepeda

Bersepeda di ruang terbuka atau di ruang tertutup bisa membantu membuat pikiran lebih tenang dan segar. Olahraga dapat membantu mengurangi kecemasan sehingga tubuh dan pikiran menjadi tenang. Selain itu, olahraga juga bisa membantu menjaga kebugaran fisik karena bisa membakar kalori serta menguatkan otot tangan dan kaki.

  1. Jalan Santai

Jalan santai yang dilakukan di ruang terbuka pada pagi atau sore hari dapat mencegah munculnya stres atau depresi. Saat olahraga jalan santai, tubuh dapat menghidup udara segar dan menikmati suasana lebih santai sehingga pikiran menjadi lebih tenang. Jalan santai juga bisa membantu detak jantung stabil dan aliran darah lancar sehingga pikiran menjadi lebih fresh.